Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

0
633

Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

Cerita Mesum - Rini pacarku berjilbab
Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab – Sudah lama aku berteman dengan Rini seorang perawat di tidak benar satu rumah sakit tenar di kota S. Orangnya pendiam,tidak banyak omong, tapi andaikata suah kenal, akan terlihat bahwa dia ternyata amat supel. Dengan jilbab yang menghiasi wajahnya, tubuhnya yang amat montok tidak banyak menarik perhatian orang. Pernah sekali aku melihat dia memakai pakaian biasa tanpa jilbab, waktu aku main ke kostnya. wow, ternyata rini amat sexy. Namun pemandangan itu hanya sebentar saja, gara-gara dia cepat-cepat mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian jilbabnya. Hal itu tambah membuatku idamkan menjamah tubuhnya. Namun senantiasa saja dia sanggup menolak. Paling-paling, kita hanya berciuman, tapi tidak pernah lebih berasal dari itu. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab
Siang itu Rini kuajak jalan-jalan ke Penggaron, hutan wisata yang ada di sebelah selatan kota S. Setelah parkir, akupun mencari tempat yang nyaman untuk ngobrol dan strategis bikin pacaran. Begitu dapat, kamipun asyik ngobrol ngalor ngidul. Tak sengaja, tanganku asyik mngelus-elus jemarinya di atas pahanya. Rinipun menatapku dengan sayu. Segera kucium bibirnya yang mungil. Rinipun menyongsong dengan antusias. Lidahnya dengan lincah memilin lidahku hingga membuatku tersengal-sengal. Kudekap erat tubuhnya, sambil tangan kananku meremas remas pantatnya yang bahenol. Tubuhnyapun bergetar hebat. Pelahan tanganku merayap menyingkapkan rok panjangnya dan ketelusupkan jemariku ke dalam celana dalamnya. ? Mas, jangan ahhh, malu dilihat orang? katanya sembari mencoba mencegah tanganku beraksi lebih lanjut. ?Pindah tempat yuk, yang lebih aman,? ajakku sambil terus mencoba meremas payudaranya. Rini segera menggelinjang. Terasa buah dadanya yang ranum merasa mengeras, isyarat bahwa Rini merasa terangsang hebat. Matanya yang sayu menjadi kelihatan mesum, isyarat Rini dilanda rangsangan berahi yang amat dahsyat. Kamipun segera berbenah diri, membetulkan pakaian yang sempat berantakan. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab
Singkat cerita kita hingga di hotel P. Saat itu, hari sudah gelap. Setelah merampungkan urusan pembayaran hotel, kamipun segera masuk ke kamar 122. Sejenak aku dan Rini merasa canggung. Maklum, selama ini nggak pernah ke hotel, lebih-lebih hanya berdua dengan cewek manis. Sebenarnya aku sudah nggak tahan lagi idamkan mencium dia lagi, dan sadar sendirilah selanjutnya. Tapi gimana lagi, lha wong Rini hanya diam terpaku. Aku menjadi tambah takut, jangan-jangan dia menyesal sudah mau kuajak nginap di hotel. “Em, lagi mikirin apa? Kok termangu-mangu ?” tanyaku sambil menghampirinya. Rini hanya memandangku sekilas. “Sudahlah, tiduran saja di kasur, aku nanti biar tidur di sofa. Aku janji nggak akan menyentuhmu terkecuali kalu Rini pengen,” kataku lagi sambil menuju sofa. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab
Tiba-tiba Rini menangis dan kuberanikan diriku untuk memeluknya dan menenangkannya, Rini tak menolaknya. Setelah agak tenang kubisiki dia bahwa dia kelihatan cantik malam ini. Rini tersenyum dan menatapku dalam, lalu memejamkan matanya. Kucium bibirnya, hangat, dia menerimanya. Kucium dia dengan lebih galak dan dia membalasnya, lalu tangannya merangkul pundakku. Kami berciuman dengan penuh nafsu. Kusibakkan jilbabnya yang menutupi lehernya lalu aku turun ke lehernya, Rinipun mendesah ?aaaahh.? Mendengar itu kuberanikan meremas payudaranya yang montok. Rini mendesah lagi, dam menjambak rambutku. Setelah lebih dari satu waktu kulepaskan dia. Rini sudah terangsang, kulucuti pakaiannya, kaos dalamnya kulepas, bra-nya, tampaklah gunung kembar yang pas dalam genggaman tanganku, dengan punting merah-coklat cerah yang sudah mengeras. Kubasahi telunjukku dan mengelusnya, Rini hanya memjamkan matanya dan menggigit bibirnya. Kulanjutkan melucuti rok panjangnya, dia memakai CD berenda putih transparan supaya kelihatan lebih dari satu rambut kemaluannya yang lembab. Sengaja aku tidak membebaskan jilbabnya, gara-gara Rini kelihatan lebih sexy dengan hanya memakai jilbab, tapi telanjang bulat di bawahnya. Dan WOW, ternyata jembutnya tidak amat lebat dan rapi, rambut di sekitas bibir kemaluannya bersih, hanya di anggota atasnya. Dan vaginanya kelihatan kencang dengan clitoris yang cukup besar dan merasa basah. ?Kamu rajin mencukur ya,? tanyaku. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

Dengan wajah memerah dia mengiyakan. Kupangku dia dan merasa menciuminya lagi, dan sapuan lidahku merasa kukonsentrasikan di puntingnya, kujilati, kutekan lebih-lebih kugigit kecil dengan gigiku, Rini menggelinjang keasyikan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan. Tangan kananku merasa memainkan clit-nya, ternyata sudah banjir, kugesek klitorisnya dengan jari tengahku, perlahan-lahan, desahan dan lenguhan tambah sering kudengar. Seirama dengan sapuan lidahku di puntingnya, Rini tambah terangsang, dia lebih-lebih menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke payudaranya, ?Mas, enakh… banget…enakh…? Desahannya dan lenguhannya. Kira-kira 5 menit berasal dari kumulai, badannya merasa mengejang dan ?Mas… Rini… mo… keluaaaarrr!? Sambil berteriak Rini orgasme, denyutan vagina kurasakan di tangan kananku. Rini kemudian berdiri. ?Sekarang giliranmu,? katanya. Celanaku segera dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring. Salah satu tangannya memegang kontolku dan yang lain memegang zakarnya, dia mengelusnya dengan lembut ?mmmmhhh…,? desahku. ?Enak ya, Mas.? Akupun mengangguk. Rini merasa menciumi kontolku dan mengelus zakarnya, dan mengemutnya dan mengocoknya dengan mulutnya. Terasa jutaan arus listrik mengalir ke tubuhku, kocokannya sungguh nikmat. Aku heran, sejak kapan dia studi mengulum dan mengocok kontol lelaki. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

Nampak dia sudah amat mahir dalam urusan kocok mengocok kontol laki-laki. ?Belajar darimana Em, kok lincah banget?, tanyaku. ?Hmmm, aku pernah simak BF bareng teman-teman di kantor. Kayaknya enak banget, dan ternyata sesungguhnya benar,?jawab Rini sambil terus mengulum kontolku. Rini kelihatan sexy dengan jilbab yang tetap terpasang diwajahnya, tapi telanjang bulat di bawahnya. Bibirnya yang mungil repot melumat habis kontolku.
Kupegang kepalanya, kuikuti naik turunnya, sesekali kutekan kepalanya waktu turun. Sesaat kemudian dia berhenti. ?Mas, kontolmu cukup besar dan panjang yach, keras lagi, aku tambah terangsang nich.? Aku hanya tersenyum, lalu kuajak dia main 69, dia mau. Vaginanya yang banjir itu pas diwajahku, merah dan kencang, sedang Rini tetap asyik mengocok kontolku. Saat itu aku baru menikmati vagina seorang wanita, aku merasa menjilati vaginanya, harum sekali bau sabun dan bau cairan vagina, dan clitorisnya hingga memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar, tiba tiba dia berteriak waktu kuhisap vaginanya keras-keras. “Masss… I lovvve ittt, babbyy”, dia menjerit dan aku sadar terkecuali dia lagi klimaks gara-gara vaginanya sedang kujilat dan waktu itulah waktu pertama aku rasakan cairan wanita yang asam-asam pahit tapi nikmat. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

Setelah dia klimaks, dia bilang dia menggapai tapi aku nggak peduli gara-gara aku belum selesai dan aku bilang ke dia terkecuali aku belum puas, waktu itulah permainan dilanjutkan. Dia merasa laksanakan type anjing dan aku merasa memasukkan kontolku ke sela-sela pahanya yang mengundang hasrat dan aku tarik dorong selama lebih dari satu lama. Baru dijepit pahanya saja, rasanya sudah di awang-awang. Apalagi terkecuali kontolku sanggup masuk ke vaginanya. Beberapa lama kemudian, aku jenuh dengan type itu, dan kusuruh dia untuk berada di bawahku. Rini memandangku dengan sayu. Segera kukulum puting payudaranya yang kelihatan mengeras itu, kontan dia melenguh hebat. Ternyata puting payudaranya merupakan titik rangsangnya. Dengan diam-diam aku merasa memasukkan kontolku ke dalam vaginanya yang ternyata sudah basah lagi. Perlahan kumasukkan, merasa sekali denyutan vaginanya.Vaginanya agak ada problem kumasuki, setelah kontolku masuk kira-kira ?, ada sedikit darah mengalir, ternyata dia perawan batinku, kubisiki dia ?Em, sebentar lagi kau akan merasakan kenikmatan yang sesunguhnya?. Pelahan kugoyang kontolku, maju mundur, terlihat masuk ke liang vaginanya. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

Rintihan kesakitan beralih menjadi desahan kenikmatan. Saat aku berada di atas Rini, kujilati payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang-panjang lagi, aku merasa menekannya dengan nafsu dan pastinya kontolku sudah masuk ke dalam vaginanya yang amat nikmat itu. “Ooohh nikmat sekali rasanya”, dia terhitung menjerit “Ssshh”, layaknya ular yang sedang mendekati mangsanya. 10 menit kemudian, dia memelukku kuat-kuat dan aku bingung tapi aku terhitung mengalami perasaan yang aneh gara-gara sepertinya ada yang mau terlihat berasal dari kemaluanku, “Mass… aku mauuu keluaarrr” dan aku terhitung menjawabnya “Em… kayaknya akuu jugaa maauu…” nggak hingga 2 atau 3 menit, badanku dan Rini sama-sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yang terlihat berasal dari kontolku ke dalam vaginanya dan aku terhitung merasa ada yang membasahi kontolku dengan amat sangat. Setelah itu, Rini terdiam gara-gara kelelahan dan aku merasa mencium-ciumi bibirnya yang kecil dan mukanya. Aku merasa membelai-belai rambutnya dan gara-gara dia amat kelelahan dia tertidur pulas. Cerita Mesum – Rini pacarku berjilbab

wsd4d.com

Togel Online | Dominoqq Togel HK | Bandarq | Togel 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here