Cerita Mesum Indahnya Tubuh Ririn

0
185

Cerita Mesum Indahnya Tubuh Ririn

Warung Mesum Di kota sejuk dan indah itu di mana saya tinggal, maka saya baru berumur 18 tahun, aku pergi ke sekolah tinggi swasta sekolah disebuah dikotaku, kegiatan saya selain sekolah aku juga suka olahraga, tidak mengherankan jika postur tubuh saya hanya memanggil nama anto atletik saya

Cerita ini dimulai ketika saya tinggal di rumah tetangga sebelah rumah saya, dia adalah seorang ibu dengan dua anak, suaminya adalah, malam wiraswasta kadang jarang pulang ke rumah, sebut dia Ms. ririn bahwa saya diminta untuk tinggal di rumah oarng sis ririn nya tidak jauh dari rumah saya untuk mengingat orang tuanya berada di luar kota dan kebetulan malam ada pertandingan siaran langsung sepak bola adalah untuk menjadi hobbyku mengapa saya setuju ketika Ibu ririn meminta saya untuk tinggal di rumah orang tuanya , memang keluarga hubungan dengan Ms. ririn sudah seperti saudara jadi dia tidak ragu-ragu untuk bertanya membantu saya.

malam itu ketika aku keren untuk menonton pertandingan sepak bola, dia datang dengan usia muda sekitar 2 tahun.
“Setelah menonton apa yang harus?” Dia bertanya padaku
“Biasa ya” kataku sambil terus menonton pertandingan di televisi
“Kau kemudian?” Dia bertanya lagi padaku
“Sudah ya, aku sebelum datang ke sini untuk makan pertama” kataku lagi
“Oh …”, “ya sudah kalau begitu, Ms. tidurin lia dulu ya” kata Ms Ririn saya sambil membawa anaknya ke kamar, “Oh, ya, atau Anda akan tidur di ruang depan aja “kata Ms Ririn sebelum memasuki kamarnya. “Ya, Ms.” Saya menjawab dengan singkat.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, tak lama pertandingan sepak bola akan segera selesai, tiba-tiba Ibu Ririn keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian tidur yang menunjukkan lekuk tubuh. “Kamu belum tidur, ke?” Tanya Ibu Ririn saya. “Jangan lewatkan, segera” Aku bilang aku mencuri pandangan ke arah Ms. ririn tampak begitu menggoda hasrat kedewasaan.
“Ibu sendiri terjaga?” Aku bertanya Ms. ririn
“Ya, tidak bisa tidur untuk … tidak tahu mengapa?” Tanya Ibu Ririn saya
“Ms. temenin Anda di sini untuk menjadi?” Tanya Ibu ririn “nanti jika ya ya sudah rasa kantuk tidur baru” lanjutnya.

“Bisa ya dong,” jawab saya
Malam itu aku menghabiskan waktu mengobrol dengan Ibu ririn, ketika saya berbicara kadang-kadang saya melihat tubuh penyok dari Ms. ririn yang menggodaku walaupun dia sudah memiliki dua anak tapi dia pandai merawat tubuhnya yang masih terlihat segar, apa yang adalah dua payudara cukup besar yang selalu tidak pernah meninggalkan mata saya ketika saya berbicara dengannya. Lama setelah akhirnya aku tidak bisa menahan keinginan untuk kedewasaan, saya takut Ririn ya tahu apa yang saya rasakan dan aku bayangkan, aku tidak ingin ya Ririn marah.
“Ya, sudah malam”, “aku tidur adalah ya …” kataku, bangkit dari kursi saya.
“Emang kamu sudah ya mengantuk ke?” Tanya saya mbak ririn
“Ya Nona”. “Saya lagian nanti harus latihan mbak” jawabku
“Ya sudah kalau begitu” jawab Ibu Ririn singkat.

Malam itu aku tidur dikamar depan, hayalanku melayang dan membayangkan apa yang saya lihat ketika saya berbicara dengan Ibu ririn sebelumnya. Malam itu kemungkinan hujan turun di daerah ini menambah suasana dukungan hayalanku tentang Ms. ririn, jika hanya Ms. Ririn ingin malam ini tidur dengan saya, semakin saya menghayal mendapatkan hilang perasaan ngantukku ketika itu hampir 2 jam aku berada di ruangan, tapi kantuk itu tidak lama datang juga,

Ketika saya berfantasi tentang Ms. ririn, tidak tahu setan apa yang merasuki jadi aku melangkahkan kakiku menuju ririn kamar tidur mbak, sesampainya saya di depan ruang Ms. ririn saya memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya, ternyata pintu tidak di kunci, setelah pintu terbuka aku berani memasuki Ms. ruang untuk Ririn dengan perasaan yang tidak karuan antara nafsu dan takut, aku mendekati tempat tidur ririn ya, lihat ya Ririn ada aku sedang tidur nyenyak di sampingnya anak dan manusia 2 tahun tertidur di sisinya.

Aku tertegun untuk saat perhatian tubuh indah beberapa di depan saya, saya merasa seperti saya menyentuhnya tapi aku tidak punya keberanian untuk melakukannya karena aku takut Ibu Ririn marah padaku. Dengan jantung berdebar aku berani membangunkan ya Ririn tidur “ya … .mbak rin” kataku, menyentuh kakinya. Ririn ya mendengar suaranya terbangun dari tidur, ia tampak terkejut karena saya sudah ada di kamarnya.

“Apa yang akan?” Tanyanya, bingung. “Saya tidak bisa tidur ya” jawabku dengan suara bergetar menahan jiwaku. “Anda ingin tidur di sini?” Tanya Ibu ririn sementara menggeser posisinya. “Lia bagaimana ya?” Aku bertanya dengan perasaan tidak diketahui. “Benar-benar mo lakukan untuk Anda?” Tanya suara Ms. ririn sedikit mengangkat dan ketakutan. Mendengar pertanyaan itu saya langsung meninggalkan ruang Ms. ririn dengan perasaan bersalah dan takut Ms. Ririn marah. Ketika aku sampai kamarku aku berbaring sendiri di tempat tidur, aku menyesali apa yang terjadi sebelumnya tapi masih bayangan Ibu Ririn tetap mengodaku sampai aku tertidur.

Pagi ketika matahari mulai menyapa, aku terbangun dan langsung diarahkan kakiku menuju kamar mandi yang terletak dekat dapur, saat aku melewati saya melihat Ibu ririn sedang menyiapkan sarapan. “Sudah Bangun ke?” Tanya Ibu Ririn mengejutkan. “Ehhh .. udah ya” kataku dengan suara gugup, ia melewati ke kamar mandi. Setelah dikamar madi aku bergegas mandi dan karena saya tidak mampu menahan keinginan jiwa saya, jadi saya melakukan o ** ni maka tumpahlah lahar panas pagi itu di kamar mandi.

Keluar dari kamar mandi aku bergegas ke kamar untuk segera pergi ke praktek dengan menahan rasa malu dan rasa bersalah. “Ya, saya mengucapkan selamat tinggal ya” Aku kirim ya Ririn yang masih dingin di dapur. “Saya ingin berlatih mbak pertama” kataku lagi. “Loh, Anda tidak makan sesuatu untuk?” Tanya Ibu Ririn saya. “Terima kasih ya.” “Sudah terlambat” kataku sambil menuju keluar. “Perginya Ya sudah ati-ati ya” kata Ms. ririn. “Ya, ya” Aku hanya mengatakan. “Terima kasih ya untuk” katanya lagi sambil mengawasi saya keluar dari rumah, aku hanya mengangguk tanpa berani menatapnya.
Sex Cerita Main Kuda Bersama Ms Rin Seminggu setelah kejadian itu, saya sering menghindar dari pertemuan dengan Ms. ririn, aku malu dengan apa yang saya lakukan kemudian. Pada sore hari ketika keluarga saya tidak ada di rumah tiba-tiba ketukan di pintu saya oleh seseorang dari luar. Aku bergegas untuk membuka pintu, saya pikir orang tua saya pulang dari undangan, ketika saya membuka pintu. Saya kagum yang datang adalah Ms. ririn. “Ehh..mbak” kataku sambil rasa malu. “Di mana Anda menulis kepada?” Tanya Ibu ririn. Saya tidak menjawab. “Incoming ya” kataku sambil mengajak Ms. ririn entri. Bu Ririn melangkah ke dalam rumah saya. “Pada mana?”, “Benar-benar tenang” tanya Ibu ririn. “Sekali lagi pada undangan pergi ke ya” Aku hanya mengatakan. Bu Ririn sopa duduk di kursi di depan saya. “Untuk … .you marah ya ya?” Tanya Ibu Ririn saya. “Angry, mengapa ya?” Aku bertanya, bingung. “Akhir-akhir ini Anda selalu dihindari untuk memenuhi ya?” Dia bertanya lagi. Aku berkata-kata “nggggak kok ya ‘kataku.

“Jika tidak, mengapa setelah acara yang Anda nginep di rumah orangtua Anda selalu mnghindak lihat ya ya?” Tanya Ibu ririn. “Saya malu ya.” “Maafkan aku, kalau aku sudah lancang datang ke ruang ya.” “Saya takut ya marah,” jawabku, melihat ke bawah malu. “Anda harus aneh” kata Ms. Ririn tertawa “masa begitu aja ya gila pula” kata Ms. Ririn lagi. “Emang apa sih yang Anda inginkan dari ya?” Tanya Ibu Ririn saya. Aku memandang pertanyaan Ms. ririn dengan tampilan buritan. “Loh kok malah tercengang !!!” kata Ms Ririn lain mengejutkaku. Aku hanya tersenyum. “Kapan Anda ingin nginep lagi?” Tanya Ibu Ririn lagi. “Tidak tahu ya” Aku hanya mengatakan. Keren-asiknya kami mengobrol tiba-tiba ibuku pulang “ehhh … ada ya Ririn” kata ibuku. “Dah lama ya?” Tanya ibuku. “Ya … tante”. “Apakah masih tante” kata Ms. Ririn singkat. “Bibi, saya ingin meminta anto sama membuat rumah ibu jagain lagi malam ini” kata Ms ririn pada ibuku. “Ohhhh … seharusnya hanya” jawab ibuku. Setelah itu kami berbicara banyak hal sampai Ms. Ririn meninggalkan rumah dan sebelum pulang dia memperingatkan saya untuk menjaga rumah ibunya dan memberikan kunci rumah.

Malam itu aku tidur di rumah orang tuanya mbak ririn, suasana malam begitu dingin ditambah hujan rintik-rintik membuat suasana hening. Untuk menghilangkan rasa kesepian saya mencoba mencari hiburan dengan menonton televisi, tapi setelah beberapa kali saya menemukan acara yang menarik bagi saya untuk menonton ternyata tidak ada yang menarik jadi saya memutuskan untuk menonton video di leptopku, terjadi di leptopku banyak video yang dapat mengusir penatku, satu per satu video biru di leptopku aku mengubah situasi di sekitar saya tanpa pemberitahuan saya karena saya pikir saya sendirian di rumah. Tapi tiba-tiba “Anto ……” suara itu mengejutkanku. Saya terkejut dan berpaling ke arah suara. Ternyata Ibu ririn sudah berdiri di depan pintu. “Loh..kok ya bisa sih” Aku bertanya Ms. ririn “Aku mengunci pintu sudah ya?” Aku bertanya lagi. Bu Ririn hanya tersenyum “Ms. jugakan punya kunci ke rumah untuk” menjawab Ms. ririn. “Sudah lama Ms.?” Aku bertanya Ms. ririn. “Ya …” kata Ms. Ririn singkat. “Apa yang Anda menonton film untuk” Tanyakan Ms. Ririn saya. “The ya …” kataku malu-malu. Mbak ririn berjalan ke meja tempat leptopku diletakkan. “Ohhhhhhh ….” Kata Ms. ririn. Sampil terus menonton adegan yang terjadi dalam film di leptopku. “Kamu suka film gituan ya untuk” Tanyakan Ms. ririn sambil duduk di samping tempat tidur. “Ya … ya” kataku polos.

“Jika ya seperti itu juga?” Aku menembak kembali ya Ririn. “Says neraka tidak seperti film-film begituan” kata Ms. ririn. “Tapi Ibu lebih senang praktekinnya” kata Ms ririn tertawa nakal. “Ahh..mbak bisa HANYA” jawabku, melihat ke arah Ms. ririn. Akhirnya kami berdua berbicara tentang banyak hal, terutama tentang seks ternyata ya Ririn juga membahas isu-isu seperti ini, semakin lama percakapan kami lebih menarik dan tak terasa itu masa lalu 21:00 di malam hari. “Mbak..gimana sesama jenis ya om Doni” tanyaku hati-hati. Mbak ririn mendesah “ya tidak ingin cerita ke” jawabnya. “Loh..emang mengapa?” Saya bertanya. Akhirnya setelah beberapa waktu juga akan memberitahu ya Ririn om hubungan Doni dengan suaminya, dia mengatakan kepada saya untuk melakukan baik-baik saja hanya beberapa bulan terakhir hubungannya dengan Ibu Ririn merasa kurang hilang doni om tidak seperti sebelumnya.

Aku mendengarkan dengan hati-hati Ririn ya. “Ya, kalau aku mendengar cerita sebelum rasanya ya ya ama om doni harus mencari vareasi dong” Saya disarankan. “Jangan begitu-begitu aja” kataku lagi. “Jadi-jadi bagaimana maksudmu?” Tanya Ibu ririn. “Ya jadi”. “Saya tidak bisa mengatakan lebih mbak” jawabku dengan nada gugup. “Ya berarti Anda harus menonton film yang pertama?”. “Atau vareasi posisi berhubungan seperti itu?” Tanya Ibu ririn. “Ya … mungkin itu salah satu yang bisa membantu ya ama om doni begitu banyak panas lagi” kataku nakal. “Anda bisa hanya untuk” kata Ms. ririn. “Kau pengalamn aja kaya” kata Ms Ririn lagi, tersenyum. “Tidak ada saran lain?” Tanya Ibu ririn. Aku tersenyum “maaf ya ya mungkin saran saya adalah konyol” kataku. “Apa?” Tanya Ibu Ririn penasaran. “Mungkin ya harus mencoba yang lain ama” kataku. “Maafkan aku rindu, jangan marah.” “Hanya saran inikan” kataku lagi.

Bu Ririn diam. Mungkin dia berpikir dengan hati-hati aku disarankan sebelumnya.
“Tapi siapa yang harus melakukannya untuk ya?” Tanya Ibu ririn
“Siapa pun akan mau ketinggalan, karena ya masih cukup, seksi lagi” kataku nakal
“Anda bisa hanya untuk”. Kata Ms ririn manja sambil tersipu. “Jika ya memilih Anda, Anda tidak?” Tanya Ibu ririn.

Aku terkejut mendengar pertanyaan itu. Namun dalam hati saya itulah yang saya inginkan. Tapi aku mencoba untuk menjual mahal. “Loh ya … kenapa aku harus?” Saya bertanya.
Mbak ririn menarik napas dalam. “Ya..udah menulis untuk melupakannya …” kata Ms ririn, naik dari tempat duduknya. “Ya ya tidur dulu.” Dia berkata. “Malam Slamat ke” katanya.
Aku terdiam dan masih dan tidak menjawab apa yang dikatakan Ibu ririn. Aku hanya melihat berlalunya Ms. ririn di depan saya dan keluar dari kamar saya.
Aku merasa kasihan kenapa tidak saya hanya mempertanyakan Ms. Ririn iyakan sebelumnya. Hayalanku melambung juga membayangkan kami berdua cinta, perjuangan dan saling peregangan. Ohhhh indah jika terwujud gumanku jantung.

Karena saya merasa haus aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil segelas air, sesampainya di dapur saya terkejut karena saya melihat Ibu ririn itu ada air minum juga. Tapi yang membuat saya terpesona adalah Ms ririn hanya menggunakan kemeja putih tipis tanpa menggunakan bawahan.
“Ya ….” kataku.
“Ehhh … Anda untuk” katanya. “Mo mengambil minum ya?” Dia bertanya lagi
“Ya … ya” kataku mengawasi menggoda ya tubuh ririn dilihat
Aku melangkahkan kakiku mendekati Ms. ririn. Pikiranku tidak tahu antara keinginan dan ketakutan. Tapi saya memberanikan diri untuk lebih dekat dengan Ibu ririn. Kapan dekat entah kenapa keberaniaku timbul lebih besar untuk memeluk ya Ririn.
“Ya … .boleh saya menanyakan sesuatu, ya?” saya bertanya
“Anda ingin bertanya apa yang harus” Aku bertanya
“Bolehkah saya memeluk ya” tanya saya
Bu Ririn tersenyum. “Di sini …” katanya sambil mengulurkan kedua tangannya untuk saya.
Tanpa berpikir aku memeluk ya Ririn erat. Dan tanpa aku sadari sudah pangkal paha yang tegang. Dengan sedikit keberanian saya mencium keningnya Ms. ririn dan bahwa ia terbawa. Bu Ririn menutup matanya. Tanpa menunggu lama saya menampar bibir, dan saya lumat habis ririn ya bibir yang terlihat sangat menikmati permainan saya, saya mencari rongga mulut dengan lidah saya … dan dia juga menanggapi dengan keinginan membara.

Tidak hanya di sana, tangan saya mulai bertindak kedua meremas payudaranya, montok. Dia juga mendesah “ahhhhhh … .anto” desahnya. Saya tidak peduli bahwa aku berusaha untuk mengungkapkan kemeja yang ia gunakan Aku menaruh tanganku ke celana dalamnya, aku membelai kemaluannya. Sudah basah. “Ohhhhh .. anto Anda nakal” dia mendesah lagi. Aku mulai bernapsu. Aku mengangkat dipakain baju Ms. ririn ternyata dia tidak menggunakan BH langsung aku menghisap putingnya yang telah menggoda iman saya, saya lumat putingnya, aku payah. “Ooohhhhh … .annntooooo” desahnya membuat napsuku lebih berapi-api.

“Ya, ya saya katakan” I
“Mmmmhhhmmmm ….” Dia menarik napas tanpa bisa mnjawab
“Untuk …. Jangan di sini, dikamar aja” dia berkata kepada saya
Saya akan mengikuti kemauannya ke kamarnya.
Sesampainya di kamarnya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini, saya langsung Lucuti ririn ya baju usang dan sedikit memaksa aku pelorotkan celana yang ia kenakan.
“Dong menunggu toooo” kata Ms ririn
Saya tidak peduli tentang kata-kata Ms ririn, saya mendorong dia untuk tidur aku membuka kakinya dan aku menjilat kemaluannya dengan lidahku. “Uhhhh … .ssstttt … ohhhhhh” desahnya
Saya terus bermain dengan lidah saya pada ayam, dia hampir tidak bisa menanggung penuh kenikmatan dan setelah beberapa saat aku sedang bermain dengan dikemaluannya lidahku dia menekan kepala saya sehingga saya mendapatkan terpendan di ayam.
“Ohhhh … antooo … .yesssss … terussssss tooooo” desahnya serta menginginkannya
“Ohhhhh … .ssssssSSSSssss … .anto Anda nakal” katanya
Akhirnya saya merasa ada cairan manis yang keluar dari kemaluannya, aku tidak berhenti dan terus menjilati dan menghisapnya. “Untuk … sudah mengatakan, gentian ya” kata Ms ririn
Aku akan berhenti kegiatannku. Mbak ririnpun duduk di tempat tidur dan ia menariku untuk lebih dekat. Tanpa ragu-ragu ia membuka celana saya dan tanpa pangkal paha telah diperketat
Dia mengusap vagina dengan lembut dan akhirnya dia mengulumnya serta menginginkannya
“Ohhh … ya … ..SSsssss” Aku mendesah
Dia terus mengguncang selangkangan, Ms. ririn sudah berpengalaman dengan ini.
“Ohhhhh … .yesssssss” Aku mendesah lagi
“Mmmmhhhhmmm ….” desahnya
“Ms. Baik, ya” kataku
Mbak ririnpun menghentikan kegiatan mereka.
“Aku masuk ya ya” kataku serta menginginkannya
Mbak tidak Ririn menjawab dia hanya mengangguk setuju.
Jadi dengan bantuan pangkal pahanya Aku menunjuk ke arah kemaluannya. blesssssssssssssssssssss, Ririn ya sedikit brengsek dengan senyum … .bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess bleess ooohhh bleess bleess bleess aku menariknya penisku keluar masukandalam vag | na ya Ririn …… ..
“Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” desahan panjang dari mulut Ibu ririn
Setelah puas dengan gerakan terakhir saya terus gerakan saya, kakinya dilipat ke atas sehingga saya merasa kemaluannya menyempit selangkangan kugoyang serta menginginkannya … .srelp srelp srelp sreppppp putar tahan dan pangkal paha saya ke dalam vagina …
“Saya mbaaaaaaaaaaaaakkk … oooohhhh”. cretttttttttt cretttttt crettttttttt “ooohhh” Ms. Ririn memeluku erat
“OOOOOOHHHHHH ….” Dia berteriak ternyata dia juga merasakan lahar panas tumpah dari vaginanya.
Kami basah kuyup dengan keringat, kami juga saling memandang dan tersenyum tanda-tanda cinta dan sukacita.
“Anto, terima ya” katanya
“Terima kasih Ya untuk apa?” saya bertanya
“Kau memberikan kepuasan yang sama ya” katanya
Aku hanya tersenyum. Dan akhirnya malam dan kami berdua tanpa sehelai benangpun. Dan kami ulangi beberapa kali hubungan layaknya suami istri.
Setelah kejadian itu, kami selalu mengambil waktu untuk melakukan keduanya di rumah mbak ririn, rumah orang tuanya bahkan punya waktu untuk Ibu ririn tahu rumah saya itu hanya saya dia meminta saya untuk melayani Dia di kamar saya. Dan karena hubungan rahasia saya dengan Ms. ririn aku sering mendapatkan tambahan uang saku untuk sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here