Cerita Mesum – Tari Dan Ayahnya Yang Perkasa

0
250

Cerita Mesum – Tari Dan Ayahnya Yang Perkasa

Cerita Mesum - Tari Dan Ayahnya Yang Perkasa
Cerita Mesum – Tari Dan Ayahnya Yang Perkasa

Cerita Mesum – Sudah nyaris sebulan saya tinggal kembali di rumah orang tuaku. Suamiku menyuruhku untuk tinggal bersama orang tuaku kembali karena dia sangsi saya memasukan pria lain di didalam rumah kontrakan kami. Namun selagi saya kembali tinggal di rumah orang tuaku, kondisi rumah tangga orang tuaku termasuk tengah tidak harmonis, nyaris tiap hari terjadi pertengkaran di antara ibu dan ayahku, walaupun saya tidak mengetahui apa penyebabnya. Dan hari ini ibu dan papa bertengkar lagi, penyebabnya ibu menampik selagi papa minta berhubungan badan. Cerita Mesum

Sorenya ibu menentukan untuk pergi kerumah kakek dan nenek orang tua dari pihak ibu. Sekitar jam 21.00 papa tiba di rumah setelah mengantar ibu ke terminal Bekasi. Selesai makan, papa berkunjung ke kamarku.
Tari, kamu telah tidur belum” kata ayahku sambil mengetuk pintu.
“Belum yah masuk aja” teriakku dari didalam kamar. Aku telah berbaring di tempat tidur. Lalu papa membuka pintu kamarku. Kulihat papa menatapku dari depan pintu bersama raut mukanya seakan senang menanggis.
“Ayah kenaoa?” tanyaku sambil bangkit dan mengusahakan untuk duduk di tempat tidur. Ayah pun langsung masuk ke kamarku dan duduk di sampingku. Di alantas memelukku sambil meneteskan airmata.
“Tari, Ayah tak mengetahui harus berbuat apa lagi…ibumu telah tak senang papa ajak berhubungan badan sedang papa masih perlu itu” kata papa sembari tangisannya pecah.Aku pun ikut terbujuk bersama tangisan ayah, saya ikut meneteskan air mata.
“Ayah yang sabar yaaa…mungkin ibu kembali gak sedap hati…tapi Tari yakin nanti ibu terkecuali kondisi hatinya telah membaik pasti senang diajak berhubungan badan lagi…” hiburku. Mendengar ucapanku papa selanjutnya menatapku dan mencium keningku dan berkata,
“Iya..ayah dapat mengusahakan untuk selamanya sabar hadapi ibu kamu…karena papa sayang terhadap kalian berdua” ujarnya.
Cerita Dewasa – Kemudian papa mencium kedua pipiku, namun selagi papa dapat berpaling secara tidak sengaja bibir papa menyentuh bibirku,
Dan saya tiba-tiba ada perasaan aneh terhadap diriku, saya mulai terangsang, saya menjadi terbayang selagi bercumbu bersama Janu dan Imam lebih dari satu selagi lalu. Aku kemudian mengecup bibir ayahku dan mecoba untuk memasukan lidahku ke mulutnya. Ayahku yang agak gelagapan ruapnya mulai terangsang, dia membalas ciumanku bersama menjulurkan lidahnya sehingga lidah kita bertautan. Makain lama ayahku tambah terangsang, disibakkannya selimut yang menutupi badanku sehingga saya yang selagi itu memakai daster mulai digerayangi ayahku. Lidah kita masih bertautan menyebabkan tambah bergejolak nafsu seks kami. Aku biarkan saja disaat tangan ayahku mulai merayap di paha putihku yang tambah naik sehingga menyentuh celana dalamku. Jari tengahnya mulai mengelus memekku vaginaku dari luar celana dalam. Tubuhku menggelinjang dibuatnya. Cerita Mesum
Ciuman dan hisapan berlanjut terus, selagi tangan ayahku masih saja mengelus memekku yang masih terbungkus celana dalam. Darahku berdesir, mataku terpejam. Semakin kupejamkan mataku tambah melayang perasaanku, sembari nikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Ayah kemudian melepaskan ciuamannya, dia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai memekku, saya tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah nikmati belaiannya, selagi dia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.
Dengan ganasnya papa kembali menciumi bibirku lagi, yang serta merta kubalas bersama hisapan terhadap lidahnya. Mungkin selagi itu gairahku tambah menggelegak akibat tangannya yang mulai menelusup masuk ke memekku lewat sela-sela celana dalamku, membelai lembut memekku. Cerita Mesum
“Aaahhh…yah…sudah terlalu jauh ini yah…” desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega selagi tangan kekarnya meninggalkan memekku, toketku yang montok dan puting yang menggoda, membuatnya tambah penasaran. Dia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berganti ke telinga dan leherku, untuk kembali kembali ke bibir dan lidahku. Ayah kemudian menjilati dan menghisap putingku di sela-sela desah dan rintihku yang terlalu nikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang tambah lama tambah menggelora ini,
“Sssthhh papa telah yah…cukup sampai disini aja yah…” ucapku. Tapi papa tak menghiraukannya, dia terus saja merangsangku. Bahkan tanganya mulai melepaskan semua pakaiannya, sehingga kini ia terlalu telanjang bulat.
Kontolnya yang besar dan berotot mengacung tegang dihadapanku. Seketika mataku menjadi terbelalak disaat melihatnya. Ukuran kontolnya sebetulnya lebih besar dari ukuran kontol suamiku. Dan saat itu juga itu termasuk memekku tiba-tiba berdenyut tak karuan. Tak habis pikir akibat dari keisenganku tadi yang hanya menghendaki mencium pipinya saja sekarang telah berlanjut sedemikian jauh. Ayahpun melepaskan putingku dari mulutnya selanjutnya dia bangkit, berlutut dan kemudian mengangkangi betisku. Lidahnya menggoda selakanganku bersama jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CDku, yang nyaris semili kembali menyentuh bibir memekku. Yang mampu kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menghendaki lebih dari itu namun akal sehatku masih perlihatkan bahwa ini kelakuan yang salah. Cerita Mesum
Ayahpun menyibakkan CDku, jilatannya sekarang berubah kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi.
“Stop yah hentikan…” ucapku. Bagaikan terkena setrum, rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan selagi lidah papa melalap memekku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.
“Oooohhh…aaahhh…yaahhh…” desahku. Pikiranku terlalu bercabang namun herannya saya selamanya mengangkatkan pantatku, selagi tanganku menampik kepalanya sambil mengacak-acak dan menjambak-jambak rambutnya. Lendir gairah mengalir dari lubang memekku, selagi lidah dan mulut papa yang tak henti mengejar sambil menjilat dan menghisap memekku. Kenikmatan merebak cepat sekali, berpangkal dari memekku menuju ke semua tubuhku, menyebabkan pandanganku gelap dan kepalaku mulai melayang. Aku merasakan ada yang menghendaki meletup terhadap diriku. Mungkin papa mengetahui juga, langsung papa melepaskan lidahnya dari memekku, selanjutnya coba melepaskan dasterku dan celana dalamku yang telah basah kuyup tak karuan,
“Hentikan yah…jangan…” tolakku. Meskipun saya menolaknya namun saya selamanya saja mengangkat pantatku untuk memudahkan aksinya. Cerita Mesum
Kami berdua kini sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar papa berlutut di depanku. Lubang memekku mulai panas, basah dan berdenyut-denyut lihat batang kontol papa yang tegang besar kekar berotot. Oohh..betul-betul luar biasa nafsu birahiku tambah mengebu-gebu. Entah mengapa saya begitu terangsang lihat batang kontol yang bukan mempunyai suamiku. Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena saya mengetahui sebentar kembali saya dapat disetubuhi oleh papa kandungku sendiri. Kupasrahkan diriku disaat papa mulai membuka kakiku sampai mengangkang lebar, selanjutnya papa menurunkan pantatnya dan menuntun kontolnya ke lubang bibir memekku. Kerongkonganku tercekat selagi kepala kontol papa menembus memekku. “Sleeeppp…”.
“Aaahhhh…besar sekali yaahhh…” teriakku. Walau telah basah berlendir, tak urung kontolnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang memekku yang belum dulu merasakan kontol sebesar ini, membuatku menggigit bibir mencegah kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit. Cerita Mesum
Tanpa terburu-buru, kembali papa menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung bersama lembut, kadang menggodaku bersama menggesekkan giginya terhadap putingku, tak sampai menggigitnya, selanjutnya kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tak ada tara, selagi setengah kontolnya bergerak perlahan dan lembut menembus memekku. Dia menyodok memekku secara perlahan namun pasti. Memancing gairahku tambah bergelora dan lendir birahi tambah banyak meleleh di memekku, melicinkan jalur masuk kontol berotot ini ke didalam liang kenikmatanku langkah demi tahap.
Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, menyebabkan kepalaku mulai tambah melayang didera kenikmatan yang tambah bergairah. Akhirnya nafsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini terlalu telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap semua anggapan jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku menghendaki mengarungi permainan sex bersama ayahku ini lebih dalam.
“Oooohhh yesss….enak yah…genjot terus yaaahhh….masukin lebih didalam lagi….aaahhhh….” desah nakalku. Aku merasakan suatu rangsangan yang hebat di didalam diriku. Seluruh rongga memekku mulai penuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding memekku digesek batang kontol papa yang super besar dan keras ini.
Akhirnya semua batang kontol papa yang kekar dan besar itu tertelan ke didalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir memekku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, papa mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, Cerita Mesum
“Aduuuh yah nikmat sekali…aaahhh…” desahku lagi. Aku pun tak kuasa kembali untuk tidak merespon kenikmatan ini bersama membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan pada akhirnya napasku tambah tersengal-sengal diselingi desah-desah penuh kenikmatan. Dan tiba-tiba papa bertanya padaku disela-sela saya nikmati kedahsyatan kontolnya.
“Tari sayang…nikmat mana bersama kontol suamimu…?”.
Otakku terlalu terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa. Jawabanku terlalu diluar kesadaranku, Cerita Mesum
“Yang mengetahui besar kontol ayah…jauh lebih nikmat juga…”.
Tak hanya itu papa tambah gencar melontarkan pertanyaan yang aneh-aneh,
“Memek Tari kembali diapain nih sama kontol ayah…”
Aku terdiam bingung senang menjawab apa.
“Jawab kembali dientot yah…” kata ayahku mengajariku untuk menjawab layaknya itu dan suruh mengulaingnya berkali-kali. Akupun menurutinya, dasar saya kembali terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu menjawab layaknya apa yang telah diajarkan papa padaku. Cerita Mesum
“Aaahhhh…ssstthh….lagi dientot yah…”
Aku lama-lama tambah berani mengulangnya lebih-lebih bersama tambahan kata-kata,
“Yeesss…aaahhh…sodok terus memekku memakai kontolmu yang besar itu sayang….”.
Apa yang terjadi terlalu luar biasa, papa menjadi tambah beringas mendengar ucapanku itu, genjotannya tambah membabi buta batang kontol yang besar berurat menghajar habis lubang memekku tanpa ampun dan akupun tambah histeris dibuatnya, kata-kataku tambah vulgar
“Aaaahhh…ayah sedap sekali yah…entotin terus memekku yaaaaahhhh…kontolmu terlalu istimewa…”
Entah apa yang terjadi terhadap diriku. Begitu antutiasnya saya merespon kalimat vulgar ayahku ini, tak dulu kusadari begitu nikmatnya disetubuhi laki-laki yang bukan suamiku sendiri.Terus menerus kita saling memberi kenikmatan, selagi lidah papa kembali menari di putingku yang sebetulnya gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku terlalu nikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa setruman nikmat tambah menjadi-jadi merebak berpusat dari memek dan putingku, keseluruh tubuhku sampai ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga mulai seakan tubuhku melayang. KOntolnya yang dahsyat tambah cepat dan kasar menggenjot memekku dan menggesek-gesek dinding memekku yang mencengkeram erat. Cerita Mesum
Hisapan dan jilatannya terhadap putingku pun tambah cepat dan bernafsu. Aku begitu menikmatinya sampai pada akhirnya semua tubuhku mulai penuh setruman birahi yang intensitasnya terus jadi tambah seakan tanpa henti sampai pada akhirnya semua tubuhku bergelinjang liar tanpa mampu kukendalikan selagi kenikmatan gairah ini meledak didalam semua tubuhku. Desahanku telah berganti bersama erangan erangan liar kata kataku tambah vulgar. Cerita Mesum
“Sodok yang keras yaaahhh…genjot terusss…aaahhh…sodokkan kontolmu sampe mentok…Ooohh.. ayah.. bukan main.. enaknya.. ngentoooot denganmuuuu…”. Mendengar celotehanku, papa yang pendiam berubah menjadi tambah beringas layaknya banteng kedaton dan yang menyebabkan saya terlalu takluk adalah staminanya yang bukan main perkasa, tidak dulu kudapatkan layaknya ini dari suamiku.
Aku terlalu telah lupa siapa diriku yang telah bersuami ini, yang saya rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang menghendaki kunikmati sepuas-puasnya yang belum dulu kurasakan bersama suamiku. Ayahku mengombang ambingkan diriku dilautan kenikmatan yang maha luas, seakan dapat tak ada tepinya. Akhirnya saya tidak mampu kembali mencegah gelombang kenikmatan melanda semua tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku
“Oooohhh…ayah…aku keluaaaarrr…aaaaaaah…” pekikku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya coba mencegah kenikmatan didalam tubuhku, papa mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kontolnya dalam-dalam dan memutar-mutar keras sekali. Klitorisku yang telah begitu mengeras habis digencetnya. Cerita Mesum
“Aaaahh…sstttsshh…nimkat sekali tekan terus itilkuu…” erangku liar.
Ledakan kenikmatan orgasmeku menyemburkan lendir orgasme didalam memekku, kupeluk erat tubuh ayahku sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang dikupingnya selagi papa terus menjalankan sambil menekan kontolnya perlahan, di mana tiap tiap mili kontolnya menggesek dinding memekku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan didalam tubuhku yang tidak mampu kulontarkan bersama kata-kata.
Beberapa detik kenikmatan yang kurasakan pada akhirnya berakhir bersama tubuhku terkulai lemas dan kontol ayahpun masih tertancap didalam memekku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Bapak mengecup bibir, pipi dan leherku bersama lembut dan mesra, selagi kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku bersama erat, membuatku terlalu mulai aman, terlindung dan mulai terlalu disayangi. Ayah sama sekali tidak menjalankan kontolnya yang masih besar dan keras di didalam memekku. Dia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.
Setelah saya kembali mengetahui dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, saya pun mulai membalas ciumannya, memancing papa untuk kembali memainkan lidahnya terhadap lidahku dan menghisap bibir dan lidahku tambah liar. Sekarang saya tidak canggung kembali bersetubuh bersama ayahku ini. Gairahku yang sempat menurun nampak tambah terpancing dan saya mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan kontolnya terhadap dinding memekku. Respon gerakan pantatku membuatnya tambah liar dan saya tambah berani melayani gairahnya yang sebetulnya tampaknya tambah liar saja. Cerita Mesum
Genjotan kontolnya didalam memekku tambah dipercepat, kasar dan liar. Aku terlalu tidak menyangka mampu terangsang lagi, umumnya setelah bersetubuh bersama suamiku setelah klimaks rasanya malas sekali untuk bercumbu kembali namun kali ini papa memberiku pengalaman baru walaupun telah mengalami klimaks yang maha dahsyat tadi, saya masih mampu nikmati rangsangannya kembali oleh genjotan kontolnya yang tambah bernafsu, tambah cepat, tambah kasar, sampai pada akhirnya ledakan lendir birahiku menetes kembali bertubi-tubi dari didalam memekku. Cerita Mesum
Kemudian papa untuk berbalik, inilah model yang paling kusenangi “doggy style” bersama model nungging saya mampu merasakan semua batang kemaluan suamiku dan sekarang saya dapat merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa. Dengan bergegas saya menungging kubuka kakiku lebar-lebar, kutatap mukanya sayu sambil berkata,
“Ini model kesukaan ku yah, ayo sodokan kontol gede papa dari belakang ke lubang memekku”
Ayahku menatap bokongku bersama penuh nafsu, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah di mana bibir memekku telah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang telah tidak sabar menghendaki melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu. Cerita Mesum
Sambil memegang batang kontolnya disodokannya ketempat yang dituju. “Bleess…..”
“Sssthhh..aaahhhh…enak sekali yah…sodok yang kenceng….” erangku mencegah nikmat. Mataku mendelik merasakan betapa besar dan panjang batang kontolnya menyodok liang kenikmatanku, urat kemaluannya mulai sekali menggesek rongga memekku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang tengah menungging ini. Hambatan yang selamanya kuhadapi bersama suamiku didalam model ‘doggy style’ ini adalah terhadap selagi saya masih didalam langkah ‘menanjak’ suamiku telah terlalu cepat keluar, suamiku hanya mampu bertahan tidak cukup dari 2 menit. Cerita Mesum
Tapi lain bersama ayahku, telah lebih dari 15 menit menggarapku bersama model ‘doggy style’ ini tanpa ada tanda-tanda mengendur. Oh bukan maiin rasanya, bagai kesurupan saya menggeleng-gelengkan kepalaku, eranganku telah berubah menjadi pekikan kenikmatan, tubuhku kuayunkan maju mundur mengimbangi gerakan ayah, disaat kebelakang kusentakan keras sekali menyongsong sodokannya sehingga batang kontolnya yang besar dan panjang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lubang memekku. Kenikmatanku bukan kembali terhadap langkah “menanjak” namun telah berada diawang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.
“Oooo…ayah saya keluaarr lagiii…aaahhhh…” saya melenguh panjang menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat tambah nikmat bersama mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan kontolnya yang besar sedalam-dalamnya di didalam vaginaku, sambil kusedot-sedotkan memekku serasa menghendaki memeras batang kemaluannya untuk meraih semua kenikmatan semaksimal mungkin. Cerita Mesum
Setelah mengejang lebih dari satu detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan papa yang menindih tubuhku dari belakang. Berat sebetulnya tubuhnya, namun papa mengetahui itu dan langsung menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh bersama rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum dulu saya rasakan sebelumnya bersama suamiku.
Ayah memelukku dan mencium pipiku, membuatku mulai tambah nyaman dan puas.
“Tari sayang, istirahatnya nanti sekalian papa belum orgasme sayang…” katanya lembut. Aku terlalu terperanjat saya telah dua kali klimaks namun papa belum termasuk keluar, bukan main perkasanya. Biasanya tambah suamiku lebih dulu dari saya klimaksnya, kadang-kadang saya tambah tidak mampu mencapai klimaks bersama suamiku karena suamiku puas terburu-buru. Cerita Mesum
Merasa saya telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan kembali kulahap batang kontolnya, kujilat buah zakarnya lebih-lebih selangkangannya. Kulihat papa menggeliat penuh kenikmatan,
“Ooohhh…Tariii…sedot terus sayang…enak sekali tariii…aaaahhh…” erangnya. Ayah mengerang penuh semangat membuatku tambah bergairah saja menlahap batang kontolnya yang besar, untuk tambah merangsang dirinya saya merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kontolnya dari mulutku, kutunggingkan pantatku, kuputar-putar sambil kuhentak- hentakan ke belakang, lihat gerakan erotisku papa tambah mendengus-dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya saya hanya menghendaki merangsang papa untuk mampu cepat ejakulasinya tambah saya merasakan birahiku bangkit lagi, memekku mulai berdenyut-denyut dan klitorisku mengeras lagi.
“Apakah ini yang dinamakan multiple orgasm yang banyak dibicarakan oleh teman-temanku?” tanyaku didalam hati. LUmatanku tambah beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan kembali kepalaku naik turun cepat sekali, tubuh papa menggelinjang hebat, pada akhirnya kurasakan memekku menghendaki melahap kembali batang kontolnya yang masih perkasa ini, bersama cepat saya terlepas kontolnya dari mulutku langsung saya merangkak keatas tubuhnya kuraih batang kontolnya selanjutnya kududuki sembari kutuju ke memekku yang masih lapar itu. “Bleess… ”
“Ooohhh Tari kamu nakal sekali selagi memasukan kontoku ke didalam lubang memekmu…” pujinya. Ayah memujiku setinggi langit lihat begitu antutiasnya saya meladeninya lebih-lebih mampu kukatakan baru pertama kali inilah saya begitu antutias begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang terlalu perkasa ini. Kugoyangkan pinggulku searah jarun jam, cepatnya sekali, kadang kuangkat pantatku selanjutnya kujatuhkan bersama penuh tenaga sehingga batang kontol yang besar itu melesak didalam sekali. Cerita Mesum
“Ayo Tariii…goyang terusss…habisi kontol papa sayaaaang….” erang nakalnya. Kini giliran papa mengerang lebih-lebih mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak mampu kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku mulai seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di didalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan semua tenagaku bersama memutar menggenjot lebih-lebih menekan keras sekali pantatku, kali ini saya yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar saya putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.
Batang kontolnya kugenjot dan kupelintir habis. Bahkan kukontraksikan otot-otot memekku sehingga kontol yang besar itu mulai bagai didalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang memekku. Dan yang terjadi adalah benar–benar membuatku bangga sekali, ayahku bagai layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sesekali dia menghendaki melepaskan tubuhku darinya namun tidak kuberikan kesempatan itu lebih-lebih kutekan kembali pantatku lebih keras, batang kontolnya tambah tambah melesak semuanya lebih-lebih rambut kemaluannya telah menyatu bersama rambut kemaluanku, klitorisku yang lapar dapat birahi telah mengacung keras tambah merah membara tergencet batang kontolnya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan keremas remas. Cerita Mesum
Ayahku sama sekali tidak menyangka saya dapat menjadi begitu beringas, begitu liar didalam menunggangi tubuhnya, selanjutnya papa bangkit, bersama posisi duduk dia menjilati putingku bersama rakusnya. Rasanya tubuhku tambah panas. Lalu kubusungkan kedua toketku.
“Hisep kenceng putingku yaaahhh…aaaahhhh..yesss….” rancauku.
“Aaahhh…Tari sayaaang sedap sekali main diposisi ini…” balasnya. Batang kontol papa melesak didalam sekali menembus memekku. Ayah mendengus-dengus kurasakan batang kontolnya mengembung pertanda spermanya tiap tiap selagi dapat muncrat,
“Ooohhh…Tariiii…aku keluaaarrr….keluarkan diluar apa didalam..?”
“Aku termasuk keluaaar yaaahhh…jangan cabut konlmuuu…aaaaahhh keluarin di didalam ajaaa…aaaaahhhh…”
Bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekali, tubuhku mengejang disaat kurasakan semburan sperma di didalam rahimku. Ayah memuncratkan spermanya di didalam rongga memekku, mulai kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan. Gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, tak kusangka tambah sering klimaks tambah luar biasa rasa nikmatnya jiwaku. Kutekan, kujepit, kekepit semua tubuhnya mulai batang kontolnya, pantatnya, pinggangnya lebih-lebih dadanya yang kekar kupeluk erat sekali. Cerita Mesum
Seluruh cairan spermanya kuperas dari batang kontolnya yang tengah terjepit menyatu di didalam lubang memekku. Aku merasakan kenikmatan yang sungguh luar biasa. Aku cemas dapat ketagihan bersama batang kontol ayahku yang maha dahsyat ini. Klimaks yang ketiga ini menyebabkan tubuhku mulai lemas sekali, kemudian dia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, saya merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku mulai terlalu dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang ringan bagiku untuk mendapatkannya di didalam satu kali permainan sex. Dan akhir cerita kamipun tertidur pulas. Cerita Mesum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here