Cerita Mesum Sex PNS Hot Terbaru

0
204

Cerita Mesum Sex PNS Hot Terbaru

Cerita Mesum Sex PNS Terbaru
Cerita Mesum Sex PNS Terbaru

Warung Mesum Wisata tamasya Romantis Bali Perkenalkan Namaku Agus satu orang PNS, guna keterpencilan saya tak bakal menyuratkan th terjadinya sejarah ini dan nama original. Namun narasi ini ialah asli adanya. bln November saya menurunkan prajabatan PNS, yah tidak ada yg kukenal di prajabatan ini, dikarenakan itu saya berikhtiar buat mencari sohib sebanyak-banyaknya. Pagi itu merupakan jam awal, saya sila di bangku lapisan sektor pula, kulirik kiri dan kanan. tidak ada yanmg kukenal, namun ada satu yg menyentak perhatianku, seseorang perawan elegan sila tidak jauh dariku, beliau terlihat ramah dan senantiasa tersenyum, kulitnya sawo matang, namun bagiku ia nampak yg paling elegan di kasta. dirinya dulu memperkenalkan diri.

“Nama aku Ni Ketut yayi Ariyani, saya tutor tari Bali, nama anda siapa-siapa? kok ngeliatin berulang sih?”
saya menjadi salah tingkah, dulu saya menjawab,

pemaafan� ya mbok tut, nama aku Agus, abis ga ada yg dikenal sih…”
kini� kan udah kenal,emang usia anda berapa? kok manggil mbok”
“25 mbok, emang kenapa?”
“oh, emang bener anda manggil saya mbok, usia saya 28.”
“Oh…”

biarpun dirinya bilang umurnya 28 tapi beliau tak kelihatan setua itu, perawakannya lebih pendek semenjak saya dan badannya sintal. Sejak perkenalan itu saya tidak jarang ngobrol berdua terhadap dikala prajabatan selagi 2 pekan itu, smsan dan telpon-telponan, ia kembali tidak jarang ditengok sama laki-laki yg sama temen-temen saya dipanggil raksasa, dimas bilang sih itu tunangannya, saya kesel tengah tapi apa daya saya hanya dapat senyum, tapi memang lah terhadap disaat itu saya belum merasakan apa-apa.
untuk saat sehari sebelum penyetopan dirinya bilang begini,
“Gus, kelak abis pembubaran kita piknik yuk!?”
“ayuk”, kataku dgn suka hati, “emang ingin kemana mbok?”
“yah, ke gambar hidup atau kemana gitu.”
“oke..”

kala itu turun, saya dah siap-siap terhadap penyudahan dan tidak lengah saya mengambil baju tukar, demikian rampung penghentian ana berangkat ke film, beta nonton dan sengaja pilih bangku paling tepi, entah mengapa saya mulai sejak cerah bernoda, dulu saya memeluk beliau, beliau tak memulangkan. dulu saya beranikan diri guna mencium beliau, ia malah menyongsong ciumanku bersama hangat. beta berciuman lama sekali, saya melumat bibirnya dgn penuh hasrat, sesudah beberapa menit beliau berkata,

nyatanya� perasaan gak mampu bohong ya.”
“iya…”
saya tidak ragu semula buat memeluk dan menciumnya apalagi saya wirawan menerkam payudaranya mulai sejak dalam bajunya sementara ia tambah mencekam dadaku, hasilnya ana rampung nonton bioskop dulu saya berkata,
“De..putusin laki-laki anda ya, trus nikah ma aku.”
“Ga sanggup gus, saya ma dirinya dah lebih bermula pacaran aku dah lumrah begituan, tengah dibantenin aja ana dah menjadi laki istri…”

saya kecewa dan beram tapi ga sanggup apa-apa, hasilnya saya bilang,
“Terserah.”
saya tak sempat ngehubungi beliau sewaktu beberapa hri, hasilnya saya berpikir natural saya tak kira kira masuk ke dalam kehidupannya, yah… saya hasilnya menghubungi ia tambah dan awak ngobrol seperti jamak tidak dengan ada kasus pula dan terhadap satu buah dikala beliau menggandeng saya makan di ayam manusia Solo.
saya juga sebagai orang yg lebih pailit semenjak dirinya terang tak memecat. ana berangkat kesana lagi abdi memesan meja di ruang lepas rokok yg sepi dan eksklusif.

Setelah selesai makan, aku dan dia yang duduk bersebelahan menumpahkan rasa kangen. Kami saling mencium, saling melumat dan saling memegang. Aku berkata padanya,
“De, aku pingin buat cupang di leher kamu.”
“Coba aja!”
Aku mencoba menghisap lehernya untuk membuat cupang tetapi gagal, dia lalu tertawa sambil berkata,
“He… he… he… bukan gitu caranya, nih aku contohin”, dia mulai beraksi. Entah bagaimana caranya dia mengisap, yang jelas rasanya aku melayang-layang, aku cuma mendesah,
“Ah… ah…”

“Tuh kan, dah merah”, kata dia sambil menunjuk leher aku.
“Dasar… De, kita pulang yuk.”
“ayuk.”
Dede lalu membayar makanan sementara aku langsung menuju mobilnya. Sesampai di rumah, pikiranku kacau karena cupang itu, aku langsung nge-sms dia,
“De… aku kepingin cupangnya bukan di leher, aku pingin di dada, aku juga pingin buat cupang di dada kamu.”

Aku kira dia marah, tapi dia malah ngebalas,
“Gus, aku sayang ma kamu, kalau kamu buat cupang di dadaku boleh kok, selain itu sebagai tanda sayang aku, aku pingin 3d.”
“Apaan tuh 3d?”, balasku.
“Diputer, Dijilat trus Dicelupin.”
“Hah!! Beneran? Atau becanda nih?”
“beneran, masak aku main-main.”
“Kapan kamu mau? Tapi aku belum pernah lho sayang, apa mesti pake pengaman?”
“Aku pinginnya ga pake, tapi kalau kamu ragu lebih baik pake aja, waktunya nanti aja kalau ada kesempatan, gimana?”
“Oke deh, met istirahat ya sayang…”
“Istirahat apaan aku kan harus nari di Hotel sayang, nanti kalau aku ga balas berarti aku masih sibuk atau ada si dia sama aku.”

“Ya deh, met kerja ya sayang.”
Yah, ini adalah jadwal harian dia, dia adalah seorang penari Bali dan kadang dia nari di hotel kadang malah sampai ke luar negeri.
Lama aku menunggu waktu itu, akhirnya aku mendapat kesempatan pelatihan 4 hari. Tetapi karena kecerdikan panitia pelatihan itu hanya 3 hari. Berarti aku hanya punya waktu 1 hari. Aku langsung nge-sms dia,
“De… besok ga ngajarkan? Kita laksanakan rencana kita yuk?”
“ayuk, nanti aku jemput dimana?”
“Jemput aku ditempat pelatihan di Jalan Hayam wuruk.”
“Oke!”

Besoknya aku sudah menunggu dia di tempat pelatihan. Beberapa menit kemudian dia tiba. Aku langsung naik ke mobilnya dan ganti baju di dalamnya. Aku yang udah nafsu lalu bilang,
“Kita mau kemana? ayuk”, Dede memakai baju yang agak ngepres di badannya, sementara di bagian bawah dia hanya mengenakan kain pantai, ketika aku lirik ternyata dia tidak mengunnakan apa-apa selain kain pantai dan tentu saja cd.
“Jangan gitu, kita makan dulu yuk…”
Kami lalu makan, selanjutnya kami menuju bungalow di Kuta, namun sebelumnya kami sudah membeli makan siang terlebih dahulu.

Sesampainya di kamar bungalow, dia lalu menutup pintu, aku yang udah nafsu langsung menyerbunya. Dia lalu berkata,
“Ga jadi ah…”
“Trus kita ngapain kesini?”
“ngobrol sambil tiduran.”
“Enak aja”, aku langsung menyerbu dia berusaha melepas bajunya dan kain pantainya, lalu dia bilang,
“Sabar dong sayang.” Dede lalu mematikan lampu, lalu menutup korden yang tadi belum tertutup, aku memang udah nafsu liat kemolekan dia jadi ga memperhatikan itu. Akhirnya aku menyerbu dia, kali ini aku tidak menemuka perlawanan berarti, dia udah siap. Aku mencium dia dengan nafsu, lalu melepas bajunya dan kain pantainya, tubuhnya kini hanya ditutupi BH dan CD. Dia lalu bilang,
“Gus… Aku pernah dioperasi di payudara dulu ada tonjolannya.”
BHnya aku lepas lalu aku menciumi payudaranya dengan lembut,
“ehm… ehm…”

“Gus… ka… mu… be….bbener lembut… ah ah ahh..”
Desahannya membuat aku bernafsu, lalu aku melepas bajuku dan celana ku sehingga aku telanjang di depan dia, CD diapun kulepas, dia lalu berkata,
“Gus… pake kondom dulu ya sayang…”
Dia lalu memakaikan aku kondom, aku yang masih awam langsung saja memasukkan punyaku ke dalam vaginanya. Beberapa menit kemudian aku udah keluar, yah karena aku belum pengalaman, dia melepas kondomku dan berkata,

“Ga apa-apa kan baru pertama.”
Belum berapa menit nafsuku naik lagi. Aku langsung menyentuh payudaranya, kali ini dia lebih pintar dia lalu berkata,
“Gus… sekarang kamu di bawah ya, aku yang di atas.”
aku rebah di bawah, dia pelan-pelan memasukkan penisku ke vaginanya,
“uh… enak sekali…”, aku mendesah.
Diapun mendesah,

“Ah… ah… nikmat sekali….ah… ah…”
Goyangannya betul-betul luar biasa, aku sampai merem melek, bodynya yang sintal bergoyang di atasku, aku memegang payudaranya sambil sesekali menciumnya,
“ah… nikmat sekali rasanya”, ditengah-tengah kenikmatan itu tiba-tiba dia mengejang dan melepaskan vaginanya sambil terengah-engah.
“Aku belum keluar kok dah selesai De?”
“Cape… dan kayanya dah keluar Gus.”
Aku langsung menindihnya dan memasukkan penisku ke vaginanya dan mengocoknya dengan cepat karena tanggung pkirku, akhirnya,
“ah…”
Spermaku tumpah, aku langsung menarik penis ku keluar dan langsung mengeluarka spermaku di perutnya. Dede lalu berkata,
“Sekarang gantian, aku yang belum keluar nih.”
“Yah…”

Aku lalu memasukkan jariku ke vaginanya dan mengocoknya.
“ah..ah…ah…ah…”, Dede mendesah keras.
“gimana De, enak kan?”
“enak banget… ah…ah… ah…”
Tiba-tiba dia memeluk aku erat sekali sambil mencium dada aku hingga cupang.
Kamipun tertidur, dan sorenya pulang.
Kami masih kontak beberapa minggu, hingga ada satu kejadian jelek yang aku dan dia alami. Kami nonton di bioskop berdua dan disudut seperti biasa, selanjutnya kami berciuman, lalu tanganku bergerilya ke selangkangannya, tangan dia pun juga sama. Aku memasukkan tanganku ke vaginanya dan tangannya juga mulai mengocok penisku

“Ah… ah… ah…” Desahan kami berdua berirama.
Akhirnya tanganku terasa basah dan dia mengejang… Aku sama sekali belum keluar tapi film keburu selesai. Di perjalanan pulang akhirnya kami ribut, karena dia ingin pisah dariku dan kembali ke tunangannya. Aku berusaha membela diri tapi dia sudah berketetapan.
Akhirnya kami berpisah dan aku tidak pernah bertemu dengan dia sampai akhirnya dia menikah dengan tunangannya yang juga penari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here