Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

0
447

Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Cerita Mesum - Kakak Perempuanku Yang Tomboy
Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Cerita MesumKakak Perempuanku Yang Tomboy – Kisah pertalian sedarah atau incest yang dialami sebuah keluarga antara kakak perempuan yang cantik dan adik laki-laki yang ganteng bersama judul “ Hubungan Sedarah Yang Kualami Dengan Kakak Perempuanku Yang Tomboy ” yang tidak kalah serunya dan dijamin bisa menambah libido seks, selamat menikmati. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Panggil saja aku “Vel” umurku sekarang 27 tahun, sekarang aku bekerja pada sebuah perusahaan di salah satu kota di negara bagian New Hampshire. Aku memadai salut bersama web site Ceritasexindo ini. Dan singkatnya aku tertarik untuk coba menceritakan apa yang aku alami dan kujalani hingga waktu ini. Saat ini aku tinggal bersama kakak perempuanku, panggil saja “Kak Risa” Umurnya sekarang 31 tahun, 4 tahun lebih tua dariku. Kehidupan kami waktu ini begitu tenang, tertutup namun bahagia.

Aku bakal memulai dari awal bagaimana seutuhnya terjadi, percaya atau tidak bahwa apa yang kualami ini tidak mengalami rintangan atau rintangan mirip sekali, perihal yang membuatku sendiri heran bila memikirkannya. Awalnya 15 tahun yang selanjutnya waktu aku masih berumur 12 tahun. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Kami besar dari keluarga berada, keseluruhan saudaraku tersedia 5 orang. Nomor satu dan dua laki-laki sedang yang ketiga perempuan. Kak Risa no empat dan aku paling akhir. Sebenarnya aku lahir di Indonesia. Hanya memang Papaku adalah pria berkebangsaan Amerika. Sedangkan Mamaku asli orang Indonesia.

Waktu aku berumur 12 tahun, kami masih tinggal di Indonesia. Tapi Papaku tidak di sini sebab ia memang tidak bekerja di Indonesia. Setahuku dulu Mamaku terhitung sibuk bekerja, ia tidak benar-benar risau sebab ke dua kakakku yang lain sudah memadai dewasa dan dianggap bisa merawat kami. Aku maklum sebab ke dua orang tuaku memang memiliki rencana mengurus kepindahan kami semua ke Amerika.

Sebenarnya kami semua saling menyayangi satu mirip lain. Jarang sekali kulihat tersedia pertengkaran di antara kakak-kakakku. Tapi sejak kecil aku memang sudah dekat sekali bersama Kak Risa. Memang dia yang selamanya menemaniku waktu aku bermain. Ya tidak cuman itu jarak usia antara aku dan kakakku yang no tiga benar-benar jauh kurang lebih 8 tahun. Kak Risa memang benar-benar sayang padaku, hampir tiap kali aku selamanya bisa bermanja-manja dengannya. Ya, perihal itulah yang membuatku benar-benar interest sekali bersama Kak Risa. Bahkan kuingat seumurku waktu itu aku sudah jadi tersedia ketertarikan bersama kakakku. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Pada mulanya aku cuma berandai-andai saja. Sebab waktu itu aku percaya sekali bahwa tidak bisa saja aku menjalin pertalian yang “lebih” bersama kakakku. Paling Kak Risa cuma beranggap aku adiknya saja. Meskipun sebagai adik aku selamanya mendapat perlakuan istimewa darinya. Dari kecil aku dan Kak Risa memang tidak dulu berpisah, kamar kamipun menjadi satu.

Sebenarnya waktu aku berusia 9 tahun, aku sudah minta kamar sendiri, namun Kak Risa tidak setuju, alasannya sederhana, ia tidak berkenan pisah kamar denganku, jaman itu memang adalah jaman di mana aku agak enggan berbagi, inginnya memodifikasi kamar sendiri tanpa tersedia yang mencampuri, namun tidak menjadi masalah, lagipula aku dulu penakut, dan aku sudah jadi biasa tidur di dalam pelukan kakakku.
Mungkin waktu kecil dulu aku tergolong bandel. Kalau Mama ulang tidak ada, orang tempat tinggal pasti kubuat sibuk bersama ulahku. Kak Risa terhitung sering kujahili. Biasanya kecuali tidur malam Kak Risa cuma mengfungsikan celana di dalam aja. Aku tidak tahu kenapa. Padahal kamar mengfungsikan AC. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Seringnya aku iseng memainkan dan menghisap puting susunya. Kak Risa tahu perihal itu namun dia tidak dulu marah atau menegurku, paling cuma bilang, “Kalo berkenan kaya gini kenapa nggak minta mirip Mama aja sih?”. Lucunya perihal itu malah menjadi kebiasaanku. Dan sebab tidak tersedia yang tahu, kejadian layaknya itu berjalan tetap hingga usiaku beranjak 12 tahun.
Tapi makin lama besar aku jadi jadi tidak sedap sendiri, meski kebiasaanku itu tidak menjadi masalah bikin Kak Risa.

Kak Risa itu orangnya tomboy Sekali. Saat dia berumur 16 tahun dia ikut lebih dari satu bela diri. Aku tadinya tidak tertarik, namun Kak Risa terhitung minta aku ikut beladiri. Bisa dibayangkan layaknya apa jadinya, tipe jalannya menjadi aneh, tidak feminin. Kalau tidak tertutup bersama wajahnya yang cantik dan bodynya yang bagus, cowok pasti malas dekat bersama Kak Risa. Apalagi ditambah sifat Kak Risa yang tertutup, dan cenderung idealis.

Selain itu kelihatannya Kak Risa terhitung tidak benar-benar tertarik membina pertalian bersama lawan jenis. Terutama sesudah ikut beladiri. Tapi biar begitu aku tahu kecuali banyak cowok cakep yang senang mirip dia. Dan Kak Risa cuma datar saja menanggapinya. Soalnya aku sering menerima telephone untuk Kak Risa. Dan sering sekali dia tidak berkenan menerima teleponnya. Bisa dibilang Kak Risa benar-benar. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Saat umurku hampir 13 tahun, awal jadi masuk SMP, aku senang bersama seorang gadis kawan sekelasku. Aku benar-benar senang padanya, namun tidak sukses mendekatinya, intinya kalah bersaing. Saat itu perasaanku benar-benar tidak enak. Aku mengusahakan menghibur diri bersama sering pergi ke tempat tinggal sahabat-sahabatku. Di sanalah aku jadi mengenal buku-buku dan film spesifik dewasa. Di usiaku yang sekecil itu aku sudah punyai majalah luar negeri spesifik dewasa, terhitung filmnya. Tidak sulit, sebab hampir semua sahabatku bukan orang Indonesia. Dan mereka benar-benar bebas mendapatkan barang layaknya itu pada masa-masa tersebut.

Kak Risa tahu bahwa aku punyai barang-barang itu, memang itu susahnya kecuali satu kamar, jujur saja Kak Risa tidak senang aku memilikinya hingga aku sempat dimarahi terhitung olehnya, dan ia memintaku untuk menghilangkan barang-barang itu. Apa boleh buat, bagiku lebih baik benda-benda itu yang aku menyingkirkan daripada aku kehilangan kasih sayang Kak Risa. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Meski Kak Risa sudah punyai banyak kesibukan bersama belajar dan kesibukan sekolahnya, perhatiannya padaku tidak berubah, malah cenderung makin lama berlebihan, Kak Risa makin lama sering memaksaku untuk menemaninya waktu ia sedang lakukan kegiatannya atau pergi kemanapun. Ia terhitung makin lama sering mencium dan memelukku bersama mesra, lebih-lebih di depan umum.

Mulanya aku jadi tidak nyaman bersama perlakuannya itu, namun lama kelamaan aku jadi nyaman juga. Perasaanku pada Kak Risa muncul kembali. Kalau dulu ciumannya kutanggapi biasa saja, sekarang aku lebih senang membalasnya bersama mesra. Aku pun jadi senang memberikan perhatian lebih pada kakakku itu, bisa saja sebab jadi perhatiannya mendapat respon lebih dariku. Kak Risa menjadi makin lama sayang padaku. Setengahnya kami menjadi mirip orang yang sedang berpacaran, walau secara fisik selamanya tampak kecuali aku adiknya. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Aku ingat malam itu waktu aku pertama kali melakukannya bersama kakakku, layaknya biasa aku bercanda bersama Kak Risa di di dalam kamar, waktu itu semua orang tempat tinggal sudah tidur, kesempatan itu kebanyakan sering kugunakan untuk mencurahkan mengisi hati pada kakakku, semua persoalan yang kudapat hari itu selamanya kutumpahkan padanya, dan Kak Risa selamanya merespon itu semua bersama sabar dan penuh pengertian, dan memang kuakui lebih dari satu waktu paling akhir Kak Risa cenderung over.

Kata-kata dan sikapnya benar-benar mesra padaku lebih-lebih kecuali kami cuma berdua saja layaknya itu, perlakuannya itu sering membawa dampak jantungku berdebar, aku tahu seutuhnya bahwa dia itu kakakku, namun aku tidak tahu kenapa hatiku bisa bergejolak tidak karuan.
Kalau tidak salah waktu itu Kak Risa mengenakan kaos dan celana di dalam warna putih, rambutnya dibiarkan terurai. Beda bersama kesehariannya, kakakku waktu itu muncul benar-benar feminin dan cantik sekali. Aku ingat sesekali Kak Risa capai kepalaku dan menciumiku.

Aku tidak berpikir macam-macam, cuma memang aku benar-benar menikmati perlakuan Kak Risa padaku. Sampai suatu kali Kak Risa mencium bibirku, kubalas bersama ciuman mesra. Yang memang serabutan. Aku coba berlama-lama meski tidak percaya berhasil, namun sebab aku menikmatinya, sukses juga. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Kulumat bibir kakakku itu bersama lembut. Kak Risa kelihatannya terhitung senang bersama ciumanku. Sebab dia mirip sekali tidak mengusahakan menyudahi ciuman itu, lebih-lebih ke dua tangannya makin lama memelukku erat, aku bisa merasakan belaiannya di kepalaku. Tapi sayangnya ciuman itu terhenti. Kak Risa menghela nafas sambil memandangku aneh.

“Kakak kucium ulang ya”, mendengar itu Kak Risa masih diam.
Mungkin dia masih heran bersama kelakuanku, memang tidak kebanyakan aku membalas ciumannya hingga selama itu. Tapi tatapannya lantas berubah mesra selanjutnya dia tersenyum dan justru pindah menciumku lagi. Kali ini ciumanku jadi agresif. Bibir kami seolah tidak berhenti untuk saling melumat, diiringi desahan-desahan erotis dari Kak Risa, detak jantungku menjadi makin lama cepat. kucoba mendorong Kak Risa sehingga merapat ke dinding. Kemudian kuciumi jenjang leher kakakku. Tanganku yang dari tadi pasif sekarang jadi coba lakukan eksplorasi kesana kemari. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Sementara bibirku masih berkonsentrasi pada leher Kak Risa, tanganku sudah menyusup ke di dalam kaos putihnya, dan tanpa ada problem aku langsung bisa menemukan buah dada Kak Risa yang tidak tertutup oleh bra mirip sekali, menurutku untuk ukuran gadis yang hampir 17 tahun, buah dada Kak Risa tergolong memadai besar, pasti saja aku sudah sering melihatnya, sebab hingga waktu itu kami masih sering mandi bersama. Aku coba meremasnya bersama lembut. Kak Risa tampak menggeliat dan sesekali mendesah.

Perlahan kunaikan kaos itu sehingga tidak halangi buah dada Kak Risa. Dan begitu buah dadanya terlihat, tanpa basa-basi langsung kuhisap putingnya yang berwarna merah muda itu dan kuremas bersama bibirku. Aku benar-benar menikmatinya layaknya bayi yang sedang menyusu. Sesaat kutanggalkan kaosku, terhitung celana pendekku. Kemudian kupeluk tubuh Kak Risa dan makin lama kuat kuhisap puting susunya, sesekali kumainkan putingnya bersama lidahku, lantas kuhisap lagi. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Karena benar-benar enjoy, aku tidak tahu bahwa ternyata Kak Risa sudah menanggalkan kaos putihnya. Sehingga waktu dia memelukku erat, tubuhku benar-benar bersentuhan bersama tubuh kakakku, dan bisa kurasakan tubuh kakakku yang harum dan benar-benar halus itu. Lama sekali aku menikmati buah dada kakakku itu secara bergantian, Kak Risa pun seolah tidak berkenan melepaskanku ia justru menghimpit kepalaku kuat-kuat pada buah dadanya.

Tubuh kami sudah basah semua oleh keringat. Sampai detik itu aku masih curiga untuk lakukan seks bersama kakakku. Memang mulanya semua ini kupelajari dari semua majalah dan film yang kulihat, namun lama kelamaan naluriku jadi berinisiatif. Karena masih curiga aku coba untuk menciumi bibir kakakku lagi. Sama layaknya sebelumnya, Kak Risa membalas ciuman itu bersama benar-benar mesra. Dengan memberanikan diri aku membisikan suatu hal ke telinga Kak Risa. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

“Kak, boleh aku terlepas celana dalammu?”.
Kak Risa agak terkejut.
“Kamu berkenan apa dek..?”.
Aduh aku jawab gimana ya.
“Aku berkenan jilatin vagina kakak”.
Karena curiga kalimat itu muncul bersama asal dan pelan sekali. Aku takut. Kupikir pasti kakak bakal marah dan ia tidak bakalan mau.
“Ih, nakal”.

Jawab Kak Risa spontan, Kak Risa lantas memandangiku sambil tersenyum, wajahnya agak memerah. Masih bersama posisi bersandar Kak Risa membiarkan celana dalamnya perlahan-lahan. Slow motion itu membawa dampak jantungku makin lama berdetak tidak menentu.

Sebenarnya aku setengah heran kenapa Kak Risa mirip sekali tidak marah ketika aku memintanya lakukan perihal itu, namun sudahlah. Kemudian Kak Risa melebarkan pahanya. Awalnya aku malu untuk melihat. Untuk menutupi perihal itu, kuciumi ulang bibir Kak Risa. Kemudian perlahan-lahan kuturunkan kepalaku hingga tepat di depan vagina Kak Risa. Vagina Kak Risa hampir tidak ditumbuhi rambut.
Jadi aku bisa melihat bersama leluasa gundukan vagina Kak Risa, memang pemandangan ini terhitung tidak asing ulang bagiku, namun sedekat ini baru pertama kalinya. Kulihat tersedia cairan yang mengalir muncul dari bagian bawah vagina kakakku disertai bau yang aneh. Perlahan kubuka belahan daging yang menutupi lubang vagina Kak Risa. Dan langsung kusapu bersama lidahku dari bawah ke atas berkali-kali. Saat itu tubuh Kak Risa langsung mengejang. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Dengan bibir dan lidahku kupermainkan klitorisnya. Secara spontanitas ke dua tangannya memegangi kepalaku. Aku makin lama asyik menjilati vagina kakakku itu, lebih-lebih sesekali kuhisap bagian bawahnya. Kudengar Kak Risa berulang-ulang mendesah sambil menyebut namaku. Permainan itu luar biasa sekali, meski cairan yang muncul rasanya tidak karuan, namun aku benar-benar menikmatinya.
Saat lidahku menyusup ke di dalam lubang vagina Kak Risa, sebisanya kujilati bagian di dalam lubang itu. Kak Risa makin lama terengah-engah. Nafasnya memburu tidak karuan. Lidahku terhitung makin lama liar mengobrak-abrik bagian sensitif kakakku itu, sehingga semua tempat di dalamnya tersapu oleh lidahku.

Setelah lebih dari satu menit Kak Risa agak mengejangkan tubuhnya. Aku merasakan lidahku dialiri suatu hal yang hangat. Bersamaan bersama erangan keras dari Kak Risa dan juga pahanya yang menjepit kepalaku bersama benar-benar kuat. Kujilati cairan itu hingga bersih, walau rasanya masih sama. Kemudian aku naik ke atas dan kuciumi ulang Kak Risa. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

“Adek, kamu nakal banget sih?”, ekspresi wajah Kak Risa benar-benar berbeda.
“Kak, aku sayang mirip kakak”, Kak Risa memandangiku bersama sayu, tangannya mengusap pipiku.
“Kakak terhitung sayang kamu”.
Dengan berani aku coba mengajak Kak Risa untuk lakukan pertalian seks denganku.
“Kak, boleh aku melakukannya mirip Kakak”.

Kak Risa terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk lebih dari satu saat. Suasana benar-benar hening, hingga nafas kamipun terdengar benar-benar jelas.
Setelah itu dia ulang memandangku sambil bertanya, “Kamu percaya berkenan melakukannya Dek?”. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Suara Kak Risa benar-benar pelan sekali. Aku tak menjawab, aku cuma melihat tatapan mata Kak Risa yang benar-benar berbeda, aku tak bisa menggambarkannya, namun aku tahu Kak Risa berkenan melakukannya denganku. Langsung kulepas celana dalamku. Kemudian aku agak berubah ke bawah, kulebarkan ke dua kakinya. Senjataku tampak tegak berdiri, namun tidak sebesar orang dewasa, masih ukuran standart anak 12 tahun. Kak Risa tetap menatap wajahku waktu aku mengarahkan senjataku tepat di depan vaginanya.

“Kak..?”, sekali ulang kuminta persetujuannya.
Ia mengangguk pelan. Perlahan kudorong masuk senjataku. Tapi tidak berhasil, dasar masih amatir hijau. Sampai yang ketiga kalinya. Kak Risa lantas capai dan mencegah pinggangku sambil mengarahkan vaginanya tepat di ujung senjataku, lantas kucoba mendorong lagi, meski sukar dan agak sakit namun sukses terhitung kumasukkan semua senjataku ke di dalam vagina Kak Risa, perlahan kugerakkan pinggangku.

Desahannya jadi terdengar lagi, kuperhatikan Kak Risa tampak sukar menyesuaikan diri. Pelan namun pasti, kupercepat tempo gerakanku. Sebenarnya waktu itu senjataku jadi perih sekali. Aku jadi nggak sedap banget. Tapi erangan Kak Risa yang makin lama menjadi membuatku tidak berpikir lagi. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Makin kuhentakan pinggangku, bersama gerakan yang teratur, Kak Risa tetap menerus menghentakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sesekali ia meregang sambil mengerang keras. Aku sempat cemas terhitung kecuali hingga tersedia orang tempat tinggal yang terbangun, namun untungnya kamar kami di atas dan paling ujung, agak jauh dari kamar Mama dan kakak-kakakku yang lain. Tiba-tiba kurasakan pinggang Kak Risa terhitung ikut bergerak, layaknya memutar, sesekali Kak Risa ikut menghentakkan pinggangnya.

Aku baru benar-benar merasakan enaknya lakukan perihal itu. Dengan iseng kuremas terhitung buah dada Kak Risa, dan Kak Risa merespon bersama menggenggam tanganku kuat. Gerakan pinggang Kak Risa makin lama cepat. Kak Risa layaknya sudah biasa lakukan perihal ini. Dengan kesimpulan itu maka makin lama agresif aku menghentakkan pinggangku. Tentu saja perihal ini membawa dampak Kak Risa mengerang makin lama keras. Dari tubuhku dan Kak Risa keringat makin lama mengucur deras, padahal AC di ruangan memadai dingin. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Beberapa menit lantas pergerakanku jadi melambat, aku layaknya agak pusing, aku cuma bisa menghentakkan pinggangku sesekali, kadang aku cuma diam menikmati remasan dinding-dinding vagina Kak Risa. Kurasa badanku jadi lelah. Tiba-tiba Kak Risa capai tubuhku dan mendekapku erat sekali, pinggangnya menghentak lebih dari satu kali, rasanya luar biasa. Senjataku layaknya ditarik makin lama masuk ke dalam, dan dilumuri cairan yang hangat, diiringi erangan memadai keras dari Kak Risa.

Saat Kak Risa membiarkan dekapannya, aku jadi tubuhku benar-benar capek sekali, sebab tidak kuat aku berguling di segi Kak Risa. Pada waktu itu aku terhitung jadi dari senjataku tersedia yang berkenan keluar. Rasanya sedap sekali, baru kali itu aku merasakan yang layaknya ini hingga selanjutnya cairan itu muncul membasahi tempat tidur. Entah aku tidak ingat apa-apa ulang sesudah itu. Paginya ketika aku sadar, Kak Risa sudah memeluk sambil menciumiku. Kami masih di dalam situasi tanpa pakaian sehelaipun. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

“Kakak nggak ngira kecuali Adek yang dulu sering kakak gendong bisa berbuat ini mirip kakak”, bisik Kak Risa di telingaku.
Aku sendiri setengah tidak percaya sudah melakukannya bersama kakakku
“Kak.., aku sayang banget mirip Kakak, aku cinta mirip Kakak”.
Kupeluk Kak Risa bersama kuat. Kak Risa tersenyum dan menciumku lagi.

“Kakak ngerti kok Dek.., kakak terhitung sayang dan cinta banget mirip kamu, kakak cuma tidak menyangka kamu dewasa secepat ini. Dan jujur aja kakak seneng banget bisa lakukan ini mirip kamu, Adekku sayang”.
“Tapi ayo cepet bangun, sprei ini perlu langsung dicuci”, lanjut Kak Risa lagi.
“Lho, memangnya kenapa?”, tanyaku singkat. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

“Kakak nggak berkenan kecuali bekas darah di sprei itu hingga ketahuan Mama”, jawab Kak Risa.
Aku setengah terkejut, “Darah?, darah apa Kak?”, tanyaku.
Kak Risa tidak menjawab, ia langsung memintaku berdiri dan cepat-cepat membiarkan seprei tempat tidur kami.
Awalnya aku memang tidak tahu, namun belakangan aku baru mengerti, bahwa ternyata malam itu aku sudah mengambil alih keperawanan kakakku sendiri, di usiaku yang belum ulang genap 13 tahun. Bodohnya aku, semestinya aku sudah tahu perihal perihal itu.

Aku menjadi jadi bersalah, berulang kali aku minta maaf padanya, walau Kak Risa mengakui bahwa ia benar-benar berkenan membiarkan keperawanannya padaku. Hanya ia tidak mengira aku bakal mengambilnya sepagi ini. Aku menjadi makin lama sayang padanya. Sejak kejadian itu aku nggak dulu coba untuk melacak pacar. Karena Kak Risa sudah menjadi seluruhnya bagiku. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

Setelah kejadian itu pula Kak Risa terhitung menutup diri pada pergaulannya. Secara otomatis bagi Kak Risa statusku adalah adik sekaligus kekasihnya, kehidupan kami menjadi makin lama tertutup. Entah sejak waktu itu sudah berapa kali kami melakukannya, dan keluarga kami benar-benar tidak tahu bakal perihal itu. Lepas SMU, aku sudah tidak di Indonesia.

Aku melanjutkan belajar ke Amerika. Tapi selamanya aku tak bisa berpisah bersama Kak Risa. Aku menghendaki Kak Risa ikut denganku, walau memang Papa dan Mama tidak setuju. Tapi mereka tak bisa apa-apa sebab Kak Risa terhitung memaksa untuk menemaniku.

Sampai waktu semua keluargaku pindah ke Amerika pun, mereka tidak dulu tahu bahwa kami sudah menjalani kehidupan yang exklusif layaknya suami istri. Sekarang Kak Risa sudah bekerja pada sebuah bank di kota yang mirip denganku. Kami tinggal di tempat tinggal yang jauh dari keramaian, dan kami sudah sepakat untuk menjalani kehidupan yang “tertutup” ini.
Lagipula hingga waktu ini keluarga kami tidak menyimpan curiga mirip sekali, bisa saja pola pikir mereka sudah mirip layaknya orang setempat, tidak berkenan ikut campur urusan khusus orang lain. Cerita Mesum – Kakak Perempuanku Yang Tomboy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here