Cerita Mesum Tante Ika Bikin Ketagihan

0
137

Cerita Mesum Tante Ika Bikin Ketagihan

Cerita Mesum Tante Ika Bikin Ketagihan
Cerita Mesum Tante Ika Bikin Ketagihan

 

Warung Mesum – Kali ini aku bakal membunyikan berkenaan pengalaman seks ku dan semula adventure seks ku dengan kaum bibi gembira. Perkenalkan namaku Tomi. Umurku 25tahun.

narasi seks, tak seperti rata rata jam segini saya merasa perasaanku tak enak. Ditambah dgn masalah maaqku angot dikarenakan keseringan telat makan dan pulang larut tengah malam. sesudah bangun tidur dan berkemas saya berangkat ke satu buah dinas yg tidak jauh permulaan ruang tinggalku. hri itu saya tambah repot menangani salah satu proyekku bagi perseroan tekstil.

Iseng-iseng terhadap merefresh otak saya terhubung emailku dan ganjar email yg masuk. Ada beberapa email kata kata terima kasih mulai sejak mereka yg sudah berhasil memperturutkan langkahku memahami business wiraswata ini. Ada semula email berasal primadona pemakai memengaruhi usulan. Dan pula ada beberapa email semenjak teman-temanku. waktu masih asyik melisankan dan ganjar email, sontak hpku berdering.

“Halo empati anda serta apa? saya kangen amat sama anda� nada Devi pacarku terdengar asal penghabisan sana.

“Halo tambah Devi empati, ni saya baru pekerjaan nyelesaiin proyekku…kamu di universitas ya?” balasku.

“Iya…nih baru nunggu lapisan berikutnya…sayang kelak tengah malam menjadi kan?” tanyanya.

terang� menjadi donk sayang…aku masih kangen sama anda� jawabku mesra.

“Ya udah jika gitu..aku masuk warga lalu ya dosennya udah dateng tuh da belas kasih� kata Devi manja.

narasi gemuk, saya berulang terus menambahkan mengganjar email. sesudah seluruh email kubalas, serentak kututup acara emailku dan saya sedang menggarap proyekku. tidak lama seterusnya hpku berdering pun. waktu kulihat ke monitor handphone nyatanya bibi Vira yg menelponku.

“Halo Tomi empati apa berita? sapanya.

“”Baik bibi� jawabku singkat.

anda� kemana aja sih Tom telah beberapa hri ini gak bermain kesini? anda repot ya?” tanyanya.

“Iya nih bibi kembali repot betul-betul� jawabku lagi.

“Mentang-mentang tidak sedikit proyek menjadi sembarangan sama tante”

“Gak kog tante..kan….” belum pernah saya membereskan perkataanku, bibi Vira telah mencacah pembicaraan.

“Oya Tom, bibi miliki rekan beliau jelasnya miliki proyek pada kamu…coba deh anda hubungi beliau hri ini ya kelak saya bingkis no hpnya” kata bibi Vira

selesai� bibi� jawabku.

semampang� anda besuk kesini, bibi telah kangen berat sama kamu”

“Oke tante…besuk saya tentu kesana, saya semula kangen sama bibi yg nomor wahid kompartemen ini” jawabku bercanda.

basic� Tomi nakal..awas besuk ya…” jawabnya sambil terbahak mungil dan membekukan telponnya.

“Selang beberapa menit bibi Vira kembali menugasi nama, semenjak semula no telephone seluler temannya melalui sms. saya memang lah telah ketergantungan bersambung seks sama bibi Vira. beta berjumpa awal kalinya saat berbelanja mobilnya lalu. awak tidak jarang ketemu dan silih menghantui, sampai abdi tukar menuruti keinginan birahi masing-masing. sbg lelaki sederhana, tentunya tidak bakal memecat diajak selingkuh sama bibi kece nan sel itu.

Sambil melafalkan isi sms yg berkualitas nama, berasal dan no ponsel sahabat bibi Vira, saya berpikir apakah saya tengah miliki kala terhadap mewarisi proyek baru pula, karena sesudah proyek kepada perseroan kain ini saya berulang miliki dua proyek kembali yg mesti saya selesaikan. Tapi sesudah kupikir-pikir saya dapat terima saja proyek tersebut.

sebentar narasi, senja harinya sesudah pulang bersumber biro kain saya segera menuju bersumber yg diberikan oleh bibi Vira. Sesampainya di depan hunian galeri itu saya memengaruhi ijin bagi stapam yg memelihara hunian tercantum, saya memerkarakan tujuan kedatanganku dan satpampun membukakan gerbang gerbangnya. Akupun serta-merta memasukan mobilku ke dalam pekarangan hunian yg luas itu.

“Selamat senja, aku mau berjumpa dgn ibu Ika” kataku terhadap resepsionis di galeri itu.

“Oh iya mas, mari bendera dulu…namanya siapa saja mas dan darimana?” bertanya resepsionis itu.

“Tomi…saya telah punyai maut kog sama ibu Ika” jawabku.

Resepsionis itupun selanjutnya menelepon, dan sesudah itu berujar..

silakan� mas, aku antar masuk ke dalam” katanya.

Kamipun menuju area biro ibu Ika melintasi tempat galeri yg tidak sedikit terpendam lukisan yg bagus-bagus diterpa lampu cahaya maka menaikkan keindahannya.

“Permisi bu, ini mas Tomi” kata si resepsionis sesudah hamba mencampuri area biro ibu Ika.

jikalau kuperhatikan nyatanya ibu Ika ini lagi belia, kemungkinan kurang lebih 30 tahunan. Wajahnya menawan dan berkulit putih mulus. waktu itu ia memanfaatkan gaun bersama tali tidak tebal di pundaknya, terus selendang yg melilit elok di lehernya yg jenjang. Gaun itu terlihat tidak dapat menyangga toketnya yg membusung padat. Ditambah dgn gaun mininya yg menunjukkan kakinya yg mulus, menjulang talenta mudaku bergejolak melihatnya.

wahai� Tomi..perkenalkan aku Ika..” kata bu Ika sambil menganjurkan tangannya.

Kurasakan tangannya yg halus menjabat tanganku.

silahkan� bersila Tom” tuturnya mempersilakanku bersila di kursi panjang dalam tempat kantornya.

Bu Ika juga lantas bersila di seberangku. aku berbicang basa-basi sedikit. nyatanya bu Ika merupakan sohib gym bibi Vira. bibi Vira masih telah melebarkan tidak sedikit tentangku termasuk juga bisnisku. percakapan beta seterusnya lebih percaya tentang business. pada menyaksikan penjelasanku yg memakai laptop, bu Ika semula tukar bersila di sebelahku. Tubuhnya mengumumkan wangi parfum yg lembut, memanjatkan bergejolaknya hasrat kelelakianku. Sambil bercakap, kapan-kapan kulihat bagian toketnya yg putih mulus tersembul alamat gaunnya. mau agaknya kuremas toketnya yg menggemaskan itu, padahal saya tentu mesti bersikap professional.

sebentar kata, bu Ika terpukau dan mengizinkan bayaran yg kuminta. Iapun memintaku terhadap mengakibatkan kesepakatan pekerjaan bagi disetujui bersama.

“Tapi ampunan pada awal mulanya bu, aku minta sebentar kelonggaran diwaktu, soalnya aku kembali ada bebertapa proyek semula yg mesti aku selesaikan” kataku.

“Ohh..begitu ya, tapi tampaknya berapa lama miliki aku mampu tuntas? bertanya bu Ika.

“Kira-kira satu bln bu bagaimana? tanyaku.

“Ya udah gakpapa deh” jawabnya.

“Oya Tom anda ingin minum apa?” bertanya bu Ika.

“Apa aja deh bu” jawabku. Bu Ika tambah seterusnya menelepon pembantunya dan memengaruhi dua orange juice.

anda� tengah kuliah ya Tom?”

semula� bu, step akhir”

“Ohh… anda janganlah panggil aku bu, aku pula bujang lho..panggil saja aku tante”

“Iya amnesti tante”

Akupun terenyum dalam hati. serupa pengalamanku diwaktu awal kali ngobrol dgn bibi Vira lalu yg tak ingin dipanggil ibu. tidak lama seterusnya pesuruh bibi Ika seterusnya masuk mengucapkan minuman.

silahkan� diminum Tom” kata bibi Ika kala si pelayan bergerak pergi.

bibi Ika dulu bangkit menurunkan pembantunya seterusnya menyengkilit gapura area dinas dan menguncinya. sedang bibi Ika bersila di sebelahku sambil meminum orange juicenya. Pahanya yg putih mulus kelihatan demikian mengusik dikala dirinya mempertaruhkan kakinya. Akupun tidak tahan pada tak menonton lanskap cantik itu.

“Hy Tom, anda juga lihat apa?hahaha…” tanyanya sambil terbahak kecil.

“Oh gak kog bibi� jawabku panik nyata-nyatanya bibi Ika memperhatikanku.

“Hayo anda tambah mikir porno ya?” tuturnya menggodaku.
“Gak kog bibi, saya hanya persahabatan aja, habisnya bibi jelita betul-betul sih…hehehe…” jawabku.

anda� kemayu pun ya…pinter mengusili tambah deh…”

setelah itu bibi Ika mendapatkan tanganku dan meletakkannya di atas pahanya.

anda� kepingin ini kan?” tuturnya sembari mendekatkan wajahnya ke wajahku dan sejak mulai mencium bibirku. saya yg sedari tadi telah mengganjal birahiku, kubalas ciumannya dgn penuh hasrat. Tanganku masih lantas membelai-belai paha mulusnya, senetara tanganku yg satunya mengelus-elus rambutnya.

“Sssthhh…aaahhh…” erang bibi Ika dikala tanganku merecoki lancingan dalamnya yg telah dibasahi oleh air kewanitaannya. Erangannya semakin menjadi-jadi diwaktu tanganku merogoh lancingan dalamnya dan menerima klitorisnya. Kuusap lembut klitorisnya dan air vaginya makin mengucur deras.

 

“Oooohhh…enak amat Tom…memang halal kata Vira anda benar-benar hebat…usap lagi sayang…aahhh…” rancunya.

setelah itu kuturunkan tali gaunnya maka toketnya terlihat walaupun kembali terbungkus BH. Kuturunkan cup BH-nya dan toket yg padat meloncat ke luar seperti menantangku terhadap menghisapnya. tidak dengan berbasa-basi cepat kuterkam toket yg jegang itu dan kuisap juga kujilati putingnya yg bercorak merah muda.

“Aaaahhh…yesss…enak Tom…” erang bibi Ika membayar area biro itu.

Kujilati putingnya yg makin menegang itu dgn tangaku yg satu lagi kembali menyerahkan kenikmatan untuk klitorisnya. sesudah itu saya menyinggahkan sececah aktifitasku. kelihatan tampang bibi memunculkan kekecewaannya.

mengapa� mogok Tom?” katanya

empot-empotan� diketahui bibi� kataku sambil mencium wajahnya yg cantik.

diketahui� sama siapa-siapa? disini hanya ada pembatu dan satpam aja lagian mereka seluruh gak bakalan tahu kog” terangnya.

laki� bibi? tanyaku.

“Oh…suamiku semula di luar negri…udah deh Tom, ayo puasin bibi ya simpati� menurutnya sambil menyorong kepalaku ke arah toketnya yg montok itu.

Kuisap dan kukulum puting susu bibi Ika dengan cara bergiliran. bibi Ika lagi mengerang dan badannya terus menggeliat mengganjal nikmat. sesudah puas menikmati toket montok bibi Ika, akupun menggalakkan gaunnya maka terlihat lancingan dalam mininya yg anggota berenda. Kulepas lancingan dalam itu, maka nampak memeknya yg steril tidak berbulu sedikitpun. serentak kujilati dan kuciumi kelentit bibi Ika, maka tubuhnya agak melonjak semenjak sofa.

“Ooohhh…aaahhh…nikmat amat tom…aahhh…” erang bibi Ika, tubuhnya terlihat singkat berbelok ke buntut menyangga nikmat. Tangannya kelihatan meremas-remas toketnya sendiri.

Kubuka lebih lebar paha bibi Ika, kujilati dan kadang kugigit perlahan klitorisnya. Sementara tanganku menukar tangannya buat meremas-remas sepasang toketnya yg kuat itu. tempat makin dipenuhi oleh erangan bibi Ika dan tambah bahana kursi panjang lantaran kegiatan tubuhnya yg mengeliat-geliat nikmat.

disaat terus enak-enaknya, sontak telephone seluler bibi Ika menyuruk. Kamipun tidak mempedulikannya dan saya sedang meneruskan kenikmatan verbal buat bibi yg jelita ini. sedangkan telepon selular juga berbunyi..

““Shit….sebentar ya Tom…” maki bibi Ika. bibi Ika tambah bangkit permulaan kursi panjang dan berlangsung ke meja kerjanya. Diraihnya telepon selular dan dijawabnya bersama suara kesal.

saya� baik-baik aja pengertian, saya semula repot melangsungkan kepada pasar malam pekan depan”” jawabnya sambil berulang bersila di sofa.

anda� solo bagaimana di Singapura?”sambil berbicara demikian tangan bibi Ika memperoleh kepalaku yg semula berjongkok di depan kursi panjang dan menyorong ke arah tubuhnya. Akupun kenal kemauannya. masih kusibakkan gaunnya dan mulutku pula menciumi dan menghisapi narasi memeknya. setelah itu kutelusuri memeknya dgn lidahku, bagi seterusnya kuhisap-hisap serta klitorisnya.

“Udah lalu ya sayang…aku tidak sedikit kerjaan nihh…i love you…” sambil bicara tangannya merayau rambutku. Kulihat bibi Ika menggigit bibirnya tunggal mengganjal erangannya, biar suaminya di terminasi telephone tak curiga.

““Iya.. Nggak apa.. saya dapat asuh diri kok.. Ok.. Da belas kasih. sesudah mengelirukan HP-nya, erangan bibi Ika yg tadi terpaksa ditahannya serentak meledak.

“Ooohhh Tom…terus Tomm…aku ingin ke luar Tooommm…aaaahhh…” jerit bibi Ika. Tubuhnya mengelinjang mumpuni dan air memeknya mengucur deras. Kuhisap dan kuciumi kemaluan ayu bibi Ika yg menawan ini, hingga tubuhnya sedang lemas mengusruk di atas kursi panjang. Kuraih tisu di atas meja dan kubersihkan mulutku berasal larutan nikmat bibi Ika. seterusnya kuhabiskan ampas kelebihan orange juiceku, dan kuambil dan kuberikan orange juicenya.

“”Minum lalu bibi� kataku.

terimakasih� Tom…tante belum sempat merasakan orgasme spesial tajir barusaja tadi, anda memang lah mumpuni� menurutnya memujiku. dulu diteguknya orange juicenya hingga habis.

kini� kelapangan anda ya” katanya.

Dimintanya saya berdiri di depannya. bibi Ika yg sedang sila di kursi panjang dulu mengakses lancingan panjangku. saya serta terhubung kemejaku, cuma tengah bercelana dalam di depannya. Tangannya selanjutnya mengorak lancingan dalamku, dan kontolku yg benar-benar pass akbar itupun mencuat ke luar dgn gagahnya hingga nyaris berkenaan wajahnya yg cantik.

sinting� gede benarbenar Tom…aku menyukai ini…” menurutnya sambil membelai-belai batang kontolku dgn jemari tangannya yg lentik. Sambil mengarih perlahan kontolku, roman bibi Ika mendekat dan lidahnya mulai sejak menjilati batang kontolku. saya semula mengerag lembut

“Aaaahhh…tante…”

Sambil menjilati sirah kontolku, bibi Ika meremas-remas buah zakarku sambil matanya menatapku panjang lidah membayang-bayangi. selanjutnya dibukanya firman mungilnya dan dikulumnya kontolku. Rasa nikmat menyebar ke seluruhnya tubuhku dikala bibi Ika menggerakkan kepalanya berkembang menarik diri menghisapi kontolku. Kuremas-remas kepalanya sambil merasakan kehangatan bibir bibi jejaka yg menawan ini.

terlihat bibi Ika demikian menikmati kontol besarku. Dihisap, dijilati dan diremasnya kontolku bersama penuh gairah. sepanjang masa gumaman nikmat terdengar mulai sejak mulutnya diwaktu beliau mengulum kontolku. melainkan erangankupun makin tajam terdengar menangkup ruang dinas galeri itu.

“Ayo Tom wejangan kini saya telah gak tahan mau merasakan sodokan kontolmu di memekku” jelasnya sambil bangkit berdiri.

dirinya kembali setelah itu berbalik membelakangiku. Kuciumi pun pundaknya dan kuremas toketnya. selanjutnya bibi Ika memposisikan beliau maka beliau menungging di atas kursi panjang petandang. Kusibakkan gaunnya dan kuarahkan kontolku ke lubang memeknya.

“Ooohhh…” erangnya disaat sirah kontolku sejak mulai masuk menyesaki lubang memeknya yg pengap. Kudorong tubuhku maka kontolku masuk lebih dalam, dan sejak mulai kupompa pukas bibi belia ini.

“Aaahhh…yesss…sodok yg menyusuk Tom…” erang bibi Ika para menjerit. kelihatan toketnya bergoyang-goyang menggemaskan dikarenakan kegiatan tubuhnya. Jepitan memeknya yg pengap demikian teras nikmat di sepanjang kontolku. Sambil memompa tubuhnya, sekali-sekali kuremas toketnya yg terbengkalai menggemaskan.

sesudah beberapa menit saya ngentot bersama varian doggy-style, akupun selanjutnya sila di kursi panjang. bibi Ika cepat menaiki tubuhku dan abdi semula ngentot bersama sila tukar berhadapan. bersama tempat ini, saya lepas pada semula menikmati toketnya yg montok itu. bibi Ika bertambah turunkan tubuhnya di pangkuanku, dan tanganku meremas-remas pantatnya yg genap dan padat.

“Auurrghhh…Tom saya ingin ke luar lagi…aahhhh…” erangnya.

saya dulu pun menghisapi putingnya sambil tanganku mendekap erat punggungnya. Sementara tanganku yg lain cekam erat pantatnya, saya dulu menggenjot segera kontolku dalam lubang memeknya.

“Aaahhh……yeeesss….” jerit bibi Ika memperoleh orgasmenya yg kedua.

molekul keringat kelihatan bergerak merendam wajahnya yg elegan dan sebahagian menetes ke toketnya yg menawan. Akupun sedang menggenjot tubuhnya dan tidak lama akupun merasa dapat cepat menyemburkan spermaku dalam lubang memeknya

“”Ooooohhh…aaahhh….” erangku kala mendapatkan orgasme.

tidak sedikit sekali spermaku yg melabrak ke dalam pukas bibi Ika. kiranya dikarenakan saya demikian terangsang menonton wajahnya yg jelita kembali bodynya yg unit. sesudah itu akupun memaparkan dekapan eratku di badan bibi jelita pemilik galeri ini. Tubuhnya terus rubuh lemas di samping tubuhku.

bibi� puas amat Tom… Belum sempat bibi temukan yg seperti tadi alamat laki tante”…makasih ya”
“”Sama-sama bibi, saya semula puas banget…tante kece sekali”

“Ihhh…kamu dapat aja…” jawabnya sambil mencubit tanganku.

hamba pula turun main beberapa ketika, sebelum saya pamit pulang dikarenakan ada kematian bersama pacarku. saya berulang berkomitmen bakal mengutus draft siaran kontraknya melalui email sesegera mungkin.

janganlah� melalui email Tom… anda bawa aja solo. Mumpung suamiku belum pulang.. saya bendera ya.” menurutnya sambil tersenyum geulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here