Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

0
375

Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Cerita Mesum - Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML
Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Cerita MesumSemakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML – Sore itu saya baru pulang berasal dari rumah temanku. Karena perjalanan pulang lewat kampusku, maka sekalian saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke sana bersama obyek melihat nilai UTS-ku dan mencatat jadwal SP (Semester Pendek). Kumasuki halaman kampus dan kuparkirkan sepeda motor Honda Vario ku. Saat itu waktu sudah memperlihatkan jam 17.35, di tempat parkir pun hanya terlihat 3-4 kendaraan. Aku langsung memasuki gedung fakultasku, di sana lorong-lorong sudah gelap hanya diterangi lebih dari satu lampu downlight, supaya suasananya remang-remang, kadangkala timbul perasaan ngeri di gedung tua itu sepertinya hanya saya sendirian, lebih-lebih suara, cara kakiku menaiki tangga pun menggema. Akhirnya sampai termasuk saya di tingkat 4 di mana pengumuman hasil ujian dan jadwal SP dipasang. Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Ketika saya sedang melihat hasil UTS-ku berasal dari lantai bawah sekonyong-konyomg terdengar cara pelan yang menuju ke sini. Sadar atau tidak kurasakan bulu kudukku berdiri dan membayangkan makhluk apa yang nantinya akan muncul. Ah konyol, kubuang asumsi itu jauh-jauh, hantu mana mungkin terdengar bunyi langkahnya. Suara cara itu semakin mendekat dan selanjutnya kulihat sosoknya, oohh, ternyata lain berasal dari yang kubayangkan, yang terlihat ternyata seorang gadis cantik. Aku pun mengenalnya kendati tidak kenal dekat, dia adalah mahasiswi yang dulu sekelas denganku di dalam keliru satu mata kuliah, namanya Vita, orangnya tinggi langsing, pahanya jenjang dan mulus, buah dadanya pun membusung indah, kuperkirakan ukurannya 34B, dipercantik bersama rambut panjang kemerahan yang dikuncir ke belakang dan muka oval yang putih mulus. Dia termasuk termasuk keliru satu bunga kampus.

“Hai.. sore, senang melihat nilai ya?” tanyaku berbasa-basi.
“Iya, anda termasuk ya?” jawabnya bersama tersenyum manis.
Aku selanjutnya meneruskan mencatat jadwal SP, waktu dia sedang mencari-cari NRP dan melihat hasil ujiannya.
“Sori, boleh pinjam bolpoin dan kertas? gua senang catat jadwal nih,” tanyanya.
“Ooo, boleh, boleh gua termasuk sudah selesai kok,” saya selanjutnya memberikannya secarik kertas dan bolpoinku.
“Eh, omong-omong anda kok baru berkunjung saat ini malam-malam gini, nggak was-was gedungnya sudah gelap gini?” tanyaku.
“Iya, sekalian lewat aja kok, menjadi berkunjung ke sini, anda sendiri termasuk kok berkunjung jam segini?”
“Sama nih, gua termasuk baru pulang berasal dari teman dan lewat sini, menjadi biar sekali jalanlah.” Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Kami pun merasa mengobrol, dan percakapan kita semakin melebar dan semakin akrab. Hingga kini belum ada seorang pun yang terlihat di tempat kita supaya merasa timbul asumsi kotorku terlebih lagi hanya ada sepasang pria dan wanita di dalam tempat remang-remang. Aku merasa merasakan senjataku menggeliat dan mengeras. Kupandangi muka cantiknya, muka kita saling menatap dan tanpa sadar wajahku semakin mendekati wajahnya. Ketika semakin dekat tiba-tiba wajahnya maju menyambutku supaya bibir kita saat ini saling berpagutan. Tanganku pun merasa mengelilingi pinggangnya yang ramping. Sekarang mulutnya merasa membuka dan lidah kita saling beradu, rupanya dia memadai pakar termasuk di dalam berciuman, nampaknya ini bukan pertama kalinya dia melakukannya. Wangi minyak wangi dan desah nafasnya yang sudah tidak beraturan menambah gairahku untuk berbuat lebih jauh, tanganku kini merasa turun meremas-remas pantatnya yang montok dan berisi, dia termasuk membalasnya bersama melepas kancing kemejaku satu persatu. Tiba-tiba saya sadar sedang di tempat yang salah, langsung kulepas ciumanku.

“Jangan di sini, gua tau tempat aman, ayo ikut gua!”
Kuajak dia ke lantai 3, kita menelusuri koridor yang remang-remang itu menuju ke sebuah ruangan kosong bekas ruangan mahasiswa penggemar alam, sejak team penggemar alam rubah ke area lain yang lebih besar ruangan ini dikosongkan hanya untuk menyimpan peralatan bekas dan kerap tidak dikunci. Kubuka pintu dan kutekan saklar di tembok, ruangan itu hampir tidak ada apa-apa, hanya sebuah meja dan kursi kayu jati yang sandarannya sudah bengkok, lebih dari satu perkakas usang, dan sebuah matras bekas yang berlubang. Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Segera sesudah tombol kunci kutekan, kudekap tubuhnya yang sedang bersandar di pinggir meja. Sambil berciuman tangan kita saling melucuti baju masing-masing. Setelah kulepas tank top dan branya, kulihat tubuh putih mulus bersama payudara kencang dan putingnya yang kemerahan. Saat itu saya dan dia sudah topless tinggal Mengenakan celana panjang saja. Kuarahkan mulutku ke dada kanannya waktu tanganku melepas kancing celananya selanjutnya merasa menyusup ke balik celana itu. Kurasakan kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan sudah becek oleh cairan kenikmatan. Puting yang sudah menegang itu kusapu bersama permukaan kasar lidahku sampai dia menggelinjang-gelinjang disertai desahan. Dengan jari telunjuk dan jari manis kurenggangkan bibir kemaluannya dan jari tengahku kumainkan di bibir dan di dalam lubang itu menyebabkan desahannya jadi tambah hebat sambil menarik-narik rambutku.

Akhirnya bersama perlahan-lahan kuturunkan celana beserta celana dalamnya sampai lepas. Kubuka resleting celanaku selanjutnya kuturunkan CD-ku supaya menyembullah senjata yang berasal dari tadi sudah mengeras itu. Tangannya ikut membimbing senjataku memasuki liang vaginanya, sesudah masuk lebih dari satu kusentakkan badanku ke depan supaya dia menjerit kecil. Aku merasa menjalankan badanku maju mundur, semakin lama frekuensinya semakin cepat supaya dia mengerang-erang keenakan, tanganku sibuk meremas-remas payudara montoknya, dan lidahku menjilati leher dan telinganya. Aku konsisten mendesaknya bersama dorongan-dorongan badanku, sampai selanjutnya saya merasakan tangannya yang mengelilingi leherku semakin erat serta jepitan ke dua pahanya mengencang. Saat itu gerakanku semakin kupercepat, erangannya pun jadi tambah dahsyat sampai diakhiri bersama jeritan kecil, seiring bersama itu kurasakan pula cairan hangat menyelubungi senjataku dan spermaku merasa mengalir di di dalam rahimnya. Kami nikmati klimaks pertama ini bersama saling berpelukan dan bercumbu mesra. Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Tiba-tihba terdengar nada kunci dibuka dan gagang pintu diputar, pintu pun terbuka, ternyata yang masuk adalah Pak Atmo, kepala karyawan gedung ini yang termasuk memegang kunci ruangan, orangnya berumur 50-an keatas, rambutnya sudah agak beruban, tapi badannya masih gagah. Kami kaget sebab kehadirannya, saya langsung menambah celanaku yang sudah merosot, Vita berlindung di belakang badanku untuk menutupi tubuh telanjangnya.

“Wah, wah, wah saya pikir ada maling di sini, eh.. ternyata ada sepasang kekasih lagi berasik ria!” katanya sambil berkacak pinggang.
“Maaf Pak, kita sebetulnya salah, tolong Pak jangan bilang serupa siapa-siapa mengenai hal ini,” kataku terbata-bata.
“Hmm.. baik saya tentu akan jaga rahasia ini kok, asal..”
“Asal apa Pak?” tanyaku.
Orang tua itu menutup pintu dan berjalan mendekati kami.
“Asal saya boleh ikut merasakan si cewek ini, he.. he.. he..!” katanya sambil konsisten mendekati kita bersama senyum mengerikan.
“Jangan, Pak, jangan!”

Dengan muka pucat Vita berjalan mundur sambil menutupi dada dan kemaluannya untuk menghindar, tapi dia terdesak di sudut ruangan. Kesempatan itu langsung dipakai Pak Atmo untuk mendekap tubuh Vita. Dia langsung memegangi ke dua pergelangan tangan Vita dan mengangkatnya ke atas. “Ahh.. jangan gitu Pak, lepasin saya atau.. eemmhh..!” belum sempat Vita melanjutkan perkataannya, Pak Atmo sudah melumat bibirnya bersama ganas. Sekarang Vita sudah merasa berhenti meronta supaya tangan Pak Atmo sudah merasa melepas pegangannya dan perlahan-lahan merasa turun ke payudara kanan Vita selanjutnya meremas-remasnya bersama gemas. Entah mengapa berasal dari tadi saya hanya diam saja tanpa berbuat apa-apa tak hanya bengong melihat adegan panas itu, terlalu kontras nampaknya Vita yang berparas cantik itu sedang digerayangi oleh Pak Atmo yang tua dan bopengan itu, seperti beauty plus the beast saja, di dalam hati berkata, “Dasar bandot tua, sudah ganggu acara orang masih minta anggota pula.” Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Ciuman Pak Atmo pada bibir Vita kini merasa merambat turun ke lehernya, dijilatinya leher jenjang Vita sesudah itu dia merasa menciumi payudara Vita sambil tangannya mengobok-obok liang vagina Vita. Diperlakukan seperti itu Vita sudah tidak bisa apa-apa lagi, hanya pasrah sambil mendesah-desah, “Pak.. aakhh.. jangan.. eemmhh.. sudah Pak!” Setelah bahagia “menyusu” Pak Atmo merasa menjelajahi tubuh anggota bawah Vita bersama jilatan dan ciumannya. Setelah menyita posisi berjongkok Pak Atmo mengaitkan kaki kanan Vita di bahunya dan mengarahkan mulutnya untuk mencium kemaluan yang sudah basah itu sambil sesekali menusukan jarinya. Sementara Pak Atmo mengerjai anggota bawah, saya melumat bibirnya dan meremas buah dadanya yang montok itu, putingnya yang sudah tegang itu kupencet dan kupuntir.

Masih terlihat sadar warna kemerahan bekas gigitan dan sisa-sisa ludah pada payudara kirinya yang tadi menjadi bulan-bulanan Pak Atmo. Tak lama sesudah itu kurasakan dia mencengkram lenganku bersama keras dan nafasnya semakin memburu, ciumannya pun semakin dalam. Rupanya dia meraih orgasme sebab oral seks-nya Pak Atmo dan kulihat Pak Atmo termasuk sedang asyik menghisap cairan yang terlihat berasal dari liang senggamanya supaya menyebabkan tubuh Vita menegang lebih dari satu waktu dan berasal dari mulutnya terdengar erangan-erangan yang terkendala oleh ciumanku. Sekarang saya menyebabkan posisi Vita menungging di matras yang kugelar di lantai. Kesetubuhi dia berasal dari belakang, sambil meremas-remas pantat dan payudaranya. Pak Atmo melepas pakaiannya sampai bugil, sesudah itu dia berlutut di depan muka Vita. Tanpa diperintah Vita langsung meraih penis yang besar dan hitam itu, mula-mula dijilatinya benda itu, dikulumnya buah pelir itu sejenak selanjutnya dimasukkannya benda itu ke mulutnya. Pak Atmo mendengus dan merem melek kenikmatan oleh kuluman Vita, dia menjejali penis itu sampai masuk seluruhnya ke mulut Vita. Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Vita pun agak kewalahan di serang berasal dari 2 arah seperti ini. Beberapa waktu sesudah itu Pak Atmo mengeluarkan geraman panjang, dia menghambat kepala Vita yang mendambakan mengeluarkan penisnya berasal dari mulutnya, waktu saya semakin mempercepat goyanganku berasal dari belakang. Tubuh Vita merasa bergetar hebat sebab sodokan-sodokanku dan termasuk sebab Pak Atmo yang sudah klimaks menghambat kepalanya dan menyeburkan spermanya di di dalam mulut Vita, terlalu banyak sperma Pak Atmo yang tercurah sampai cairan putih itu meluap terlihat membasahi bibirnya, jeritan klimaks Vita tersumbat oleh penis Pak Atmo yang memadai besar supaya berasal dari mulutnya hanya terdengar, “Emmpphh.. mm.. hmmpphh..” tangannya menggapai-gapai, dan matanya terbeliak-beliak nikmat.

Kemudian Pak Atmo melepas penisnya berasal dari mulut Vita, selanjutnya dia berbaring telentang dan menyuruh Vita memasukkan penis yang berdiri kokoh itu ke di dalam vaginanya. Sesuai perintah Pak Atmo, dia tempati dan memasukkan penis Pak Atmo, ekspresi kesakitan terlihat pada wajahnya sebab penis Pak Atmo yang besar tidak ringan memasuki liang vaginanya yang masih sempit, Pak Atmo meremas-remas payudara Vita yang sedang bergoyang di atas penisnya itu. Aku selanjutnya memintanya untuk bersihkan barangku yang sudah belepotan sperma dan cairan kemaluannya, ketika penisku sedang dijilati dan dikulum olehnya, kutarik ikat rambutnya sampai rambutnya tergerai bebas. “Wah cantik banget si Mbak ini, mana memeknya masih sempit lagi, terlalu untungkan saya malam ini,” kata Pak Atmo memuji Vita. “Dasar muka nanas, kalo dia pacar gua sudah gua hajar lo berasal dari tadi!” gerutuku di dalam hati. Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

Setelah penisku dibersihkan Vita, kuatur posisinya tengkurap di atas Pak Atmo, dan kumasukkan penisku ke duburnya, sungguh sempit liang anusnya itu sampai dia menjerit histeris ketika saya sukses menancapkan penisku di sana. Kami bertiga selanjutnya menyesuaikan gerakan supaya bisa seirama antara penis Pak Atmo di vaginanya dan penisku di anusnya. Aku menghujam-hujamkan penisku bersama ganas sambil meremas-remas payudara dan pantatnya termasuk sesekali kujilati lehernya. Sementara Pak Atmo termasuk aktif memainkan payudara yang hanya lebih dari satu sentimeter berasal dari wajahnya itu. Tak lama sesudah itu Vita menjerit keras, “Akkhh..!” tubuhnya menegang dan tersentak-sentak selanjutnya terkulai lemah menelungkup, begitu tubuhnya rebah langsung disambut Pak Atmo bersama kuluman di bibirnya. Aku dan Pak Atmo melepas penis kita dan berdiri di depan Vita secara bergantian dia mengulum dan mengocok penis kita sampai sperma kita muncrat membasahi wajahnya.

Tubuh kita bertiga sudah bersimbah keringat dan terlalu lelah, terlebih Vita, dia terlihat terlalu kelelahan sesudah melayani 2 lelaki sekaligus. Sesudah beristirahat sejenak, kita kenakan pakaian kembali. Kami menyebabkan kesepakatan bersama Pak Atmo, untuk saling melindungi rahasia ini, Pak Atmo pun menyetujuinya bersama syarat Vita senang melayaninya sekali lagi kapanpun apabila dipanggil, kendati awalannya dia agak ragu-ragu selanjutnya disetujuinya juga. Kami percaya dia tidak berani kelewatan sebab dia termasuk tidak mendambakan hal ini diketahui keluarganya. Sejak itu kita semakin akrab dan kerap melakukakan perbuatan itu lagi kendati tidak sampai pacaran, sebab kita sudah memiliki pacar masing-masing. Cerita Mesum – Semakin Akrab Dengan Mahasiswi Bunga Kampus Setelah ML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here