Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

0
370

Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

Cerita Mesum - Nikmatnya Istri Teman Lamaku
Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

Cerita MesumNikmatnya Istri Teman Lamaku – Waktu di jam dinding menunjukkan sudah pukul 8.00, namun Azis belum juga datang. Dalam hati kecilku, Jangan-jangan Azis mau bermalam di kampungnya, saya tidak kemungkinan bermalam berdua dengan istrinya di tempat tinggal ini. Saya lalu teriak minta pamit saja dengan alasan nanti besok saja ketemunya, namun istri Azis berteriak melarangku dan katanya,

“Tunggu pernah pak, nasi yang saya masak buat papa sudah matang. Kita makan dengan saja dulu, siapa sadar sesudah makan Azis datang, khan belum juga larut malam, lebih-lebih kita baru saja ketemu,” katanya penuh ingin sehingga saya senantiasa menunggu dan mau makan malam dengan di rumahnya. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

Tak lama kemudian, iapun nampak memanggilku masuk ke ruang dapur untuk menikmati hidangan malamnya. Sambil makan, kamipun terlibat obrolan yang enjoy dan penuh canda, sehingga tanpa menjadi saya sempat menggunakan dua piring nasi tanpa saya ingat kembali kecuali tadi saya bilang sudah kenyang dan baru saja makan di rumah. Malu sendiri rasanya. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

“Bapak ini nampaknya tetap muda. Mungkin tidak tepat kecuali saya panggil papa khan? Sebaiknya saya panggil kak, abang atau Mas saja,” ucapnya secara tiba-tiba ketika saya meneguk air minum, sehingga saya tidak sempat menggunakan satu gelas sebab menjadi kenyang sekali. Apalagi saya menjadi terayu atau tersanjung oleh seorang wanita muda yang baru saja kulihat sepotong tubuhnya yang mulus dan putih? Tidak, saya tidak boleh berpikir ke sana, lebih-lebih wanita ini adalah istri rekan lamaku, lebih-lebih rasanya saya belum pernah berpikir macam-macam pada wanita lain sebelum akan ini. Aku kendalikan cepat pikiranku yang menjadi miring. Siapa sadar ada setan yang memanfaatkannya.

“Bolehlah, apa saja panggilannya terhadapku saya menerima semua, asalkan tidak mengejekku. Hitung-hitung sebagai panggilan adik sendiri,” jawabku menambahkan kebebasan. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

 

“Terima kasih Kak atau Mas atas kesediaan dan keterbukaannya” balasnya.

Setelah selesai makan, saya lalu berjalan nampak sambil memandangi sudut-sudut ruangannya dan saya sempat mengalihkan perhatianku ke dalam kamar tidurnya di mana saya memandang tubuh terbaring tanpa pakaian tadi. Ternyata betul, wanita itulah tadi yang berbaring di atas area tidur itu, yang di depannya ada sebuah TV color kira-kira 21 inc. Jantungku tiba-tiba berdebar ketika saya memandang sebuah celana color tergeletak di sudut area tidur itu, sehingga saya sejenak memikirkan kecuali wanita yang baru saja saya temani berkata dan makan dengan itu kemungkinan besar tidak manfaatkan celana, lebih-lebih yang saya memandang tadi menjadi berasal dari pinggul hingga ujung kaki tanpa busana. Namun pikiran itu saya cobalah membuang jauh-jauh biar tidak mengganggu konsentrasiku. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

Setelah saya duduk kembali di kursi tamu semula, tiba-tiba saya mendengar suara TV berasal dari dalam, lebih-lebih acaranya kedengaran sekali kecuali itu yang main adalah film Angling Dharma yakni film kegemaranku. Aku tidak berani masuk nonton di kamar itu tanpa dipanggil, walau saya inginkan sekali nonton film itu. Bersamaan dengan puncak keinginanku, tiba-tiba,

“Kak, bahagia nggak nonton filmnya Angling Dharma?” teriaknya berasal dari dalam kamar tidurnya.

“Wah, itu film kesukaanku, namun sayangnya TV-nya dalam kamar,” jawabku dengan cepat dan suara agak lantang. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

“Masuk saja di sini kak, tidak apa-apa kok, kembali pula kita ini khan sudah layaknya saudara dan sudah saling terbuka” katanya penuh harap.

Lalu saya bangkit dan masuk ke dalam kamar. Iapun persilahkan saya duduk di pinggir area tidur berdampingan dengannya. Aku agak malu dan cemas rasanya, namun juga mau sekali nonton film itu. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

Awalnya kita biasa-biasa saja, hening dan serius nontonnya, namun baru kira-kira 1/2 jam acara itu berjalan, tiba-tiba ia tawarkan untuk nonton film berasal dari VCD yang katanya lebih bagus dan lebih seru berasal dari pada filmnya Angling Dharma, sehingga saya tidak menolaknya dan inginkan juga menyaksikannya. Aku kuatir dan kuatir kalau-kalau VCD yang ditawarkan itu bukan kesukaanku atau bukan yang kuharapkan.

Setelah ia masukkan kasetnya, iapun mundur dan kembali duduk tidak jauh berasal dari area dudukku lebih-lebih terkesan sedikit lebih rapat daripada sebelumnya. Gambarpun nampak dan berjalan percakapan yang serius antara seorang pria dan seorang wanita Barat, sehingga saya tidak sadar maksud obrolan dalam film itu. Baru saja saya bermaksud meminta mengganti filmnya dengan film Angling Dharma tadi, tiba-tiba ke dua insan dalam layar itu berpelukan dan berciuman, saling mengisap lidah, bercumbu rayu, menjilat menjadi berasal dari atas ke bawah, lebih-lebih secara perlahan-lahan saling menelanjangi dan meraba, hingga kelanjutannya saya menatapnya dengan tajam sekali secara bergantian menjilati kemaluannya, yang memicu jantungku berdebar, tongkatku menjadi tegang dan membesar, sekujur tubuhku gemetar dan berkeringat, lalu sedikit demi sedikit saya menoleh ke arah wanita disampingku yakni istri rekan lamaku. Secara bersamaan iapun sempat menoleh ke arahku sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke layar. Tentu saya tidak sanggup kembali membendung birahiku sebagai pria normal, namun saya senantiasa cemas dan malu mengungkapkan isi hatiku. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

“Mas, pak, bahagia nggak filmnya? Kalau nggak suka, biar kumatikan saja,” tanyanya seolah memancingku ketika saya asyik menikmatinya.

“Iiyah, bolehlah, bahagia juga, kecuali adik, sebetulnya sering nonton film gituan yah?” jawabku sedikit malu namun mau dan bahagia sekali.

“Saya berasal dari pernah sejak awal perkawinan kami, sebetulnya senantiasa putar film layaknya itu, sebab kita sama-sama menyukainya, kembali pula sanggup meningkatkan gairah sex kita ketika sukar memunculkannya, lebih-lebih sanggup meningkatkan pengalaman berhubungan, syukur-syukur kecuali lebih dari satu sanggup dipraktekkan. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

“Sungguh kita ketinggalan. Saya tidak cukup pengalaman dalam perihal itu, lebih-lebih baru kali ini saya serius sanggup memandang dengan tenang dan sadar film layaknya itu. Apalagi istriku tidak bahagia nonton dan praktekkan macam-macam layaknya di film itu,” keteranganku konsisten terang. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

“Tapi kakak bahagia nonton dan permainan layaknya itu khan?” tanyanya lagi.

“Suka sekali dan kelihatannya nikmat sekali yach,” kataku secara tegas.

“Jika istri kakak tidak bahagia dan tidak mau laksanakan permainan layaknya itu, bagaimana kecuali saya tawarkan kerjasama untuk memperaktekkan perihal layaknya itu?” bertanya istri rekan lamaku secara tegas dan berani padaku sambil ia mendempetkan tubuhnya di tubuhku sehingga bisikannya menjadi hangat nafasnya dipipiku.

Tanpa sempat kembali saya berfikir panjang, lalu saya mencoba merangkulnya sambil menganggukkan kepala menandakan setuju. Wanita itupun membalas pelukanku. Bahkan ia duluan mencium pipi dan bibirku, lalu ia masukkan lidahnya ke dalam mulutku sambil digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan, akupun membalasnya dengan lahap sekali. Aku memulai memasukkan tangan ke dalam bajunya mencari ke dua payudaranya sebab saya mirip sekali sudah tidak sanggup kembali menghambat birahiku, kembali pula ke dua benda kenyal itu saya sudah hafal tempatnya dan sudah sering memegangnya. Tapi kali ini, rasanya lain daripada yang lain, sedikit lebih mulus dan lebih keras dibanding punya istriku. Entah siapa yang membuka pakaian yang dikenakannya, tiba-tiba terbuka dengan lebar sehingga nampak ke dua benda kenyal itu terkait dengan menantang. Akupun memperaktekkan apa yang barusan kulihat dalam layar tadi yakni menjilat dan mengisap putingnya berulang-kali seolah saya mau mengeluarkan air berasal dari dalamnya. Kadang kugigit sedikit dan kukunyah, namun wanita itu sedikit mendorong kepalaku sebagai isyarat terdapatnya rasa sakit. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

Selama hidupku, baru kali ini saya memandang pemandangan yang indah sekali di antara ke dua paha wanita itu. Karena tanpa ada problem saya membuka sarung yang dikenakannya, langsung saja jatuh sendiri dan cocok dugaanku mula-mula ternyata sebetulnya tidak ada pelapis kemaluannya mirip sekali sehingga saya sempat menatap sejenak kebersihan vagina wanita itu. Putih, mulus dan tanpa selembar bulupun tumbuh di atas gundukan itu memicu saya kagum memandang dan merabanya, lebih-lebih sesudah saya memberanikan diri membuka ke dua bibirnya dengan ke dua tanganku, nampak benda kecil menonjol di antara ke dua bibirnya dengan warna agak kemerahan. Ingin rasanya saya telan dan makan sekalian, untungkan bukan makanan, namun sempat saya lahap dengan lidahku hingga sedalam-dalamnya sehingga wanita itu sedikit menjerit dan terengah-engah menghambat rasa nikmatnya lidah saya, lebih-lebih sesudah saya menekannya dalam-dalam.

“Kak, saya buka saja seluruh pakaiannya yah, biar saya lebih leluasa menikmati seluruh tubuhmu,” pintanya sambil membuka satu persatu pakaian yang kukenakan hingga saya telanjang bulat. Bahkan ia nampaknya lebih tidak tahan kembali berlama-lama memandangnya. Ia langsung serobot saja dan menjilati sekujur tubuhku, namun jilatannya lebih lama pada biji pelerku, sehingga pinggulku bergerak-gerak dibuatnya sebagai isyarat kegelian. Lalu disusul dengan memasukkan penisku ke mulutnya dan menggocoknya dengan cepat dan berulang-ulang, sampai-sampai menjadi spermaku mau muncrat. Untung saya tarik nampak cepat, lalu membaringkan ke atas area tidurnya dengan kaki senantiasa menjulang ke lantai biar saya lebih gampang melihat, dan menjamahnya. Setelah ia terkulai lemas di atas area tidur, akupun mengangkanginya sambil berdiri di depan gundukkan itu dan perlahan saya masukkan ujung penisku ke dalam vaginanya lalu menggerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan maju dan mundur, kelanjutannya sanggup masuk tanpa sangat kesulitan. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

“Dik, type yang bagaimana kita terapkan sekarang? Apa kita ikuti seluruh posisi yang ada di layar TV tadi,” tanyaku berbisik.

“Terserah kak, saya serahkan seluruhnya tubuhku ini pada kakak, mana yang kakak anggap lebih nikmat dan lebih berkesan selama hayat serta lebih memuaskan kakak,” katanya pasrah. Akupun meneruskan posisi tidur telentang tadi sambil saya berdiri menggocok terus, sehingga mengundang bunyi yang agak meningkatkan gairah sexku.

“Ahh.. Uhh.. Ssstt.. Hmm.. Teeruus kak, sedap sekali, gocok konsisten kakak, saya sangat menikmatinya,” demikian pintanya sambil terengah dan berdesis layaknya bunyi jangkrik di dalam kamarnya itu.

“Dik, gimana kecuali saya berbaring dan adik mengangkangiku, biar adik lebih leluasa goyangannya,” pintaku padanya.

“Aku ini sudah nyaris memuncak dan sudah menjadi lemas, namun kecuali itu permohonan kakak, bolehlah, saya tetap sanggup bertahan lebih dari satu menit lagi,” jawabnya seolah inginkan memuaskanku malam itu. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

Tanpa kita rasakan dan peduli kembali suaminya kembali malam itu, lebih-lebih sesudah jam menunjukkan pukul 9.30 malam itu, saya konsisten mengusahakan menumpahkan seluruhnya dan serius inginkan menikmati pengalaman bersejarah ini dengan dengan istri rekan lamaku itu. Namun sayangnya, sebab keasyikan dan keseriusan kita dalam bersetubuh malam itu, sehingga baru kira-kira 3 menit berjalan dengan posisi saya di bawah dan dia di atas memompa serta menggoyang kiri kanan pinggulnya, kelanjutannya spermakupun tumpah dalam rahimnya dan diapun kurasakan bergetar seluruh tubuhnya menandakan juga memuncak gairah sexnya. Setelah sama-sama puas, kita saling berciuman, berangkulan, berjilatan tubuh dan tidur terlentang hingga pagi.
Setelah kita terbangun nyaris bersamaan di pagi hari, saya langsung lompat berasal dari area tidur, tiba-tiba nampak rasa cemas yang mengecam dan pikiranku sangat kalut tidak sadar apa yang mesti saya perbuat. Saya menyesal namun ada permohonan untuk mengulanginya dengan dengan wanita itu. Untung malam itu suaminya tidak kembali dan kamipun mengusahakan masuk kamar mandi bersihkan diri. Walaupun menjadi ada gairah baru kembali inginkan ulangi di dalam kamar mandi, namun rasa takutku lebih mengalahkan gairahku sehingga saya mengurungkan niatku itu dan langsung pamit dan sama-sama berjanji dapat mengulanginya kecuali ada kesempatan. Saya nampak berasal dari tempat tinggal tanpa ada orang lain yang melihatku sehingga saya yakin tidak ada yang mencurigaiku. Soal istriku di rumah, saya sanggup buat alasan kecuali saya ketemu dan bermalam dengan dengan teman akrab lamaku. Cerita Mesum – Nikmatnya Istri Teman Lamaku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here