Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

0
423

Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku – Baru pulang berasal dari luar kota tadi malam Saya agak malas untuk siap-siap ke kantor, nanti agak siang saja Saya masuknya. Istri aku sudah berangkat, anak semata wayang aku sudah ke sekolah. Selesai sarapan yang disiapkan oleh Yuni Saya belum terhitung mandi tetapi nikmati 3 hari koran yang belum sempat aku baca sepanjang muncul kota di sofa area tamu. Santai… Hari menjelang siang.

Yuni baru saja selesai mengepel lantai selanjutnya ke belakang. Rasanya ada yang aneh terhadap Yuni. Tiap hari dia sebenarnya mengepel lantai dan itu biasa. Entah apanya yang berlainan terhadap dia pagi ini Saya tak menyimak dan sebenarnya tak mendambakan tahu. Hanya aku rasakan agak aneh saja. Kembali Saya membaca koran. Ketika terdengar nada guyuran air di kamar mandi belakang, terhitung tetap biasa, Yuni selesai bersih-bersih rumah selanjutnya mandi.

Lalu 1/2 jam lantas dia tampak sliweran pada dapur dan area makan terhitung biasa. Juga disaat masuk ke kamar anak saya. Sekilas Saya sempat melihatnya melalui berasal dari balik bentangan koran saya. Mungkin ini yang tak biasa, dia tampak lebih rapi berasal dari biasanya. Daster yang dia Mengenakan tampaknya baru. Mungkin dia rela muncul belanja, pikirku. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Dalam kegiatan dia di area makan kadang dia membuat suara-suara benturan piring dan alat lainnya. Dengan sendirinya Saya sedikit mengangkat kepala mengalihkan pandangan berasal dari koran ke arahnya. Itu gerakan refleks yang biasa. Yang tak biasa adalah dia beberapa kali ‘tertangkap’ sedang menyaksikan ke arah aku tetapi tatapan matanya agak ke bawah. Ketika dia sedang ke belakang Saya cobalah meneliti adakah yang aneh terhadap diri aku ? Kebiasaan di rumah Saya selalu mengenakan celana pendek. Itu sudah kerap dan Yuni terhitung sudah tahu. Jadi apanya yang aneh? Ah, sebenarnya Saya peduli! Saya terus saja membaca.

Sampai tak lama kemudian, selagi sedang asyiknya Saya membaca tanpa aku menyadari Yuni sudah berdiri di depan saya. Koran aku letakkan, belum sempat Saya terhubung mulut untuk bertanya, tiba-tiba Yuni menghambur ke arah saya, duduk di pangkuan aku dan memeluk tubuh saya. Lalu kepalanya yang tersembunyi di dada aku muncul sedikit berguncang. Yuni menangis. Ada angin apa nih?

“Maafkan aku Kang…” katanya di sela-sela isakan tangisnya.

Yuni sebenarnya bukan pembantu. Dia adalah sepupu istri saya, sama-sama berasal dari Kuningan, asal istri saya. Dia lumayan cerdas meskipun SMK saja tak tamat, gara-gara keburu disuruh menikah oleh ibunya. Teman-temannya di kampung terhadap biasanya cuma tamatan SMP atau bahkan SD. Dia sebenarnya mendambakan sekolah sampai tingkat sarjana, cuma tradisi di kampung mengharuskan anak perempuan sudah berrumah-tangga disaat raih usia 16 atau 17 tahun. Malang baginya, disaat usia pernikahan menjelang setahun suaminya tertangkap basah berselingkuh. Dia minta cerai dan mendambakan turut istri aku ke Jakarta sambil siapa paham sanggup meneruskan sekolahnya dan raih cita-citanya jadi sarjana pertanian. Di kampung pernah dia sebenarnya sangat dekat bersama istri saya. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Setelah berbicara bersama saya, istri aku sepakat menyekolahkan dia sampai tamat. Yuni bersedia kerja apa saja, jadi pembantu sekalipun, untuk mengejar cita-citanya. Kami, saya, istri dan anak aku tak pernah berasumsi dia sebagai pembantu. Kami perlakukan dia sebagai keliru satu kerabat dekat. Sudah hampir dua bulan dia turut bersama keluarga kami. Dia sudah terdaftar di SMK kelas tiga, cuma belum menjadi sekolah gara-gara menanti th. ajaran baru, bulan depan. Umurnya kini 18 tahun. Memang sedikit terlambat. Anak seusia dia biasanya sudah tamat SMU.

“Kenapa Yun?”

“Maafkan aku Kang…”

“Kamu keliru apa?”

Dia tak menjawab, tetap terisak. Saya cobalah menduga-duga, barangkali dia tak betah gara-gara mengerjakan urusan rumah tangga sama pembantu.

“Kamu pengen pulang?”

Yuni menggeleng. Sebenarnya tidak terhitung sebagai pembantu gara-gara istri aku kalau sedang di rumah terhitung turut terjun kerja bersama dia. Anak aku pun begitu. Kami sebenarnya sudah biasa tak punya pembantu.

“Atau anda gak betah di sini?”

“Bukan Kang bukan… Saya suka tinggal sama Teteh…” yang dia sebut teteh adalah istri saya.

“Jadi kenapa?”

Hening sejenak, lalu

“Sayanya Kang, aku yang tak beres…”

“Tak beres apanya? Ayo cerita, jangan sungkan-sungkan. Kamu kan sudah aku anggap adikku sendiri”

“Bukan kasus itu Kang… Akang sekeluarga di sini baik-baik semua… aku betah…”

“Lalu ?”

Yuni tetap diam, tangisnya mereda. Tapi tetap belum rela bicara. Tak paham Saya mengelus-elus rambutnya yang lurus dan panjang sepunggung, seperti rambut istri saya. Memang Yuni banyak kemiripan bersama istri saya. Wajah mirip, cuma istri aku langsat dia sawo matang. Bentuk tubuhnya sama langsing, cuma dada Yuni sedikit lebih besar. Jangan berasumsi macam-macam. Dari ‘tampak luar’ saja sudah terlihat, tak perlu ‘memeriksa’ ke dalam.
Memangnya Saya sekurang ajar itu berani memeriksa dada sepupu istri saya. Dada? Ah… gumpalan daging kembarnya itu menempel erat di dada aku sekarang. Baru sekarang terhitung Saya paham bahwa bongkahan itu menempel di tubuh aku hampir tak ada penghalang. Tak ada ‘kain keras’ di pada kami. Masa sih ? Untuk mencukupi rasa penasaran saya, tangan aku yang sedang membelai rambut Yuni ‘mampir’ sebentar ke punggungnya. Hanya kain daster saja yang ada dipunggungnya. Benar, Yuni tak mengenakan bra! Saya lebih banyak berasumsi positif. Mungkin saja tadi dia setelah mandi belum sempat memakainya. Tapi paham ‘keadaan’ begini, sebagai lelaki normal tak urung ada yang menggeliat di balik celana pendek saya. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Lalu, aku biarkan pikiran aku mengelana, aku bayangkan wujud bongkahan yang menghimpit dada saya, sudah pasti tetap kencang gara-gara dia belum punya anak dan belum setahun ‘dipakai’, bersama putingnya yang kecil dan kecoklatan. Imagi begini paham saja membuat perangkat bawah aku semakin mengencang. Tiba-tiba Yuni mengangkat kepalanya yang berasal dari tadi ngumpet di dada saya. Ditatapnya mata aku sejenak, selanjutnya pandangan beralih ke tubuh aku bagian bawah dan lantas menatap aku lagi. Saya yakin pantatnya sudah merasakan pergantian yang berjalan di celana saya.

“Kang…” bisiknya serak.

Pantatnya bergerak menggoyang, melumati kelamin saya. Mendadak mulut aku dipagutnya. Saya tetap shock atas tindakannya ini supaya bibir aku pasif saja terima sapuan bibirnya. Tapi itu tak lama, cuma beberapa selagi lantas bibir aku jadi merespon lumatan bibirnya. Kami berciuman. Celakanya, entah bagaimana Saya jadi membayangkan bahwa yang sedang aku ciumi ini adalah istri aku supaya ciuman kami semakin seru.

Saya sempat melayang-layang sampai suatu selagi kesadaran aku mendarat kembali ke bumi, rasio mengalahkan emosi. Saya dorong kepala Yuni menjauh, ciuman terlepas.

“Yun…?”

Saya menyaksikan ekspresi wajahnya yang kaget sekejap.

“Kang… maafkan aku… tetapi aku butuh banget… butuh Kang… sudah lama banget menahan…”

“Kamu paham Yun?”

“Iya Kang, paham bahwa aku sangat membutuhkanmu Kang…”

“Kenapa aku?” tanya aku lagi.

“Gak paham Kang. Tubuhku ini sudah lama membara… Udah lama aku cobalah menahannya tetapi aku gak sanggup Kang… tolong Akang mengerti…”

Tanpa menanti reaksi aku Yuni kembali menciumi saya. Kami berpagutan lagi. Saya menjadi menikmati. Kesadaran aku berangsur menghilang.

Kemudian, ini gerakan refleks yang lumrah dan biasa disaat sambil berciuman telapak tangan kanan aku menjadi meremas-remas buah dada kirinya yang cuma tertutup daster. Daging yang sekal cocok bayangan aku tadi. Yuni melepas ciuman selanjutnya mengerang sambil kepalanya mendongak nikmati remasan saya. Bahkan erangannya sama rintihan istri saya. Cuma sebentar, kembali dia mengejutkan saya, bersama sigapnya dia melepas kancing-kancing dasternya selanjutnya menyodorkan dadanya ke wajah saya. Dua bulatan kembar itu kini terhidang di depan hidung saya. Putingnya kecil tetapi sudah mengacung ke depan. Saya ciumi buah dadanya, bergantian kanan dan kiri. Puting kecil itu sebenarnya keras. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Juga gerakan lumrah kalau tangan aku lantas menjadi membelai-belai pahanya, menyusup ke balik dasternya, merambat sampai pangkalnya. Lagi-lagi Saya dibuat kaget. Hanya daster itulah hanya satu baju yang menempel di tubuh sintal Yuni. Saya tadi tak memperhatikannya. Selangkangan berbulu halus itu sudah membasah dan lembab. Yuni semakin menggila.

“Ayo Kang. Sekarang… Aku mohon…”

Rangsangan aku sudah tinggi, tak ada kembali pikiran jernih, gelap mata. Saya bopong Yuni menuju kamar saya, aku rebahkan tubuhnya ke kasur. Secepat kilat Yuni melepas dasternya melalui kepalanya.

Tubuh coklat langsing sekal itu kini telanjang bulat tergolek di kasur saya. Kedua belah dadanya sebenarnya bulat dan menonjol dihiasi puting dan lingkaran aerola yang kecil meningkatkan keindahannya. Bulu-bulu halus di bawah perutnya muncul rapi tanda terawat. Tubuh itu kini gelisah, bergerak-gerak tak tentu. Pahanya sudah terhubung lebar. Tunggu apa lagi?

“Ayo Kang…”

Secepat kilat Saya memelorotkan celana pendek aku sekaligus dalemannya. Saya naik ke daerah tidur dan mengarahkan penis aku ke selangkangannya. Kebiasaan aku kalau awal penetrasi lebih suka posisi misionaris, gara-gara Saya sanggup menyaksikan ekspresi wajah lawan main aku disaat penis aku menjadi menusuk. Wajah bersama mata terpejam dan kepala sedikit mendongak adalah panorama paling eksotis. Saya rebahkan tubuh aku menindihnya. Lalu bersama gerakan agak kasar Saya menekan. Muka Yuni berkerut, dia menggigit bibirnya sendiri, ekspresi seperti orang yang sedang kesakitan. Benar saja…

“Aaaww… pelan-pelan Kang, aku sudah lama banget engga …”

Memang, kepala penis aku serasa membentur tembok meskipun Saya yakin dia sudah lembab.

“Oh… maaf Yun…”

Lalu bersama sabarnya Saya perlahan membuat gerakan-gerakan pendek maju-mundur untuk terhubung ‘pintu’ yang sudah lama tak pernah dimasuki. Memang agak susah, perlu perlahan dan bertahap. Akhirnya semua batang aku tertelan oleh vaginanya. Mulailah Saya ‘memompa’, tetap perlahan supaya sanggup lebih merasakan gesekan batang aku bersama dinding-dinding liang vaginanya. Milik Yuni begitu eratnya menjepit batang saya, sama seperti punya istri aku terhadap awal-awal kami menikah. Saya jadi teringat sewaktu berbulan madu bersama istri aku beberapa th. lalu. Cerocohan ribut yang muncul berasal dari mulut Yuni pun sama. Beginilah rasanya. Hanya satu kata: nikmat!

Lalu Yuni? Sulit aku gambarkan. Gerakan tubuhnya begitu liar, ekspresi wajahnya begitu ekstasi manjadikan dia tampak lebih cantik dibanding biasanya. Itu tanda bagi wanita yang sedang merasakan nikmatnya bersenggama. Rasanya Saya sanggup lebih lama bertahan memompa, barangkali gara-gara tadi malam Saya sudah mengeluarkan dua kali ‘tabungan’ ke tubuh istri aku setelah tersimpan sepanjang 3 hari di luar kota. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Hingga beberapa selagi kemudian…

Kedua tangannya mengunci sangat erat di tubuh aku dan tubuhnya aku rasakan berguncang-guncang tertata beberapa kali. Saya selanjutnya menghentikan pompaan, berikan peluang dia nikmati orgasmenya. Guncangan selanjutnya melemah seiring melemahnya kuncian tangannya. Lalu tangannya rebah ke samping. Yuni terkapar.

“Terima kasih Kang… terima kasih…” katanya sambil menciumi wajah saya.

“Gimana Yun…”

“Enak banget…”

Tubuh aku tetap telungkup menindih tubuhnya, batang aku yang tetap tegang tetap ‘tersimpan’ di di dalam tubuhnya. Saya tetap tak bergerak meskipun Saya belum raih puncak. Sengaja untuk berikan selagi kepada Yuni untuk menyelesaikan puncak interaksi seks, orgasme. Karena Saya paham berdasarkan pengalaman, wanita tak rela ‘diganggu’ seumpama sedang di dalam era puncak dan beberapa selagi setelahnya. Syaraf-syaraf terhadap alat kelaminnya jadi sangat peka disaat era orgasme.

Tapi ketegangan penis aku menjadi mengendur gara-gara era pause begini. Saya perlu menjadi memompa kembali untuk meningkatkan ketegangan batang saya. Lalu Saya menjadi gerakan bersama memundurkan penis aku sedikit dan menusuk lagi. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

“Aaaahhh… Kang…” erangnya.

Saya terus saja memompa.

Mulutnya menjadi berkicau.

Makin cepat.

Gerakannya semakin gila.

Saya melambung.

Melayang.

Beberapa detik kemudian…

Saya sampai.

Saya tumpahkan semuanya ke di dalam tubuhnya.

Ya. Saya ejakulasi di dalam tubuhnya. Tak terpikirkan kembali untuk mencabutnya. Karena ke-2 kaki Yuni keburu menjepit erat pinggul saya, dan selanjutnya tubuhnya berguncang tertata seperti tadi. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

Beberapa selagi berlalu, baru Saya paham dapat akibat penumpahan ke di dalam liangnya.

“Yun… Aku muncul didalam…”

“Engga apa-apa Kang… jangan khawatir”

“Maksudmu?”

“Aku tetap menaruh spiral di dalam…”

Saya lega meskipun di kepala ini menumpuk banyak pertanyaan seperti mengapa dia nekat begini. Cerita Mesum – Sungguh Nikmatnya Tubuh Sepupu Istriku

wsd4d.com

Togel Online | Dominoqq Togel HK | Bandarq | Togel SGP | Sabung Ayam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here