Cerita Mesum Ngentot Janda Anak 3

0
132

Cerita Mesum Ngentot Janda Anak 3

Cerita Mesum Ngentot Janda Anak 3
Cerita Mesum Ngentot Janda Anak 3

 

Warung Mesum Dimulai awal saya SMA saya telah berpacaran bersama kakanda kelasku demikian masih sampai saya melengkapi pendidikan sarjana hingga bekerja sampai waktu ini. Satu pengalaman yg tidak tertinggal yakni diwaktu saya berpacaran bersama satu orang janda turun mesin tiga.

begitu kisahnya, sebuah hri waktu saya pergi pekerjaan alamat Tomang ke Kelapa Gading, saya kelihatan lekaslekas lantaran disaat telah memperlihatkan pukul 07.45. sebaliknya saya mesti hingga di biro pukul 08.30 cocok. saya terpaksa bertolak ke negeri mas bersama cita-cita lebih tidak sedikit kendaraan di sana. mubazir saya meminta lebih alamat 15 menit hasilnya saya putuskan saya mesti bertolak bersama taxi. disaat taxi yg ku berhenti ingin pergi sontak satu orang perempuan menghampiriku sambil bicara, “Mas, ingin ke Pulo Gadung ya?” tanyanya, aku� dapat ikut nggak? soalnya udah telat nich.”

hasilnya saya perbolehkan sesudah saya beritahu bahwa saya turun di Kelapa Gading. Sepanjang perjalanan saya memaparkan satu sama lain dan hasilnya saya ketahui bernama batari, satu orang janda bersama 3 orang anak di mana suaminya wafat bagian. nyatanya betari bekerja yang merupakan bendahara kepada satu buah katering yg mesti menerbitkan makanan guna 5000 pekerja di sektor perseroan Pulo Gadung.

saya melihat perempuan di sebelahku ini nyatanya serta pass mengusili kembali. batari, 1 thn lebih lanjut umur asal saya dan kulit yg lumayan halus, postur yg sintal terus mata yg mengaduhkan. sesudah memengaruhi nomer teleponnya saya turun di percabangan Kelapa Gading. hingga di dinas saya cepat menelepon batari, guna menciptakan kematian senja hri terhadap berangkat ke bioskop.

tak seperti rata-rata, serasi jam 05.00 senja saya terburu-buru mengalpakan kantorku dikarenakan ada ajal pada betemu batari. dikala hingga di sinema Jakarta Theater, pastinya yg telah saya memilih, abdi segera antri kepada berbelanja kupon. juga ada ketika seputar 1 jam yg abdi habiskan pada berbincang-bincang satu sama lain.

sewaktu obrolan itu abdi telah mulai sejak mendiskusikan masalah-masalah yg nyerempet ke arah sex. serasi jam 19.00, petunjukan dimulai saya masuk ke dalam dan menuju ke buntut kiri, ruang bersila pujaan guna pasangan yg terus dimabuk cinta.

atraksi belum dimulai saya telah memulas sirah betari sambil membisikkan kata-kata yg menggerecoki. batari� apabila pada anda, saudaraku sanggup nggak tahan,” kataku sambil memprovokasi buah dadanya yg montok. “Ah Mas, saudaranya yg di mana?” tuturnya, sambil mengerlingkan matanya.

menyaksikan faktor itu saya cepat melumat tamat bibirnya maka napasnya tampak tersengal-sengal. “Mas, jangan sampai di sini dong kan sipu, dipandang orang.” saya yg telah terangsang cepat mengajaknya ke luar film kepada memesan taxi. malahan tayangan belum dimulai cuma iklan-iklan sinema saja yg muncul.

sesudah menyatakan Hotel **** (edited), taxi itupun bertambah ke arah yg dituju. Sepanjang perjalanan tanganku bersama hebat menyengkak buah dada betari yg sekali-sekali disertai desahan yg ahli. waktu tanganku hendak menuju ke pukas dgn langsung batari menegah sambil berkata,

jangan sampai� di sini Mas, supir taxinya menyaksikan sedang ke buntut. hasilnya kulihat ke depan memang lah makbul supir itu melirik sedang ke arah hamba. hingga di ruang maksud sesudah menyetor taxi, hamba serentak berpelukan yg disertai ratapan manja bersumber betari, “Mas Jo, anda kok berpengetahuan sekali sih merangsang saya, sekalipun saya belum sempat begini bersama orang yg belum saya kenal.”

Seraya telah tak kuat hati saya menuntun serta-merta betari ke kamar yg kupesan. saya cepat menjilati lehernya mulai sejak semenjak buntut ke depan. setelah itu bersama tak sabarnya dilucutinya satu persatu yg menempel di badanku sampai saya bugil ria. Penisku yg telah mengeras mulai sejak tadi segera dalam letak menantang batari.

Kemudian aku membalas melucuti semua baju Dewi, sehingga dia pun dalam keadaan bugil. Kemudian dengan rakus dijilatinya penisku yang merah itu sambil berkata, “Mas kontolnya merah banget aku suka.” Dalam posisi 69 kujilati juga vagina Dewi yang merekah dan dipenuhi bulu-bulu yang indah. 10 Menit, berlalu tiba-tiba terdengar suara, “Mas, aku mau keluaarr..”

“Cret.. cret.. cret..” Vagina Dewi basah lendir yang menandakan telah mencapai oragasmenya. 5 Menit kemudian aku segera menyusul, “Dewi, Wi, Mas mau keluar..” “Crot.. crot.. crot..” Spermaku yang banyak akhirnya diminum habis oleh Dewi. Setelah itu kami pun beristirahat. Tidak lama kemudian Dewi mengocok kembali penisku yang lunglai itu. Tidak lama kemudian penisku berdiri dan siap melaksanakan tugasnya. Dituntun segera penisku itu ke vaginanya.

Pemanasan dilakukan dengan cara menggosokkan penisku ke vaginanya. Dewi mendesah panjang, “Mas, kontolnya kok bengkok sih, nakalnya ya dulunya?” Tidak kuhiraukan pembicaraan Dewi, aku segera menyuruhnya untuk memasukkan penisku ke vaginanya. “Dewi, masukkan cepat! Jonathan tidak tahan lagi nih.” Sleep.. bless.. masuk sudah penisku ke vaginanya yang merekah itu.

Tidak lupa tanganku meremas buah dadanya sesekali menghisap payudaranya yang besar walaupun agak turun tapi masih nikmat untuk dihisap. Goyangan demi goyangan kami lalui seakan tidak mempedulikan lagi apakah yang kami lakukan ini salah atau tidak. Puncaknya ketika Dewi memanggil namaku, “Jonathan.. terus.. terus.. Dewi, mau keluar..” Akhirnya Dewi keluar disertai memanggil namaku setengah berteriak, “Jonathan.. aku.. keluaarr..” sambil memegang pantatku dan mendorongnya kuat-kuat

berselang lama aku pun merasakan hal sama dengan Dewi, “Wi.. ah.. ah.. tumpah dalam atau minum Wi..” kataku. Terlambat akhirnya pejuku tumpah di dalam, “Wi.. kamu hebat.. walaupun sudah punya 3 anak,” kataku sambil memujinya.

Akhirnya malam itu kami menginap di hotel. Kami berpacaran selama 1 tahun, walaupun sudah putus, tetapi kami masih berteman baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here