Cerita Mesum – Mencapai Klimaks di Ruangan Bos

0
29

Cerita Mesum – Mencapai Klimaks di Ruangan Bos

Cerita Mesum - Mencapai Klimaks di Ruangan Bos
Cerita Mesum – Mencapai Klimaks di Ruangan Bos

Cerita Mesum – Kisah ini berjalan di tahun Januari 2016, disaat aku, bekerja di sebuah perusahaan IT di bilangan Jakata Selatan. Perusahaanku pas itu menyewa sebuah tempat tinggal yang dijadikan kantor. Selain perusahaanku, tempat tinggal selanjutnya terhitung disewa oleh dua perusahaan lainnya yang bergerak di bidang jasa. Saat itu saya bekerja sebagai staf administrasi. Perusahaan saya terbilang kecil, hanya memiliki karyawan di bawah sepuluh orang saja. Cerita Mesum

Kehidupan seksualku memang normal, saya sudah berkeluarga dan memiliki anak berumur satu tahun. Kebahagiaan kami berjalan layaknya layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia, tanpa kekurangan satu perihal pun.

Hingga pada suatu saat, perusahaan yang bersebelahan bersama dengan perusahaanku, mempekerjakan seorang karyawati baru di bidang administrasi. Namanya Voni. Gadis ini berperawakan kecil, tetapi manis. Berkulit sawo masak bersama dengan mata berbulu lentik. Rambutnya agak ikal. Voni ini keturunan arab. Sering saya dengar bahwa pria keturunan Arab memiliki libido yang amat tinggi. Untuk perempuannya, saya belum dulu mendengar selentingan tentang perilaku seksnya. Cerita Mesum

Kehadirannya mengambil alih perhatian semua karyawan yang bekerja di sana, tidak hanya karyawan area perusahaan Voni berkerja, tetapi semua perusahaan yang menyewa area tersebut. Hal ini amat memungkinkan, gara-gara memang perangai Voni amat ceria, agak centil, dan terhitung tetap memakai pakaian ketat menimbulkan birahi pria manapun yang melihatnya.

Seringkali Aku dan Voni mengambil pandang, pandangannya mengisyaratkan sesuatu yang pas itu, saya sendiri belum dapat menangkap makna yang tersembunyi. Cerita Mesum

Suatu ketika, kami berjumpa di depan pintu masuk. Saat itu pintu tetap dalam suasana terkunci, supaya kami terpaksa harus tunggu hingga teman kami yang mempunyai kunci datang. Dengan agak gugup, Aku coba memberanikan diri menyapanya.

“Voni ya.. Gimana.. Kerasan kerja di sini?” pertanyaan yang amat retoris, hanya sebagai ice breaking.
“Lumayan lah..” jawabnya sambil menyodorkan kue kecil,
“Mau Mas..?”

Aku ambil biskuit pemberiannya dan mulailah obrolan mengalir lebih lancar.
“Dari mana dapat keterangan tentang lowongan pekerjaan di sini?” selidikku.
“Saudara saya kenal dekat bersama dengan pemilik PT, lagipula saya tetap dihitung sebagai magang kok. Jam kerjanya tidak amat memaksa, gara-gara saya tetap sambil kuliah,” jawabnya bersama dengan manis. Cerita Mesum

Terlihat jelas lesung pipit di pipi sebelah kiri dan lentik bulu matanya.
“Si Mas sombong ya.. Selama tiga bulan saya kerja di sini, belum dulu menegur saya, sedang yang lain sudah saya kenal. Setiap saya lihat Mas, pandangan Mas, dingin, seakan tidak menghormati keberadaan saya”

“Ah itu perasaan Voni saja, saya tidak begitu kok, kecuali tidak yakin bertanya saja mirip karyawan yang lain, Saya ini tipenya periang loh..” obralku.
“Tapi nggak apa-apa kok, justru dinginnya Mas memancing rasa penasaran saya..” timpalnya manja. Cerita Mesum

“Oh ya Mas, kecuali tersedia pas dapat nggak Mas menopang saya mengajarkan pc Sabtu ini, saya tersedia tugas berasal dari kantor, tetapi agak ada masalah menyelesaikannya, lagian si Mas kan libur hari Sabtu..?” undangnya penuh manja.

“Wah.. Belum pasti bisa..” timpal Aku sok menjajakan mahal, “Nanti lah dapat saya beritahu,” selanjutnya kami pun saling bertukar no HP.

“Mas.. Jadi nggak ngajarin saya, saya sudah di kantor nih..” tanyanya pada Sabtu itu.
“Wah saya lupa..” pikirku, gara-gara panik segera saja saya jawab,
“Iya saya dalam perjalanan kok ke sana..”. Cerita Mesum 

Setiba di kantor, Voni sudah berada di depan meja komputer. Dengan celana jeans dan baju putih ketat, model baju kesukaannya, jelas mempertontonkan lekuk tubuh sintal dan buah dadanya yang ranum.

Sambil menelan ludah Aku hampiri mejanya sambil memulai mengajarkan komputer. Dari samping tampak jelas dua tonjolan di balik baju ketatnya tersebut, lebih-lebih baju selanjutnya agak terbuka di bagian atasnya. Langsung saja darahku berdesir lihat panorama ini. Cerita Mesum

“Wuih.. Beda banget mirip yang dirumah..” pikirku.
Cukup lama Aku mengajarinya pc hingga pas makan siang tiba. Saat itu Aku memberanikan diri menyapanya.

“Kamu nggak lapar?” tanyaku sambil memegang perutnya, maklum sudah nyaris dua jam Aku mencegah libido lihat panorama menggiurkan. Tanpa dinyana ia menjawab sekenanya.
“Lapar yang mana nih? Yang di perut atau di bawah perut?” Cerita Mesum

Wah berani terhitung nih anak.
“Ya dua-duanya dong, terserah anda mana yang berkenan diatasi lebih dahulu, perut atau bawah perut?” kataku kini bersama dengan mengelus pahanya.
“Terserah Mas deh..” tangannya menggenggam tanganku bersama dengan erat.

Tak berapa lama, matanya seakan mengajakku untuk rubah ruangan. area atasannya, yang mula-mula dikunci dibukanya sambil menggandeng tanganku. Aku yang di belakangnya manut saja, gara-gara memang kami berdua sudah amat on. Cerita Mesum

Setiba di ruangan tersebut, segera saja kulumat bibir tipisnya.. Wuih layaknya di surga rasanya. Kecupanku dibalasnya mesra dan merasa sekali hangat bibirnya.

Lama bibir kami saling berpagutan. Tak kusangka, ternyata responnya luar biasa. Tanpa merasa tangan kami konsisten menjalar melacak arah genggaman yang seakan tidak dulu kami dapatkan. Aku sendiri tidak jauh berasal dari menggenggam pantatnya yang sintal di balik jeansnya, sambil sesekali menggesekkan batangku ke arah vaginanya.

Sambil mendesah Voni konsisten membalas ciumanku seakan tidak dambakan melepaskan. Sementara Aku merasa coba menelanjanginya. Tangan kananku kucoba untuk melewatkan zipper celana jeans Voni dan terhitung celanaku. Kudengar jadi keras desahannya disaat alat kelamin kami saling bertemu, kendati tetap terhambat oleh CD masing-masing. Cerita Mesum

Tak lama Aku lepaskan pengikat celana kami masing-masing dan bersama dengan cepat Voni turunkan celana jeansnya, demikian terhitung Aku. Kulucuti celanaku dan terhitung T-Shirt yang menutupi badanku. Masih mengenakan CD dan baju ketatnya, Voni segera ulang melumat bibirku, pas tangan kananku merasa aktif coba menyusup ke dalam CDnya. Dengan cepat Voni memegang tangan kananku selanjutnya sambil menggelengkan kepalanya. Dengan kecewa kutarik tanganku berasal dari balik CDnya, kendati sempat merasa bulu-bulu halus yang sudah membasah gara-gara rangsangan yang ada.

Setelah gagal menembus CD, saya coba memasukkan tanganku ke dalam BHnya, kali ini Voni tidak menolaknya, tambah melenguh laksana sapi saja. Tanpa merasa ternyata, tangan kanan Voni sudah meremas penisku pas tangan kirinya melingkar di leherku. Tampak sekali betapa Voni merasakan tiap-tiap remasanku dan remasannya di penisku. Setiap kudenyutkan penisku, tiap-tiap kali pula Voni melenguh, ditambah ulang disaat kuremas buah dadanya dan kupelintir putingnya. Cerita Mesum

Tak tahan bersama dengan permainan tanganku itu, tiba-tiba Voni melenguh bersama dengan agak ditahan.
“Wah.. Cepat terhitung ‘dapat’nya nih anak..” pikirku, sambil konsisten kuremas dan kuhisap puting dan buah dadanya.

Setelah merasakan orgasme pertamanya, Voni sesudah itu membungkuk menghadapku sambil melewatkan atasannya. Praktis kini dia hanya memakai CD saja. Sambil membungkuk segera saja dia turunkan CD Crocodile ku.

Dengan mantap dijilatnya kepala penisku sambil meremas batang dan sesekali mengelus buah pelirku. Slowly but sure Voni memainkan penisku bersama dengan tiga unsur; tangan, mulut dan lidah. Kombinasi gerakan, kocokan dan kulumannya sungguh luar biasa. Kembali kurasakan perbedaan disaat Aku menjamah istriku yang tetap dambakan konvensional saja. Cerita Mesum

Tak kuasa saya mencegah gempurannya, kuangkat kepalanya dan kini ia ulang sejajar denganku. Kulumat mesra ulang bibirnya sambil berbisik.
“Boleh ya..?” tanyaku dan tanganku coba masuk ke dalam CDnya untuk kedua kalinya.

Kali ini ia tidak menjawab dan hanya mengangguk. Dengan senang kutelusuri bagian sensitif di bawah perut tersebut. Terasa bulu-bulu halusnya yang sudah basah sejak permainan tangan kami pertama. Ketika tangan kananku mencobanya masuk, tangan kiriku bersama dengan perlahan turunkan CDnya. Cerita Mesum

Kini kami sudah berhadapan telanjang. Mulai kugesek-gesekkan penisku di depan vaginanya. Desahan kudengar ulang berasal dari bibirnya, kali ini sambil kulirik ke kira-kira ruangan untuk dapat bersandar, hingga akhirnya kutemukan meja agak besar dan sambil kudorong badannya ke arah meja tersebut.

Setelah bersandar, Voni segera merebahkan tubuhnya di meja selanjutnya dan segera tampak jelas kulit mulusnya bersama dengan dua gundukan di atas serta barisan ’semut hitam’ di bagian bawah. Tahi lalat di samping kiri perutnya menambah sensasi rangsangan yang ada. Cerita Mesum

“Ayo cepat Mas..” ajaknya mengaburkan lamunanku sambil coba meraih penisku untuk diarahkan ke liang vaginanya.

Tanpa tunggu pas lama, segera saja kucoba membenamkan penisku ke liang vaginanya. Wuih, ada masalah dan sempit sekali.
“Pelan-pelan Mas..” ucapnya lirih.

Dengan perlahan, kucoba membenamkan penisku ke dalam vaginanya. Masuk, sesudah itu nampak dan ulang masuk, demikian sebagian kali, untuk memberikan space yang cukup supaya penisku dapat leluasa di dalam lubang surgawi tersebut. Sampai akhirnya, berhasil terhitung kubenamkan penisku itu. Cerita Mesum

“Bless..”
“Ach.. Ehm..”

 

Seperti bersahutan bunyi penetrasi penisku bersama dengan desahannya. Semakin lama kupacu penetrasiku di dalam vaginanya, pas kedua tanganku meremas payudaranya dan sesekali kuarahkan untuk memegang pantatnya yang seksi.

Sepuluh menit kemudian, ulang Voni melenguh disaat meraih orgasmenya yang kedua siang itu. Selang sebagian lama, Voni bergerak, berbalik membelakangiku. Kutahu maksudnya, sambil dituntunnya, penisku kumasukkan ke dalam vaginanya dan kamipun memulai ‘aksi’ doggy style. Cerita Mesum

Sungguh besar terhitung libido Voni yang keturunan Arab ini, terbukti gerakannya layaknya membabi buta disaat dia membelakangiku. Sampai sakit rasanya ikuti gerakan cepat dan rotasi yang dilakukannya. Benar-benar pengalaman seks yang luar biasa.

Sambil menggoyang-goyangkan pantatnya, sesekali dicobanya untuk meraih zakarku berasal dari arah bawah, kadang tanpa disadarinya, dipencetnya zakarku, hingga Aku menjerit kesakitan. Sementara Aku, tetap memacunya berasal dari belakang dan kedua tanganku menggenggam buah dadanya yang ranum tersebut. Cukup lama kami dalam posisi tersebut, hingga akhirnya merasa penisku agak berkejut dambakan memuntahkan lahar sperma hangatnya. Cerita Mesum

Sambil terbata-bata kutanya dia, berkenan dikeluarkan di mana? Dengan cepat dia cabut penetrasi doggy model dan segera menghadapku. Diraihnya penisku dan digenggamnya bersama dengan penuh nafsu. Sambil menjilati kepala penisku. Kemudian segera dikocok-kocoknya penisku dan dikulumnya disaat dirasakannya penisku merasa berdenyut.

Dan.. Tumpahlah semua lahar sperma yang tersedia dalam penisku. Dengan seksama, ditelannya limpahan spermaku, kendati tetap tersedia terhitung bagian yang tercecer di bibirnya yang tipis. Ceceran di bibirnya dijilatinya bersama dengan lidahnya sekan tidak berkenan mengikis percuma lelehan sperma berasal dari penisku. Aksinya ditutup bersama dengan pembersihan sisa-sisa sperma di kepala penisku. Cerita Mesum

Sambil tersenyum, kami berdua menuntaskan birahi kami bersama dengan sebuah kecupan mesra yang panjang. Kami tahu, bahwa ini bukanlah yang paling akhir yang kami lakukan. Sambil terengah-engah Voni berucap mesra.

“Makasih ya Mas.. Next time dapat ulang kan?”
Dengan tersenyum penuh arti, pasti saja sebagai laki laki normal, saya anggukkan kepalaku mengiyakan..

Setelah kejadian itu, kami sering melakukannya, tambah kami sering nekat melakukannya sepulang kerja di ruanganku, di area tamu bahkan di WC. Namun kini kami tidak terkait lagi. Aku kehilangan kontak dengannya. Terakhir yang saya tahu, dia dapat menikah dan tinggal di area Tangerang. Cerita Mesum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here