Cerita seks Sekertaris baru yang mempesona

0
241

Cerita seks Sekertaris baru yang mempesona

Cerita seks Sekertaris baru yang mempesona
Cerita seks Sekertaris baru yang mempesona

 Warung Mesum –  “Maaf bos, saya tidak bisa bekerja disini lebih lama lagi”, “tidak apa apa kok, terima kasih atas kerjasamanya selama ini”, “Iya, permisi…” Hari itu Irwan kehilangan sekertaris pribadinya, Bos perusahaan itu melihat sekertaris lamanya itu sudah meninggalkan kantor. Irwan kemudian meminta bagian HRD untuk membuka lowongan pekerjaan diposisi sekertaris, agar ia bisa bekerja seperti biasa lagi, dengan bantuan sekertaris.

Tak perlu menunggu beberapa minggu, dua hari setelah ada pengumuman lowongan kerja, sudah banyak yang mencoba melamar kerja diperusahannya. “Pak Irwan, sudah banyak pelamar kerja yang mendaftar”, “kamu seleksi saja dulu, sisakan beberapa saja untuk saya interview”, “Siap pak”. Segera bagian HRD dengan cepat menyeleksi calon sekertaris yang mendaftar. Kira kira tinggal 3 orang saja, dan yang terpilih tersebut akhirnya harus interview langsung dengan Irwan.

“Ini pak, 3 calon sekertaris baru anda” Irwan mendapat 3 lembar berkas pendaftar. Dari ketiga calon sekertaris itu, ada seorang perempuan yang terlihat dari fotonya masih muda dan cantik. Irwan kemudian menginterview calon sekertaris 1. Irwan tidak begitu lama menginterview, karena ternyata calon sekertaris 1 ini adalah laki-laki, dan Irwan lebih tertarik dengan sekertaris perempuan.

Saat calon sekertaris 2 masuk keruangan untuk diinterview, Irwan sempat kagum, datang perempuan cantik yang sepertinya sudah pas untuk jadi sekertaris. “Selamat pagi pak”, “Pagi, nama kamu?”, “Saya Rianti pak”, “Oke Rianti, apa yang membuat anda tertarik menjadi sekertaris di perusahaan ini?” Rianti kemudian menjawab dengan lancar. pertanyaan selanjutnya pun dapat dijawab dengan baik. Irwan sempat memperhatikan Rianti itu begitu tenang dan tampak sudah professional dilihat dari caranya menjawab dan menggunakan gesturnya. “Oke, itu dulu, terima kasih, silahkan tunggu hasilnya diluar”, “Terima kasih pak atas waktunya, semoga saya bisa bekerja diperusahaan anda”

Salam hangat itu mengahiri interview Irwan dan Rianti. Pada interview calon sekertaris 3, Irwan sudah tidak begitu fokus, meski yang diinterview itu perempuan, namun ia cenderung tertarik pada Rianti. Tak lama setelah interview berakhir, Irwan memanggil bagian HRD. “bagaimana pak?”, “Sudah, ini hasil interviewnya”, “jadi, Rianti yang menurut pak Irwan tepat untuk jadi sekertaris pribadi baru anda?”, “Iya, tolong kasih tau mereka, dan panggil Rianti masuk”, “Baik pak” Segera saja 3 calon sekertaris tadi ditemui, lalu terlihat Rianti gembira dan dipersilahkan menemui Irwan, dan dua calon lain pergi meninggalkan kantor itu.

“Permisi pak Irwan”, “Silahkan Rianti, selamat ya”, “Terima kasih pak, sudah menerima saya menjadi sekertaris pribadinya pak Irwan”, “Kamu memang tampak sudah professional”, “mungkin karena pengalaman saya bekerja dibeberapa perusahaan, jadi saya tau pak Irwan pasti memilih sekertaris yang tepat seperti saya”, “Haha, begitu ya? ya sudah, mulai besok kamu datang kesini, dan bekerja sebagai sekertaris pribadi saya”, “Siap pak, terima kasih” Dan kini Irwan bisa tersenyum lega punya sekertaris baru secantik Rianti.

Esoknya, Rianti sudah bersama Irwan diruangan kepala perusahaan. Rianti mulai melanjutkan tugas sekertaris sebelumnya. “Rianti, bagaimana? tugas seperti ini sudah biasa kamu kerjakan?”, “Iya pak, mungkin beberapa hari yang akan datang, saya bisa melaksanakan tugas yang pak Irwan berikan dengan leluasa”, “Bagus bagus, silahkan dilanjutkan”. Irwan sempat mencuri pandang kesekertarisnya itu. memang Rianti itu begitu cantik, apalagi dengan pakaian yang begitu elegan, Irwan jadi bersemangat untuk kerja.

Hari demi hari, Rianti bekerja dengan baik, dan terus meningkat kinerjanya. Irwan juga sering bercakap cakap dengan sekertarisnya itu. “Pak Irwan, ini pendataan pemasukan bulan lalu sudah selesai”, “wah, cepat sekali, hebat kamu”, “saya hanya ingin yang terbaik buat perusahaan ini pak”, “untuk saya juga tidak?”, “ya tentu saya buat pak Irwan juga, hehe”, “haha, nanti siang kamu ikut saya sebentar”, “kalau boleh tau kemana pak?”, “ada meeting diluar, investor baru minta bertemu diluar sebentar”, “dengan senang hati saya temani pak Irwan”, “sip, kamu siap siap saja”. Irwan sangat senang, Rianti bekerja begitu cermat, entah kenapa cewek cantik dan menawan itu membuat Irwan tertarik. hari itu Rianti memakai pakaian yang sangat menawan, dengan rok mini hitam yang membuat Irwan sering memperhatikan paha mulus sekertarisnya itu.

Siang itu Irwan sudah bersama Rianti disebuah kafe didekat kantornya. Mereka menunggu Investor perusahaan datang. Irwan sempat mencium wangi parfum dari tubuh sekertarisnya itu, namun Irwan tau itu memang sekertaris secantik Rianti memang sepantasnya seperti itu. “Kamu duduk dulu saja Rianti, saya coba hubungi investor kita”, “Baik pak” Irwan segera menelpon investornya itu. Irwan memberikan lokasi tepatnya berada sekarang melalui telepon itu.

Irwan sesekali melirik kearah Rianti, dan ia cukup kagum melihat sekertarisnya itu duduk dengan cantiknya, rok mininya jadi tersingkap, paha mulusnya tak bisa dihindari untuk dilihat. “m…pak Irwan, bagaimana?”, “Oh, sudah perjalanan kesini, meetingnya akan segera dimulai”, “baik pak”. Tak lama Investor itu datang, dan segera Irwan menyambutnya dengan baik. Mereka semua duduk dikursi, dan mulai berdiskusi ringan, dibagian luar kafe itu. Irwan dengan begitu handal merayu investor itu agar mau bekerjasama dengannya, apalagi dengan sekertaris secantik dan sepandai Rianti, meeting itu dapat disimpulkan dengan akhir yang memuaskan.

“Wah, pak Irwan memang dapat saya percaya, maka dari itu, kami harap, kerjasama yang kita jalin ini dapat mendatangkan hasil yang memuaskan”, “Terima kasih, bantuan bapak pasti akan digunakan dengan baik oleh perusahaan kami”, “Iya, dan juga, saya sedikit iri dengan pak Irwan, sekertaris pak Irwan ini memang luar biasa, beruntung anda memiliki seorang yang handal dan ahli dalam tugasnya”, “terima kasih atas pujiannya pak, namun semua juga diawali dengan saran dan petunjuk pak Irwan yang dapat meningkatkan kinerja saya”, “begitu ya Rianti? memang pak Irwan ini hebat, hahaha” Irwan jadi senang sekali, investornya itu dengan mudah menjalin kerjasama. Setelah meeting selesai dan Investor itu pergi, Irwan mengajak Rianti kembali kekantor.

“Kamu memang pinter ya Rianti”, “saya hanya membantu pak Irwan saja, semuanya itu karena pak Irwan dapat meningkatkan kepercayaan Investor tadi, jadi meeting tadi berjalan dengan lancar dengan hasil terbaik” Rianti tersenyum manis, Irwan tak tau bagaimana menyampaikan kegembiraannya. Har itu sebelum pulang, Rianti yang cantik itu diminta untuk menemani Irwan. “Rianti, kamu bisa temani saya lagi?”, “Ada meeting lagi pak?”, “tidak, kita ngobrol aja kok”, “Oh, tidak masalah pak, saya siap kok menemani pak Irwan” Irwan sempat terenyuh hatinya, mendengar ucapan Rianti tadi.

Hari itu tampak karyawan dikantor itu sudah banyak yang pulang, dan diruangan kepala perusahaan itu hanya ada Irwan dan Rianti. “Sini dong, udah bukan jamnya jadi sekertaris” Rianti sedikit malu malu untuk mendekati bosnya itu. “m…pak Irwan, tumben jam segini kita masih disini, biasanya pak Irwan pulang duluan”, “Saya ingin merayakan keberhasilan kita tadi saat meeting”, “memang mau dirayakan seperti apa pak?”, “Gimana ya? kalau saya beri tambahan buat gaji kamu bulan ini menurut kamu bagus tidak?”, “terserah pak Irwan saja, kan… saya sudah bekerja semaksimal mungkin, hehe”, “Kalau begitu, saya kasih tambahan buat gaji kamu bulan ini”, “hehe, terima kasih pak”, “kalau  mau, bisa saya kasih lebih lagi, tapi ada syaratnya”, “apa syaratnya pak?” Irwan sempat kaget, tadinya Rianti begitu menahan diri, tiba tiba merubah caranya berbicara.

“Menurut kamu, syaratnya apa? coba tebak”, “mm…aduh, saya tidak tau pak, terserah pak Irwan saja”, “Hehe, tapi kamu pasti mau kan?”, “mau sekali pak, hehe”, “Sini deketan, biar saya kasih tau” Rianti kemudian mendekat kesebelah Irwan yang duduk dikursi bos itu. Irwan masih mencium wangi tubuh Rianti itu, meski hari sudah berlalu cukup lama. “mm..masih wangi kamu ya”, “ya… tadi sempat pakai parfum lagi kok pak, hehe”, “gini, kamu mau beneran kan?”, “iya pak”, “Ya udah, sini” Irwan menarik Rianti itu, lalu sekertaris cantik itu didudukan diatas pangkuan Irwan.

Rianti bukannya menolak, malah tersenyum lebar. “wah, maaf loh pak, pak Irwan sendiri yang membuat saya duduk disini, hehe”, “Rianti, kamu memang cantik sekali ya”, Rianti tersenyum, lalu menghadap kewajah Irwan. “Iya pak, apa lagi kalau deket begini, pasti cantik sekali kan pa…mmf!” Irwan yang sudah tidak tahan itu langsung mencium bibir sekertarisnya itu. Rianti yang sempat kaget itu, kini malah membalas ciuman bosnya itu, tak pelak Irwan jadi senang.

“mm…mm…cup… Luar biasa Rianti…mmm” Irwan melihat wajah Rianti dengan jelas, sekertarisnya itu menutup matanya, sambil terus membalas ciumannya. Lidah cewek cantik itu tiba tiba mulai masuk dan menggeliat dalam mulut Irwan, bos perusahaan itu tak mau kalah, ia balas ulah sekertarisnya itu. Mereka sedang asyik bercumbu, disaat kantor sedang sepi. “mm…cup… pak Irwan, ahli bercumbu juga ya…mmm” Irwan makin senang, hembusan nafas sekertarisnya itu membuatnya makin terangsang saja.

Tangan bos perusahaan itu kemudian mulai mengelus paha mulus sekertarisnya itu, dielus keatas kebawah, seambil sesekali ditampar. Sambil terus bercumbu, Irwan menyingkap rok mini sekertarisnya itu, bokong montok dalam rokmini itu sekarang mulai dielus elus, juga diremas dengan nikmatnya. “mm…wow, ini yang bikin investor cepet setuju, bokong montok kamu ini..mm” Irwan menampar bokong Rianti, sekertarisnya itu sempat bebapa kali mengerang. “Aah, wow, pak Irwan, tau juga ternyata…mmm” Rianti mengtahui penis bosnya itu sudah tegak, karena cewek cantik itu merasakan ada benda tumpul menabrak selangkangannya.

Sekertaris cantik itu kemudian berhenti, kemudian turun dari pangkuan Irwan. Cewek itu membuka celana Irwan, dan menangkap penis tegak bos perusahaan itu. “Waduh, saya belum minta, kamu udah tau aja”, “hehe, kasian penisnya pak Irwan, udah minta dimainin, mmm..aaah” Rianti mulai mengocok penis tegak itu dengant tangan mulusnya, Irwan sudah lama menginginkan sekertarisnya mengocok batang kemaluannya itu.

“Sudah lama saya tunggu, akhirnya kamu lakukan juga…uuuh” Irwan segera menikmati sensasi luar biasa, saat Mulu Rianti sudah mencicipi kerasnya batang penis bosnya itu. Rianti mulai mengulum penis bosnya itu, lidahnya berputar putar menikmati kepala penis yang mengeluarkan cairan bening, “mm…slruup…aah… pak Irwan sering begini tidak dikantor? mm…mm”, “uuh, wow, jarang sekali kok, Kamu ini yang paling hebat tapi, oooh” Irwan sempat kaget, entah karena dipuji, Rianti makin liar mengocok dan mengulum penis bosnya itu.

Irwan sempat dikagetkan dengan suara pintu yang diketuk. bos perusahaan itu menyuruh Rianti menunduk dan bersembunyi dibawah meja, tapi sekertaris cantik itu masih terus menikmati penis tegak bosnya. Segera seorang karyawan membukap pintu, dan berbicara, tanpa mendekati Irwan. “Permisi pak Irwan”, “Ada apa?”, “Pak Irwan tidak pulang? semua karyawan sudah pulang, kecuali yang sedang lembur”, “Saya masih ingin disini sebentar”, “Begitu ya pak, kalau boleh tau, sekertaris bapak sudah pulang?”, “Sepertinya begitu” karyawannya itu tak bisa melihat Rianti yang mengulum penis Irwan dibawah meja, “Ya sudah pak, saya permisi dulu, terima kasih” Karyawan itu keluar dan menutup pintu tanpa mengetahui apa yang sedang dilakukan bosnya itu sebenarnya. “mm…mm…mm…”, “Uuh, untung kamu ahli juga ngemutnya gak pake bersuara tadi, kalau gak bisa ketahuan”, “iya dong pak..mm…slruup… aah” croot croot, Irwan menyemburkan cairan putih kemulut Rianti. “Uuh, luar biasa memang, penisku sampai tak kuat menahan kehebatanmu”, “mmg…gleeg..aaah, sekertaris ya harus ahli pak, hehe”.

Irwan mengangkat Rianti, dan kembali didudukan dipangkuannya. Kini Irwan tanpa bertanya langsung membuka baju sekertarisnya itu. “m…pak Irwan, benarkan saya dapat tambahan?”, “ndak, saya naikan saja gaji kamu sekalian”, “Wah, terima kasih pak”, “Tapi aku mau rasakan nikmatnya tubuhmu dulu…mmm” Irwan mulai menjilati tubuh mulus sekertarisnya itu, Rianti mengangkat tangannya, lalu disilangkan diatas kepalanya. Desahan kecil dari mulut Rianti mengiringi lidah Irwan yang berjalan menjilat leher, bahu dan ketiak si cantik itu. tak perlu lama, bh Rianti dilepas, dan buah dada yang cukup menggoda terpampang didepan Irwan. “aaahn, pak Irwan, saya jadi…aaahn…” Irwan memegang pinggul sekertarisnya itu sambil mulai menjilati gundukan gading kenyal didada Rianti. “mm…cup..mm…aah… kamu menikmati sekali tampaknya, puting kamu keras banget nih” Irwan menjilat dan menggigit kecil puting merah muda milik Rianti itu, sesekali ditarik tarik sambil diremas.

“Aaahn…ooh..mmmf… pak Irwan…oouh” sambil asyik menikmati kemulusan tubuh sekertarisnya, Irwan mulai mengangkat rok mini Rianti itu, juga menyingkat celana dalamnya. Jari jari nakal milik bos perusahaan itu mulai digesek gesekkan dibagian terluar lubang vagina Rianti, yang terasa diselimuti bulu bulu halus. Sesekali jari jari nakal itu masuk kedalam memek sekertaris cantik itu, membuat Rianti mendesah. Jari jarinya terasa basah karena cairan berlendir yang keluar dari lubang itu. “mm…sudah basah juga ya cantik… nih coba…” Jari jari Irwan yang dibasahi cairan dari vagina Rianti itu kemudian dimasukan kedalam mulut sekertaris cantik itu sendiri, “mm..cup..mm…ahn…ooh..mm..” Jari jari itu diemut dengan cepat oleh Rianti. “wah wah, kamu suka sekali ya, emut emut yang basah basah” Irwan menarik jarinya dari mulut sicantik itu, Rianti tampak wajahnya memerah, sepertinya sudah terangsang berat.

Irwan mengangkat pinggul sekertarisnya itu, penis tegak bos perusahaan itu kemudian ditempel kan dipintu masuk kelubang vagina Rianti. “Beneran mau gajimu saya naikan Rianti?”, “Iya pak, saya mau banget”, “kalau begitu, saya naikan gaji kamu..hmmf!” Irwan menghentakkan penisnya, dan melesat masuk kelubang basah diselangkangan Rianti itu. “ooooh!, aaahn, pak Irwan, itu…aah… besarnya…auuh” kaki sekertaris itu bergetar, saat penis besar bosnya itu sudah masuk dan berdenyut hebat dalam vaginanya. “Wow, masih sempit ya…dirawat terus pasti..uuh…kamu memang sekertaris terbaikku…hmmf!” Irwan mengehentakan penisnya lagi, sleeb, sleeb, Rianti mendongakkan kepalanya keatas, sambil mendesah seiring hentakan hebat bos perusahaan itu.

Beberapa saat kemudian, hentakan penis irwan kini mulai berkelanjutan, maju mundur menggesek memek sempit milik Rianti. “Aaahn, ooh, uuhf…sssh…pak Irwan..kyaa” Rianti harus merasakan vaginanya kini disodok dengan cepat oleh penis besar bosnya sendiri. penis tegak itu keluar masuk dengan cepat, lubang sempit milik Rianti itu tak bisa menghalangi hasrat seks Irwan yang memuncak.

Rianti yang mulai lelah itu memilih merangkul Bosnya itu, buah dadanya bergoyang menabrak wajah bosnya itu. Sambil memandang buah dada menggoda yang bergoyang, serta wajah cantik sekertarisnya itu, Irwan terus menusuk dan mengoyak lubang vagina nikmat milik Rianti dengan penis besarnya. Irwan tak memperdulikan lagi apa yang mungkin didengar karyawannya yang lembur diluar ruangan itu.

“Aaahn,oooh,uuuhf, eih eih eih…. pak Irwan, saya… sudah oooh!” Irwan yang asyik menggerakkan pinggulnya terus itu tiba tiba merasakan penisnya dilumuri carian, sepertinya Rianti sudah klimaks. Penis besar itu malah makin giat keluar masuk setelah dilumasi cairan kewanitaan milik Rianti. “oooh, cup..mm…oooh… luar biasa… kamu memang spesial, Rianti…oooh” Irwan sambil mengolah memek Rianti itu, juga terus menjilati buah dada serta puting sekertarisnya itu.

Entah beberapa menit itu Rianti yang tampak sudah tak kuat menahan keperkasaan bosnya itu terus disetubuhi, lubang vaginanya tak henti diisi dan disodok penis besar yang terus tegang milik Irwan itu. Bos perusahaan itu harus mengakui, sekertarisnya itu memang sangat nikmat untuk diperkosa. “Rianti, Aku, ooh, sudah mau keluar” Irwan mengangkat rianti, lalu menurunkan cewek cantik itu didepannya. sekertaris cantik itu lalu melahap penis tegak yang sudah siap meluapkan isinya, “mm…mm…keluarkan semua pak…mm…mmf!” Crooot crooot crooot, penuh sekarang mulu Rianti oleh sperma bosnya sendiri. Rianti sempat batuk batuk, karena sperma bosnya itu menyembur dari penis tegak itu sampai masuk ketenggorokannya. “uhuk uhuk…mmmfg…gleeg…aaah..mm wow”, “Luar biasa, kamu pantas mendapati gajimu dinaikkan”, “mm…iya pak…terima kasih”

Rianti lalu berusaha berdiri, tapi tubuhnya masih lemas. Irwan membantunya duduk, lalu memakaikan pakaiannya tadi. Setelah berpakaian kembali, mereka keluar dari ruangan itu, “Kamu saya antar pulang ya..” Rianti kemudian berjalan dibopong oleh Irwan menuju mobil, dan segera pulang. tak sadar hari sudah larut malam. Rianti kemudian sudah diantar oleh Irwan dengan mobilnya. Bos perusahaan itu tak kuasa melihat sicantik itu tampak lemas dan terdiam saja, tubuhnya yang sangat menggoda itu membuat Irwan ingin mencicipi sekertarisnya itu lagi.

“Rianti, besok kamu tidak usah masuk dulu”, “mm…kenapa pak?”, “Kamu sekarang puasin saya lagi saja”, “Loh pak, mmf…mm..wah, pak Irwan, hehe” Rianti harus menuruti kemauan Bosnya itu. Irwan yang sudah menepikan mobilnya dipinggir jalan kembali bercinta bersama sekertarisnya. Dalam mobil itu rianti kembali disetubuhi, sampai Irwan benar benar merasa puas menyetubuhi sekertarisnya yang cantik dan mempesona itu. Rianti mendapati gajinya dinaikkan, tapi sekertaris cantik itu tau konsekuensinya ia harus menuruti keinginan bosnya itu, bila diajak meeting ataupun diajak bersetubuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here