Cerita Mesum Kupuaskan Ibu Kostku

0
129

Kupuaskan Ibu Kostku

Cerita Mesum Kupuaskan Ibu Kostku
Cerita Mesum Kupuaskan Ibu Kostku

Warung Mesum – nyaris 3 thn menganggur dikarenakan PHK hasilnya saya memperoleh tugas terus. saya berhasil disebuah industri swasta dan ditempatkan di Yogya yg retak lebih kurang 250 kilometer alamat kota asalku.

dikarenakan lagi personel baru saya belum memperoleh sarana perumahan semenjak dinas. saya mesti mencari kost yang harganya istimewa yang kusesuaikan dengan gajiku. Dan bersama terpaksa saya mesti meniadakan anak istriku di hunian mertuakan. saya bakal pulang sebulan sekali sesudah mewarisi bayaran tiap-tiap bulannya. Sbobet

sesudah mengobok-obok hasilnya saya meraih kost di hunian suatu suku yang mempunyai hunian spesial Yogya yg pass gede dgn 4 buah kamar dan cuma ditinggali sepasang laki betina. Mereka memiliki seseorang anak yang kini kuliah di Jakarta. Mereka menyewakan kamarnya dgn tarif yg lumayan murah. Mereka menderita saya terhadap kost di rumahnya cuma kepada sekedar menemani mereka bersama pertimbangan saya telah berkeluarga maka hanya saya yang kost disini.

Pak Heri nama pemilik kostku dia yaitu seseorang tenaga kerja negri biasa berumur 52 th. sesungguhnya kalo dipandang permulaan fisik ia lebih serupa serang unsur TNI lantaran bertubuh tinggi (182 centimeter) kekar dan berkumis tebal. Diusianya kini badannya kembali kekar. Tampangnya kelihatan sangar tapi orangnya ramah dan baik lebihlebih senang bercanda.

Istrinya yg akrab di panggil bu Heri merupakan seseorang ibu hunian ondak alamiah yg telah berumur 46 th. Orangnya lembut. Wajahnya biasa-biasa saja tapi lantaran kulitnya yg kuning steril menjadi dirinya semula nampak menyentak biarpun wujud tubuhnya telah tak ramping pun tapi perutnya tak kelihatan bontot sama seperti ibu2 segenerasi ia kira-kira dikarenakan tingginya yg 162 centi meter dan ia khusyuk minum jamu jawa. nampaknya mereka yakni pasangan yg pas dan merekapun amat baik terhadapku menghasilkan saya tahan kost di hunian mereka maka tak terasa sekarang ini telah bln ke enam saya kost disini.

Sabtu tengah malam lebih kurang pukul 01.30 saya terbimbing dikarenakan berasa ingin pipis dan akupun berjalan ke kamar bersiram yg letaknya agak di buntut. nyaris seluruhnya lampu dipadamkan melainkan di ruangan makan itupun cuma lampu yg 5 watt. diwaktu saya menoleh, mataku tertuju guna binar lampu yg agak jelas, yg ke luar mulai sejak retakan gapura kamar bapak dan ibu Heri yg singkat terpapar. Timbul rasa penasaranku, saya bangor mau menyaksikan apa yg berlangsung di dalam kamar itu. Akupun memperlalaikan ke kamar bersiram dan pelan-pelan jelang sela pintu gerbang yang singkat terdedah itu. Di dalam kamar saya menonton pak Heri dan istrinya sama-sama telanjang.

Rupanya mereka bakal lakukan jalinan laki cewek. Entah saya tunggakan episode awalnya atau tak, saya ngga tahu, saya ngga menonton mereka melaksanakan warming up. yg saya lihat waktu itu kedudukan bu Heri telah telentang menunjukkan tubuhnya yg lagi mulus biarpun tak singset kembali dgn gundukan tempik privat dgn bulu jembut yg lebat walaupun suaminya telah simpuh diantara ke-2 pahanya bersama memegangi kemaluannya yg bermatra serasi tubuhnya yg tinggi gede bagi diarahkan ke nonok bu Heri.

saya terkagum bersama takaran puki pak Heri, akupun berdebar tidak tabah menagih permainan mereka yang saya percaya dapat seru. saya melamun bu heri bakalan mendesah dan mengerang kenikmatan kayak di film-film bokep. kala senjata pak Heri berulah, diam-diam bstsng kontolku terus mulai sejak berdiri. Pak Heri mulai sejak merapatkan kemaluannya ke kemaluan istrinya. Casino

“Pelan-pelan aja ya pak supaya lama” terdengar nada bu Heri lirih waktu tempik pak Heri menempel di firman memeknya dan di balas bersama anggukan pak Heri. setelah itu pak Heri juga menyorong kemaluannya di lubang kelentit istrinya…hingga hasilnya “Bleeesss….” diiringi dgn desahan mereka berdua dengan cara bersamaan.

Pak Heri menggenjot pelan vagina istrinya diiring bersama desahan dan erangan yang ke luar bermula narasi bu Heri. Belum hingga bagi genjotan ke 15 dengan cara pelan-pelan mengayunkan pantatnya dan tiba2 dirinya memperpendek dan makin serta-merta gerakannya dan diapun mengerang panjang,
“Aaarrrrhhhh….oooohhhh…..aku ga tahan buuuuuuu….” sambil garis bawah pantatnya rapat-rapat ke vagina istrinya sedikit setelah itu badan pak Heri ambruk di atas badan istrinya.

Kulihat bu Heri agak kesal dan mencubit belakang pak Heri tp dirinya ngga unjuk rasa sama sekali. kemungkinan telah lumrah seperti itu. saya yang menonton adegan itu ikut kecewa sebab pertunjukannya cuma sedikit dan akupun langsung berjalan pelan menuju kamar bersiram bagi kencing dan juga tidur.

Jam 8 pagi saya baru bangun dikarenakan hri Sabtu saya liburan pekerjaan. saya segera ke wastafel guna gilas gigi. Pagi itu pak Heri telah pergi tugas, tetapi bu Heri lagi di kamar bersiram pula bersiram. dikala saya rapi ucek gigi sontak berasal kamar bersiram terdengar teriakan bu Heri,

“Aduuh…” Akupun serta-merta jelang gapura kamar bersiram dan awal luar saya tanya ke bu Heri
“Ada apa bu?”
“Oh ndak apa-apa de Ardi, hanya daster sama baju dalam ibu terjatuh di keramik kamar bersiram� jawab bu Heri permulaan dalam kamar mandi.
“Oh kukira ada apa bu” balasku. Akupun cepat menjauh permulaan gerbang kepada menambahkan nyeduh kopi.

sebentar selanjutnya bu Heri ke luar permulaan kamar bersiram cuma dgn menambat handuk yg agak kekecilan ditubuhnya dan tangannya memegangi ikatannya resah abolisi. umumnya beliau tak sempat laksanakan ini, ke luar kamar bersiram senantiasa telah memanfaatkan daster, oleh karenanya ia separuh berlari lebihlebih diwaktu menonton saya berulang nyeduh salman di kompor ia makin panik dan sambil menyeluduk dirinya tersipu

“Ma..maaf ya de Ardi” ucapnya.

Saking gugupnya beliau tak menonton ada bangku mungil di depanya dan ….brukk!!…aduh!!….Membuat bu Heri sempoyongan nyaris terjatuh dan automatic beliau menggeraikan tangannya semenjak handuknya pada mengambil pegangan biar tak luntur, tentu saja handuknya terurai mulai sejak tubuhnya. dengan cara spontan saya yg ada di depan bu Heri menciduk badan telanjangnya dan memeluk badan sintal milik bu Heri. saya berdua silih melihat. sekejap saya sanggup menyaksikan bersama terang raut mamang bu Heri yang telah sejak mulai ada kerutan di kurang lebih matanya tapi pula merenggut. Bu Heri langsung siuman bila ia telanjang dan hendak menerangkan diri, tapi saya malah mengetatkan pelukanku dan saya memberangsangkan diri mengecup bibirnya. Sbobet

“De Ardi…apa yang anda lakukan..jangan ajaib ajar anda de…” ucapnya geram dan coba berubah pikiran hendak memerikan pelukanku tapi saya makin ketat memeluknya.
ampunan� bu, saya tadi tengah malam menonton yang berlangsung rekahan ibu dan bapak” kataku.
“Maksudmu?” tanyanya. Bu Heri menhentikan berontaknya dan memandangku penuh selidik.
“Kulihat bu heri semalam kecewa sama bapak sebab bapak klimaks duluan tapi lantaran argumen apa ibu ngga satria demonstrasi ke bapak dan ibu cuma menutupi kecewa. Apa tiap-tiap kali bersambung badan senantiasa demikian bu?” tanyaku pelan.

Entah lantaran apa tiba2 ia merintih dan malah memelukku tukas. saya melupakan beliau merintih di bahuku. sesudah mampu menggapai diri ia membentangkan pelukannya dan akupun tak menahannya pun maka dirinya sanggup mengenakan handuknya yg terungkai dan menutupkannya juga ke tubuhnya, dulu ia mulai sejak bercerita,

saya� memang lah tak sempat mendapakan kenikmatan dan kepuasan seks. cuma bapak yg senantiasa merasa puas sebab beliau senantiasa rapi duluan, beliau teramat egois, dengan cara apa jika putri de Ardi apakah menerima perihal seperti saya?

saya berdiam diri tidak menjawab kejadian bu Heri tapi pula merampas badan bu Heri dan kuciumi bibirnya. Kali ini ia ngga menandingi tapi sedang tak ganjar ciumanku tapi disaat saya sejak mulai mencium dan muka mengambil muka sektor bawah telinganya ia agak mendesis dan ketika saya tengah mencium bibirnya ia mulai sejak membalasnya tapi agak kaku.

Sambil berciuman pelan-pelan saya bimbing dirinya ke kamarku dan dirinya tersadar kala saya rebahkan badan sintalnya ke kasurku seterusnya beliau menjabarkan ciumanku.

“De Ardi ingin ngapain?” tanyanya.

bersama tak mengungkai pelukanku saya berbisik didekat telinga bu Broto
saya� dapat memusakakan kenikmatan dan kepuasan seks pada ibu”
“Tapi ibu telah sepuh de…” protesnya.
“Tapi ibu belum kesiangan bagi menikmatinya” kataku sambil tanganku terhubung wasilah handuknya maka nampaklah badan telanjang bu Heri.

tidak dengan berlama-lama saya serta-merta mengakses pakaianku. toketnya biarpun agak kendor sedang menghela kian terasa lembut waktu saya merabanya dan pelan-pelan lidahku sejak mulai menjilati puting susunya, mata bu Heri terpejam menikmatinya dan ke-2 tangannya ditelentangkan beri tahu ketiaknya yg mulus. bergiliran saya menjilati putingnya sambil tanganku mengelus-ngelus gundukan jembutnya.

ke-2 paha panjang sejak mulai di buka dan jarikupun mulai sejak merayap ke dalam memeknya yg sejak mulai becek. ke-2 pahanya makin lebar di buka sambil mulutnya mendesis menurunkan aktivitas jariku. Ciumanku mulai sejak merayap turun ke perutnya, dirinya mengganjal geli bergabung nikmat diwaktu lidahku kumainkan di pusarnya. ke-2 tangannya memegangi kepalaku. Lidahku tengah merayap ke gundukan jembutnya, tiba2 ia bangun dan menyangga kepalaku,

ingin� anda apain de?” tanyany kembali. saya juga cuma tersenyum sambil mencium pipinya dan berbisik
saya� dapat bagi ibu lepas landas serasa di surga menuh kenikmatan” jawabku. dgn lembut saya baringkan terus bu Heri dan tengah saya mainkan lidahku digundukan jembutnya tapi saya tak serentak menjilati klitorisnya saya cuma menjilati selangkangannya. Casino

Kuraskan memeknya makin becek dulu saya mulai sejak menjilati klitorisnya
“Sssstthhh…aaahhh…” desah bu Heri sambil ke-2 tangannya memegangi kepalaku pantatnya tengah goyang memperturutkan kegiatan lidahku di klitnya, pantatnya diangkat tinggi-tingi dan ke-2 tangannya kuat-kuat memegangi kepalaku justru kadang menjambak rambutku bahkan disaat lidahku dgn langsung bersirkulasi di klitorisnya dan beliau menekan kuat-kuat kepalaku ke memeknya, saya tahu dirinya ingin orgasme, oleh sebab itu saya semula putar bersama serta-merta lidahku di klitorisnya, tidak berapa lama sontak tubuhnya bergetar dan mengeras pendek selanjutnya saya rasakan ada larutan hangat mengairi daguku, perlahan saya angkat kepalaku dan saya lihat nafas bu Heri terkapah-kapah dadanya naik turun bersama serta-merta tapi mulutnya tersenyum padaku.

“Aaahh…baru kali ini saya meraskan sungguh nikmatnya orgasme…makasih ya de” jelasnya sambil memelukku.
saat ini� gantia anda ya de” ucapnya.
“Ibu diawal mulanya sempat ngisep burung bapak belum?” tanyaku.
sempat� sih sekali tapi keluarnya cepet” jawab bu Heri.
“Ya udah kalo gitu saat ini isep punyaku ya bu, tapi janganlah dihina ya punyaku ngga se gede punyai bapak” candaku. Bu Heri cuma terbahak mungil sambil menyorong tubuhku dan diapun mulai sejak muka mengambil muka dan menyedot2 burungku, terus asing caranya tapi lama-lama dirinya mulai sejak luwes mainkan lidahnya.

Akupun ngga ingin membisu, kutarik pahanya biar memeknya kaya di atas lisan dan saya dapat menjilati memeknya yg telah becek menjadi makin becek lebihlebih hingga berputar ke hidungku akupun makin bernafsu menjilati memeknya dan begitu tengah bu Heri. disaat ia makin kencang mengoyangkan pantatnya di mulutku dan akupun makin bernafsu. saya minta ke dirinya biar langsung memasukan burungku ke memeknya dgn tempat ia di atas dan sebab saya telah teramat bernafsu cuma 5 menit setelah itu hamba bertepatan memperoleh orgasme. Bu Heri orgasme yang ke-2 ini teramat unggul dgn situs dirinya di atas hingga beliau berteriak kuat-kuat.

bersambung seks jarak saya dan bu Heri jadi teratur tiap-tiap Sabtu pagi, yaitu dikala saya perlop dan pak Heri berangkat bekerja. Sbobet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here