Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

0
156

Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Cerita Mesum - Payudara Yang Mungil
Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Cerita MesumPayudara Yang Mungil – Aku kenal seks di mana waktu itu saya tengah maen kerumah teman SMP saya mendapatkan tumpukan Video tanpa cover , banyak banget koleksinya, dikarenakan penasaran saya setel satu berasal dari sekian banyaknya CD , saya ambil dan memasukkan ke dalam VCD karean waktu itu temanku tengah les, menjadi saya leluasa untuk menontonnya, dan apa yang kulihat ternyata film dewasa. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Nah, waktu itu saya baru tahu itu loh yang namanya BF. Kebetulan itu film seks perihal anak kecil yang tetap mungil bercinta bersama bapaknya, oomnya, temannya dan lain-lain.
Dan saya mendambakan cerita nih pengalaman pertamaku. Kejadian ini terjadi dikala saya tetap SMA, di rumahku ternyata tersedia pembantu baru. Orangnya tetap lumayan kecil lebih kurang 12 tahun lah, tapi itu dia yang membuatku suka.

Aku itu senang sama wanita imut-imut yang tetap agak kecil bisa saja dikarenakan video waktu itu (aku senang begitu memandang situs-situs perihal Lolita, soalnya cewek-cewek di situs-situs itu tetap imut-imut). Dan yang paling membuatku terangsang adalah payudaranya yang tetap baru tumbuh, tetap agak runcing (tapi tidak rata). Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Setiap hari itu dia kerjaannya, biasalah kerjaan pembantu tempat tinggal tangga, ya ngepel, ya mencuci dan lain-lain. Kalau saya sarapan, kadang senang memandang dia yang tengah ngepel plus roknya agak terbuka sedikit, menjadi tidak konsentrasi deh sarapannya dikarenakan mengusahakan memandang celana dalamnya, tapi sayang susah. Untuk awal-awal saya cuma sanggup minta dibuatkan teh atau susu.

Lambat laun dikarenakan saya sudah mendambakan begitu memandang tubuhnya itu, kuintip saja dia terkecuali tengah mandi. Tapi sayang dikarenakan lubang yang tersedia kurang memadai, yang terlihat cuma pantatnya saja, soalnya terlihat berasal dari belakang. Kadang-kadang terlihat depannya cuma tidak jelas, payah deh. Nah terhadap suatu hari saya nekat. Kupanggil dia untuk pijati aku, oh iya nama dia Hane. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Hane.. pijitin saya dong, saya pegel banget nih abis maen bola tadi”, kataku.

“Iya Mas, sebentar lagi ya. Lagi masak air nih, tanggung”, jawabnya.

“Iya, tapi cepet ya. Saya tunggu di kamar saya.”

Cihuy, dalam hati saya bersorak. Nanti sudi tidak dia ya saya ajak begituan. Lalu kubuka bajuku sambil menuggu dia. Lalu pintuku diketok,

“Permisi Mas”, ketoknya.

“Masuk aja Ne, nggak dikunci kok”, lantas dia masuk sambil bawa minyak membuat mijit.
Mulailah dia memijatku. Mula-mula dia memijat punggungku dan sambil kuajak ngobrol. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Kamu sekolah sampai kelas berapa Ne?” tanyaku.

“Cuma sampai kelas tiga aja Mas, soalnya nggak tersedia biaya”, jawab dia.

“Sekarang anda usia berapa?” tanyaku lagi.

Dia menjawab, “Umur saya baru sudi masuk 12 Mas.”

“Udah gede dong ya”, kataku sambil tersenyum.

Lalu saya membalikkan badan, “Pijitin anggota dadaku ya..” pintaku sambil menatap memohon. “Iya mas”, katanya. Dia memijati dadaku sambil agak menunduk, menjadi baju yang dia memanfaatkan agak terlihat longgar menjadi saya sanggup memandang bra yang dia kenakan yang menutupi dua buah payudara yang tetap baru tumbuh. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Wah, kemaluanku menjadi tidak karuan lagi rasanya. Dan saya juga nikmati wajahnya yang tetap polos itu. Begitu dia selesai memijati dadaku, saya langsung bilang,

“Pijitan anda enak”, konsisten saya nekat langsung meraba payudara dia yang imut itu, tapi ternyata dia kaget dan langsung menepis tanganku dan langsung lari berasal dari kamarku. Aku kaget dan menjadi cemas terkecuali dia minta berhenti dan bicara dengsn ibuku.

Gimana nich? saya langsung dihantui rasa bersalah. Ya sudah ah, besok saya minta maaf saja bersama dia dan berjanji tidak bakal mengulang lagi. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Benar saja, besok itu dia ternyata agak cemas terkecuali lewat depanku. Aku langsung bicara saja bersama dia.

“Ne.. yang kemaren itu maaf ya.. Saya ternyata khilaf, jangan bilang sama Ibu ya.”

“Iya deh Mas, tapi janji nggak kayak gitu lagi khan, abis Hane kaget dan takut”, kata dia.

“Iya saya janji”, jawabku.

Sebulan setelah peristiwa itu sebenarnya saya tidak tersedia kepikiran untuk menggituin dia lagi. Dan dia juga sudah jadi biasa lagi. Tapi terhadap suatu hari pas saya tengah melacak celanaku di belakang, bisa saja celanaku tengah dicuci. Soalnya itu celana tersedia duitku di dalamnya. Yah basah deh duitku.
Eh, pas saya lewat kamar si Hane, terlihat lewat jendela ternyata dia lagi tidur. Rok yang dia memanfaatkan tersibak sampai ke paha. Yah, timbul lagi deh gagasan setan untuk ngerjain dia. Tapi saya bingung bagaimana caranya. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Akhirnya saya mendapatkan ide, besok saja saya masukkan obat tidur di minumannya. Dan saya menyusun rencana, bagaimana caranya untuk berikan dia obat tidur.

Besok pas tengah makan dan kebetulan tempat tinggal tengah sepi, saya minta dibuatkan teh. Setelah selesai dia membuat dan diberikan ke aku. Kumasukkan saja obat tidur ke teh itu. Terus manggil dia,

“Ne.. kok tehnya rasanya aneh sih?”

“Masa sih Mas?” kata dia.

“Cobain saja sendiri”, dia langsung minum sedikit.

“Biasa saja kok Mas..” katanya.

“Coba lagi deh yang banyak”, kataku.

Dia minum setengah, konsisten saya bilang,

“Ya sudah yang itu anda abisin saja, tapi buatin yang baru.”

“Iya deh Mas, maaf ya Mas kalo tadi tehnya nggak enak”, jawabnya.

“Nggak apa-apa kok”, jawabku lagi.

Aku tinggal tunggu obat tidur itu bekerja. Ternyata begitu dia sudi membuat teh baru, eh dia sudah ambruk di dapur. Langsung saja kuangkat ke kamarku.
Begitu sampai di kamarku, kutiduri di kasurku. Berhasil juga saya sanggup mempunyai dia ke kamarku, pikirku dalam hati. Lalu saya jadi membukan bajunya, gile.. saya deg-degan, soalnya pertama kali nich! Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Kelihatan deh branya, dan di dalam bra itu tersedia benda imut berbentuk gundukan kecil yang sanggup membuatku terangsang berat. Lalu kubuka roknya, kelitan CD-nya yang berwarna krem. Tubuhnya yang tinggal kenakan bra dan CD memicu kemaluanku tambah tidak tahan.

Tubuhnya lumayan putih. Dalam suasana 1/2 telanjang itu, posisi dia kuubah menjadi posisi duduk, lantas kuciumi bibirnya, sambil meremas-remas payudaranya yang tetap agak kecil itu. Dan tanganku yang satu lagi mengusap CD-nya di anggota bibir kemaluannya. Kumasukkan lidahku ke mulutnya dan saya juga mengusahakan menghisap dan menjilati lidahnya.

Sekitar 10 menitan kulakukan hal itu. Setelah itu kubuka branya dan CD-nya. Wow, pertama kalinya saya memandang seorang gadis bersama suasana telanjang secara langsung. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Payudaranya terlihat begitu indah bersama puting yang kecoklatan baru bakal tumbuh. Bagian kemaluannya belum ditumbuhi rambut-rambut dan terlihat begitu rapat.
Langsung kujilati dan kuhisapi payudaranya. Dan payudara yang satu lagi kuremas dan kuusap-usap serta kupilin-pilin putingnya.

Putingnya terlihat agak mengeras dan agak memerah. Setelah saya mainkan anggota payudaranya, kujilati berasal dari dada turun ke arah perut dan konsisten ke arah anggota kemaluannya. Bagian itu terlihat tetap benar-benar polos, dan terlihat sebenarnya layaknya miliki anak kecil.

Kubuka kedua pahanya dan belahan kemaluannya, begitu kudekati mendambakan menjilati. Tercium bau yang tidak kusuka, ah kupikir peduli amat, saya sudah nafsu sekali.

Kutahan nafas saja. Kubuka belahan kemaluannya dan saya memandang apa yang di namakan klitoris, yang kebanyakan saya memandang di situs-situs X, kelanjutannya kulihat secara langsung. Lalu kujilati anggota klitorisnya itu. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Tiba-tiba dia mengerang dan mendesah, “Sshh..” begitu. Aku kaget hampir kabur. Ternyata dia cuma mendesah saja dan senantiasa konsisten tidur. Ketika saya jilati itu, ternyata tersedia cairan yang meleleh terlihat berasal dari kemaluannya, kujilati saja. Rasanya asin plus kecut.

Nah sekarang saya dalam suasana yang benar-benar terangsang, tapi begitu kuperhatikan wajahnya dan ke seluruh tubuhnya saya menjadi tidak tega untuk merebut keperawanannya. Aku kasihan tapi saya sudah dalam suasana yang benar-benar terangsang.

Akhirnya kuputuskan untuk masturbasi saja. Soalnya saya tidak tega. Aku pakaikan dia baju lagi dan menidurkan di kamarnya. Yah, saya melepas pengalaman pertamaku untuk bercinta bersama seorang gadis mungil berumur 12 tahun! Tidak tahu deh saya menyesal atau tidak.

Setelah melepas kesempatan untuk bercinta bersama Hane. Aku menjadi kepikiran terus. Setiap saya apa-ngapain, senantiasa ingat sama payudara mungilnya Hane dan daerah kemaluannya yang tetap polos itu. Untungnya si Hane tidak dulu jadi dulu di apa-apain sama aku. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Dia senantiasa bersikap biasa di depanku tapi akunya tidak biasa waktu memandang dia. Soalnya pikiranku kotor melulu.
Pelampiasannya paling saya masturbasi sambil memandang gambar-gambar XX yang saya dapatkan berasal dari situs-situs lolita. Tapi saya jenuh juga dan hasrat mendambakan nge-gituin si Hane tambah besar saja. Sepertinya saya sudah tidak tahan.

Akhirnya terhadap suatu waktu, saya mendapat kabar yang benar-benar benar-benar bagus, ternyata orangtuaku sudi pindah ke luar negeri, dikarenakan bapakku ditugasi ke luar negeri sepanjang 2 tahun. Jadi, saya tidak mesti cemas dia mengadu sama ibuku, paling saya ancam sedikit dan saya kasih duwit dia diam.
Setelah kepergian orangtuaku ke luar negeri, saya langsung miliki banyak planning untuk ngerjain dia. Yang pasti saya sudah malas membius-bius segala. Soalnya dia diam saja, tidak seru! Ya sudah saya memiliki rencana untuk memaksa dia saja (eh, terkecuali ini juga pemerkosaan tidak sih?. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Pada suatu hari, dikala Hane tengah mandi. Kuintip dia. Biasalah, cuma terlihat belakangnya saja, tapi saya menjadi sanggup mengantisipasi terkecuali dia sudah selesai mandi langsung saya sergap saja. Untungnya setelah dia selesai mandi, terlihat kamar mandi menuju kamarnya cuma kenakan handuk saja tidak memanfaatkan apa-apa lagi.

Begitu terlihat kamar mandi langsung kututup mulutnya dan kupeluk berasal dari belakang, dia-nya meronta-ronta. Cuma tenagaku sama tenaga anak usia 12 tahun menang mana sih. Kubawa masuk ke kamar dia saja.

Soalnya terkecuali ke kamar saya jauh. Nanti terkecuali dia meronta-ronta malah lepas lagi. Pas masuk kamar dia kujatuhkan dia ke kasur sambil menarik handuknya. Dia terlihat kekuatiran sekali bersama tubuh tidak mengenakan apa-apa. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Mas Andi, jangan Mas” mohonnya.

“Tidak apa-apa lagi Ne.. Paling sakitnya sedikit entar anda pasti bakal ngerasain enaknya”, kataku.

Dia terlihat layaknya sudi teriak, langsung saja kututup mulutnya.

“Jangan coba-coba teriak ya!” hardikku.

Dia jadi menangis. Aku menjadi sedikit kasihan, tapi setan sudah menguasai tubuhku.

“Cobain enaknya deh..” kataku.

Sambil senantiasa menutup mulutnya kuraba dan kuelus payudaranya itu.

“Santai aja, jangan nangis. Nikmati enaknya kalo payudara anda di elus-elus”, kataku.
Setelah kulepas tanganku berasal dari mulut dia, langsung kucium bibirnya. Ternyata dia lumayan nikmati ciuman sambil payudaranya senantiasa kuremas-remas. “Enak kan?” kataku. Dia diam saja. Terus kubuka CD-ku. Kukeluarkan batang kemaluanku. Dia kaget dan takut. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Tolong pegangin anuku donk.. dipijitin ya..” pintaku.
Pertama-tama dia takut-takut untuk memegang anuku, tapi setelah lama dipegang sama dia, dia jadi memijiti. Wah, rasanya enak sekali anuku dipijiti sama dia. Setelah itu dia kusuruh tiduran,

“Mas sudi ngapain?” tanyanya.

“Aku sudi ngasih suatu hal hal yang paling enak, anda nikmatin aja” jawabku.

Kubuka belahan pahanya, pertama dia tidak sudi buka, tapi setelah kubujuk dia kelanjutannya terhubung pahanya dan kujilati kemaluannya sampai ke klitorisnya. Dia mendesah-desah keenakan. “Tuh kan enak”, kataku. Kujilati sampai terlihat cairannya.

Aku jadi pemanasan sudah cukup, begitu kusiapkan batang kemaluanku ke depan liang kemaluannya dia menangis lagi dan berbicara, Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Jangan Mas, saya tetap perawan.”

“Saya juga tau kok anda tetap perawan”, jawabku.

Aku senantiasa bersikeras untuk menyetubuhinya. Pas saya sudi mendorong kemaluanku masuk ke dalam liang kemaluannya, eh dia meronta dan sudi lari. Dengan cepat kutangkap. Wah, ada problem nih pikirku. Kebetulan di kamar dia kulihat tersedia tali untuk jemuran, kuambil dan kuikat saja tangan dan kakinya ke daerah tidur. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Aku tahu anda tetap perawan, abis gimana lagi saya sudah benar-benar terangsang”, kataku.

Dia memandangku bersama tatapan memohon dan sambil bersama terlihat air mata.

“Atau anda lebih senang lewat pantat, biar perawan senantiasa terjaga?” tanyaku.

“Iya deh Mas, lewat pantat aja ya.. tapi tidak apa-apa kan Mas? Nanti sanggup rusak tidak pantat saya?” jawabnya.

“Tidak apa-apa kok”, jawabku.

Ya, sudah kulepaskan talinya. Aku bertanya sama dia, dia miliki lotion atau tidak, soalnya terkecuali lewat pantat mesti tersedia pelicinnya. Terus dia bilang punya. Kuambil dan kuolesi ke pantatnya dan kuolesin juga ke kemaluanku. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Langsung saja saya ambil posisi dan si Hane posisinya menungging dan pantatnya terlihat jelas. Aku jadi masukkan ke pantatnya. Pertama agak susah, tapi dikarenakan sudah diolesi lotion menjadi agak lancar.

“Sslleb.. ahh.. enak sekali”, jepitan pantatnya benar-benar kuat.

“Aduh.. Mas, sakit Mas..” rintihnya.

“Tahan sedikit ya Ne..” kataku.

Langsung saja kugenjot. “Gile banget, enaknya minta ampun..” Terus saya berfikir terkecuali lewat kemaluannya lebih enak apa tidak ya? tetap perawan lagi. Ah, lewat kemaluannya saja dech, peduli benar-benar dia sudi apa tidak. Kulepaskan batang kemaluanku berasal dari pantatnya. Aku membalikkan badannya konsisten kuciumi lagi bibirnya sambil meremas payudaranya. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Udahan ya Mas, saya sudah cape..” pintanya.

“Bentar lagi kok”, jawabku.

Setelah itu langsung kutindih saja badannya.

“Lho Mas sudi ngapain lagi?” tanyanya sambil panik tapi tak sanggup ngapa-ngapain dikarenakan sudah kutindih.

“Tahan dikit ya Ne..” kataku.

Langsung kututup mulutnya memanfaatkan tanganku dan batang kemaluanku kuarahkan ke liang kemaluannya. Dia konsisten meronta-ronta. Hane menangis lagi sambil mengusahakan teriak tapi apa kekuatan mulutnya sudah kututup. Akhirnya batang kemaluanku sudah sampai pas di depan lubang kemaluannya. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

Aku sudi masukkan ke lubangnya susahnya minta ampun, dikarenakan tetap rapat bisa saja ya? Tapi kelanjutannya kepala kemaluanku sanggup masuk dan begitu kudorong seluruh untuk masuk, mata Hane terlihat mendelik dan agak teriak tapi mulutnya tetap kututup dan jadi olehku layaknya menabrak suatu hal oleh kemaluanku di dalam liang kemaluannya.

Selaput dara mungkin, kuteruskan ngegituin dia biarpun dia sudah terlihat benar-benar kesakitan dan berurai air mata. Kucoba lepas tanganku berasal dari mulutnya. Dia menangis sambil mendesah, saya tambah terangsang mendengarnya. Kugenjot konsisten sambil kupilin-pilin putingnya.

Pada kelanjutannya saya terlihat juga. Kukeluarkan di dalam luabang kemaluannya. Pas kucabut kemaluanku ternyata tersedia darah yang mengalir berasal dari liang kemaluannya. Wah, saya merenggut keperawanan seorang anak gadis. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

“Hane.. sorry ya.. tapi enak kan. Besok-besok sudi lagi kan..” tanyaku.

Dia tetap sesenggukan, dia bilang kalo kemaluannya jadi sakit sekali. Aku bilang paling sakitnya cuma sehari setelah itu enak.

Besok-besok dia saya kasih obat anti hamil dan saya sanggup berhubungan bersama dia bersama bebas. Ternyata setelah setahunan saya sanggup bebas berhubungan bersama dia, dia minta pulang ke kampung katanya dia dijodohi sama orangtuanya. Kuberikan duwit yang lumayan banyak. Soalnya dia tidak balik lagi.

“Inget ya Ne.. kalo anda lagi pengen begituan dateng aja ke sini lagi ya..”

Begitulah kisahku dan saya senantiasa senang sama cewek yang imut-imut. Cerita Mesum – Payudara Yang Mungil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here