Cerita Mesum Jerit Kenikmatan Tante Siska

0
212

Cerita Mesum Jerit Kenikmatan Tante Siska

Cerita Mesum Jerit Kenikmatan Tante Siska
Cerita Mesum Jerit Kenikmatan Tante Siska

“Apaan sih kak…lagi enak-enaknya fantasi malah dibangunin goda aja” kataku kesal.
segera bangun…aku ingin nyuruh anda ke hunian bibi Siska…nanti tidak kasih duit bensin sama duit rokokmu” sahut kakakku.

Dalam batinku “Waaahhh duit nih…lumayan bagi isi dompetku yg garing kerontang..hehehhee…”. cepat saya terburu-buru bangun permulaan ranjangku.

“Udah sana tangkapan mandi…ga enak sama bibi Siska yg udah nunggu…soalnya saya tempo hari udah maut sama dirinya ingin bayar pakaian yg saya titipan jam 8 pagi” papar kakakku.
jadi atasan jawabku. Sbobet

sesudah rampung bersiram dan ganti baju, saya serta-merta ke luar kamar.
“Sebelum bertolak tuh makan lalu kata kakakku sambil menunjuk meja makan, yg udah sedia semangkok Soto hangat. serentak saja saya sisir tuh soto yg udah menggiurkan, bahkan perut ini udah sejak mulai keroncongan lantaran lapar.
“Ni duit 50rb terhadap bayar ke bibi Siska dan ini 50rb duit pada beli bensin dan rokokmu” kata kakakku sembari meninggalkan duit padaku.
“Asyiiikkk…tumben nih ngasih saya jumlahnya ini, baru encer ya tao mampu cadangan bulanan asal si Toha?” kataku merintangi kakakku.

garis hidup kakakku mampu dibilang pass baik. beliau memiliki laki yg umurnya jauh lebih lanjut usia berasal ia namanya Toha. meski lanjut usia si Toha uangnya tidak sedikit. Kalo diliat sih kakakku sama Toha ga kayak laki putri malah sanggup dibilang kayak bapak dgn anaknya. Jaman saat ini benar-benar telah ajaib, cinta sanggup dibeli dgn uang..hahaha…

sesudah rampung sarapan saya serentak menyetir motorku segera menurun ke TKP, ke hunian bibi Siska yg imut-imut. tidak berapa lama hingga masih saya di hunian bibi Siska. Kuketok pintu gerbang rumahnya. Seketika unjuk, istri potongan membukakan gerbang. Terbelalak mata ini diwaktu melihatnya hingga tak berkedip saya dibuatnya. saya menonton panorama cendayam di pagi ini, legal anugerah yg menyehatkan mata yg lagi belekan ini. kala itu bibi Siska berulang memakai lingerie slim bermotif merah belia membukakan gapura rumahnya untukku.

“Oh anda Jaka…sini masuk lalu, tumben-tumbenan anda main-main ke hunian bibi, tentu anda disuruh sama uda anda ya?” ujar kemayu bibi Siska.
Akupun lantas masuk ke rumahnya dan bersila di kursi panjang. Pikiran dan mataku tidak sedikitpun memberontak semenjak keseksian badan bibi Siska.

pataka sedikit ya Jaka, bibi buatin teh hangat lalu papar bibi Siska sembari terjadi menuju dapur.
serta asyik-asyiknya melamunkan kemolekan badan bibi Siska sontak terdengar nada orang berbicara.
“Mah…aku berangkar pekerjaan lalu ya…” nada laki bibi Siska.
dirinya terjadi di depanku, om kalam laki bibi Siska dgn perut bontot lagi sirah botak.
“Oh ada Jaka to…tumben kesini tentu anda disuruh kakanda anda ya?” sapa om Firman.
“Iya om…mau bertolak tugas ya om?” sapaku balik.
“Ya udah om sedang lalu ya Ka…diminum tehnya janganlah malu-malu” kata om ujaran yg ditemani bibi Siska diantar ke luar hunian terhadap bertolak kerja.
sesudah om kalam bertolak bibi Siska seterusnya menghampiriku,
bagaimana Jaka, tumben anda bermain kesini?” bertanya bibi Siska.
“Ini bibi saya disuruh sama kakakku kepada bayar pakaian pesanannya” jawabku malu-malu sambil mempresentasikan duit 50rb.
“Ohh gitu ya…tante terima uangnya ya…kamu bermain sini lalu aja nemenin bibi kata bibi Siska lembut yg menggetarkan hatiku.
“Iya tante…hehehe….” jawabku sambil terbahak sipu tapi mau.
anda terus besar terus gagah aja ya…padahal sesuai mungil anda itu item lho…sekarang kog dapat beralih 180 derajat…hahahaha…” kata bibi Siska penuh manja menggodaku sembari beliau menyingkir kedudukan duduknya mendekatiku.
sanggup aja bibi ini” jawabku malu.
“Udah miliki doi belum?” bertanya bibi Siska sambil menyapu pipiku dgn tangannya yg lembut.
“Belum tante…belum laku nih…” jawabku.
tanak sih ganteng-ganteng belum miliki pacar…pasti nyalimu mungil ya? hahaha…” sahut bibi Siska menggodaku. Casino

“Hehehe…” jawabku singkat.
“Apa butuh bibi ajarin terhadap cari pacar…seandainya bibi serta belia, bibi tentu ingin menjadi doi anda, tapi tapi sayang bibi udah tua…hahahhaa…” menurutnya menggodaku.
“Ih bibi sanggup aja deh…meskipun bibi udah pass usia tapi bibi tambah nampak belia kog…masih menawan dan seksi…kayak seumuran anak kuliahan…hehehe…” jawabku merayu.
sanggup� ja kamu…mau merayu bibi ya…umur udah sirah 3 kog terus dibilang kayak anak kuliahan…pintar pula anda merayu cewek…masak cari doi aja ga sanggup? sahut bibi Siska.
“Iya beneran bibi Jaka ga bohong…kalo ada terbitan ke-2 kayak bibi Siska ini ga pake lama tentu udah saya pacarin…” kataku merayunya lagi.
bijak� tengah ini dede temanku merayu betina duh duh duh,, semakin agung semakin cerah aja anda ya” tuturnya sambil mengatupkan bodynya yg wahai dan jari-jari tangannya yg lentik memulas leherku.
“Aahhh…geli tante…tapi ingin masih saya digeli-geliin di badanku lainnya…hehehe…” ucapku. Bulu kudukku terus seketika berdiri.
“Iiihhh…nakal serta anda jaka…emang anda belum sempat dicumbu sama betina ya?…tante gituin aja anda udah ga tahan…hahahaha…”kata bibi Siska mengusili imanku.
bagaimana� ingin dicumbu, pacaran aja belum sempat kog bibi� kataku curhat untuk bibi Siska.
musim� sih hri gini pun ada perjaka ting tong…hahaha….” kata bibi Siska sambil mencubitku nakal.
“Iya hujat tante…berani caci perlu apa aja deh…” kataku.
ingin� ga kalo bibi ajarin” jelasnya berbisik di telingaku.

tidak dengan menagih jawabanku bibi Siska yg seperti kehausan serentak menjengukkan lidahnya serasi di bibirku. perkataan yg merah mengurai serta-merta cebik cocok ke bibirku ini. Lidahnya bergentayangan menggeliat mendirus bibirku. bibi Siska yg penuh dgn kehausan tangannya meremas-remas solo toketnya yg putih itu. saya berulang tidak ingin berserah diri, saya ganjar lumatan kalam bibi Siska yg merah mekar nan bagian itu. Lidahku dan lidahnya berkait menari di dalam mulut.

Tangan bibi Siska mendapatkan tanganku dan mengarahkanya di toketnya, saya tengah lantas memecal lembut toket tercantum dengan cara bergiliran, sembari lidah dan lisan ini sedang bergumal penuh dgn kenafsuan. bibi Siska setelah itu melonggarkan lingerie yg mendindingi keindahan tubuhnya, ia mulai sejak memuaskan BHnya yg bermatra 34 itu dan terlihatlah toket kompartemen itu.

selanjutnya bibi Siska memegangi kepalaku ini menuntun cocok di depan toketnya yg bidang, putih dan sembuh itu, segera aja perkataan dan lidahku menuju ke toketnya. Kulumat dan kujilat penuh bersama hasrat toket bibi Siska. Kujulurkan lidahku serasi di putingnya yg merah mengurai penuh kehangatan. Lidahku berjoget-joget menggeliat menjilati putingnya. tampak bibi Siska menikmati tiap-tiap jilatanku yg berputar-putar di putingnya dan sebarang masa kugigit mungil putingnya dengan cara bergantian.

bibi Siska mendesah dgn matanya memicing berjaga menikmati tiap-tiap hisapan mulutku di putingnya.
“Sssthhh…aaahhhhisap lebih kencang Jakaaa….ahhhhh nikmat simpati� menurutnya sambil tangannya memegangi tanganku yg mengelus-elus toket satunya.

Desahan bibi Siska semakin kencang sambil dirinya menggoyang-goyangkan toketnya yg pun kuhisap. saya berdua larut dalam permainan seks itu dan saya kembali menghisap dan mengigit kecil-kecil puting bibi Siska. Tangan bibi Siska mulai sejak menyusutkan pakainnya sampai saya telanjang. setelah itu ia berulang mengumbar lingerie dan lancingan dalamnya. ia menggembleng kepalaku sesuai di depan memeknya yg berbulu tidak tebal. Gundukan bulu faraj yg beres rampung terbeber dihadapanku. berlaku menyinyalir bahwa bibi Siska cinta kebersihan dan kebugaran kelihatan berasal terawatnya bulu kemaluannya.

serta-merta saja mulut ini mengenyot puki yg merah sembuh. Lidahku juga ikut menari-menari di atas sabda pepek bibi Siska. Sbobet
“Ooohhh…aahhh…” desah bibi Siska. Jemari tanganku pula ikut mendapatkan kelentit bibi siska kepada terhubung lebar cerita kemaluannya agar lidahku mampu bergeliat lebih ke dalam. bibi Siska makin larut menikmati permainanku, desahannya semula makin tidak terbendung dan makin kencang. Lebih lebar memeknya tersibak makin dalam lidahku mengundurkan ke dalam. Itil bibi Siska masih tidak luput semenjak jilat dan hisapan mulutku. kedudukan bibi Siska yg berdiri dan saya kembali sila, tubuhnya tambah bermolek sambil berdesah tidak tertanggung.

“Aaahhhhhh nikmat sekali Jakaaaa….tante ga tahan lagi…masukin kontolmu sekarang…aaahhh…” ajaknya.
selanjutnya, tanti Siska meruntuhkan tubuhku di atas kursi panjang empuk, beliau kaya diatasku dulu diarahkannya kontolku mencampuri lubang memeknya yg udah gatal mau digenjot itu. “Sleeepppp….” kontolku masuk semua ke dalam lubang memeknya. Desahn menurut desahan ke luar mulai sejak paparan bibi Siska. Badan bibi Siska bergoyang-goyang di atas badanku, naik turun dengan cara perlahan menghadirkan irama memeknya yg disodokkan di kontolku.

saya juga cuma dapat pasrah menikmati permainan bibi Siska. ia bergoyang-goyang menggerakan memeknya di genjot kontolku, makin ke dalam dan makin artifisial aktivitas bibi Siska menyodokan memeknya ke kontolku. dirinya bergoyang memutar-mutarkan bokongnya, memasukan lebih dalam kontolku di memeknya, ditekannya lebih dalam kontolku dgn memeknya sambil menggeliat-geliatkan badan.

suara desahan bibi Siska makin merajalela diimbangi bersama gerakannya yg semula makin merajalela. aku berdua asik menikmati kenikmatan seks. Sementara saya menmbahkan badan bibi Siska bersama tanganku dan saya naik turunkan tubuhnya yg potongan itu. Kontolku makin kencang menyorong memeknya, sambil saya kenyot putingnya.
“Ooouuhhh…enak sekali sayang….kenyot masih sayaaangg…aahhh” desahnya keenakan.

Jerit desahan bibi Siska makin melawan dan saya makin menikam memamerkan kontolku mendorong memeknya. Dan sontak beliau sorak bersama badan menegang,
“Aaahhhh saya keluaaaarrr Jakaaaa…enak bangeeetttt…ooohhh….” . bibi Siska mendapati orgasmenya sambil merenggut napas panjang merasakan puasnya permainan sex.

merubah� situs dong Jaka tutur� bibi Siska yg juga haus bakal sex.
dulu bibi Siska menungging, lantaran saya tidak jarang menyaksikan bioskop bokep tentunya saya udah tau dong apa yg di inginkan bibi Siska. beliau mau tempat Dogy Style. bibi Siska nungging di atas kursi panjang dan saya berdiri dibelakangnya. Kumasukin pun kontolku ke memeknya yg telah basah itu. Kusodok-sodokan perlahan bibi Siska pun mendesah.
saya atur irama sodokan kontolku ke memeknya, sukses under diri seperti tukang parkir. bibi Siska berontak dan menjerit menikmati dikala kegiatan sodokanku lebih serta-merta. Sambil tanganku mengurut toketnya, jari-jariku memilin putingnya.

makin kencang saya sodokan kontolku ke memeknya, makin langsung saya memaju mundurkan kontolku menyorong kelentit bibi Siska.
“Ayo Jaka dorong lebih kencang lagiii…aku ingin ke luar kembali sayaaangg…aahhhh…”
sesudah beberapa sodokan berulang badan bibi Siska mengejang gejala ia meraih klimaksnya bagi duit keuda kalinya.

tidak lama setelah itu kontolku terus merasa seakan bakal menyemburkan air kenikmatan, tidak dengan petunjuk kusodok tempik bibi Siska dengan cara biadab dan ” Crooot…crooot…crooot….” seleurh larutan spermaku menjempalit di dalam faraj bibi Siska. ana berdua lantas terkulai lemas di atas sofa.
terima kasih� ya Jaka bibi puas sekali…” uacap bibi Siska.
saya� lagi puas tante…makasih kembali…”
“lain kali kalo ada diwaktu kita ulangi persetubuhan kita ini ya, tapi saya pengin yg lebih hot mulai sejak ini…” tuturnya manja. Casino
“Jaka selesai kapan aja tante…hahahaha…” jawabku.

sesudah istirahat dan benah tambah, saya pamit pulang. beta berdua memang lah menimati permainan seks yg baru saja berjalan dan mulai sejak dikala itu tiap-tiap ada peluang bibi Siska menghubungiku dan mengajaku untuk bersambung badan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here