Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

0
374

Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Cerita Mesum - Pemuas Ibu Muda Kesepian
Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Cerita MesumPemuas Ibu Muda Kesepian – Mulanya aq tdk percaya serupa yg namanya kencan sex di internet. Namun, sesudah menggunakan milis internet, aq baru dapat percaya. Sebab, aq sebetulnya dapat dapat rekan kenacan untuk bercinta. Setelah aq menyaksikan daftar nomor hp para wanita yg perlu rekan kencan melalui SMSdate segera aq menyebar sebuah SMS perkenalan. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Dan hasilnya SMSku dapat balasan berasal dari seorang wanita 32 thn asal jakarta (sebut saja namanya Laras. Mulanya, dia kaget dan mengaku tak dulu melacak rekan pria kencan melalui sms. Namun sesudah berbincang sebagian saat, akhirnya dia mengakui dirinya adalah seorang wanita kesepian. Bahkan dia tambah memintaku singgah ke jakarta dan segala biaya dapat ditanggung.

Tanpa pikir panjang, aq perlihatkan siap. Dengan menggunakan jasa kereta jurusan kota xxx – jakarta, aq dapat melesat ke Stasiun Senin Jakarta. Seperti yg dia pesan, aq diminta menunggu di pintu keluar stasiun. Lumayan lama aq menunggu, aq menunggu sendiri di pintu keluar stasiun, hampir 2 jam cuma duduk menyaksikan orang berlalu lalang. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Semula aq hampir putus asa dan curiga, jangan-jangan ini cuma bohongan. Ketika langit Jakarta telah terasa gelap, Ketika aq memastikan untuk pergi berasal dari stasiun senin (karena terasa di bohongi), tiba-tiba tersedia seorang wanita tua yg menghampiriku.

Wanita tua itu menyampaikan pesan bahwa aq telah di menunggu seorang wanita bernama Laras di sebuah taksi yg tersedia di halaman parkir. Karuan saja, perasaanku menjadi plong, Seketika itu aq segera melacak taksi tersebut. Begitu aq membuka pintu taksi, Ohh.. dadaku berdegup. Wanita kencan SMSku itu ternyata tdk setua usianya. Tubuhnya terlalu tinggi bagiku, sekitar 170cm, sedangkan aq cuma 165cm. Rambut panjang sebahu dan berkulit putih bersih. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

“Ayo, masuk..” pintanya sembari berikan area duduk di sampingnya.

Raut mukanya terlihat gembira ketika menatap wajahku.

“Ke hotel xxx, ya Pak” ujarnya pada sang sopir taksi.

Di dalam taksi, duduk berhimpitan dengan laras, aq seperti dibawa terbang ke langit tujuh. Betapa tdk, tubuhnya montok sekali, seolah tersedia rasa dahaga yg tertahan bertahun-tahun. Hmmm.. rasanya itu membuatku tak sabar untuk nikmati tubuh montoknya. Karena itu, begitu tiba di hotel xxx aq bergegas chek-in dan meluapkan rahasia perasaanku di kamar hotel nomor 151.

Di kamar hotel 151, di pada lampu remang-remang, Laras cuma terdiam memandangiku. Matanya meneliti lekuk-lekuk tubuhku yg masih basah habis mandi.

“Sini sayang, aq pijitin. Pasti anda capek, kan,” ujar Laras kemudian. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Tanpa banyak kata, aq cuma menurut saja. Maklum aq capek sesudah menempuh perjalanan jauh. Kalau di pijitin. ohh.. rasa pegal-pegal di tubuhku tentu dapat hilang. Karena itu, aq tidur tengkurap di area tidur dengan setengah telanjang di dekat Laras.

“Sebelah mana dulu yg dipijit sayangku” suara Laras yg mendesah membuat darahku berdesir.
“Terserah kamu” jawabku singkat.

Tak lama kemudian, jari-jarinya telah menelusuri lekuk-lekuk tubuhku. Kadang-kadang jari Laras nakal menggoda bagian sensitifku. Pijatannya terlalu lembut. Beberapa kala kemudian, aq ganti tawarkan diri untuk memijit tubuhnya yg montok. Seperti yg Laras lakukan padaku tadi, aq terasa memijit bagian lehernya, lantas berpindah ke punggung, pinggang dan paha. Setelah itu tubuh Laras kubalikkan agar terlentang. Kali ini aq memijit bagian toketnya dengan halus. Selanjutnya aq terasa beraksi erotik. Mulanya aq membelai rambut Laras dan mengecup bibirnya. Laras membalasnya dengan lembut, penuh kasih sayang. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Kutatap matanya erat, kusingkirkan bajunya yg menutupi toketnya, yg sungguh merangsang diriku. Perlahan tetapi tentu kukulum putingnya dan dengan tangan kiriku memilin-milin puting susu yg satunya lagi.

Laras mendesah kenikmatan, sungguh suara yg merdu dan perihal ini membuatku makin tambah semangat. Selang sebagian menit kulepas kuluman di putingnya sambil selamanya kumainkan tangan kiriku, lantas kulihat memek Laras basah. Kumainkan itilnya dan seluruh area memeknya hingga Laras mengelinjang-gelinjang hebat.

Ketika batang k0ntolku tegang mengeras, kuregangkan ke dua pahanya dan kumasukkan jariku ke lubang memeknya, kumainkan jariku di memeknya, Laras pun semakin mendesah keras, hingga kusadari kecuali kala ku tusukkan di bagian atas kanan, desahanya semakin keras dan lendirnya semakin banyak, penasaran jariku kupusatkan di bagian itu dan ke gesek-gesek bagian itu ternyata Laras pun mendesah semakin keras. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Lendirnya keluar banyak sekali, aq pun terasa tak sabar, kuangkat batang penisku dan kutusukkan ke lubang memeknya dengan tempo cepat, kali ini aq tusukkan konsisten menerus tetapi rupanya penisku masih butuh kala untuk reload agar pejuhku tdk cepat keluar.

Laras masih mendesah dan mengerah dengan kerasnya, dan kutusukkan batang k0ntolku ke bagian atas kanan, dan yah dia pun semakin mengerang keras, dan kurasakan cairan kenikmatanya menyembur dengan derasnya, aq semakin bernafsu dan kulihat wajahnya yg khas, wajah yg penuh kepuasan dan erangan penuh kenikmatan yg merdu, yg membuat penis pria manapun tak dapat tahan, dan aq pun keluar dengan derasnya di lubang memek Laras. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Ketika aq terbangun berasal dari tidurku, sekitar jam 12 malam, Laras telah sediakan secangkir kopi panas dan duduk di samping area tidur. Tapi hasratku masih tinggi. Tdk dapat tdk aq wajib beraksi lagi. Maklum, aq cuma dapat berada di Jakarta cuma sehari. Sungguh sayang cuma sekali main di ranjang panas ini. Karena itu, sesudah meminum kopi aq segera melepas BH nya.

Tanganku dengan bebas memainkan toketnya. Putingnya ku pilin dengan lembut. Kami berdua sama-sama hanyut dibuai kenikmatan kendati kami masih berdiri bersandar dinding kamar hotel. Kami berdua terangsang tak karuan. Nafas kami semakin memburu. Aq terasa tubuhnya menyandar di dadaku. Dia sepertinya pasrah. Gaun daster Laras kubuka. Didalam cahaya remang dan hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Toketnya kuremas perlahan-lahan dan kuhisap puting susu yg mengeras itu hingga memerah. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Laras semakin gelisah dan nafasnya telah terengah-engah tak beraturan. Tangannya liar menarik-narik rambutku, sedangkan aq tenggelam di celah toketnya yg montok. Mulutnya mendesah dan mengerang.

“Emmmhhh… ssshhhhh…”

Puting toketnya yg mengeras kujilati, kuhisap bahkan kugigit perlahan-lahan. Lalu aq melepas kain yg menutupi pinggangnya. Jilatanku kini berpindah area bermain di pusarnya, sambil tanganku mengelus-elus pahanya. Tangan Laras semakin kuat menjambak rambutku. sambil mendesah dan nafasnya terengah-engah tak teratur ketika celana dalamnya kutarik ke bawah. Mulai kusentuh bagian sensitifnya. kuelus-elus rambut pubisnya. Jilatanku ganti semakin ke bawah, kumainkan itilnya. Mungkin sebab telah tak tahan dia menarikku berdiri dan mengajakku ke area tidur.

Dia mengidamkan memeknya segera kugenjot di atas ranjang. Tubuh Laras kubaringkan terlentang, tetapi kakinya menjuntai ke lantai. Wajahnya menghadap ke kiri. Matanya terpejam. Tangannya meremas kain sprei. Toketnya sengaja dia busungkan agar kujilati. Puting susunya keluar berair sebab sisa air liur hisapanku tadi. Perutnya keluar rata dan mulus dengan pusar yg lumayan indah. Tangankupun lantas melepas seluruh baju yg menempel di tubuhku. Sekarang aq telanjang bulat di hadapan Laras. K0ntolku telah berdiri tegang sejak tadi. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Toketnya membusung dihiasi dengan puting kecil berwarna kemerah-merahan. Memeknya begitu indah dihiasi rambut tipis satu diantara pahanya. Laras terlentang kaku tak bergerak sedikitpun, yg terdengar cuma nafasn yg memburu. Lalu aq duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuhnya. Begitu halus dan lembut tubuhnya. Kumemeluknya dengan nafsu yg memburu. Kulumat mesra bibirnya, sambil tanganku meraba seluruh tubuhnya. Lalu tanganku meremas-remas toketnya yg montok, sesekali puting susunya kupilin lembut. Aq semakin terangsang. Kudekatkan k0ntolku ke tangannya. Laraspun lalu mengenggap erat dan dikocoknya pelan.

Laras sadar apa yg wajib dia lakukan. Dipegangnya k0ntolku yg telah terlalu keras lalu dimasukan ke dalam mulutnya. Lidahnya tak habis-habisnya melumat kepala k0ntolku. K0ntolku dikulum hingga ke pangkalnya. Rasanya begitu istimewa sampai-sampai susah diungkapkan melalui kata-kata. Laras menghisap kuat k0ntolku. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Karena tak tahan k0ntolku diperlakukan seperti itu akupun menjerit keenakan. Setelah selesai bermain-main dengan k0ntolku sekarang giliranku yg bermain-main dengan memeknya. Kukangkangkan ke dua paha Laras kucari lubang memeknya yg telah basah itu. Lalu kujulurkan lidahku ke bibir memeknya sambil mengelus-elus itilnya. Laras mendesah menghambat nikmat. Kujilat, kulumat lubang memeknya dengan lidahku. Bau lendir khas wanita semakin kuat menusuk hidungku. Nafsukupun semakin menjadi-jadi. Kulihat air berwarna putih kental keluar berasal dari lubang memeknya. Rupanya Laras telah terlalu terangsang, pikirku.

Tak lama aq lagi pada posisi semula. Tubuh kami sekarang berhadapan. Kemudian Laras menarik tubuhku ke ranjang. Aq mendindihya, toket Laras tertindih oleh dadaku. Laras lalu memperbaiki posisinya ketika tanganku mencoba meraba pangkal pahanya. Dibukanya ke dua kaki Laras agar jariku menyentuh memeknya. Lidahku lagi memainkan toket dan puting Laras. Kuhisap putingnya, kali ini hisapanku sengaja agak kuperkuat hingga Laras menjerit agak keras. Punggung Laras sedikit diangkat ketika lidahku mengelilingi pusarnya. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Akhirnya jilatanku turun hingga ke celah pahanya. Laraspun semakin membuka pahanya ketika aq menjilat itilinya, sering kadang kakinya menjepit kepalaku. Lidahku konsisten sibuk nikmati memek yg tersedia di depan mataku. Desahan Laras semakin menjadi-jadi, sambil rambutku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menghambat kenikmatan.

“Enak nggak sayang?” tanyaku lembut dengan suara menggoda.

Laras tak menjawabnya, dia cuma melihatku sambil menarik napas panjang. Aq mengerti, itu berarti agar aq segera mengenjotkan k0ntolku ke memeknya. Memeknya basah dibanjiri oleh lendir dan air liurku. Kugesek-gesekan kepala k0ntolku ke bibir memeknya. Pelan-pelan kutekan k0ntolku agar masuk ke lubang memeknya. Terasa agak sempit. Kulihat laras menggelinjang seperti kesakitan. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

“Pelan-pelan ya yg masukinnya”, pintanya manja sambil menghambat sakit.

Aq pun sekarang mengerti. Memang aq belum begitu pengalaman. Ketekan lagi. Kusukkan lagi batang k0ntolku perlahan-lahan. Kutekan punggungku ke depan. Sangat hati-hati. Terasa sebetulnya sempit. Lalu Laras memegang erat lenganku. Bibirnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang. Hanya sebagian k0ntolku yg masuk lubang memeknya. Kudiamkan sebentar k0ntolku. Laras terhitung terdiam. Tenang. Sementara itu, kupeluk tubuhnya dengan gemas sambil memainkan toketnya, menjilat, mengelus, mengulum dan menggigit pelan. Bibirnya ku cium lidahnya kumainkan. Kami berdua sebetulnya telah terlalu bernafsu dan terangsang.

“Mau dilanjutkan…?” tanyaku kemudian.

Laras membuka matanya. Dia tersenyum manis. Kutusukkan lagi kont0lku lebih dalam. Kemudian kutarik lagi ke belakang perlahan-lahan. Kuhentakkan perlahan-lahan. Memang sempit lubang memek Laras, mencengkram seluruh batang k0ntolku. Kont0lku terasa seperti diremas-remas di dalam memeknya. Kami terasa terangsang! K0ntolku terasa memasuki lubang memek Laras lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menggairahkan. Mata Laras terbuka menatapku dengan pandangan yg sayu ketika k0ntolku terasa menyodok keluar masuk memeknya. Bibir indahnya dicibirkan rapat-rapat seperti tak sabar menunggu tindakanku selanjutnya. Sedikit demi sedikit k0ntolku masuk hingga ke pangkalnya. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Laras mengerang bersamaan dengan sodokkan keluar masuk k0ntolku di lubang memeknya. Kadang-kadang punggung Laras terangkat-angkat menyambut k0ntolku yg telah menempel di lubang memeknya. Berulang kali kukeluar masukkan k0ntolku siring dengan nafas yg telah tak teratur lagi. Suatu ketika Laras mengejang denga manata terpejam. Tanganya memeluk erat pinggangku.

Punggungya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar berasal dari mulutnya secara pelan. Cengkraman di dalam memeknya terasa lebih kuat seakan meremas k0ntolku yg tertanama di dalamnya. Denyutan yg semakin kencang membuat k0ntolku semakin tegang mengeras. Laras mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya. Sodokkanku semakin cepat. Memek Laras semakin kencang menjepit k0ntolku. Kurangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia diam saja. bersender pada tubuhku, Laras lunglai seperti tak bertenaga. Kusodok konsisten hingga tubuhnya seperti terguncang-guncang. Dia melepas saja perlakuanku itu. Nafasnya pun semakin kencang. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Tak lama kemudian, akhirnya aq hingga ke puncak. Pejuhku menyembur kencang ke dalam memeknya. Laras mengait pahaku dengan kakinya. Matanya terbuka lebar menatapku. Mukanya serius. Bibir dan giginya dicibirkan. Nafasnya terengah-engah. Laras mengerang kuat. Di kala aq menyemburkan pejuhku, sodokkan kuat menghujam masuk ke dalam memeknya. Kulihat Laras mengelinjang-gelinjang. Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak ke belakang. Aq lupa segala-galanya.

Untuk sebagian kala kami berdua merasakan kenikmatan yg luar biasa itu. Beberapa sodokkan tadi sebetulnya membuat kami hingga ke puncak bersamaan. Sungguh puas. Memang inilah pertama kalinya aq lakukan hubungan intim dengan orang lain tak hanya istriku. Walaupun dia seorang janda yg telah berumur, bagiku dia adalah wanita yg terlalu cantik mempesona. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Laras sebetulnya luar biasa dalam permainnya. Bagiku laras terlalu memberiku surga dunia. Aq terbaring lemas disisinya. Mataku terpejam seolah tdk tersedia tenaga untuk membukanya. Dalam hati aq terlalu suka sebab dapat mengimbangi permainan ranjang Laras. Kulihat Laras tertidur di sampingku. Laras mengaku suka sekali.

“Kamu terlalu hebat, k0ntolmu luar biasa..!” katanya dengan meronta.

Anehhanya ketika aq terasa lelah, Laras tambah mengocok batang k0ntolku. Suaranya mengiba-iba membangkitkan gairahku

“Kamu, suka?” tanyaku – cerita ngentot janda –

Dia tersyum dan mengangguk isyarat suka. Saat itu terhitung tanganku menggengam toketnya. Tangannya mengocok konsisten batang k0ntolku. K0ntolku mengeras lagi. Kami menjadi terangsang kembali. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

“Kamu senang lagi sayang?” tanyaku manja

Dia tersenyum. Apa yg kuimpikan sepanjang ini kini terlalu menjadi kenyataan. Perlahan ku membuka selimutnya. Kulihat kakinya telah mengejang, Sedikti demi sedikit konsisten kutarik selimutnya ke bawah. Toketnya terasa terlihat. Ohh.., Jantungku lagi berdetak kencang. Kunikati lagi tubuh indahnya tanpa perlawanan. Memek yg bersih, dengan bulu-bulu tipis yg terasa tumbuh di sekililingnya, terlihat berkilat di hadapanku. Kukangkangkan lebar ke dua kakinya hingga keluar memeknya yg indah itu. Segera kudekatkan mulutku sambil mengecup bibir memeknya dengan bibir dan lidahku. Dengan rakus lidahku menjilati tiap-tiap bagian memeknya. Terasa seperti tak mengidamkan aq menyia-nyiakan peluang yg di hidangkan

Setiap kali lidahku menghimpit kuat itilnya, Laras mendesah keenakan. Bibir dan lidahku mengecup dan menjilat perlahan. Beberapa kali kulihat Laras mengejangkan kakinya. Aq tak hiraukan bau khas memeknya mencukupi relung hidungku. Malah membuat lidahku bergerak semakin liar. Kutekan lidahku ke lubang memeknya yg kini agak terbuka. Rasanya mengidamkan kumasukkan lebih dalam lagi, tetapi tdk bisa. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Mungkin lidahku kurang keras. Namun, kelunakan lidahku itu membuat Laras mendesah sebab nikmat. Dalam situasi terangsang, kutarik tubuh Laras ke posisi nungging. Ia menuruti permintaanku dan bertanya dengan manja.

“Aq senang anda apakan sayang?” bisiknya.

Aq diam. Kuatur posisinya. Tanganya mencengkram sprei hingga kusut. Lendir kenikmatanya telah membasahi memeknya. Kubuka bibir memeknya. Kerphatikan dengan seksama. Memang aq tak dulu menyaksikan memek wanita serapat itu.

Bau anyir dan bau pejuhku bercampur dengan bau asli memeknya yg merangsang. Bau memeknya seorang wanita! Bulu memek Laras yg lembab dan menempel berserakan di sekitar memeknya. Kusibakkan sedikit untuk berikan ruang.

Kutusukkan jari telunjukku ke dalam lubang memeknya. Kumainkan di dalam memeknya. Kulihat Laras menggoyang pinggangnya. Kucium dan kugigit pelan daging kenyal punggungnya yg putih itu. Lalu kurangkul pinggangnya. Kumasukkan batang k0ntolku ke lubang memeknya. Pingganya seperti terhentak. Dengan pelan kutusukkan batang k0ntolku ke lubang memeknya dengan posisi doggy-style. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Tusukanku semakin kencang. Nafsuku lagi terlalu terangsang. Kali ini berulang kali aq memaju mundurkan k0ntolku. Kuremas-remas sesukaku, bebas lepas. Rambutnya berantakan. Lama terhitung Laras menghambat lampiasan birahiku kali ini. Hampir 30 menit. Tusukkan k0ntolku sebetulnya hebat. Kadang pelan, kadan kencang. Kudorong-dorong tubuh Laras. Dia merintih. Dengusan berasal dari hidungnya memanjang. Berulang kali. Seperi orang terengah-engah kelelahan

“Emmhh.. egh.. eghh..eghh”

Tak lama lantas aq merasakan pejuhku hampir nyembur lagi. Waktu itu kurangkul ke dua bahu Laras sambil menusukkan k0ntolku lebih dalam. Tenggelam sepenuhnya batang k0ntolku hingga ke panggkalnya. Waktu itulah kusemburkan pejuhku. Kutarik lagi, dan kuhujamkan lagi ke dalam. 3-4 kali kutusk seperti itu. Laras keluar pasrah mengikuti hentakanku.

Kemudian kupeluk tubuhnya kendati k0ntolku masih terbenam di dalam memeknya. Kuremas-remas toketnya. Kudejati wajahnya. Kami berciuman. Begitu lama hingga terasa k0ntolku lagi normal. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

Laras sepertinya kecapean. Dahi kami penuh dengan peluh. Kami terlentang miring sambil berpelukan. Laras keluar lemas lalu tertidur.

Melihat Laras begitu, dan hujan masih belum reda, nafsu birahiku bangkit lagi. Kurangkul tubuh Laras dan aq bersetubuh sekali lagi. Tak terasa, kami berdua seperti bermandikan pejuh. Setelah itu, kami berdua terkapar.

Ketika itu aq bangun hari telah siang. Sekitar jam 11.00 aq buru-buru chek-out dan pulang ke kota xxx. Ternyata Laras masih mengidamkan kencan lagi denganku. Tapi entah kapan waktunya, Laras belum memastikan dan aq pun belum meikirkannya.

“Kamu sebetulnya laki-laki kota xxx tulen. Diam-diam menghanyutkan. Lemah lembut tetapi sungguh luar biasa dahsyat. bisik Laras ketika mengantarku ke stasiun senin. Cerita Mesum – Pemuas Ibu Muda Kesepian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here