Cerita Seks Dewasa Dengan Pacar Gelap

0
639

Cerita Seks Dewasa – kenalin nama ku bunga, umurku 22 tahun. wajahku oval degan mata sipit dan hidung mancung, bibirku mungil dan tinggiku hanya 155cm dengan berat badan hanya 45kg. badanku mungil dengan ukuran dada 32A. kulitku kuning langsat dan rambutku aku potong sasak sebahu.

pada suatu pagi aku joging di kompleks rumah di daerah surabaya selatan dekat marina mall. seperti biasa pagi itu aku jogging mengenakan kaos tanpa lengan dan celana training, akhirnya akupun kecapean dan istirahat di belakang mall marina, disana ada tukang bubur ayam, yang jual lumayan ganteng anaknya. akupun berkenala denganya, dia bernama rei umur 18 tahun dan putus sekolah sewaktu SMA. kulitnya cokelat, tinggi sekitar 165an dan wajahnya lumayan manis dengan badan berotot kecil.

aku goda dia dengan nyolek – nyolek perutnya. dan kamipun menjadi akrab. karena memang hari itu hujan gerimis membuat tempat itu sepi, akupun jadi iseng. “rei buburnya gratis ya,”

“wah enggak bisa mbak. masak gratis sih, terus aku ntar makan apa?”

aku iseng aja nyeletuk,”enggak usah makan, minum susu aja biar sehat,”

rei nampak bingung,”susu? mana susunya mbak?” ucapnya tertawa kecil.

aku mulai bernapsu dan akupun mengelus celana boxernya, “rei kamu mau enggak minum keringet mbak?” godaku,”ntar mbak kasih susu juga kalau kamu mau”

rei nampak kaget namun enggak menolak, “boleh mbak, tapi ntar disini ketauhan orang mbak, rei takut,”

akupun menggandeng rei menuju parkiran marina yang masih tutup, lalu membawanya ke toilet umum di belakang parkiran, setelah masuk aku tutup toilet itu. “rei disini aja, aku pengen kamu perkosa aku atau kalau kamu enggak mau aku teriak loh” ancamku

rei nampak menciumku dengan kasar, dia menjabak rambutku dengan tangan kananya dan tangan kirinya dengan kasar meremas vaginaku.

“lu minta kan? gua kasih!” seru rei menjilati leherku, dia menghisap air keringat dari leherku dan menggigit kupingku, tangan kananya sekarang meremas payudraku yang kiri dan tanga kirinya masih meremas vaginaku,

“aduh rei jangan keras keras arrch” ucapku menahan sakit, tanganku berusaha mendorong tangan kiri rei menjauh dari vaginaku namun gagal, dia memepetku ke tembok dan menggigit payu daraku bergantian.

aku mulai menikmati permainan itu, aku mulai menjambak rambutnya dan menarik kaos oblongnya ke atas dan melepasnya, aku melihat tubuhnya yang memiliki badan atletis dan perut sixpact. aku mendorongnya dan memepetnya ke pintu, “tubuhmu bagus sayang, biar aku puasin kamu ya” ucapku

aku menjilati mukanya turun ke leher dan dada bidangnya, aku gigit kecil pentil susunya dan kujilati perut sixpax nya, hingga aku sampai di celana boxernya, aku gigit celana itu dan menariknya kebawah, aku mencium bau amis dari tititnya namun aku tak peduli, aku meludahi celana dalam rei dia pun menjambak rambutku, “eh isepin titit gua” pintanya sambil mengeluarkan titit hitam penuh bulu miliknya, “ih jorok ah tititmu item gini” protesku, namun dia memaksa dan mendrong kepalaku, akupun menghisap titit rei yang tidak disunat itu.

titir hitam itu bau anyir namun entah mengapa aku menikmatinya, tak disangka rei pipis di mulutku, “uh sorry aku kebeket pipis nih” ucapnya.

air kencing kuning itu tumpah dari mulutku, aku tersedak dan melepaskan titit itu, pipisnya deras aku bagai mandi kencing.

“setan lu, baju ku basah kena kencingmu dasar bajingan!”

rei nampak marah dan menamparku, “diem lu lonte!” dia menggenggam pipiku dengan. kasar dan meludahi mulweutku, lalu dia memasuka kembali tititnya ke mulutku, “hisap yang enak”

aku kembali menghisapnya, tanganku mulai mengelus vaginaku sendiri dari balik celana trainingku, tak lama rei mendorongku hingga terjatuh di lantai, dia menimpaku dan duduk diatasku, “eh lonte, gua pingin lu jadi wanita gua, gimana elu mau? ntar gua kasih bubur gratis selamanya”

aku menggangguk sambil mengelus kakinya yang berbulu, aku elus naik ke pahanya dan selangkanganya, walau keluar bolot saat aku mengelus selangkangan itu, aku tidak jijik malah aku menelan bolot yang menempel di jari jariku . dia lalu dengan kasar menarik kaosku yang basah, membuatku kesakitan tapi nikmat, dia menarik dengan kedua tanganya dan merobek kaosku itu, lalu dia menggigit tali bhku sampai putus, lali dia menyedot susuku, dia emut susu kananku dan dia remas susu kiriku, tangan kananya meremas vaginaku denga kasar, dia jilati susuku lalu perutku dan akhirnya sampai di vaginaku, dia dengan rakus melahap vaginaku dari luar celanaku, berlahan dia turunkan celanaku dan celana dalamku.

“vaginamu jorok gini, mana bau, item, banyak bulunya!” protesna sambil menggigiti bulu vaginaku, dia mencukur buluku dengan cara menggigitinya dan membuang buluku dari mulutnya “piuh, ku potong dulu biar vaginamu enak dilihat”

“yang penting enak ,cobain aja di emut di makan ya sayang,” ucapku mengelua rambutnya yang kasar dan penuh keringat.

rei pun melahap dengan rakus vaginaku yang bulunya tinggal sedikit tak beraturan, aku menjambak rambutnya dan meracau “rei jahanam! ah ah enak enak!”

rei dengan sadis memasukan dua jarinya kedalam vaginaku dan mulutnya mengulum lidahku, sementara tangan kirinya meremas susuku, “hmmp hmmmp,” aku bertukar air ludah di mulutnya, air ludah rei asin namun aku tak peduli, mukut itu bau rokok namun aku tak peduli, lidahnya bertarung dengan lidahku bagai ular bertarung dengan naga.

“rei aku mau pipis” pintaku “lepasin dulu tanganmu rei” namun rei tak peduli.

“bentar” jawabnya, dia malah memasukan tititnya ke dalam vaginaku,”sekarang pipislah”

” rei tititmu keluarin dulu, mana bisa aku pipis kalau ada tititmu!” aku medorong dada rei

rei menamparku “udah pipis aja dasar lonte” ujarnya , kedua tanganya meremas susuku dan mulutnya mencium bibirku, aku yang tak tahan akhirnya benar – benar pipis, “aaaaafhhhaahshs” air pipisku mengalir tersendat – sendat karena titit rei menempel di vaginaku, dia lalu memompa tititnya di saat aku pipis, sensasinya nikmat, slep selp slep bunyi titit rei yang menggenjotku ditengah aku pipis.

‘re..rei re..rei enak ah ah ahc,” aku meracau sambil memegangi pundak rei, sesekali aku cakar dia, kakiku melingkar di pantatnya dan bibirku sesekali menggigit leher dan kuping rei dan menjilatinya.

rei membopongku dan dia duduk berselonjor, tanga kiriku bertopang pada pundaknya yang kekar dan tangan kananku menyangga di belakang badanku di belakang dan tititnya masih menancap di vaginaku, dia menghisap susuku dan memompaku dengan posisi duduk, kedua tanganya menyanga di belakang badanya sementara mulutnya tak henti menghisap susuku,
Cerita Seks Dewasa
“duh lu seret banget ya, mana doyan sex,jorok juga, jarang ada wanita binal kayak kamu sayang” ucapnya lalu kembali menyusu

srep srep srep bunyi tititnya yang memompaku,. rei mendorongku hingga aku tidur terlentang lalu dia melebarkan kakiku dan memompa dengan sangat cepat

“sayang sayang aku mau keluar, didalam ya!” nampak nafas rei menjadi kencang bagai kerbau yang berlari.

aku kaget dan meronta, aku enggak mau punya anak dari penjual bubur aku meronta dan mendorong badanya namun dia sangat kuat dan dia akhirnya mengeluarkan maninya di dalam vaginaku

tititnya berkedut di dalam vaginaku,”aaaargh aerrgh aku keluar sayang!” pekiknya, akupun menangis

tititnya masih menancap di vaginaku, dia mencium bibirku dan menjilat air mataku, “santai aja gua nikahin kok elu, sekarang balik badannlu” dia memaksaku untuk membalikan badan dan menungging seperti anjing, dengan titit yang masih menancap kembali membesar dan diapun kembali memompaku, tanganya tak tinggal diam terus meremasi susuku, sesekali mulutnya menggigit punggung dan pundaku, sesekali kami berciuman dan akhirnya dia mengeluarkan lagi maninya di vaginaku. “re..rei aku eggak mau hamil,” ucapku

dia menarik tititnya dan memaksaku menjilati tititnya sampai bersih “dah lonte, kalau lu hamil , gua mau kok jadi bapak anak anakmu” rei memberikan kaosnya kepadaku, “lu pulang pake kaosku aja kaos mu sobek kan,”

aku yang masih menangis tersedu sedu memakai kaosnya dan merapikan penampilanku, sebelum pulang nampak dia kembali bernafsu dan memepetku ke tembok, “sekali lagi ya sayang,” dia memelorotkan celana trainingku dan menggenjotku dalam keadaan berdiiri

dia mengangkat kaki kirirku dan menciumi bibirku dan menjilati leherku, dan kembali dia mengeluarkan mani di vaginaku, setelah itu dia nampak lemas dan terduduk di lantai, aku juga lemas namun aku tak mau berlama lama disana aku takut jika ada yg datang

itulah pertama kali aku berkenalan dengan rei yang kelak akan menjadi pacar gelapku, pacar yang selalu ada dikala nafsuku naik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here