Cerita Mesum Si Bocah Rudi

0
249

Cerita Mesum Si Bocah Rudi

Warung Mesum – Pagi itu Rudi sedang nonton TV. Bocah kelas 6 SD itu sedang asik menonton kartun favoritnya. Minggu itu ia memilih untuk dirumah saja. Baru menonton sebentar, tiba-tiba listrik di rumahnya mati.

“Bu, kok lampunya mati?”

“Iya, listriknya lagi dibenenerin, kamu nonton di rumah pak Parto aja sana”

“Yaahhh, iya deh” sahut Rudi sambal berjalan keluar rumahnya menuju rumah pak Parto.

Sesampainya di depan rumah itu, Rudi menekan bel beberapa kali, tetapi tak seorang pun yang keluar. Karena takut kartun favoritnya keburu habis, ia langsung saja masuk ke dalam rumah karena rumah pak Parto kebetulan tidak di kunci pintunya. Tak tampak seorang pun di dalam rumah itu. Tanpa sungkan-sungkan Rudi langsung saja menyalakan tv, dan melanjutkan menonton kartun favoritnya.

Setelah kartun favoritnya habis, Rudi yang masih bingung karena rumah itu kosong, akhirnya mengelilingi rumah itu. Saat sampai di kamar pak Parto, tampak kosong, sepertinya sedang keluar. Selanjutnya tampak sebuah kamar, dan terdengar suara, saat Rudi melihat kedalam kamar itu, ternyata ada seorang perempuan lagi telanjang bulat sambil main laptop.

“Eh, Rudi, kok kamu bisa masuk?”, tanya seorang anak perempuan yang ternyata anak pak Parto yang bernama Lili.

“Eh, maaf kak, di rumah mati lampu, jadi saya kesini buat nonton kartun kesukaan saya. Terus tadi pintunya gak di kunci, jadi saya langsung masuk nonton tv di bawah”,

“Ooh, gitu ya”,

“kak Lili kok telanjang?”,

“Hehe, lagi pengen aja, kenapa emangnya?” Rudi cukup heran, perempuan dewasa kok telanjang dan gak malu dilihat sama orang lain.

“emangnya gak dingin kak?”,

“Nggak kok, udah biasa..” Rudi sempat tertegun melihat tubuh Lili, tampak toketnya yang cukup besar dan begitu menarik baginya, juga paha mulus Lili yang menutup selangkangannya.

“Kak, lagi ngerjain apa?”,

“lagi main game nih, kamu mau main?”,

“Mau dong kak”,

“Sini, kakak pangku” Rudi malu, namun akhirnya ia sudah ada di pangkuan Lili.

Game yang dimainkan kak Lili memang seru sekali, namun Rudi bingungan karena ada yang kenyal-kenyal terasa dipunggungnya.

“Gantian dong mainnya dek” Lili merebut kemudi permainan game itu, sedang Rudi masih berada di pangkuan Lili.

Wajah Lili tepat berada disebelah wajah Rudi, Rudi sempat tertegun memandangi wajah cantik itu. Lili menoleh, dan melihat Rudi yang melongo,

“Kok melongo, hmmm? Cupp” Lili mencium pipi Rudi, lalu lanjut bermain game.

Rudi masih bingung apa yang membuatnya gelisah. Ia pun kembali menonton Lili yang sedang asik bermain game, sambil sesekali memandangi tubuh Lili.

“Rudi, pindah yuk, mainnya di kasur aja” Lili lalu berpindah kekasur sambil membawa laptopnya.

Perempuan yang telanjang itu merebahkan tubuhnya di kasur dan menaruh laptopnya diatas toket yang indah itu.

“Rudi kok bengong, sini sini” Rudi lalu mendekat dan merebahkan tubuhnya disebelah Lili.

Rudi melihat laptop itu bergoyang-goyang, karena diletakkan diatas toket kenyal milik Lili.

“kak, laptopnya goyang terus, ga susah mainnya?”,

“iya nih, makanya pegangin dong dek, kamu naik ke perut aku sini” Rudi menurut, ia naik keatas perut Lili yang mulus itu, lalu meraih laptop itu.

Tangannya memegang bagian atas laptop untuk menahan.

Entah kenapa burung kecilnya Rudi tegak di dalam celananya.

“Aduh, masih goyang-goyang nih, pegang bawahnya aja dek” Rudi lalu memindahkan tangannyake bagian kanan dan kiri laptop.

Rudi merasakan tangannya menyentuh toket kenyal milik Lili. Lili tampak tersenyum sambil bermain game, Rudi makin bingung.

“Yee, udah menang banyak nih”,

“iyaa? Wah kak Lili hebat”,

“Hehe, laptopnya taruh sana dong Rudi” Rudi memindahkan laptop itu, kini Lili yang telanjang bulat itu telentang di atas kasur dengan begitu menggoda.

“Sini dek, kita main yang lebih asyik”,

“Main apa nih kak?”,

“Sini, kamu ke atas perutku lagi” Rudi menurut, kembali ia mengambil posisi yang sama.

“Terus ngapain kak?”,

“Pegang ini yach” Tangan Rudi segera dipandu oleh Lili, dan mendarat di toket kenyal milik Lili.

“Terus kak?”,

“Tangan kamu coba deh diputer-puter di atas situ ya” Rudi menurut lagi, kedua tangannya yang menempel di toket Lili kini berputar putar, menggoyangkan benda kenyal nan montok itu.

“Pantes laptopnya goyang kak, ini kenyal begini, kayak jelly”,

“mmmff…iya… tuh tau…uuuhh” Rudi bingung, kenapa Lili mendesah.

Terus saja Rudi memutar-mutar toket Lili, karena penasaran, Rudi menepuk-nepuk toket itu.

“Lucu kak bunyinya, hehe” Lili makin mendesah, kakinya bergerak-gerak.

Rudi penasaran dengan benda yang mencuat dan mengeras di toket Lili.

“kak, ini kok keras begini?” Rudi memencet dan memutar mutar puting pink Lili.

“Aaahh.. mmmff… iya, gapapa itu.. ooohh.. puter aja.. mmmff” Rudi dengan asyik memencet dan memutar-mutar puting Lili, lalu ia teringat kalau itu puting ASI.

“Kak Lili, ini bisa keluar air susunya kan kak? Rudi coba ya.. mmmff” Lili mendesah keras, perempuan itu sepertinya keenakan setelah toketnya dimainkan oleh Rudi.

Mulut Rudi sekarang sudah menyedot-nyedot puting Lili.

“Kok gak keluar susunya ya kak? Kurang keras ya? Mmmff” Rudi menggigit kecil puting pink Lili.

“Aaahh! Uuughf.. ssshh.. ooohh..” Rudi seperti orang bingung, bergantian ia kenyot puting kanan dan puting kiri di toket Lili itu, anak SD itu juga meremas toket montok itu.

Titit mungil Rudi tampak tegak dalam celana itu juga berdenyut menempel ke perut Lili.

“Aduh kak, Rudi mau pipis”,

“Pipis di sini aja dek, buka aja, ooohh”

Rudi menurut, ia membuka celananya, croott, cairan putih menetes di toket Lili.

Rudi masih bingung karena yang keluar bukan air kencing.

“Kok yang keluar putih ya kak?” Lili lalu mengangkat Rudi dan merebahkan tubuh anak SD itu di kasur, langsung saja titit mungil itu dilahap masuk dalam mulutnya.

“kak, kok burung Rudi diemut?” Tanpa menjawab, Lili menjilati burung kecil dalam mulutnya itu dengan hebat, Rudi tampak merem-melek.

Titit Rudi yang sedan tegak itu terasa begitu nikmat di mulut Lili.

“mm…mm…sluurp…mm… Lucu ya burung kamu dek.. mm”,

“geli kak, uuugh, mmff”. Setelah puas menikmati burung mungil milik Rudi, Lili duduk dan membuka selangkangannya.

“Rudi, sini, liat nih, lubang kakak.”,

“Lubang apa nih kak? Kok basah?”,

“Sini deketan, coba kamu pegang aja…” Rudi menempelkan jarinya ke atas bibir memek Lili, terasa bulu bulu halus di sekitar lubang itu.

“lucu ya kak, wah, itu apa yang kayak kelereng?” Rudi mencubit klitoris Lili.

“Aaaghh! Nakal Rudi, tau aja sih kamu”,

“Maaf kak, nggemesin soalnya”,

“Hehe, jilatin sekalian deh lubang aku dek”,

“Emang enak ya kak?”,

“Enak dong, airnya minum sekalian, enak itu” Rudi menurut lagi, Kepalanya melesat ke selangkangan Lili.

Mulutnya menempel di lubang itu dan lidahnya masuk kedalam. Rudi langsung menyedot-nyedot lubang itu dan merasakan air dalam lubang itu cukup berbeda.

“mm…mm…sluurp..mm… Airnya kok asem-asem gimana gitu kak?”,

“Aaahh, iya terusin dek, kayaknya kamu haus. ooohh” Rudi memang tampak haus sekali, segera saja lidahnya bergerak menjilati dinding memek Lili, sambil menikmati cairan dalam lubang itu.

Lili merem melek sambil memegangi kakinya, saat Rudi sibuk menggerakkan kepalanya dan menikmati memek basah Lili.

“Rudi, kamu lepas pakaian kamu semua dong”,

“Ngapain kak?”, ”Udaah, biar cepet selesai permainannya” Rudi melepas pakaiannya.

Lili lalu kembali tidur diatas kasur dengan membuka selangkangannya.

“Rudi, burung kamu masih berdiri kan?”,

“Iya nih kak”,

“Masukin ke lubangku yach”,

“Bisa ya kak?”,

“Bisa dong, enak loh” Rudi menurut. Cepat saja titit mungil Rudi tenggelam dalam memek basah Lili, walau tidak mengisi penuh memek sempit itu.

“Aaagh! Geli deh sama burung kecil kamu”,

“hangat ya lubangnya kak Lili”,

“Kamu gerakin maju mundur dong dek, uuugh” Rudi menggerakkan tititnya maju mundur dalam lubang itu, tentu adegan persetubuhan antara seorang wanita dengan anak kecil ini jarang terjadi.

Rudi mempercepat gerakan tititnya menusuk memek basah Lili, karena ia merasa burungnya tak begitu sulit untuk bergerak keluar masuk.

“Aaaagh…mmff…uuhh…oohh… terus dek…ssshh…oouuhh” Rudi memeluk erat tubuh Lili, kepalanya menempel di atas toket montok yang bergoyang itu.

Tititnya masih bergerak terus, diiringi suara desahan indah Lili dan suara tabrakan tubuh mereka berdua. Rudi tidak sadar sudah menyetubuhi perempuan yang lebih tua darinya, dan tentu saja ia senang-senang saja. Beberapa menit tak berhenti titit Rudi mengobok-obok memek Lili.

“Kak Lili, Aku mau kencing lagi, aahh!” Croott croot croot, Rudi mengisi lubang memek Lili dengan cairan putih.

Setelah itu Rudi tergeletak kelelahan disebelah Lili. Lili lalu berdiri dan mani Rudi menetes keluar dari lubang memek itu tanpa ada bercak merah, sepertinya keperawanan Lili tidak hilang.

“Makasih ya dek udah mau maen sama kakak”,

“Iya kak, aduh sampe lemes”,

“Aduh kaciaan, sini-sini aku peluk…” Lili lalu memeluk erat tubuh Rudi di atas kasur itu dengan toketnya menempel pada wajah Rudi.

“Seru kak permainannya, hehe”,

“Iya dong, hehe, puting aku emut lagi aja dek, biar kamu cepet tidur juga”.

Puting Lili kembali dikenyot Rudi, sambil tampak dalam pelukan anak SD yang lelah itu mulai tertidur. Lili tersenyum karena hari itu ia mengalami sesuatu yang tak terlupakan sepanjang hidupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here