Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

0
193

Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Hubungan Terlarang
Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku – Mbak Lia kurang lebih baru 2 minggu bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Sebagai atasan baru, ia kerap memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi terhadap bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat. Aku sendiri sudah termasuk staf senior. Tapi bisa saja sebab latar belakang pendidikanku tidak lumayan mendukung, management memastikan merekrutnya. Ia berasal berasal dari sebuah perusahaan konsultan keuangan.

Usianya kutaksir lebih kurang 25 hingga 30 tahun. Sebagai atasan, pada mulanya kupanggil “Bu”, meskipun usiaku sendiri 10 tahun di atasnya. Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yang lalu, ia menjelaskan lebih suka bila di panggil “Mbak”. Sejak pas itu menjadi terbina suasana dan interaksi kerja yang hangat, tidak sangat formal. Terutama sebab sikapnya yang ramah. Ia kerap segera menyebut namaku, sesekali bila tengah dengan teman kerja lainnya, ia menyebut “Pak”. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Dan tanpa kusadari pula, diam-diam aku menjadi betah dan nyaman bila menyaksikan wajahnya yang cantik dan lembut menawan. Ia memang menawan sebab sepasang bola matanya setiap waktu dapat bernar-binar, atau menatap dengan tajam. Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte. Mungkin sebab sudah duduki jabatan yang lumayan tinggi didalam umur yang relatif muda, kepercayaan dirinya pun lumayan tinggi untuk menyuruh seseorang melakukan apa yang diinginkannya.

Mbak Lia selamanya memakai pakaian formal. Ia selamanya mengenakan blus dan rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut. Bila tengah berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun kerap menyaksikan lekukan pinggulnya dikala ia bangkit mengambil file berasal dari rak folder di belakangnya. Walau anggota bawah roknya lebar, tapi aku dapat menyaksikan pinggul yang samar-samar tercetak berasal dari baliknya. Sangat menarik, tidak besar tapi paham bentuknya membongkah, memaksa mata laki laki menerawang untuk mereka-reka keindahannya. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Di didalam ruang kerjanya yang besar, identik di samping meja kerjanya, terkandung seperangkat sofa yang kerap dipergunakannya terima tamu-tamu perusahaan. Sebagai Accounting Manager, tentu selamanya tersedia pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dijalankan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.

Aku menjadi menguntungkan bila dipanggil Mbak Lia untuk mengulas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Aku selamanya duduk identik di depannya. Dan bila kami terlibat didalam pembicaraan yang lumayan serius, ia tidak paham roknya yang agak tersingkap. Di situlah keberuntunganku. Aku dapat melirik lebih dari satu kulit paha yang berwarna gading. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka agar aku berupaya untuk mengintip ujung pahanya. Tapi mataku selamanya terbentur didalam kegelapan. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan ke dua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya termasuk tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Bila ke dua lututnya rapat kembali, lirikanku bergeser ke betisnya. Betis yang indah dan bersih. Terawat. Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Mbak Lia..

“Jhony, aku menjadi bahwa kau kerap melirik ke arah betisku. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar.

“Jhony, salahkah dugaanku?”

“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku.

“Mengapa?”

Aku membisu. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Tapi dikala menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Saya suka kaki Mbak. Suka betis Mbak. Indah. Dan..,” sehabis menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.

“Saya termasuk kerap menduga-duga, apakah kaki Mbak termasuk ditumbuhi bulu-bulu.”

“Persis layaknya yang kuduga, kau tentu berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Tia sambil sedikit mendorong kursi rodanya.

“Agar kau tidak penasaran menduga-duga, bagaimana terkecuali kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”

“Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.

“Kompensasinya apa?”

“Sebagai rasa hormat dan sinyal terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman.”

“Bagus, aku suka. Bagian mana yang akan kau cium?”

“Betis yang indah itu!”

“Hanya sebuah ciuman?”

“Seribu kali pun aku bersedia.”

Mbak Tia tersenyum manis dikulum. Ia berupaya manahan tawanya.

“Dan aku yang pilih di anggota mana saja yang perlu kau cium, OK?”

“Deal, my lady!”

“I like it!” kata Mbak Lia sambil bangkit berasal dari sofa.

Ia melangkah ke mejanya lalu menarik kursinya hingga ke luar berasal dari kolong mejanya yang besar. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pesona yang membutuhkan sanjungan dan pujaan. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Periksalah, Jhony. Berlutut di depanku!” Aku membisu. Terpana mendengar perintahnya.

“Kau tidak mendambakan memeriksanya, Jhony?” tanya Mbak Lia sambil sedikit merenggangkan ke dua lututnya.

Sejenak, aku berupaya meredakan debar-debar jantungku. Aku belum pernah diperintah layaknya itu. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Bibir Mbak Lia tetap selamanya tersenyum dikala ia lebih merenggangkan ke dua lututnya.

“Jhony, kau paham warna apa yang tersembunyi di pangkal pahaku?” Aku menggeleng lemah, seolah tersedia kebolehan yang tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.

Tatapanku terpaku ke didalam keremangan di antara celah lutut Mbak Lia yang meregang. Akhirnya aku bangkit menghampirinya, dan berlutut di depannya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Wajahku menengadah. Mbak Tia tetap tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku lebih dari satu kali, lalu bergeser ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Ingin paham warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya.

“Kunci pernah pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Dan dengan patuh aku melakukan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.

Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Gerakannya lambat layaknya bermalas-malasan. Pada pas itulah aku mendapat kesempatan menyaksikan hingga ke pangkal pahanya. Dan kali ini tatapanku terbentur terhadap secarik kain tipis berwarna putih. Pasti ia kenakan G-String, kataku didalam hati. Sebelum paha kanannya sangat tertopang di atas paha kirinya, aku tetap sempat menyaksikan bulu-bulu ikal yang menyembul berasal dari sisi-sisi celana dalamnya. Segitiga tipis yang hanya selebar lebih kurang dua jari itu sangat kecil untuk menyembunyikan seluruh bulu yang memutari pangkal pahanya. Bahkan sempat kulirik bayangan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Suka?” Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Mbak Lia ke atas lututku.

Ujung hak sepatunya menjadi agak menusuk. Kulepaskan klip tali sepatunya. Lalu aku menengadah. Sambil melewatkan sepatu itu. Mbak Tia mengangguk. Tak tersedia komentar penolakan. Aku menunduk kembali. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Kakinya mulus tanpa cacat. Ternyata betisnya yang berwarna gading itu mulus tanpa bulu halus. Tapi di anggota atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang agak kehitaman. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Aku terpana. Mungkinkah menjadi berasal dari atas lutut hingga.., hingga.. Aah, aku menghembuskan nafas. Rongga dadaku menjadi menjadi sesak. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Hembusan nafasku ternyata memicu bulu-bulu itu meremang. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Kenyal.

“Suka, Jhony?” Aku mengangguk.

“Tunjukkan bahwa kau suka. Tunjukkan bahwa betisku indah!”

Aku mengangkat kaki Mbak Lia berasal dari lututku. Sambil selamanya mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk itu. Aku sedikit membungkuk agar dapat mengecup pergelangan kakinya. Pada kecupan yang kedua, aku menjulurkan lidah agar dapat mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Akibat kecupanku, Mbak Lia menurunkan paha kanan berasal dari paha kirinya. Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona menyaksikan anggota didalam kanannya. Karena mendambakan menyaksikan lebih jelas, kugigit anggota bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Ketika melewatkan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Aku menengadah. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Kurang jelas, Jhony?” Aku mengangguk.

Mbak Lia tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Lalu telapak tangannya menekan anggota belakang kepalaku agar aku menunduk kembali. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Tak pernah aku menyaksikan paha semulus dan seindah itu. Bagian atas pahanya ditumbuhi bulu-bulu halus kehitaman. Bagian dalamnya termasuk ditumbuhi tapi tidak selebat anggota atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.

Aku merinding. Karena mendambakan menyaksikan paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi kembali sambil mengecup anggota didalam lututnya. Dan paha itu tambah jelas. Menawan. Di paha anggota belakang mulus tanpa bulu. Karena gemas, kukecup berulang kali. Kecupan-kecupanku tambah lama tambah tinggi. Dan dikala hanya berjarak lebih kurang selebar telapak tangan berasal dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku beralih menjadi ciuman yang panas dan basah. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Sekarang hidungku sangat dekat dengan segitiga yang menutupi pangkal pahanya. Karena sangat dekat, meskipun tersembunyi, dengan paham dapat kulihat bayangan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan terselip membayang di anggota tengah segitiga itu. Kebasahan yang dikelilingi rambut-rambut ikal yang menyelip berasal dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalam-dalam. Tercium aroma segar yang membuatku menjadi tambah tak berdaya. Aroma yang memaksaku terlilit di antara ke dua belah paha Mbak Lia. Ingin kusergap aroma itu dan menjilat kemulusannya.

Mbak Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Menarik nafas berulang kali. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya agar roknya tambah tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Suka Jhony?”

“Hmm.. Hmm..!” jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis dan lutut kirinya.

Lalu kuraih pergelangan kaki kanannya, dan tempatkan telapaknya di pundakku. Kucium lipatan di belakang lututnya. Mbak Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Lalu dikala ciuman-ciumanku merambat ke paha anggota didalam dan tambah lama tambah mendekati pangkal pahanya, menjadi tarikan di rambutku tambah keras. Dan dikala bibirku menjadi mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul berasal dari balik G-stringnya, tiba-tiba Mbak Lia mendorong kepalaku.

Aku tertegun. Menengadah. Kami saling menatap. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya berasal dari pundakku. Ia lalu menekuk dan tempatkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Pose yang sangat memabukkan. Sebelah kaki menekuk dan terbuka lebar di atas kursi, dan yang sebelah kembali menjuntai ke karpet. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Suka Jhony?”

“Hmm.. Hmm..!”

“Jawab!”

“Suka sekali!”

Pemandangan itu tak lama. Tiba-tiba saja Mbak Tia merapatkan ke dua pahanya sambil menarik rambutku.

“Nanti tersedia yang menyaksikan bayangan kami berasal dari balik kaca. Masuk ke dalam, Jhony,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.

Aku terkesima. Mbak Tia merenggut anggota belakang kepalaku, dan menariknya perlahan. Aku tak berdaya. Tarikan perlahan itu tak dapat kutolak. Lalu Mbak Lia tiba-tiba mengakses ke dua pahanya dan mendaratkan mulut dan hidungku di pangkal paha itu. Kebasahan yang terselip di antara ke dua bibir kewanitaan nampak tambah jelas. Semakin basah. Dan di situlah hidungku mendarat. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Aroma yang sedikit layaknya daun pandan tapi dapat membius saraf-saraf di rongga kepala. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Suka Jhony?”

“Hmm.. Hmm..!”

“Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.

Aku merangkak ke kolong mejanya. Aku sudah tak dapat berpikir waras. Tak peduli dengan segala kegilaan yang tengah terjadi. Tak peduli dengan etika, dengan norma-norma bercinta, dengan sakral didalam percintaan. Aku hanya peduli dengan ke dua belah paha mulus yang akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yang akan menjambak rambutku, telapak tangan yang akan menekan anggota belakang kepalaku, aroma semerbak yang akan menerobos hidung dan memenuhi rongga dadaku, kelembutan dan kehangatan dua buah bibir kewanitaan yang menjepit lidahku, dan tetes-tetes birahi berasal dari bibir kewanitaan yang perlu kujilat berulang kali agar akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yang sudah sangat mendambakan kucucipi. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Di kolong meja, Mbak Lia mengakses ke dua belah pahanya lebar-lebar. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Tapi ia menepis tanganku.

“Hanya lidah, Jhony! OK?”

Aku mengangguk. Dan dengan cepat membenamkan wajahku di G-string yang menutupi pangkal pahanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Mbak Lia terperanjat sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.

“Rupanya kau sudah tidak sabar ya, Jhony?” katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku.

“Hm..!”

“Haus?”

“Hm!”

“Jawab, Jhony!” katanya sambil menyelipkan tangannya untuk mengangkat daguku. Aku menengadah.

“Haus!” jawabku singkat.

Tangan Mbak Lia bergerak melewatkan tali G-string yang terikat di kiri dan kanan pinggulnya. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang basah mengkilap. Sepasang bibir yang di anggota atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yang berwarna pink. Aku termangu menatap keindahan yang terpampang identik di depan mataku. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Jangan diam saja. Jhony!” kata Mbak Lia sambil menekan anggota belakang kepalaku.

“Hirup aromanya!” sambungnya sambil menekan kepalaku agar hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya.

Pahanya menjepit leherku agar aku tak dapat bergerak. Bibirku terjepit dan tertekan di antara dubur dan anggota bawah vaginanya. Karena perlu bernafas, aku tak mempunyai pilihan terkecuali menghirup hawa berasal dari celah bibir kewanitaannya. Hanya sedikit hawa yang dapat kuhirup, sesak tapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih didalam lagi. Mbak Lia terpekik. Pinggulnya diangkat dan digosok-gosokkannya dengan liar hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yang menjadi mengalir berasal dari sumbernya. Aku mendengus. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Kuhirup aroma kewanitaannya dalam-dalam, seolah vaginanya adalah nafas kehidupannku. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Fantastis!” kata Mbak Lia sambil mendorong kepalaku dengan lembut. Aku menengadah. Ia tersenyum menatap hidungku yang sudah licin dan basah.

“Enak ‘kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.

“Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.

“Kau pandai memanjakanku, Jhony. Sekarang, kecup, jilat, dan hisap sepuas-puasmu. Tunjukkan bahwa kau memuja ini,” katanya sambil menyibakkan rambut-rambut ikal yang lebih dari satu menutupi bibir kewanitaannya.

“Jilat dan hisap dengan rakus. Tunjukkan bahwa kau memujanya. Tunjukkan rasa hausmu! Jangan tersedia setetes pun yang tersisa! Tunjukkan dengan rakus seolah ini adalah kesempatan pertama dan yang paling akhir bagimu!” Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Aku tak peduli meskipun tersedia nada perintah di tiap-tiap kata-kata yang diucapkannya. Aku memang menjadi sangat lapar dan haus untuk mereguk kelembutan dan kehangatan vaginanya. Kerongkonganku menjadi panas dan kering. Aku menjadi sangat haus dan mendambakan segera memperoleh segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku. Lalu bibir kewanitaannya kukulum dan kuhisap agar seluruh kebasahan yang melekat di situ mengalir ke kerongkonganku. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.

Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku. Pinggulnya terangkat dan terhempas di kursi berulang kali. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yang bergerak liar di dinding kewanitaannya. Ia merintih tiap-tiap kali lidahku menjilat clitnya. Nafasnya mengebu. Kadang-kadang ia memekik sambil menjambak rambutku. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Ooh, ooh, Jhony! Jhony!” Dan dikala clitnya kujepit di antara bibirku, lalu kuhisap dan permainkan dengan ujung lidahku, Mbak Lia merintih menyebut-nyebut namaku..

“Jhony, nikmat sekali sayang.. Jhony! Ooh.. Jhony!”

Ia menjadi liar. Telapak kakinya menghentak-hentak di bahu dan kepalaku. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Kaki itu sekarang diangkat dan tertekuk di kursinya. Mengangkang. Telapaknya menginjak kursi. Sebagai gantinya, ke dua tangan Mbak Lia menjambak rambutku. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.

“Jhony, julurkan lidahmuu! Hisap! Hisaap!”

Aku menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Membenamkan wajahku di vaginanya. Dan menjadi kurasakan kedutan-kedutan di bibir vaginanya, kedutan yang menghisap lidahku, menimbulkan agar masuk lebih dalam. Beberapa detik kemudian, lendir menjadi menjadi di ujung lidahku. Kuhisap seluruh vaginanya. Aku tak mendambakan tersedia setetes pun yang terbuang. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Hadiah yang dapat menyejukkan kerongkonganku yang kering. Kedua bibirku kubenamkan sedalam-dalamnya agar dapat segera menghisap berasal dari bibir vaginanya yang mungil. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Jhony! Hisap Jhony!”

Aku tak paham apakah rintihan Mbak Lia dapat terdengar berasal dari luar ruang kerjanya. Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Aku hanya peduli dengan lendir yang dapat kuhisap dan kutelan. Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Lendir yang segera ditumpahkan berasal dari vagina Mbak Lia, berasal dari pinggul yang terangkat agar lidahku terhunjam dalam.

“Oh, fantastis,” gumam Mbak Lia sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.

Ia menunduk dan mengusap-usap ke dua belah pipiku. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

“Aku suka sekali, Jhony,” katanya. Kami saling menatap. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kelembutan yang memancar berasal dari bola matanya yang menatap sendu.

“Jhony.”

“Hm..”

“Tatap mataku, Jhony.” Aku menatap bola matanya.

“Jilat cairan yang tersisa hingga bersih”

“Hm..” jawabku sambil menjadi menjilati vaginanya.

“Jangan menunduk, Jhony. Jilat sambil menatap mataku. Aku mendambakan menyaksikan erotisme di bola matamu dikala menjilat-jilat vaginaku.” Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Aku menengadah untuk menatap matanya. Sambil melingkarkan ke dua lenganku di pinggulnya, aku menjadi menjilat dan menghisap kembali cairan lendir yang tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.

“Kau memujaku, Jhony?”

“Ya, aku memuja betismu, pahamu, dan di atas segalanya, yang ini.., muuah!” jawabku sambil mencium kewanitaannya dengan mesra sepenuh hati.

Mbak Lia tersenyum manja sambil mengusap-usap rambutku. Cerita Mesum – Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

wsd4d.com

Togel Online | Dominoqq Togel HK | Bandarq | Togel SGP | Sabung Ayam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here