Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

0
123

Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Cerita Mesum - Terlarang Antara aku dan Mertuaku
Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

 

Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku – Mertuaku adalah seorang janda bersama kulit yang putih, cantik, lembut, dan berwajah keibu ibuan, dia tetap mengenakan kebaya terkecuali terlihat rumah. Dan mengenakan daster panjang apabila di dalam rumah, dan rambutnya dikonde keatas supaya menampakkan kulit lehernya yang putih jenjang.

Sebenarnya semenjak aku tetap pacaran bersama anaknya, aku telah jatuh cinta padanya Aku sering bercengkerama dengannya meskipun aku paham hari itu pacarku kuliah. Diapun terlalu baik padaku, dan aku diperlakukan mirip bersama anak anaknya yang lain. Bahkan tidak jarang apabila aku kecapaian, dia memijat punggungku. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Setelah aku kawin bersama anaknya dan memboyong istriku kerumah kontrakanku, mertuaku rajin menengokku dan tidak jarang pula menginap satu atau dua malam. Karena rumahku hanya mempunyai satu kamar tidur, maka terkecuali mertuaku menginap, kita terpaksa tidur bertiga di dalam satu ranjang. Biasanya Ibu mertua tidur dekat tembok, kemudian istri ditengah dan aku dipinggir. Sambil tiduran kita umumnya ngobrol sampai tengah malam, dan tidak jarang pula disaat ngobrol tanganku bergerilya ketubuh istriku berasal dari bawah selimut, dan istriku tetap mendiamkannya. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Bahkan pernah suatu kali disaat kuperkirakan mertuaku telah tidur, kita diam diam laksanakan persetubuhan bersama istriku membelakangiku bersama posisi agak miring, kita melakukankannya bersama terlalu hati hati dan kondisi tegang. Beberapa kali aku tepaksa menghentikan kocokanku sebab was-was membangunkan mertuaku. Tapi pada akhirnya kita sanggup mengakhirinya bersama baik aku dan istriku terpuaskan meskipun tanpa rintihan dan desahan istriku.

Suatu malam meruaku ulang menginap dirumahku, layaknya biasa jam 21.00 kita telah dikamar tidur bertiga, sambil menyaksikan TV yang kita taruh didepan tempat tidur. Yang tidak biasa adalah istriku minta ia diposisi pinggir, bersama alasan dia tetap mondar mandir kedapur. Sehingga terpaksa aku menggeser ke ditengah meskipun sebetulnya aku risih, tapi sebab bisa saja telalu capai, aku langsung tidur khususnya dahulu. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Aku terjaga pukul 2.00 malam, layar TV telah mati. ditengah samar samar lampu tidur kulihat istriku tidur bersama pulasnya membelakangiku, sedangkan disebelah kiri mertuaku mendengkur halus membelakangiku pula. Hatiku berdesir disaat kulihat leher putih mulus mertuaku hanya lebih dari satu senti didepan bibirku, jadi lama tatapan mataku mejelajahi tubuhnya, birahiku merayap melihat wanita berumur yang lembut tergolek tanpa daya disebelahku..

Dengan berdebar debar kugeser tubuhku kearahnya supaya lenganku melekat terhadap punggungnya sedangkan telapak tanganku melekat di bokong, kudiamkan sejenak sambil tunggu reaksinya. Tidak tersedia reaksi, dengkur halusnya tetap teratur, keberanikan diriku melakukan tindakan lebih jauh, kuelus bokong yang tetap tertutup daster, perlahan sekali, kurasakan birahiku meningkat cepat. Penisku menjadi berdiri dan hati hati kumiringkan tubuhku menghadap mertuaku. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Kutarik daster bersama perlahan lahan keatas supaya pahanya yang putih mulus sanggup kusentuh langsung bersama telapak tanganku. Tanganku mengelus perlahan kulit yang mulus dan licin, pahanya keatas ulang pinggulnya, kemudian ulang kepahanya lagi, kunikmati sentuhan jariku inci demi inci, apalagi aku telah berani meremas bokongnya yang telah agak kendor dan tetap terbungkus CD.

Tiba tiba aku dikejutkan oleh gerakan mengedut terhadap bokongnya sekali, dan terhadap sementara yang mirip dengkurnya berhenti.
Aku ketakutan, kutarik tanganku, dan aku pura pura tidur, kulirik mertuaku tidak merubah posisi tidurnya dan kelihatannya dia tetap tidur. Kulirik istriku, dia tetap membelakangiku, Penisku telah terlalu tegang dan nafsu birahiku telah tinggi sekali, dan itu mengurangi akal sehatku dan terhadap sementara yang mirip meningkatkan keberanianku. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Setelah satu menit berlalu kondisi ulang normal, kuangkat sarungku supaya burungku yang berdiri tegak dan mengkilat menjadi bebas, kurapatkan tubuh bagian bawahku kebokong mertuaku supaya ujung penisku melekat terhadap pangkal pahanya yang tertutup CD. Kenikmatan menjadi menjalar di dalam penisku, aku jadi berani, kuselipkan ujung penisku di jepitan pangkal pahanya sambil kudorong sedikit sedikit, supaya kepala penisku kini terjepit penuh dipangkal pahanya, rasa penisku sedap sekali, apalagi disaat mertuaku mengeser kakinya sedikit, entah disengaja entah tidak.

Tanpa meninggalkan kewaspadaan mengamati gerak gerik istri, kurangkul tubuh mertuaku dan kuselipkan tanganku untuk meremas buah dadanya berasal dari luar daster tanpa BH. Cukup lama aku laksanakan remasan remasan lembut dan menggesekan gesekkan penisku dijepitan paha belakangnya. Aku tidak paham pasti apakah mertuaku tetap terlelap tidur atau tidak tapi yang pasti kurasakan puting dibalik dasternya menjadi mengeras. Dan kini kusadari bahwa dengkur halus berasal dari mertuaku telah hilang.., terkecuali begitu..pasti ibuku mertuaku telah terjaga..? Kenapa diam saja? kenapa dia tidak memukul atau menendangku, atau dia kasihan kepadaku? atau dia menikmati..? Oh.. aku jadi terangsang. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Tak senang bersama buah dadanya, tanganku menjadi ganti keperutnya dan turun keselangkangannya, tapi posisinya yang membuat tangan kananku tak sanggup menjangkau tempat sensitifnya. Tiba tiba ia bergerak, tangannya memegang tanganku, ulang aku pura pura tidur tanpa merrubah posisiku sambil berdebar debar tunggu reaksinya. Dari sudut mataku kulihat dia menoleh kepadaku, diangkatnya tanganku bersama lembut dan disingkirkannya berasal dari tubuhnya, dan disaat itupun dia telah paham bahwa dasternya telah tersingkap sementara ujung penisku yang telah mengeras terjepit di antara pahanya.
Jantungku rasanya berhenti tunggu reaksinya lebih jauh. Dia melihatku sekali lagi, terlihat samar samar tidak nampak kemarahan di dalam wajahnya, dan ini terlalu melegakanku .

Dan yang lebih mengejutkanku adalah dia tidak menggeser bokongnya menghindari tubuhku, tidak menyingkirkan penisku berasal dari jepitan pahanya dan apalagi membetulkan dasternya. Dia ulang memunggungiku meneruskan tidurnya, aku jadi percaya bahwa di awalnya mertuaku menikmati remasanku di payudaranya, perihal ini membuat aku berani untuk mengulangi perbuatanku untuk memeluk dan meremas buah dadanya. Tidak tersedia penolakan disaat tanganku menyelusup dan memutar mutar secara lembut langsung keputing teteknya lewat kancing depan dasternya yang telah kulepas. Walaupun mertuaku berpura pura tidur dan bersikap pasif, tapi aku dengar nafasnya telah memburu. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Cukup lama kumainkan susunya sambil kusodokkan kemaluanku di antara jepitan pahanya pelan pelan, tapi sebab pahanya kering, aku tidak mendapat kenikmatan yang memadai, Kuangkat pelan pelan pahanya bersama tanganku, supaya aku penisku terjepit di dalam pahanya bersama lebih sempurna, tapi dia justru membalikkan badannya menjadi terlentang, supaya tangannya yang berada disebelah tangannya nyaris menyetuh penisku, sejalan bersama itu tangan kirinya mencari selimutnya menutupi tubuhnya. Kutengok istri yang berada dibelakangku, dia terlihat tetap nyenyak tidurnya dan tidak paham bahwa suatu hal tengah berlangsung diranjangnya. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Kusingkap dasternya yang berada di bawah selimut, dan tanganku merayap kebawah CDnya. Dan kurasakan vaginanya yang hangat dan berbulu halus itu telah basah. Jari tanganku menjadi mengelus, mengocok dan meremas kemaluan mertuaku. Nafasnya jadi memburu sementara dia terlihat berusaha untuk menghambat gerakan pinggulnya, yang kadang kadang terangkat, kadang mengeser kekiri kanan sedikit. Kunikmati wajahnya yang tegang sambil sekali kali menggigit bibirnya. Hampir saja aku tak sanggup menghambat nafsu untuk mencium bibirnya, tapi aku langsung paham bahwa itu dapat mengakibatkan gerakan yang sanggup membangunkan istriku. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Setelah lebih dari satu sementara tangan kanannya tetap pasif, maka kubimbing tangannya untuk mengelus elus penisku, meskipun agak alot pada akhirnya dia mau mengelus penisku, meremas apalagi mengocoknya. Agak lama kita saling meremas, mengelus, mengocok dan jadi lama cepat, sampai kurasakan dia telah mendekati puncaknya, mertuakan mengakses matanya, dipandanginya wajahku erat erat, kerut dahinya menegang dan lebih dari satu detik kemudian dia menghentakkan kepalanya menengadah kebelakang. Tangan kirinya mencengkeram dan menekan tanganku yang tengah mengocok lobang kemaluannya. Kurasakan semprotan cairan di pangkal telapak tanganku. Mertuaku raih puncak kenikmatan, dia telah orgasme. Dan terhadap sementara nyaris yang sejalan air maniku menyemprot kepahanya dan membasahi telapak tangannya. Kenikmatan yang luar biasa kudapatkan malam ini, kejadianya begitu saja berlangsung tanpa rencana apalagi di awalnya membayangkanpun aku tidak berani.

Sejak kejadian itu, telah sebulan lebih mertuaku tidak pernah menginap dirumahku, meskipun komunikasi bersama istriku tetap lancar lewat telpon. Istriku tidak sangsi apa apa tapi aku sendiri menjadi rindu, aku terobsesi untuk melakukannya lebih jauh lagi. Kucoba lebih dari satu kali kutelepon, tapi tetap tidak mau menerima. Akhirnya setelah kupertimbangkan maka kuputuskan aku kudu menemuinya. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Hari itu aku sengaja masuk kantor separo hari, dan aku punya niat menemuinya dirumahnya, sesampai dirumahnya kulihat tokonya sepi pengunjung, hanya dua orang penjaga tokonya terlihar asik tengah ngobrol. Tokonya terdapat lebih dari satu meter berasal dari tempat tinggal induk yang cukup besar dan luas. Aku langsung masuk kerumah mertuaku setelah basa basi bersama penjaga tokonya yang kukenal bersama baik. Aku disambut bersama ramah oleh mertuaku, seolah olah tidak pernah berlangsung suatu hal apa apa, antara kita berdua, padahal sikapku terlalu kikuk dan tidak benar tingkah.

“Tumben tumbenan singgah kesini terhadap jam kantor?”
“Ya Bu, soalnya Ibu nggak pernah kesana ulang sih”
Mertuaku hanya tertawa mendengarkan jawabanku
“Ton. Ibu was-was ah.. wong kamu terkecuali tidur tangannya kemana mana.., Untung istrimu nggak lihat, terkecuali dia lihat.. wah.. sanggup berabe semua nantinya..”
“Kalau nggak tersedia Sri gimana Bu..?” tanyaku lebih berani.
“Ah kamu tersedia tersedia saja, Memangnya Sri tetap kurang ngasinya, koq tetap minta nambah mirip ibunya.”
“Soalnya ibunya mirip cantiknya bersama anaknya” gombalku.
“Sudahlah, kamu makan saja pernah nanti terkecuali mau istirahat, kamar depan sanggup dipakai, kebetulan tadi matang pepes” selesai berkata ibuku masuk ke kamarnya. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Aku bimbang, makan pernah atau menyusul mertua kekamar. Ternyata nafsuku mengalahkan rasa lapar, aku langsung menyusul masuk kekamar, tapi bukan dikamar depan layaknya perintahnya melainkan kekamar tidur mertuaku. Pelan pelan kubuka pintu kamarnya yang tidak terkunci, kulihat dia baru saja merebahkan badannya dikasur, dan matanya menatapku, tidak mengundangku tapi termasuk tidak tersedia penolakan berasal dari tatapannya. Aku langsung naik keranjang dan perlahan lahan kupeluk tubuhnya yang gemulai, dan kutempelkan bibirku penuh kelembutan. Mertuaku menatapku sejenak sebelum akan pada akhirnya memejamkan matanya menikmati ciuman lembutku. Kami berciuman cukup lama, dan saling meraba dan di dalam sekejap kita telah tidak berpakaian, dan nafas kita saling memburu. Sejauh ini mertuaku hanya mengelus punggung dan kepalaku saja, sementara tanganku telah mengelus paha bagian dalam. Ketika jariku menjadi menyentuh vaginanya yang tipis dan berbulu halus, dia sengaja mengakses pahanya lebar lebar, hanya sebentar jariku meraba kemaluanya yang telah terlalu basah itu, langsung kulepas ciumanku dan kuarahkan mulutku ke vagina merona basah itu. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Pada awalannya dia menampik dan menutup pahanya erat erat.
“Emoh.. Ah nganggo tangan wae, saru ah.. risih..” tapi aku tak mengindahkan kata katanya dan aku setengah memaksa, pada akhirnya dia mengalah dan membebaskan aku menikmati sajian yang terlalu mempesona itu, kadang kadang kujilati klitorisnya, kadang kusedot sedot, apalagi kujepit itil mertuaku bersama bibirku lalu kutarik tarik keluar.
“Terus nak Ton.., Enak banget.. oh.. Ibu wis suwe ora ngrasakke penak koyo ngene sstt”
Mertuaku telah merintih rintih bersama suara halus, sementara sambil mengakses lebar pahanya, pinggulnya sering diangkat dan diputar putar halus. Tangan kiriku yang meremas remas buah dadanya, kini jariku telah masuk kedalam mulutnya untuk disedot sedot.

Ketika kulihat mertuaku telah mendekati klimax, maka kuhentikan jilatanku dimemeknya, kusodorkan kontolku kemulutnya, tapi dia mengikis wajah kekiri dan kekanan, mati matian tidak mau mengisap penisku. Dan akupun tidak mau memaksakan kehendak, ulang kucium bibirnya, kutindih tubuhnya dan kudekap erat erat, kubuka leber lebar pahanya dan kuarahkan ujung penisku yang mengkilat dibibr vaginanya. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Mertuaku telah tanpa daya di dalam pelukanku, kumainkan penisku dibibir kemaluannya yang telah basah, kumasukkan kepala penis, kukocok kocok sedikt, kemudian kutarik ulang lebih dari satu kali kulakukan.
“Enak Bu?”
“He eh, dikocok koyo ngono tempikku keri, wis cukup Ton, manukmu blesekno sin jero..”
“Sekedap malih Bu, taksih eco ngaten, keri sekedik sekedik”
“Wis wis, aku wis ora tahan meneh, blesekno sih jero meneh Ton oohh.. ssttss.. Ibu wis ora tahan meneh, aduh sedap banget tempikku” sambil berkata begitu diangkatnya tinggi tinggi bokongnya, sejalan bersama itu kumasukkan kontolku jadi kedalam memeknya sampai kepangkalnya, kutekan kontolku di dalam dalam, sementara Ibu mertuaku berusaha memutar mutar pinggulnya, kukocokkan penisku bersama irama yang tetap, sementara tubuhnya rapat kudekap, bibirku melekat dipipinya, kadang kujilat lehernya, ekspresi wajahnya berpindah ganti. Rupanya Ibu anak mirip saja, terkecuali tengah menikmati sex mulutnya tidak sanggup diam, berasal dari kata jorok sampai rintihan apalagi mendekati tangisan. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Ketika rintihannya menjadi mengeras dan wajahnya telah diangkat keatas aku langsung paham bahwa mertua dapat langsung orgasme, kukocok kontolku jadi cepat.
“Ton..aduh aduh.. Tempikku senut senut, ssttss.. Heeh kontolmu gede, sedap banget.. Ton aku meh metu.. oohh.. Aku wis metu..oohh.”

Mertuaku menjerit cukup keras dan sejalan bersama itu aku merasakan semprotan cairan di dalam vaginanya. Tubuhnya lemas di dalam dekapanku, kubiarkan lebih dari satu menit untuk menikmati sisa sisa orgasmenya sementara aku sendiri di dalam posisi nanggung.
Kucabut penisku yang basah kuyup oleh lendirnya memekknya, dan kusodorkan ke mulutnya, tapi dia tetap menampik tapi dia menggegam penisku untuk dikocok didepan wajahnya. Ketika kocokkannya jadi cepat, aku tidak tahan ulang dan muncratlah lahar maniku kewajahnya. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

Siang itu aku terlalu senang demikian termasuk mertuaku, apalagi sebelum akan pulang aku sempat melakukannya lagi, ronde kedua ini mertuaku sanggup mengimbangi permainanku, dan kita bermain cukup lama dan kita sanggup sampai raih orgasme terhadap sementara yang sama. Cerita Mesum – Terlarang Antara aku dan Mertuaku

 

wsd4d.com

Togel Online | Dominoqq Togel HK | Bandarq | Togel SGP | Sabung Ayam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here