Cerita Mesum Mendapat Kepuasan Sex dari Temanku

0
199

Cerita Mesum Mendapat Kepuasan Sex dari Temanku

Cerita Mesum Mendapat Kepuasan Sex dari Temanku
Cerita Mesum Mendapat Kepuasan Sex dari Temanku

Warung Mesum Perkenalkan namaku Evi, saya telah menikah di usiaku yang baru menapak 21 thn. Wajahku pass menawan dan kulit beragam putih. tubuh bentuk tubuh tubuhku berulang tinggi. saya telah mempunyai seseorang anak yg berusia 3 th. saya menghukum guna nikah dini dikarenakan yg menikahi saya ialah satu orang pembisnis berhasil di luar Jawa.

Umurku dan umurnya terpaut teramat jauh. ia belia sepuh yang lalu waktu menikahiku telah berusia 37 th. Suaminku bernama mas Eko. sekarang ini beliau beruang di Kalimantan lagi pula saya sedang di jawa. lalu saya pernah iukut sedang di Kalimantan tapi tak tahan dikarenakan jauh permulaan kota. Untungnya suamiku menyadari dapat faktor itu.

tiap-tiap bln mas eko senantiasa menyempatkan diri pulang ke Jawa pada membiarkan rindu dengan anak dan istrinya. Mas Seno adalah persona laki laki yang bertanggung jawab dan teramat sorotan dengan bangsa. tiap-tiap gajian beliau senantiasa menyuruh duit terhadap kebutuhanku dan anakku. tiap-tiap bulannya saya sanggup bekal duit 20juta. dengan duit itu saya mampu membeli-beli apa saja yang saya inginkan.

Perawatan badan dan tampang yang jadi prioritasku biar penampilanku senantiasa tampak elegan. meski pelik dibelai laki saya mesti terus berpenampilan kece dan organ. Mas Eko senang sekali memilikiku, saya dapat menyerahkan kepuasan seks untuknya. walau antusiasme mas Eko tidak sekuat lalu. sesungguhnya saya tak sempat merasa puas dikala burhubungan badan dengan suamiku, gaya-gayanya hambar. Tapi ingin bagaimana terus itu telah jadi kewajibanku saya mesti melayaninya bersama baik. sampai-sampai hanya sebulan sekali pulangnya, bagiku kepuasan seks tidak sempat kudapat.

Hiburanku cuma berkumpul bersama teman2ku di mall ato jalan kemana aja. tiap-tiap jalan dengan teman2ku rasa-rasanya saya iri mereka narasi berkaitan suami2nya, meskipun suamiku beruang jauh disana. Mereka pula tidak jarang ngejekku, tapi ya sudahlah itu cuma candaan mereka.

sebuah disaat mas Eko tak dapat pulang ke Jawa selagi 3 bln sebab disana kembali menunggui tumbuhan sawitnya. sewaktu 3 bln itu kira kira seperti 3 th dan sewaktu 3 bln itu saya cuma mendapati topik saja. keperluan seks ku sama sekali tidak tercukupi. Batinku tersenak dikarenakan senantiasa jauh bermula seks yang tidak terlampiaskan.

pada menyirnakan kesuntukanku saya tidak jarang bertolak bersama temanku yang bernama Erwin. beliau yaitu kawan sekolahku lalu. ia berulang belia belum menikah. saya tidak jarang chatting dengan dirinya sebab cuma beliau yang senantiasa ada disaat titik terendah untukku. gerakan Erwin sehari-harinya hanya kuliah kalo ga yang nongkrong dengan teman2nya.

erwin jadi sahabat curhatku, dirinya tau seluruhnya keluh kesahku. Kadang kalo saya berjumpa bersama Erwin saya menggandeng anakku agar tak memunculkan fitnah. saya tambah teramat akrab dengan Erwin. tiap-tiap kali berjumpa saya senantiasa menyebutkan mengenai hunian tanggaku. Erwin lagi senantiasa memberikanku nasehat biar saya senantiasa bersabar. benar-benar tak baik jikalau berumah injak-injak tak sedang serumah. Tapi ingin bagaimana terus saya ga mampu apabila saya mesti sedang di kalimantan.

sebuah hri Erwin mengajakku berangkat nonton, saya segera bertolak bagi menghilankan penat. Kita nonton gambar hidup romatis berasa tengah jaman pacaran saja. Erwin benar-benar tipical pria yg romantis tapi sampai diwaktu ini dirinya terus asyik jomblo. sesudah sinema bubar saya dan Erwin pulang ke rumah.

Paginya Erwin berencana mengajakku berangkat ke penghabisan bersama anankku. saya oke aja bermula dengan anakku. Sesampainya di hunian saya bersigap packing guna besok.

Keesokan harinya saya telah beres guna bertolak bercuti ke penutup. saya telah ijin bersama Mas Eko, walaupun saya sengaja menyerkup jikalau saya berangkat bersama Erwin. sejamaknya nggak ada apa-apa hanya saya samar mas Eko berprasangka tidak baik terhadapku. saya, putriku dan Bik Rumi bertolak menuju hunian Erwin. kelihatan Erwin telah meminta di depan hunian dgn mengambil tas ransel dan berpenambilan bak anak bujang cantik, saya masih nggak ingin berlutut dong,

“Ayo Win kita pergi sekarang ini� ucapku.

panji-panji� sedikit Vi kameraku terlantar� jawab erwin.

sesudah seluruh telah beres hamba segera menuju pucuk, perjalan seputar 3 jam semenjak hunian. Sepanjang perjalanan putriku membisu tak merintih kira-kira beliau amat happy. ia dan Bik Rumi tertidur pulas lantaran jalan tertunda keseluruhan, tampaknya lantaran hri cuti. Sesampainya di villa serasi jam 1 tengah hari, Erwin memesan kamar 1,

“Loh Win, kog hanya titipan kamar satu aja sih?” tanyaku.

“Kan satu Villa ada dua kamar di dalamnya Vi, daripada sewa tidak sedikit kamar kan empati buang duit� jawab Erwin.

“Oh gitu ya…yaudah deh” balasku.

sesudah tutup diberikan kita berempat menuju kamar. memang lah legal apa kata Erwin masuk ke kamar ada tempat petandang bed 2. Dan di dalam ada lokasi 1 kembali bagi Erwin tidur. saya, putriku dan Bik Rumi tidur di dua bed depan. Ya baiklah, kita kelar bercuti 2 hri disini. hawa yg amat sangat dingin menghasilkan putriku cuma bertahan diri di kamar ditemani Bik Rumi.

saya dan Erwin berangkat guna menikmati lanskap dan ke taman teh. Erwin berlagak seperti suamiku menjadi teringat mas Eko. Jalan ke taman teh amat jauh keringat bercucuran mengayau pipiku. sontak Erwin menghapus keringatku. saya terdiam sambil melihat Erwin. saya tergiring keadaan dan menikmati hawa yg amat sangat dingin ini. saya dan Erwin berdiri di ruko pinggiran disitu menjual minuman hangat kembali jagung bakar yg unik. saya mogok di depot itu istirahat sejenak,

anda� telah ijin sama laki anda kan Vi..?” bertanya Erwin.

“Sudah..dia memungkinkan kog..”

“ya telah berarti aman tak bakal timbul penyakit, lama benarbenar Mas Eko nggak pulang ya Vi?”

“Iya 3 bln beliau ga pulang, kangen sih tapi ingin macam mana serta. kepingin amat nyusul tapi saya aneh tepat disana, saya mesti bersabar menagih suamiku pulang dan saya mesti mengganjal rasa” jawabku.

“Rasa apaan tuh Vi?” bertanya Erwin.

natural� laki hawa tengah perlu bersambung sama seperti pasangan” jawabku

biarpun� saya belum menikah saya tau kok Vi apa yg anda tujuan� tutur Erwin.

bersama sebentar sipu saya memperhatikan muka Erwin. saya curhat menyangkut pribadiku, ia menyadarinya. dirinya membelai rambutku sambil mewasiatkan pengetahuan. gaya-gayanya nyaman benarbenar beruang di samping Erwin. serasi tambah curhat Erwin memelukku dgn tiba-tiba, saya amat terperanjat. saya berfikiran mungkin saja cuma pelukan seseorang rekan saja.

kala makin senja, saya mesti pulang ke villa. hingga di kamar putriku telah tertidur pulas. saya menyiangi badan bersiram supaya kelihatan fresh. bersama mengutip pakaian kalem seperti rok pendek dan saya bersolek. sesudah bersiram saya dan Erwin bersila di ruangan Televisi sambil bergurau. ia hingga menggelitik saya sampai saya terbahak keras.

saya telah ngantuk, saya berangkat ke lokasi tidurku. Semetara Erwin semula menyaksikan Televisi, pun tengah malam Erwin jelang ruangan tidurku. Tiba2 dirinya tidur di sampingku menghela selimutku. saya sahih amat terperanjat. meskipun di sampingku ada Bik Rumi, saya gelisah kalau mereka terbentuk menonton saya tidur dgn Erwin,

“Apa2an sih Win kog anda tidur disini”

saya� kepengen menikmati malamku bersamamu Vi”

jangan sampai� Win saya telah berkeluarga, saya nggak kira kira mengkhianati mas Eko”

“Sudahlah jangan sampai menghalau, saya tahu anda rindu usapan pria kan?”

Erwin serentak mencium keningku selanjutnya dirinya mnegecup bibirku. sedangkan samping ruangan tidurku ada perempuan dan pembantuku. sepertinya nggak santai banget,

“Kita ganti aja di kamarku yuk Vi?”

tidak dengan berfikir panjang Erwin menggendong saya menuju kamarnya. Entah apa yg dapat dilakukan Erwin saya teramat terdorong giliran. Seperti wajar ia bergurau saya senantiasa digodanya. sebagaimana laki betina yg kembali bercanda di ranjang. dirinya tengah memeluk saya bersama erat, saya yg menggunakan lingeri tidak dengan bra menciptakan payudaraku menempel di dada Erwin.

Gairah nafsuku unjuk dgn sontak diwaktu Erwin mengulum bibirku. Lingeriku terungkap tampak pahaku yg mulus. saya terikat dan ganjar kuluman itu. dikala Erwin sejak mulai mengakses lingeriku saya cuma menurunkan saja. Payudaraku terbengkalai kencang Erwin sedang menjadi makin bergairah. saya direbahkan di kasurnya, tangan Erwin dulu memecal payudaraku, ia berikhtiar menanjakkan gairah seks ku. Lidahnya berputar-putar di putingku dan sekali waktu beliau menghisap putingku. Tangan kanan memamerkan jemarinya memilin putingku.

“Aaahhh…Win saya horny berat nih”

slow� Vi, saya dapat memuaskanmu tengah malam ini”

Enak betul-betul permainan lidah Erwin di susu dan putingku. seterusnya Erwin menerangkan payudaraku, ia membiarkan celananya. terlihat awal dalam CD penis Erwin yang telah vertikal berdiri,

“Buka seluruh donk Win”

Erwin berulang melepas perintahku dulu terlihatlah penis yg teramat gede dan berbulu lebat. Erwin lantas terhubung lancingan dalamku, ke-2 kakiku beliau buka lebar. Selakanganku dirinya jilat sampai tubuhku menggeliat lantaran nikmat. Tangannya pula main di memekku yg rimbun dapat bulu-bulunya,

“Memekmu teramat menggemaskan Vi”

Tangannya mengakses lipatan-lipatan memekku. di buka lebar dan ia berupaya mencari lubang memekku itu. dirinya merendam memekku dgn mengecup penghujung luar lubang itu. juga dirinya kecup sampai memekku basah, menjadikan air lendir. Erwin berjiwa dan melanyak larutan itu beludak keluar,

“Aaahhh Winn…jilat donk Win memekku…” kata-kata itu ke luar mulai sejak mulutku.

amat sangat lama ia mempertunjukkan memekku, sampai saya tidak hak. Erwin sedang mencium bibirku, dadanya bergesekan dgn payudaraku walaupun penis bergesekan bersama memekku. keinginan birahi itu semula meruncing. sampai saatnya Erwin coba menyusulkan penisnya ke dalam lubang memekku,

“Aaahhh panduan lebih dalam tambah Wiinn…aahhh…”

“Sleeeeppp….” hasilnya seluruhnya batang penis Erwin masuk ke dalam memekku.

Erwin mengudak kemaluannya di dalam, sukses menarik diri gerakannya. Keringatku bercucuran mengayau tubuhku. Erwin tidak wenang menyaksikan payudaraku yang ikut bergoyang seiring dengan sodokan penisnya ke dalam memekku. Sambil memajang penisnya, firman Erwin mengecup puting susuku yg berona kecoklatan,

“Ooohhh..nikmat sekali Wiinn…aahhh…”

Erwin pun menggoyangkan gerakan-gerakan yang memunculkan kenikmatan y resmi luar alami. saya memeluknya erat dan tidak wenang saya menyediakan larutan lagi,

“Ooohhh Wiiinn saya keluaaaarrr….aaarrgghhh…” saya telah pasrah dan amat menikmati vibrasi penis Erwin di dalam lubang kenimatanku,

saya� telah nggak tahan keluarin kini ya Vi…”

“Crooottt…crooott…crooottt…”

Erwin menyemprotkan air cocok di luar cocok di depan lubang memekku. Nikmat benarbenar kira-kira udah lama tubuhku ini tidak disentuh laki-laki. Erwin membawa tisu dan menyiangi tubuhku. saya terbaring lemas, Erwin mendekatiku cobalah mewasiatkan selimutnya. saya dan beliau telah amat sangat capek. Kita tidur berdua di ranjang dgn kedudukan juga telanjang.

Tangan Erwin tak ampunan semenjak dekapan, ia berulang memelukku menerkam erat payudaraku seakan tak ingin saya tinggalkan. sampai kita tertidur pulas.

beker bersembunyi sesuai jam 5. saya membangkitkan Erwin pada bersiram. saya dan ia bersiram bareng di bath up, disitu kita juga sempet ngesex di air. sesudah itu saya terburu-buru membangkitkan Bik Rumi kepada pulang.

Jam 8 kita chek in alamat villa, saya menyempatkan bertolak ke kebun supaya putriku main disana. disaat makin senja saya emengajak Erwin pulang. Sepanjang perjalanan pulang saya masih mengingat problem semalam.

Sejak ketika itu saya merangkai interaksi dgn Erwin. Bik Rumi pula tau hubunganku, lantaran Erwin tidak jarang menginap di rumahku. Perselingkuhan berlangsung sampai mas Eko wafat bidang dan saya menikah valid bersama Erwin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here