Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

0
233

Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Cerita Mesum - Pelampiasan Nafsu Liar
Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Cerita MesumPelampiasan Nafsu Liar – Malam ini adalah malam minggu terakhir aku di Jakarta (Senin tanggal 6 September 1999 aku dapat berangkat ke UK). Jam dinding udah tunjukkan 21.20. Dengan tidak sabaran aku berjalan mondar-mandir di area tamu kost saya. Saya udah janjian bersama dengan ketujuh teman aku untuk pergi ke karaoke malam sebagai acara perpisahan. Dengan kaos ketat Calvin Klein berwarna hitam dan jeans biru aku nampak benar-benar rapi dan menarik, lebih-lebih bau wangi-wangian aku begitu semerbak.Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Dengan buru-buru aku berlari ke kamar untuk menyita HP dan kunci kamar saya. Sesudah itu aku mengunci pintu kamar dan bergegas keluar. Di halaman kost aku nampak dua mobil, satu Toyota Corola warna putih yang merupakan punya si Peter dan satu Suzuki Esteem punya si Herry (bukan tokoh utama). Saya lihat si mobilnya si Herry udah memuat empat orang, jadi aku menuju mobilnya si Peter.

“Wow… cakep nih…. kayaknya ini malam yang tidak terlupakan…” komentar si Andi yang duduk di samping Peter yang mengemudikan mobil saat aku masuk. Perkataan tanpa ia memahami dapat jadi kenyataan. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Kemudian meluncurlah ke-2 mobil tersebut ke tempat Mangga Besar. Berdasarkan anjuran Peter dan ramalan aku (hihi…) kami setuju untuk pergi ke karaoke di hotel transit Mangga Besar (saya lupa Mangga Besar berapa, tapi kecuali dari Mangga Besar mengarah ke Gunung Sahari, belok ke sebelah kanan kira-kira 50 meter). Dalam perjalanan kami bercanda apa saja, dari pacar baru Jeby yang benar-benar montok, petualangan baru si Andi, sampai ke tamu Jepangnya si Peter yang bernafsu bersama dengan wanita Indonesia.

Tanpa menjadi sampailah kami di depan hotel tersebut. Terlihat keempat teman aku yang lainnya udah menunggu. Setelah memarkir mobil, Peter memimpin kami ke di dalam (soalnya dia udah sering ke sini). kami berjalan lewat lobby hotel, nampak sebagian cewek cantik yang berpakaian seronok. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Wah… adik gua udah berontak nih…” kata aku yang dilanjuti bersama dengan tertawa teman-teman saya. Memang aku kondang bersama dengan nafsu aku yang besar, prinsip aku ya serupa semboyannya lampu Philips Tegang Terus.

Di ujung lorong tersebut, Peter menghendaki kami menunggu, dia berbelok ke kanan untuk mencari manager karaoke untuk mem-booking kamar. Iseng-iseng aku berjalan ke lorong sebelah kiri. Di ruangan pertama terdapat cafetaria atau semacam restoran. Di dalamnya, amboi… banyak cewek cantik yang berpakaian seksi. Benar-benar cantik. Saya menjadi mengkalkulasi satu, dua, tiga… setidaknya tersedia 13 cewek yang cakepnya selangit.

“Cakep ya?” tanya si Andi.
“Kalau loe sudi disini terhitung tersedia cewek yang segera sanggup dipakai, harganya 250 ribu tersebut kamarnya,” layaknya germo saja itu anak.
“Nggak sudi ah…” jawab saya. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Saya sesungguhnya tidak senang membayar untuk urusan bercinta, bukannya pelit tapi aku tidak sudi bercinta bersama dengan sembarang perempuan. Harus perempuan yang aku cinta dan dianya terhitung kudu cinta bersama dengan saya. Dengan begitu tentu lebih nikmat kan? Asyiknya aku ringan sekali jatuh cinta (hahaha…).

“Ayo… teman-teman, turut gua… gua udah booking kamar yang cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.

Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Seperti anak ayam, kami mengikuti Peter ke kamar karaoke. Ruangan karaoke tersebut cukup luas, terdapat sofa yang besar dan di dekat pintu masuk ruangan tersebut aku lihat tersedia toilet yang cukup bonafide. Asyik juga.

“silakan duduk,” kata seorang tante bersama dengan dandanannya yang menor.

Saya menebak ini tentu germonya yang biasa dipanggil Mami.

“Mau pesan berapa cewek?” tanya si Mami.
“Pesan…” pikir saya, layaknya barang saja.
“Tolong panggilin 8 orang cewek dong!” jawab si Peter bersama dengan bahasa yang lebih halus. Memang teman aku ini tutur bahasanya benar-benar sopan dan halus. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Tetapi kami-kami ini seutuhnya nampak sopan dan polos lho. Jarang tersedia cewek yang sanggup menebak kecuali kami-kami ini adalah cowok yang senang memuaskan wanita.

“Seperti biasa, cariin gua yang rada tomboi dan berambut pendek,” lanjut si Peter, sesungguhnya dia ini sukanya bersama dengan perempuan yang rada tomboi.

Kemudian si Mami nampak dan di dalam selagi singkat dia udah lagi bersama dengan mempunyai 6 orang perempuan. Dengan cepat mata aku menyapu mereka yang datang, cakep-cakep. Mereka masuk dan berteman bersama dengan kami. Saya sih tidak perhatikan nama mereka, yang perlu selagi itu adalah rok pendek tanpa stocking (hihi…). Teman-teman sadar dong maksud saya? Di ruangan gelap layaknya karaoke ini sudi apa sih cari yang cakep banget kecuali dianya memanfaatkan pakaian yang tebal dan celana jeans. Dengan cepat otak dan mata aku bekerja. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Kemudian aku melambaikan tangan aku ke seorang perempuan yang bernama Dian. Dia kenakan rok super mini, kaos ketat tanpa lengan, dan tanpa stocking. Saya menghendaki dia duduk di sebelah saya. Akhirnya kelima teman aku udah beroleh pasangan mereka, tinggal si Boy dan Jeby yang masih nampak ragu-ragu. Tetapi karena hanya 6 perempuan, terpaksa deh merekanya menunggu.

Tetapi tidak lama kemudian si Mami udah lagi lagi bersama dengan dua orang perempuan. Satu seorang perempuan yang baru datang tersebut benar-benar menarik perhatian aku (saya sedikit menyesal udah memilih Dian), namanya Vetty. Postur tubuhnya kecil (sekitar 155 cm) dan agak montok. Namun tersedia yang misterius di tatapan matanya. Oh ya, aku paling senang perhatikan mata seseorang, membuat aku mata sanggup menceritakan suasana orang tersebut.

Kami sanggup sadar orang tersebut lagi sedih, senang, terangsang, orgasme (hehe…), dan sebagainya. Tatapan si Vetty ini begitu liar dan menantang. Akhirnya Jeby memilih si Vetty. Sementara itu aku tetap menerus perhatikan si Vetty. Saya begitu penasaran. Setelah itu kami bernyanyi riuh rendah. Suara si Peter yang benar-benar bagus bercampur baur bersama dengan suaranya Andi yang sumbang. Pokoknya ribut sekali. Sambil bernyanyi kami bercanda dan mengobrol ke sana ke mari. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Dari situ aku sadar Dian berasal dari Bandung selagi wanita lain tersedia yang berasal dari Medan, Padang, Surabaya, Batam, dan sebagainya. Ternyata prinsip Bhineka Tunggal Ika berlaku terhitung di sini. Si Vetty sendiri berasal dari Jakarta. Tetapi beda bersama dengan yang lain, si Vetty ini lebih pendiam. Karena Jeby sendiri tidak begitu pintar bergaul, jadinya mereka hanya diam-diaman. Saya sendiri udah bercanda kemana-mana bersama dengan si Dian, kadang tersenggol buah dadanya yang montok, kadang aku meletakkan tangan aku di pahanya yang mulus.

Setelah hampir dua jam bernyanyi, aku lihat Vetty berjalan keluar. Dengan alasan lapar, aku menyusul dia keluar. Terlihat Vetty berjalan menuju lobby dan merokok di sofa yang terdapat dekat pintu masuk.

“Hai… ngapain disini?” tanya saya.

Vetty menatap tajam ke saya.

“Panas di dalam… sudi cari hawa seger,” jawab dia.

Setelah itu aku memancing dia bersama dengan pertanyaan-pertanyaan seputar dia, tapi jawaban dia hanya singkat-singkat saja, aku memutar otak.

“Boleh lihat telapak tangan loe?” tanya saya, selanjutnya aku menentukan untuk mengeluarkan pengetahuan ramalan saya.
“Mau ngapain?” tanya dia cuek.
“Mau lihat nasib loe…” jawab saya. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Vetty lihat aku bersama dengan ragu-ragu, kemudian dia menyodorkan tangan kanannya.

“Yang sebelah kiri…” kata saya.

Kemudian dia menjulurkan telapak tangan kirinya ke saya. Saya pegang tangannya. Hmmm… benar-benar halus. Kemudian aku perhatikan garis-garis tangannya. Jujur saja, selagi itu aku begitu kaget, garis tangan begitu amburadul yang pertanda kehidupan dia yang terhitung amburadul.

Saya perhatikan garis cintanya, kemudian aku berkata,

“Kamu benar-benar susah mencintai seseorang bersama dengan sungguh-sungguh, tapi baru-baru kamu mendapatkan orang tersebut, sayang kalian kudu berpisah…”

Saya menatap wajahnya, matanya yang besar terbelalak. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Teruskan…” kata dia.
“Kalian berpisah karena kasus yang benar-benar prinsipil, sanggup kasus agama atau suku,” lanjut saya.
“Gua nggak sadar tentu tapi orang tua dia atau orang tua kamu tidak setuju bersama dengan percintaan kalian…”

Sekarang tatapan matanya yang liar jadi lembut, nampak sendu dan sedih. Dia menghela nafas panjang.

“Orang tua dia nggak setuju…” jawab dia lemas.
“Terus?” tanya dia lagi.

Saya perhatikan garis keluarga dia, hancur.

“Kamu sendiri tidak mempunyai keluarga yang harmonis, kamu sering berantem dan jarang terkait bersama dengan keluarga kamu lagi. Bahkan kamu membenci mereka…”

Kali ini nampak matanya berkaca-kaca. Wah, aku paling tidak sanggup lihat perempuan menangis di hadapan saya. Saya sedikit menyesal. Akhirnya aku menentukan untuk bicara sesuatu yang menyenangkan. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Tetapi kecuali kamu nggak berputus asa, kamu dapat mendapatkan lelaki ke-2 yang benar-benar mencintai kamu,” kata saya.

Sebenarnya perkataan ini hanya untuk menghibur dia. Ternyata efeknya luar biasa, nampak keriangan dan secercah harapan di sorot matanya.

“Terus…?” setelah itu aku hanya asal bicara saja, aku bilang kecuali dia mengupayakan dia dapat sukses (tentu saja bukan?).

Setelah itu kami jadi akrab, dia bicara banyak perihal suasana dia. Ternyata ramalan aku hampir seutuhnya benar. Kemudian timbul keisengan saya, aku menghendaki supaya dia tunjukkan telapak tangannya lagi. Kemudian aku bilang, Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Jangan marah ya, gua lihat kamunya udah nggak perawan… dan mempunyai banyak cowok…” Hehe… tentu saja, era sih tersedia wanita malam yang masih perawan, hihi.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil survey aku bersama dengan pertanyaan ini, hampir 80% perempuan (perempuan baik-baik yang belum kimpoi!) di Jakarta mengaku mereka tidak perawan lagi.

“Kok sadar sich?” jawab Vetty bersama dengan polos sambil lihat telapak tangannya sendiri.

Hehe… mana sanggup sich sadar perawan nggak perawan dari telapak tangan, pikir saya. Buat teman yang belum pengalaman, jangan coba-coba menanyakan kasus tersebut ke perempuan yang baru kamu kenal, ok? Biasanya aku memberi tambahan ramalan yang jitu pernah baru menanyakan perihal tersebut, jadinya mereka udah yakin bersama dengan saya. Kalau datang-datang tetap kalian tanya perawan atau tidak ya siap-siap digampar.

Setelah itu kami setuju untuk masuk lagi ke ruangan karaoke. Singkat cerita, kami menyanyi atau teriak-teriak selama 5 jam, setelah membayar (hampir 2.4 juta!) kami saling pamitan bersama dengan perempuan masing-masing. Saya lihat teman-teman aku terhadap minta no telepon, aku sendiri tidak begitu tertarik bersama dengan Dian. Setelah aku udah sudi berangkat ke UK, tapi mata aku tetap terpaku ke satu sosok… Vetty! Sambil berjalan nampak aku mendekati Vetty dan tawarkan jasa untuk mengantar dia. Pertama dia menolak. Oh ya, perempuan di karaoke ini biasanya high class dan tidak sanggup segera diajak tidur. Kecuali dia senang sekali atau bayarannya mahal sekali. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Ayo dong, kasian loe-nya sendirian… Entar diculik lagi… ama kami-kami kan aman. Dijamin nggak diapa-apain dech…” bujuk saya.
“Itu yang gua takutin, nggak di apa-apain…” jawab Vetty.
Eh, nantang nich.

Akhirnya dia setuju terhitung diantarkan oleh kami. Kami mempersilakan dia duduk di depan, di samping Peter yang menyetir mobil. Saya sendiri duduk di belakang, di tengah, jadi sanggup agak maju ke depan untuk mengobrol bersama dengan Vetty. Di sebelah aku duduk Andi dan Jeby. Sewaktu di mobil si Peter menanyakan alamat si Vetty, tapi anehnya dia tidak sudi memberitahu kami.

“Muter-muter saja dech… gua malas pulang,” jawab Vetty.

Akhirnya si Peter hanya putar-putar di tempat Kota, tanpa tujuan. Waktu itu kami banyak mengobrol dan menurut Vetty dia anak orang kaya yang tinggal di tempat Pondok Indah, dan dia ke karaoke hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk duit. Dia itu freelance, dan kami yakin bersama dengan dia, soalnya si Peter tidak pernah lihat dia di awalnya (si Peter hampir tiap tiap hari nongkrong di karaoke tersebut). Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Saya sendiri sibuk berpikir, maunya apa sich ini anak? Akhirnya aku menanyakan ke Vetty,

“Gua ngantuk nich, cari hotel saja ya?” Jawabannya benar-benar mengagetkan,
“Siapa takut… tapi aku nggak sudi berdua… maunya loe semua ikut.”

Saat itu yang timbul di benak aku adalah dia tidak sudi bersenggama, jadi hanya tidur ramai-ramai. Akhirnya aku menghendaki Peter untuk mencarikan hotel, habis menggapai putar-putar terus. Setelah berdiskusi cukup lama, kami menentukan untuk check in di motel yang berlokasi di Jalan Daan Mogot (saya lupa namanya). Tetapi aku sadar tersedia tiga motel di Daan Mogot, kami menuju ke motel yang berada di sebelah kiri (kalau mengarah ke perempatan Grogol). Motel ini benar-benar lux dan biayanya tidak mahal-mahal sekali. Saat itu harganya 98 ribu untuk enam jam. Tetapi masalahnya, motel hanya memperbolehkan dua orang di di dalam kamar. Sekarang kami berlima, bagaimana ya? Akhirnya kami setuju untuk check in secara sembunyi-sembunyi. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Tiba di motel tersebut, Peter membelokkan mobilnya ke dalam. Kami yang dibelakang kudu membungkuk dan bersembunyi. Saya mengintip sedikit, nampak pintu-pintu garasi yang tertutup, gila… penuh sekali. Akhirnya kami mendapatkan garasi yang kosong di ujung jalur masuk. Peter segera memasukkan mobilnya ke garasi, setelah itu menutup pintu garasinya bersama dengan menghimpit satu tombol.

Saat itu aku sedikit was-was, sanggup tidak ya kami-kami dijebak atau sebagainya. Tetapi pikir-pikir tidak barangkali juga, selanjutnya setelah pintu garasi ditutup kami berhamburan naik ke kamar yang berlokasi di atas garasi. Kamar motel ini terhitung lux dan bersih. Di di dalam kamar terdapat satu kasur air berwarna hijau yang cukup besar. Di sebelah pintu masuk terdapat toilet dan shower. Uniknya shower ini tidak mempunyai pintu, hanya dindingnya bersifat kaca jadi tentunya orang yang di di dalam kamar sanggup lihat orang yang lagi mandi. Saya berpikir, kecuali roomboy-nya datang ketahuan tidak ya? Biasanya kira-kira 15 menit kemudian room boy-nya dapat datang untuk memungut bayaran. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Saya perhatikan jam tangan saya, hampir jam 3 malam. Melihat kasur, segera saja kami menjatuhkan diri ke sofa dan ke ranjang. Saya sendiri berbaring di samping Vetty. Sekarang di ruangan yang terang benderang baru aku memahami kecuali si Vetty ini cakep sekali. Kulitnya putih mulus. Dadanya tidak nampak besar tapi nampak benar-benar kenyal. Iseng-iseng aku coba memeluk dia. Dia tidak menolak. Saya mengarahkan ciuman aku ke pipinya, lagi-lagi dia hanya diam. Tetapi aku tidak berani melangkah lebih jauh, soalnya tersedia tiga teman aku di ruangan tersebut.

Peter nampak benar-benar tertarik ke Vetty, dia berbaring di segi lain dari Vetty. Sekarang Vetty berbaring di pada aku dan Peter. Rok pendeknya tidak sanggup menyembunyikan celana dalamnya yang berwarna putih, kontras bersama dengan roknya yang hitam. Saya lihat tangan Peter mengelus pahanya. Otak aku bekerja keras, bagaimana caranya sanggup main ya? Sepertinya paling tidak menghendaki teman-teman aku menanti di mobil, jadi kami sanggup bergantian. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Pet, Jeb, dan Andi gimana kecuali kalian menanti di bawah?” tanya saya.
“Tentu kecuali room boynya udah pergi,” kata aku lagi.
“Nggak sudi ah…” ternyata si Vetty yang menjawab.
“Gua sudi kalian seutuhnya berada di kamar ini!” kata Vetty.
“Loe kuat emangnya…?” pancing si Andi.
“Emangnya loe sendiri kuat?” jawab si Vetty menantang.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Dengan buru-buru, saya, Jeby dan Andi masuk ke toilet. Vetty selalu berbaring di kasur dan Peter membukakan pintu. Dia sendiri udah buat persiapan uangnya sebesar 140 ribu (kamar 98 ribu, kondom 30 ribu, dan sisanya membuat tip). Roomboy-nya sendiri cukup sadar diri, dia hanya berdiri di luar kamar.

“Mas, tolong beliin kondom dong, satu bungkus!” terdengar nada si Peter.
“Isi tiga biji Mas?” roomboy-nya menjawab.
“Nggak, yang mengisi 12 biji dan mereknya kudu Durex (hihi… gua di sponsor Durex nih),” jawab Peter. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Kami yang di kamar mandi hampir tertawa, kok sepertinya nafsu sekali ya! Ketika Peter tengah membayar, Vetty berjalan ke kamar mandi.

Di kamar mandi yang berukuran 1.5 x 1.5 m ini saat ini penuh terisi 4 orang. Di hadapan kami yang terbegong-bengong, Vetty turunkan celana di dalam putihnya secara perlahan sampai ke atas lututnya dan menunjukkan bulu kemaluannya yang tipis. Kami hanya melongo lihat dia pipis di hadapan kami. Mau bersuara terhadap tidak berani soalnya roomboy-nya masih di depan pintu. Saya lihat wajah si Jeby menjadi memerah. Vetty sendiri tetap tersenyum sambil perhatikan wajah kami yang tentu keliatan bloon. Ketika selesai, dia melepaskan celana dalamnya dan meletakkannya di kaitan di kamar mandi. Setelah itu bersama dengan senyum memancing dia berjalan dan berbaring telungkup di kasur.

Ketika mendengar pintu kamar ditutup Peter, kami segera berhamburan mendekati Vetty. Si Peter sendiri masih belum sadar apa yang terjadi. Saya berdiri di belakang Vetty dan pahanya sedikit terbuka, dari situ aku sanggup lihat belahan kemaluannya yang berwarna merah. Terlihat bagus dan tanpa kerutan. Saat itu Andi udah berbaring di sebelah Vetty, nampak dia meraba punggung dan pundak Vetty yang masih tertutup kaos. Jeby berdiri di samping, nampak ragu-ragu untuk berbuat sesuatu. Peter bersama dengan sigap membaca situasi, bersama dengan cepat dia udah berada di segi lain dari Vetty dan menjadi membelai paha Vetty yang mulus. Saya sendiri masih ragu-ragu, main ramai-ramai? Malu dong… Masa dilihat teman-teman saya? Saya pernah bermimpi untuk main ramai-ramai tapi bersama dengan sebagian perempuan dan laki-lakinya hanya saya. Tetapi saat ini suasana yang aku hadapi begitu berbeda. Maju atau mundur ya? Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Ketika itu Andi menjadi terhubung kaos Vetty, nampak Vetty hanya pasrah saja. Dalam sekejap lepaslah kaos Vetty dan terpampanglah tubuh mulus dia yang tidak bercacat sedikitpun. Peter yang berada di anggota bawah tidak sudi kalah, nampak dia tingkatkan rok mini si Vetty sampai ke atas pinggulnya. Tetapi Vetty menutup pahanya dan aku hanya sanggup lihat dua bongkah pantat yang mulus dan menantang.

Ketika pandangan aku berubah ke atas, nampak Andi udah sukses melepaskan beha Vetty. Karena si Vetty membelakangi dan berbaring terlungkup, aku tidak sanggup lihat buah dadanya. Kemudian aku berjalan menghampiri mereka. Terlihat Andi coba membalikkan tubuh si Vetty. Ketika Vetty membalikkan badannya, jantung aku hampir berhenti berdetak. Buah dadanya begitu indah. Tidak benar-benar besar, kira-kira 32B tapi begitu kencang. Pentilnya nampak begitu kecil dan berwarna coklat muda. Saya menelan ludah. Vetty nampak memejamkan matanya dan nikmati tiap tiap sentuhan yang ia rasakan. Saat itu pikiran normal aku udah tidak jalan. Dengan mantap aku berjalan menuju ranjang. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Peter rupanya benar-benar tertarik terhitung terhadap buah dada Vetty, dia meninggalkan paha dan pinggul Vetty dan meneruskan remasan tangannya ke buah dada Vetty. Andi sendiri udah mencium buah dada lainnya. Saya bergerak ke tempat paha dan kemaluan Vetty yang masih tertutup oleh roknya. Saya meletakkan tangan aku di pahanya, menjadi benar-benar mulus dan hangat. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu, tok… tok… tok… kami seakan dibangunkan dari mimpi indah. Dengan cepat saya, Jeby, dan Andi bersembunyi di kamar mandi. Saat itu aku kepingin tertawa, tapi karena was-was ketahuan aku memaksakan diri untuk diam. Dari di dalam kamar mandi aku lihat Vetty menggapai handuk yang terdapat di kasur dan menutupi anggota dadanya. Terlihat dia membereskan roknya juga.

Rupanya yang datang adalah roomboy untuk mengantarkan kondom pesanan Peter. Selang sebagian selagi terdengar Peter menutup pintu. Segera kami yang di kamar mandi berhamburan keluar. Saya, Peter, dan Andi berjalan ke arah Vetty dan kami melanjutkan belaian dan ciuman kami. Saya mengupayakan terhubung ritsluiting rok mininya namun Andi dan Peter berjuang terhubung handuk yang dililitkan di dadanya. “Udah ah…” tiba-tiba Vetty bersuara. Saya sedikit kaget karena tersedia nada marah di suaranya. Rupanya kehadiran roomboy menyadarkan dia. Tetapi selagi itu kami udah terangsang dan melanjutkan remasan, belaian, dan ciuman kami. Vetty meronta dan berkata, “Udah… gua bilang… udah!” kami menghentikan segala tindakan kami dan aku berjalan menghampiri Vetty. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Kenapa yang? Kenapa marah?” tanya saya.

Dia hanya cemberut.

“Kenapa sich? kecuali loe nggak sudi ya nggak papa…” bujuk saya.

Dia berdiam diri. Kemudian aku berbisik di telinganya,

“Kenapa sich?”

Tiba-tiba Vetty menjawab,

“Kaliannya egois!” kami terdiam semuanya, kenapa ya dibilang egois?
“Gua udah hampir telanjang dan kalian masih berpakaian lengkap. Ayo buka pakaian kalian semuanya!” perintah dia.
Hahahaha… Rupanya karena itu toh.

Mendengar permohonan Vetty, di dalam hitungan detik Peter dan Andi segera mencopot pakaiannya supaya hanya mengenakan celana dalam. Saya berpandang-pandangan bersama dengan Jeby. Gila! pikir saya, ini sungguhan! Saya seakan-akan tengah bermimpi. Tetapi aku tidak berpikir lama karena Peter dan Andi udah naik ke kasur. Terlihat tonjolan di celana di dalam mereka. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Loe sudi nggak, Jeb?” tanya aku ke Jeby.

Karena was-was Peter dan Andi melangkah lebih jauh segera saja aku mencopot pakaian aku sampai hanya mengenakan celana dalam. Jeby terhitung jalankan perihal sama. Sekarang di kamar tersebut terdapat lima insan manusia yang hanya mengenakan celana di dalam (hihi…).

Kemudian aku naik ke ranjang. Si Vetty saat ini berbaring telentang. Peter dan Andi tengah nikmati buah dada Vetty, Peter yang sebelah kanan dan Andi yang sebelah kiri. Vetty sendiri hanya menutup matanya, tapi nampak rona kemerahan di mukanya. Rupanya dia udah terangsang sekali. Saya mengupayakan terhubung ritsluiting rok Vetty, cukup lama aku berjuang. Akhirnya aku sukses juga. Kemudian aku menarik rok tersebut ke bawah. Karena celana dalamnya udah ditinggal di di dalam kamar mandi, tatapan aku segera tertuju ke bulu kemaluannya yang jarang dan halus. Tangan aku mengelus pahanya dan naik ke arah kemaluannya. Bulunya menjadi halus (saya baru sadar keesokkan harinya bahwa si Vetty berumur 18 tahun!). Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Tiba-tiba menjadi tangan lain di paha Vetty, rupanya tangan si Jeby. Tangannya menjadi benar-benar dingin, hihi… masih perjaka sih. Kemudian si Jeby turunkan mulutnya untuk mencium paha kiri Vetty, ciuman tersebut dilanjutkan ke arah kemaluannya. Gila terhitung aku pikir, anak ini benar perjaka tidak sih? Ciuman Jeby saat ini berlanjut ke kemaluan Vetty. Benar loh kemaluan Vetty masih nampak sempit dan berwarna kemerah-merahan. Saya merasakan nafsu aku tambah menggelegak. Sementara itu si Vetty menjadi merintih dan mendesis. Sepertinya dia benar-benar nikmati permainan kami. Bayangkan saja empat puluh buah jari, delapan tangan, dan empat lidah, wanita mana yang tahan?

Tiba-tiba Jeby menengadahkan kepalanya dan berbisik ke saya.

“Bau, Gus….” katanya bersama dengan mimik yang begitu polos.

Hampir saja meledak ketawa aku mendengar komentar dia. Untung saja aku masih sanggup menahannya.

“Ya sesungguhnya begini baunya…” jawab saya.

Padahal aku sendiri belum mencoba.

“Tetapi mempunyai pacar gua nggak begini…” jawab si Jeby, saat ini ketahuan kecuali dianya pernah jalankan perihal tersebut bersama dengan pacarnya.
“Udah, sikat saja… kecuali nggak mau… gua sudi nich,” kata aku menggertak.

Tetapi jujur saja sesungguhnya aku tidak begitu bernafsu jalankan ismek (tahukan kepanjangannya?) dihadapan teman-teman saya.

Di selagi kami lengah karena mengobrol, kepala Andi ternyata udah sampai di kemaluannya Vetty. Memang teman aku ini kondang bersama dengan jilatan sejuta kenikmatannya. Terlihat dia menjulurkan lidahnya di klitoris Vetty. Dalam hitungan detik terdengar teriakan Vetty yang tambah histeris. Saya kemudian berpindah tempat dan saat ini aku menggapai buah dada kiri si Vetty dan aku remas perlahan. Remasan jari aku berlanjut ke puting susunya yang masih basah oleh ludah Andi. Karena itu, aku menentukan untuk tidak jalankan jilatan dan hisapan. Saya perhatikan wajah si Vetty yang udah merah padam, dia selalu memejamkan matanya. Kemudian Vetty terhubung matanya dan mendorong aku dan Peter. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Sekarang aku pengen main… ayo satu per-satu!” terdengar nada Vetty di sela-sela rintihannya.

Kami bengong dan saling melirik. Akhirnya Peter tawarkan diri jadi yang pertama tapi bersama dengan segera tidak diterima kami soalnya dia ini sanggup main 2 jam tanpa orgasme. Dia sanggup menyesuaikan selagi ejakulasi. Kasihan dong kami-kaminya kecuali kudu menanti selama itu, telanjur terkilir batang kemaluan kami barangkali.

Saya menyarankan supaya Peter mendapat giliran terakhir dan aku yang pertama, kemudian disusul Jeby dan Andi.
“Nggaakk maauu!” jawab Jeby nampak ketakutan.

“Saya yang terakhir saja…”

Karena tidak tersedia komentar dari Andi dan Peter, aku segera berjalan ke meja dan terhubung bungkusan kondom yang baru dibeli. Ketika berjalan ke ranjang, aku menghendaki teman-teman aku untuk tidak lihat saat aku main soalnya aku menjadi nggak bakalan sanggup main kecuali diperhatikan. Mereka setuju (memang teman aku benar-benar pengertian). Mereka kemudian membalikkan sofa yang menghadap ke ranjang ke arah lainnya dan duduk di sana.

“Ayooo! Cepetan…” pinta si Vetty.

Vetty sendiri udah terhubung pahanya lebar-lebar. Tanpa pikir panjang lagi aku meloloskan celana di dalam aku dan kenakan kondom tersebut. Melihat tubuh mulus si Vetty, nafsu aku udah sampai di ubun-ubun. Apalagi selagi itu dia meremas-remas buah dadanya sendiri.

Saya naik ke kasur air tersebut dan mengarahkan batang kemaluan aku di kemaluannya Vetty yang belahannya nampak begitu rapi dan tanpa kerutan. Saya mencium keningnya dan perlahan-lahan aku menjadi memasukkan batang kemaluan saya. Vetty menutup matanya dan mendesah. Saya sendiri merasakan kenikmatan yang luar biasa saat batang kemaluan aku menyusuri lubang kemaluan Vetty. Terasa begitu sempit dan jepitan otot selangkangannya begitu enak.

Kemudian aku menjadi menggerakan pinggul saya, turun naik secara perlahan sambil nikmati tiap tiap kenikmatan yang ada. Karena kasur tersebut adalah kasur air, pertama-tama cukup sukar bagi aku untuk mengontrol gerakan saya. Tetapi lama-lama aku sanggup memanfaatkan goyangan kasur tersebut untuk memperkuat hujaman senjata saya. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Vetty melingkarkan tangannya di leher saya. Gerakan aku tambah lama tambah cepat sambil sekali-kali aku menghujamkan kemaluan aku sedalam-dalamnya. Tangan aku bergerak meremas buah dadanya dan gerakan aku tambah cepat lebih-lebih selagi itu Vetty turut menggerakkan pinggulnya. Tiba-tiba aku mendengar nafas Vetty yang tambah cepat, teriakannnya tambah keras.

“Ah… ahhh… ahhh… tetap Gus! aku mau… aaahhh…” teriak si Vetty. Rupanya dia udah menggapai puncak kenikmatannya.

Terasa tubuhnya mengejang dan menjadi cengkraman kukunya di pundak saya, sakit tapi tidak aku pikirkan (habis lagi enak… hihi…) Saya menghentikan gerakan pinggul aku dan mencium pipinya.

Kira-kira dua menit kemudian, aku melanjutkan hujaman batang kemaluan saya. Dimulai dari perlahan dan tambah cepat. Dua menit kemudian Vetty udah lagi terangsang. Dia menggerak-gerakkan pinggulnya, aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tiba-tiba aku merasakan cairan sperma aku udah mendesak keluar.

“Gua datang… Vet…” kata aku sambil menghujam batang kemaluan aku sekuatnya, nikmatnya.

Ketika aku mencabut batang kemaluan saya, eh ternyata si Andi udah berdiri di samping aku lengkap bersama dengan kondomnya. Sialan, cepat sekali nih anak, pikir saya.

“Cepetan dong… Gantiannn… cepetan…!” terdengar rintihan si Vetty.

Saya layaknya serdadu kalah perang kenakan lagi celana di dalam aku dan berjalan ke toilet untuk melenyapkan kondom. Setelah itu aku berjalan ke arah sofa. Terasa lemas di semua sendi-sendi saya. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Gimana… Enak nggak?” tanya Peter dan Jeby sambil berbisik.
“Asyik banget… loe cobalah saja sendiri…” jawab saya.

Setelah itu aku berpakaian (karena kedinginan) dan hampir tertidur di sofa. Tidak berapa lama kemudian terdengar teriakan histeris Vetty.

“Ahhh… uhhh… Saya daataaanggg!”

Saya terhubung mata aku dan aku lihat Peter dan Jeby tengah tertawa terkekeh-kekeh dan mengintip ke arah ranjang. Karena penasaran aku ikutan mengintip. Terlihat kepala Andi di pada ke-2 paha Vetty dan sambil ke-2 tangannya meremas payudara Vetty. Vetty sendiri tengah menjambak rambutnya Andi. Rupanya Vetty menggapai orgasme karena hisapan dan jilatan Andi. Luar biasa, sesungguhnya julukannya bukan hisapan jempol belaka. Perlu aku informasikan bahwa lidah si Andi benar-benar panjang (mirip hantu) dan sanggup menyentuh ujung dagunya. Jadi membuat wanita yang senang dioral, carilah laki-laki berlidah panjang, hihihi.

Setelah itu nampak Andi bangkit dan memcoba memasukkan batang kemaluannya yang panjang kurus tersebut ke kemaluan Vetty. Melihat perihal tersebut, batang kemaluan aku lagi tegang. Memang aku ini sanggup main beberapa kali dan permainan setelah itu daya tahan aku dapat tambah baik. Inilah keunggulan saya! Terlihat Andi menjadi menggerakkan pinggulnya dan menjadi memompa. Tetapi hanya kira-kira 1 menit, nampak badan dia mengejang, hihihi ternyata dia udah orgasme. Melihat perihal tersebut, secepat kilat Peter menyambar kondom yang terdapat di meja dan mencopot celana dalamnya.

“Ayo… cepetan…!” seru si Peter kepada Andi.

Dia tidak memberi tambahan selagi bernafas membuat Andi.

“Ayo… yang lain… cepetannn!” si Vetty turut berseru.
“Gila nih cewek, hiper…” demikianlah pikir saya.

Karena capai, aku selanjutnya tertidur bersama dengan senjata yang masih tegang, hihihi.

Antara sadar dan tidak sadar aku mendengar sebagian kali teriakan Vetty. Saya selanjutnya terbangun saat Peter ikutan berteriak, rupanya mereka orgasme terhadap selagi bersamaan. Saya perhatikan jam tangan saya, pukul 06.30, karena tidak percaya, aku mengucek-ngucek mata saya… gila si Peter bermain selama satu jam. Sekali lagi ternyata julukan teman-teman aku benar adanya. Dan aku sadar dari Andi kecuali si Vetty orgasme empat kali saat bermain bersama dengan Peter. Menakjubkan! Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Dengan cara tertatih-tatih Peter berjalan ke arah sofa. Saya melirik ke arah ranjang, nampak Vetty berbaring telentang bersama dengan paha terbuka lebar. Matanya hampir tertutup, dia nampak lemas.

“Yang lainnya… mana?” tanya Vetty bersama dengan nada lemas.

Gila benar. Saya lihat ke Jeby.

“Giliran loe sekarang…” Dia nampak ragu-ragu.
“Ehhh…” nampak dia tengah berjuang pada menjaga keperjakaannya atau tidak.

Mungkin terhitung dia menjadi malu.

“Ayo…” desak saya.
“Ah…! Nggak mau…” selanjutnya Jeby memutuskan.

Saya menjunjung pendirian dia, lagi pula selagi itu aku udah terangsang lagi lihat tubuh mulusnya Vetty. Saya terhubung pakaian saya, kenakan kondom dan berjalan ke ranjang. Vetty terhubung matanya sedikit. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

“Ayo dong… sudi lagi…” pinta dia bersama dengan nada lemas.

Saya membalikkan tubuhnya supaya saat ini Vetty berbaring menghadap ke samping. Belahan kemaluannya nampak basah dan benar-benar merah. Badan Vetty sendiri udah basah oleh keringatnya. Saya menyambar handuk dan melap badannya, Vetty tersenyum.

“Ayo… cepetan…!” tapi suaranya terdengar lemas.

Dari belakang (dengan posisi berbaring miring) aku mengarahkan batang kemaluan aku dan memasukkannya secara perlahan. Dalam posisi layaknya ini menjadi lubang kemaluannya jadi tambah sempit. Ketika batang kemaluan aku baru masuk setengahnya aku memanfaatkan tangan aku untuk memutarnya,

“Aah…” Vetty merintih perlahan. Kemudian aku melanjutkan motivasi kemaluan saya.
“Blesssss…!”

Akhirnya masuk terhitung semua batang kemaluan aku di lubang kemaluannya. Vetty menjerit tertahan.

“Aughhh…” Tetapi aku tidak segera memulai goyangan pinggul saya, melainkan aku menggerakkan tangan aku memutari pundaknya dan meremas buah dadanya. Sangat kencang dan pentilnya menjadi keras.

Karena remasan saya, Vetty menjadi menggerakkan pinggulnya bersama dengan tenaga terakhirnya. Terasa begitu nikmat dan selanjutnya aku terhitung menjadi mengeluarkan dan memasukkan batang kemaluan aku masuk dan nampak bersama dengan cepat dan bertenaga. Cukup lama aku jalankan perihal tersebut sampai menjadi pinggul Vetty bergerak tambah cepat. Semakin cepat, aku sendiri memperdalam dan memperkuat hujaman senjata saya. “Ahhh… lebihhh cepat… ahhh…” tubuhnya mengejang dan menggelepar, dia udah orgasme. Saya sendiri masih belum apa-apa. Memang untuk ke-2 kali aku tahan lebih, lebih-lebih ketiga dan keempat kali dan ini terbalik bersama dengan perempuan yang tambah lama selagi orgasmenya tambah cepat, betul kan? Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Saya kemudian membalikkan badannya dan saat ini Vetty berbaring telentang. Saya terhubung pahanya. Perlahan aku menggosok-gosokkan kepala batang kemaluan aku di bibir kemaluan Vetty. Cukup lama aku jalankan perihal tersebut sambil memberi peluang kepada Vetty untuk nikmati orgasmenya. Setelah itu aku lagi memasukkan batang kemaluan aku dan segera memompa. Vetty sendiri udah lemas dan tidak bertenaga, tapi masih terdengar desahan dan rintihannya. Mungkin karena kemaluannya yang udah basah kuyub, terdengar nada lain yang begitu menggairahkan,

“Plok… plok… plok…” Hanya di dalam selang 10 menit, dia lagi menggerakkan pinggul yang pertanda dia nikmati dan dapat menggapai puncak kenikmatan.
“Ah… Ahhh… aku datanggg lagiii…” Vetty berseru.

Heran terhitung aku kok dia masih mempunyai tenaga ya? Tubuhnya mengejang untuk kedelapan kalinya malam itu. Tetapi raut mukanya begitu senang dan cakep. Oh ya, cobalah para pembaca perhatikan, wanita itu paling cakep kecuali habis orgasme dan paling jelek kecuali tidak terpuaskan, hihihi… bener kan?

Setelah itu aku tidak mengeluarkan batang kemaluan aku dan membiarkannya di di dalam kemaluan Vetty. Karena udah bernafsu aku melanjutkan goyangan pinggul saya. Tetapi kali ini aku yang kudu menyerah. Dengan kapabilitas penuh aku memasukkan batang kemaluan aku dan tubuh aku mengejang. Nikmatnya ga ada tara. Saya segera berbaring di atas tubuh mulus Vetty. Vetty sendiri udah tidak mempunyai kekuatan, dia hanya terdiam dan memejamkan matanya. Dia tidak menghendaki jadi lagi. Hihi… udah cukup barangkali. Akhirnya aku tertidur di di dalam pelukan dia.

Sinar matahari yang silau membangunkan aku keesokan harinya. Vetty masih tertidur bersama dengan tubuh polos. Darah aku mendesir dan senjata aku bangun kembali. Tetapi karena menggapai aku tidak begitu bernafsu lagi. Saya lihat Peter terhitung udah bangun. Saya melirik jam tangan saya, wah hampir jam 9.00 (kami kudu check out jam 9.00 pas), buru-buru aku membangunkan Vetty, Andi dan Jeby.

Setelah itu kami mengantarkan Vetty pulang ke rumahnya yang terdapat di Pondok Indah (sekitar 500 m dari Bank Bali). Di perjalanan dia bercerita bahwa papanya ternyata orang Korea dan sering memukul mamanya. Mamanya sendiri jarang berada di rumah. Sewaktu kecil dia pernah memergoki papanya tengah berpesta seks bersama dengan tiga orang wanita, sungguh menyedihkan. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

Sewaktu aku berada di Inggis, aku sebagian kali coba menelepon Vetty dan pernah sebagian kali mengobrol bersama dengan dia. Dia mengaku bahwa dia butuh minimal 5 kali orgasme tiap tiap kali terkait badan. Itulah sebabnya tidak senang bermain hanya bersama dengan satu cowok. Sekitar 3 bulan kemudian pembantu dia memberitahukan aku bahwa Vetty udah berangkat ke Korea untuk menemani kakaknya yang udah lebih dari 5 tahun berada di sana.

Saya sendiri tidak mempunyai permohonan untuk ulangilah pengalaman di atas, bagaimanapun terhitung aku tidak sanggup menikmatinya secara utuh. Tetapi selagi nafsu jadi raja, apapun sanggup berjalan bukan? Pembaca sekalian yang budiman, jangan lupa memberi tambahan komentar, tanggapan, pertanyaan, kenalan, atau apa saja. Cerita Mesum – Pelampiasan Nafsu Liar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here