Cerita Mesum Pasangan Lesbi Majikan Dan Pembantu

0
757

Pasangan Lesbi Majikan Dan Pembantu

Cerita Mesum Pasangan Lesbi Majikan Dan Pembantu
Cerita Mesum Pasangan Lesbi Majikan Dan Pembantu

 

Warung Mesum – Luna seseorang perempuan karier berusia 37 thn yg hingga dikala ini sedang belum menerima jodohnya. Beberapa kali kegagalan dalam percintaan menciptakan Luna muak bersama mahkluk yg namanya lelaki, namun tak dipungkiri Luna sama sekali tak alergi dgn yg namanya kontol. menjejakkan umurnya yg tidak belia terus, Luna amat sangat bersemedi bersama karirnya. Seminggu dua kali dirinya menyempatkan diri kepada menggaet lelaki jejaka kepada melampiaskan keinginan birahinya tidak dengan kaitan. Luna memiliki badan yg montok. Luna khusyuk latihan jasmani seperti yoga, fitness, body combat dan lain-lain. Berat badannya telah mencampuri angka 78kg malahan tingginya cuma 169cm. Perutnya telah menambak lemak yg pass namun tak membelendung. Toketnya terus nampak amat sangat montok berdimensi 38C.

Luna sedang solo di komplek hunian Instansi yg diberikan atas jabatannya. automatic seluruh tugas hunian injak-injak diselesaikan solo. retakan mulai sejak rumahnya ke biro tak demikian jauh, namun kondisi Jakarta menghasilkan Luna mesti bertolak pagi buat menghindari kemacetan dan baru hingga di hunian tambah pukul 18.30. tiap-tiap hri Luna mesti bergelut dgn kemacetan dan disaat sampi hunian Luna pilih serentak tidur di kamarnya. sesudah dipikir-pikir ia butuh pelayan hunian injak-injak. Dan bersama segala pertimbangannya, Luna lebih pilih membawa pelayan hunian ondak serta-merta alamat kampungan ketimbang ambil mulai sejak seksi jasa pemasok pelayan. aspek ini sebab Luna tidak jarang mendengar keluh kesah rekan-rekan kantornya menyangkut tabiat pesuruh jaman saat ini yg diambil alamat segmen jasa. upah akbar tapi pekerjaan malas.

tengah hari itu hri sabtu, pelayan baru Luna mendarat. Namanya Runi. Runi adalah janda yang telah memiliki satu orang anak. umur Runi lebih kurang 26-27 tahunan. tetapi anaknya telah berusia 3,5 thn dan ditinggal di kampungan. hri awal tugas Runi amat sangat memuaskan.

Seperti yg telah diceritakan di atas, Luna seminggu 2 kali senantiasa mengambil brondong pulang buat membebaskan nafsu seksualnya. Namun kini agak tidak sama mulai sejak ada Runi. Luna mengutus Runi berangkat lalu alamat hunian sebelum si brondong datang dan meninggalkan duit lebih biar Runi mampu bertolak ke luar kompleks hingga Luna menelponnya buat olak pulang. Sebulan-dua bln Runi nurut saja dgn panggilan Luna, hingga buat hasilnya di bln ke3 rasa keingintahuan Runi menirus. langsung sesudah diberikan duit buat berangkat, Runi ke luar kompleks dan menuntut disana. Berselang 30 menit, ada mobil yg masuk di halaman hunian majikannya. Runi aneh dgn mobil itu. Maklum kompleks hunian Lembaga hanya ada 16 hunian, yg dihuni cuma 10 hunian dan yg ada mobilnya cuma 8 hunian maka Runi hapal seluruh mobilnya.

sesudah menagih lebih kurang 20 menit Runi berulang masuk kompleks. Namun Runi tak masuk permulaan gerbang depan, walaupun masuk mulai sejak gerbang samping yg diawal mulanya sengaja tak dikunci supaya mudah masuk. Runi mengendap2 masuk. batas dalam hunian tiruan sekali cuma lampu meja yg remang2 berkobar. Runi setelah itu berjalan ke arah kamar Luna. Terdengar ada suara2 cowok dan wanita berapat manja. tidak lama selanjutnya Runi mendengar lenguhan panjang Luna permulaan dalam dan selanjutnya sepi. sesudah beberapa dikala lampu di dalam kamar Luna menunukan dan terpancar awal sela gerbang di bawah. Runi berulang gugup dan lari menjauh, mencari lokasi sembunyi, Runi seterusnya merangkak ke bawah meja makan agak jauh mulai sejak kamar Luna. kelihatan dua pasang kaki ke luar semenjak kamar. Runi tambah mendengar lenguhan panjang Luna. Runi melamun Luna pun dicumbui cowok tercantum mulai sejak buntut. Runi tidak dapat mekihat terang sebab terganjal meja dan alas meja tempatnya membungkuk. Runi melamun mungkin saja laki2 termasuk semula menggerayangi Luna semenjak belakang.

Seketika badan Luna mengalir dan sebentar menjinjit, nada lenguhan-lenguhan juga unjuk. Kaki Luna kelihatan seperti tak mampu mengimbangi serangan-serangan permulaan laki2 terselip. Luna dihimpit di pinggir kusen gapura. ke-2 kaki Luna terpikul mandek dan cuma menyisihkan kaki sang laki2. Runi melamun badan Luna tengah diangkat. ke-2 kaki Luna bergoyang-goyang berkembang meninggalkan seirama bersama tangisan dan desahan Luna,

“Aaahhh sakiittt…” terang terdengar oleh Runi bersumber bawah meja.
“Apanya yg sakit simpati? jawab si laki2.
“Punggungku” balas Luna.
“Oh saya kira memeknya” ujar si laki2.
“Kalo memeknya sih enak banget..aaaahhh…” racau Luna.

selanjutnya Runi sebentar menyaksikan si laki2 menggendong Luna ke meja pekerjaan. sekarang ini kaki Luna terangkut tinggi dan tidak nampak lagi.

sorong� yg cepet simpati kelak keburu Runi datang” kata Luna.
“Iiihhh bibi slow donk…” ujar si laki2.

(HA bibi) kata Runi dalam hati (APA MAKSUDNYA PANGGIL bibi) bertanya Runi dalam pikirannya. Disela-sela Runi perpikir, genjotan si laki2 makin jadi nampak awal dengkul kaki yg meregang dan mengeras naik turun ditambah derit kaki meja yg sebabat bersama genjotan si laki2.

“Aaaahhhh…yeesss…enak sayaaaang…” Lunguhan Luna dibarengi helaan nafas panjang lega bersumber si laki2. tidak lama setelah itu kaki Luna unjuk tengah ditepi meja kerja.

“Tokong ambilkan tisu donk, pejuhnya netes nih” perintah Luna guna laki2 itu. serentak si laki2 terjadi menuju meja makan membawa tisu. selanjutnya mengelap lelehan air pejuh di meja. Runi yang menonton dan mendengar menghasilkan perasaannya campur aduk, sela samar didapati, penasaran siapa saja si laki2 tertulis dan ketika yg serempak masih merasakan memeknya basah. kelihatannya Runi horny menonton gambar hidup pendek barusaja. Persembunyian Runi pun buntet erat ditambah lampu lokasi serta yg semula temaram awal satu lampu meja telpon saja, di samping lampu berasal kamar Luna.

gunakan� pakaian sana” kata Luna.
“Iya bibi� jawab si laki2.
terimakasih� ya pada kenikmatan yang anda memberi hri ini” tutur Luna lagi.

Luna seterusnya turun bersumber meja pekerjaan dan masuk ke kamar, sesudahnya ke luar bersama memanfaatkan kimono tidur. Runi tak menatap si laki2 yg telah memanfaatkan lancingan jeans. Mereka berdua sedang jalan ke arah area petandang. tidak lama nada mesin mobil berkobar dan terdengar menderu menjauhi hunian Luna. Merasa telah aman setelah itu Luna cobalah kepada menelpon Runi. Tiba-tiba. TINUUUTNINUUUTTT…. suara dering semenjak ponsel Runi merondok asal saku lancingan. Luna merasa bingung dan langsung lari ke dalam kepada mencari mata air nada. Runi yg gugup sebab HPnya melimpat terkejut dan kepalanya terjedut bawah meja. ponsel Runi lagi melesat permulaan saku lancingan dan terlempar ke luar awal terowongan meja dan berakhir cocok di depan kaki Luna.

“Runi…?” kata Luna kaget.
anda� di bawah kamu? bertanya Luna lagi.

tidak dengan menjawab setelah itu Runi merangkak ke luar tertunduk malu.

mengapa� anda dapat di bawah engkau, bukannya aku mengirim anda ke luar lalu kayak umumnya? bertanya Luna pelan.
amnesti� bu…sa..saya…” jawab Runi terbata-bata.
aku� apa?” bertanya Luna lagi.
“Iya bu, belas kasihan, memang begitu tadi aku telah ke luar, tapi handphone Runi ketinggalan…Makanya aku kembali pun buat ambil handphone bu, berhubung ada pengunjung ibu aku sungkan masuk bersumber luar dan aku masuk bermula gerbang samping, dikala aku masuk di dalam ilegal sekali, aku tambah mendengar ada nada ibu dgn satu orang laki2, lantaran aku sangsi maka itu aku ngumpet di terowongan meja” kata Runi mencari alasan.

“Ooh gitu ya” ubar Luna.
“Ya telah gpp, tapi aku minta anda gak usah omongin apa-apa hal ini ke beberapa orang ya, gak ke tetangga, ke pelayan tetangga, ke satpam semula. kelak aku tambahin uang anda. pendapat? tutur Luna.
“Iya bu aku pengetahuan� jawab Runi.

pekan menurut pekan berlalu, Luna dan Runi semotif memperoleh kata sepakat dgn supaya Luna meneruskan duit jajan tiap-tiap kali Runi ditugaskan guna ke luar kompleks dan Runi terus dgn kesadaran diri bungkam mulutnya terhadap tak tanya permasalahan apa yg berlangsung tengah malam itu. maupun malam-malam berikutnya.

pekan senja Runi dan Luna tambah beruang di anglo. Runi berulang mencuci piring tetapi Luna terus bersigap guna menciptakan jus di meja.

anda� udah menjanda berapa thn Ni?” kata Luna memecahkan keheningan.
“Udah nyaris 4 thn bu” jawab Runi.
selagi� itu apa anda ga pingin gituan?” bertanya Luna.
“Gituan apa bu?” bertanya ulang Runi.
“Ah anda belagak bego…diumur2 anda saat ini ini sedang gairah-gairahnya ngesex kan?” ujar Luna.
“Hehehe..ibu kog tahu sih…” jawab Runi.
anda� ga mencoba minta bekal mantan laki anda tao bagaimana gitu?” mendesak Luna.

Runi sesungguhnya sejak mulai risih bersama pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Luna, namun mengingat yg tanya merupakan majikan dirinya wajib menjawab

“Ya dengan cara apa bu, aku telah muak sama yg namanya suami, mereka egois. Kalo urusan pukas gampanglah bu, pake terong semula dapat hahaha…” jawab Runi sekenanya.
“Tapi rasa-rasanya kan beda Ni” kata Luna.
“Sama aja sih bu, malah enakan sama terong timbang sama kontol” jawab Runi.
“Oya bu aku ingin bertanya tapi diawal mulanya aku minta ampunan kalo aku lancang, itu yang datang seumumnya doi ibu?” sambung Runi bertanya.
“Bukan Runi, mereka hanya anak mungil aku manfaatin aja bagi memeuaskan hasrat birahiku, gak butuh si sayang aku. Samalah kayak anda, kontol kembali butuh, tapi kepada muasin diri aku gak perlu2 sangat sih. aku hanya perlu mereka apabila rangsangan permulaan tanganku gak sanggup menuhin hasrat. jawab Luna menjelaskan.

percakapan makin memanas dan keduanya kembali malahan silih sharing tentang macam mana mereka membebaskan diri tidak dengan pertolongan kontol lelaki. Runi dan Luna tukar melupakan, namun Runi tak menyadari kalo Luna telah mogok mendatangkan bahan-bahan buat jus dan berbalik ke arah Runi. badan Runi pun montok nyaris serupa dgn badan Luna. Toketnya nomor satu montok dgn takaran BH 36B. biarpun terbalut kaos oblong secon milik Luna dan rok selutut. konsisten saja lekuk badan Runi entah mengapa meningkatkan gairah Luna. setelah itu Luna memberangsangkan diri memeluk Runi bermula belakang

“Aduh bu mengapa ini?” bertanya Runi kaget.
tuturnya� anda gak perlu laki2, sama kayak saya terus gak perlu laki2, kita berdua sama2 tau bagaimanakah formula membiarkan diri kita masing2” jawab Luna sambil menyapu rambut Runi.
saya� menjadi penasaran kalo kita silih membebaskan� imbuh Luna.
“Ah…ibu jangan sampai bu…” elak Runi.

beliau cobalah menarik diri bersumber meja basuh piring namun Luna menghimpitnya. Luna menjadi horny demikian mendengar Runi memperkatakan aktifitas sexnya. Runi juga cobalah bagi berontak tapi Luna pun memeluknya permulaan buntut. Tangan kanan Luna coba membelai lembut toket Runi tapi ditahan bersama tangan kiri Runi. Sambil bertekan di meja basuhan piring Runi sedang melawan meninggalkan ke buntut. Tapi Luna menghimpit dan menyangga Runi biar tidak sanggup kemana mana. jiwa Luna tengah terlampaui akbar buat dilawan oleh Runi. Tangan kiri Luna mulai sejak menggerayangi paha Runi. Runi kembali mulai sejak kalut dalam keinginan. Terdengar nafas beratnya dan matanya tutup mata bertanggang waktu Luna menciumi tengkuk dan leher Runi.

Luna dulu menggesek-gesekkan memeknya yg serta terbungkus lancingan hotpants ke bokong Runi yg saat ini roknya sudah terkuak, menyisihkan lancingan dalam pink nampak. Remasan toket yg dilakukan Luna makin lama makin jadi. Keduanya saat ini tukar mengimbangi gesekan-gesekan. tidak tahan Runi tengah hasilnya membalikkan sirah guna menyaksikan ke arah Luna. Luna semula merta serta-merta sosor sabda slim Runi bersama ciumannya yg luar biasa. Runi terkejut. Baru kali ini beliau bercumbu dgn majikannya. Baru kali ini lagi dirinya bercumbu bersama satu orang perempuan, dan baru kali ini terus dirinya merasakan guncangan birahi sedemikian hebatnya sampai Runi yg awalnya lutut mewarisi ciuman Luna waktu ini mengganjar lumatan dgn ganas. Luna tidak hak, dia menciumi Runi dgn sepenuh keperkasaan, ampas kelebihan energi yg tidak tersalurkan lewat gesekan-gesekan faraj dan ramasan toket maupun cumbuan mautnya dia salurkan bersama menjambak-jambaki rambut Runi. bersama penuh perasaan pastinya. Luna seterusnya mengocok balikkan badan Runi, kaki mereka diposisikan tukar selisih sampai ke-2 perempuan montok ini menggesek-gesekkan memeknya satu ke yg yang lain sambil pun bercumbuan. Luna sporadis periksa lancingan dalam Runi yg sudah basah. Ini yaitu tanda-tanda keren sebab tandingan mainnya nyata-nyatanya meraih respons.

perkelahian mereka berdua kelihatannya tak dapat diolah di tempat anglo. seterusnya Luna yg bertenaga lebih gede ketimbang Runi, dgn ke-2 tangannya memijit belakang padat Runi dan mengatrol Runi ke gendongannya. Runi kembali bereaksi melompat ke pangkuan Luna dan melilitkan ke-2 kakinya ke perut Luna. Luna memeluk erat badan Runi dan mulai sejak menggerayangi toket Runi bersama mulutnya. Luna terjadi menuju kamar. AC kamar telah menunukan selesai menyongsong kehadiran dua pegulat lapisan menengah guna berlomba syahwat di kasur yg telah bersih tuntas. Luna mencampak Runi ke kasur.

“Ayo Runi buka baju anda� arahan Luna. tidak dengan diperintah dua kali, Runi langsung memberhentikan semua pakaiannya. Begitupun bersama Luna. sekarang ini mereka berdua telah telanajang bulat.

Runi telentang bertopang sikut kanan malahan tangan kirinya memain-mainkan memeknya guna membela birahi yg semula tinggi-tingginya ini. menonton lanskap itu memebuat Luna makin tidak wenang. Diterjangnya Runi dan dalam sepersekian detik keduanya telah berpelukan bersama tempat kaki selisih dan tukar menggesekkan tempik untuk paha udu tarungnya. Ciuman mendapatkan ciuman dilancarkan ke-2 perempuan ini. badan keduanya menggeliat tidak karuan ditunjang bersama keringat yg bercucuran membabat dinginnya AC. Sambli bergesek-gesekkan (Istilah luar negerinya tribbing, mencoba aja google heheheh), mereka adu berdasar dan memperlihatkan dominasi jalan berlawanan dgn bergiliran buat beruang di lokasi atas. sesudah bergulat sewaktu sinting lebih 15 menit, Runi hasilnya kelihatan takluk, gesekan memeknya beralih jadi jepitan paha dan tak terasa oleh Luna kegiatan menggesek yg dilakukan oleh Runi. tidak lama pinggul Runi masih bergetar ahli dan “CROOOTTT…” Luna merasakan basah di pahanya. Wow… nyata-nyatanya Runi ini squirter, betapa jackpotnya.

amnesti� bu aku ke luar duluan” ujar Runi melemas.

Luna juga terus melancarkan serangannya dan nyatanya secepat kilat Runi masih panas.

aku� dapat guna ibu puas” kata Runi.

Luna cuma membisu saja saking nikmatnya menjilati ke-2 toket Runi dengan cara bergiliran. letak terakhir di mana Luna beruang di atas Runi diputarbalikkan dan Runi serta merangkak ke bawah dan sejak mulai menjilati tempik Luna. meraup perlakuan itu, Luna melenguh nikmat dan tububnya menggeliat terkayang-kayang, ke-2 pahanya sekarang ini bertekan guna pundak Runi. Runi menghukum Luna dgn jilatan mautnya. nyata-nyatanya Runi lebih mumpuni dalam kegiatan jilmek. Rontaan Luna menciptakan Runi tersungkur kesana kemari namun Runi bersi teguh dgn menangkup tempat dan memeluk erat pinggang Luna.

tidak lama setelah itu Luna menjambak rambut Runi semenjak sela pahanya sambil pitingan pahanya mencapit sirah Runi makin keras.

“Oooohhhh Yeeessss…..nikmaaaattttt…CROOOOOTTT…”

larutan panas deras mencaci berasal vagina Luna menghujat muka Runi yg kembali kaya di selangkangan Luna. Runi yg sambil jilmekin Luna rupanya sedari tadi semula ngobel memeknya solo. Mendengar erangan Luna kala menjangkau kepuasan, Runi semula terangsang dan memperoleh klimaksnya yg ke-2. Jeritan Luna tengah di sahut bersama jeritan nikmat Runi. Luna membawa nafas bertingkat kembang-kempis bagi mengundurkan kesadaran. tatkala ini ia senantiasa dibuat squirt oleh brondong-brondong, namun gak sempat yg nikmatnya seperti ini. badan Luna melemas, jepitan paha Luna kepada sirah Runi saat ini telah terkuak. ke-2 perempuan itu terkulai lemas di atas kasur berdosis 200.

“Dengar Runi, mulai sejak sekarang ini saya gak bakal gunakan brondong2 berulang pada muasin keinginan sexku. saya bakal gunakan anda saja” papar Luna.
rampung� bu, semenjak tukar melampiaskan� jawab Runi.

Luna sekarang ini lebih menikmati bercinta dgn perempuan khususnya bersama Runi. lantaran Runi tahu legal bagaimanakah membiarkan satu orang perempuan, reguler sebab dirinya tunggal yaitu seseorang perempuan yg telah tau celah-celah buat mengoptimalkan kepuasan. Luna makin belas kasih bersama Runi. saat ini penampakan Runi beralih jadi modern dan tak nampak seperti pesuruh. Kulitnya yg tadinya sawomatang tengah sejak mulai memutih. Rambutnya yg tadi berserakan gak karuan kembali waktu ini telah setara dan dipotong pendek sebahu. Perawatan keperempuanan seumumnya Luna tanggung dan dibayar mahal bersama disiplin jadi pesuruh hunian eskalator borong ujang sex Luna. Luna tidak sinting menggandeng Runi ketika kantornya menugasi Luna pada perjalanan Lembaga ke luar kota. telah tak terbilang berapa kota yg sudah mereka tandai bersama percintaan kamar hotel mereka. esa yg belum Luna jalankan yaitu menggandeng Runi ke luar negara.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here