Cerita Mesum – Ibu kost Sange Gila Minta Di Ngentot Terus

0
566

Cerita Mesum – Ibu kost Sange Gila Minta Di Ngentot Terus

Cerita Mesum - Ibu kost Sange Gila Minta Di Ngentot Terus
Cerita Mesum – Ibu kost Sange Gila Minta Di Ngentot Terus

Cerita Mesum – Wawan, seorang bujangan berumur 28 th. yang selagi ini tengah kebingungan. Pasalnya, panggilan pekerjaan berasal dari sebuah perusahaan di mana dia melamar begitu mendadak. Dia bingung bagaimana wajib melacak area tinggal secepat ini. Perusahaan di mana dia melamar terletak di luar kota, jangka selagi panggilan itu selama empat hari, di mana dia wajib laksanakan tes wawancara.Cerita Mesum

Akhirnya dia memaksa berangkat besoknya, bersama obyek penginapanlah di mana dia wajib tinggal. Dengan bekal yang memadai tambah berlebih mungkin, sampailah dia di penginapan di mana perusahaan yang dia lamar terletak di kota itu juga. Sudah 2 hari ini dia tinggal di penginapan itu, selama ini dia telah buat persiapan segala sesuatu yang diperlukan guna kelancaran didalam tes wawancara nanti.

Sampai terhadap akhirnya, dia membaca di surat kabar, bahwa disitu tertulis menerima kos-kosan atau area tinggal yang permanen. Kemudian bersama bergegas dia datang ke alamat tersebut. Sampai terhadap akhirnya, sampailah dia di depan pintu tempat tinggal yang dimaksud itu. Cerita Mesum

Perlahan Wawan mengetuk pintu, tidak lama sesudah itu terdengar nada kunci terbuka diikuti bersama seorang wanita tua yang muncul.
“Iya, ada wajib apa, Pak..?”
“Oh, begini.., tadi aku membaca surat kabar, disitu tertulis bahwa di tempat tinggal ini sediakan kamar untuk area tinggal.” sahut Wawan seketika.
“Oh, ya, sesungguhnya benar, silahkan masuk Pak, biar aku memanggil nyonya dulu,” wanita tua itu mempersilakan Wawan masuk.
“Hm.., baik, menerima kasih.”
Sejenak sesudah itu Wawan telah duduk di kursi area tamu.

Terlihat sekali kondisi area tamu yang sejuk dan asri. Wawan menyimak sambil melamun. Tiba-tiba Wawan dikejutkan oleh nada wanita yang masuk ke area tamu.
“Selamat siang, ada yang wajib aku bantu..?”
Terhenyak Wawan dibuatnya, di depan dia saat ini berdiri seorang wanita yang boleh dikatakan belum terlalu tua, umurnya sekitar 40 tahunan, cantik, anggun dan berwibawa. Cerita Mesum

“Oh.., eh.. selamat siang,” Wawan tergagap sesudah itu dia melanjutkan, “Begini Bu..”
“Panggil aku Bu Mira..,” tukas wanita itu menyahut.
“Hm.., o ya, Bu Mira, tadi aku membaca surat kabar yang tertulis bahwa di sini ada kamar untuk disewakan.”
“Oh, ya. Hm.., siapa nama anda..?”
“Wawan Bu,” sahut Wawan seketika.

“Memang benar di sini ada kamar disewakan, wajib diketahui oleh Nak Wawan bahwa di tempat tinggal ini hanya ada tiga orang, yaitu, saya, anak aku yang tetap SMA dan pembantu wanita yang tadi bicara serupa Nak Wawan, kita sesungguhnya sediakan satu kamar kosong untuk disewakan, tidak cuman supaya kamar itu tidak kotor termasuk tempat tinggal ini biar tambah ramai penghuninya.” bersama singkat Bu Mira menyatakan semuanya. Cerita Mesum

“Hm, suami Ibu..?” tanya Wawan singkat.
“Oh ya, aku dan suami aku telah bercerai satu th. yang lalu,” jawab Bu Mira singkat.
“Ooo, begitu ya, untuk masalah biayanya, berapa sewanya..?” tanya Wawan kemudian.
“Hm, begini, Nak Wawan sudi menyita berapa bulan, cost sewa sebulannya dua ratus tujuh puluh ribu rupiah,” jawab Bu Mira menerangkan.
“Baiklah Bu Mira, aku akan menyita sewa untuk enam bulan,” kata Wawan.
“Oke, menanti sebentar, Ibu akan menyita kuitansinya.”
Akhirnya sehabis mengemasi barang-barang di penginapan, tinggallah Wawan disitu bersama Bu Mira, Ida anak Bu Mira dan Bik Sumi pembantu Bu Mira.

Sudah satu bulan ini Wawan tinggal sambil menanti panggilan selanjutnya. Dan telah satu bulan ini pula Wawan miliki permohonan yang aneh terhadap Bu Mira. Wanita yang anggun, cantik dan berwibawa yang memadai lama hidup sendirian. Wawan tidak bisa memikirkan bagaimana kemungkinan wanita yang tetap kelihatan muda berasal dari segi fisiknya itu bisa betah hidup sendirian. Bagaimana Bu Mira menyalurkan kemauan seksualnya. Ingin sekali Wawan bercinta bersama Bu Mira. Apalagi sering Wawan melihat Bu Mira memakai daster tidak tebal yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh Bu Mira yang tetap kelihatan kencang dan indah. Ingin sekali Wawan menyentuhnya.

“Aku wajib bisa mendapatkannya..!” gumam Wawan suatu saat.
“Saya wajib melacak cara,” gumamnya lagi. Cerita Mesum

Sampai terhadap suatu selagi kemudian, yakni terhadap selagi malam Minggu, tempat tinggal kelihatan sepi, maklum saja, Ida anak Bu Mira tidur di area neneknya, Bik Sumi balik ke kampung selama dua hari, katanya ada anaknya yang sakit. Tinggallah Wawan dan Bu Mira sendirian di rumah. Tapi Wawan telah buat persiapan cara bagaimana melampiaskan hasratnya terhadap Bu Mira. Lama Wawan di kamar, jam tunjukkan pukul delapan malam, dia melihat Bu Mira memirsa TV di area tengah sendirian. Akhirnya sehabis mantap, Wawan pun muncul berasal dari kamarnya menuju ke area tengah.

“Selamat malam, Bu, boleh aku temani..?” sejenak Wawan berbasa-basi.
“Oh, silahkan Nak Wawan..,” jawab Bu Mira kepada Wawan.
“Ngomong-ngomong, tidak muncul nih Nak Wawan, malam Minggu loh, jaman di tempat tinggal terus, apa tidak bosan..?” tanya Bu Mira kemudian.
“Ah, nggak Bu, lagian muncul kemana, umumnya termasuk malam Minggu di tempat tinggal saja,” jawab Wawan sekenanya.
Lama mereka berdua terdiam sambil menikmati acara TV. Cerita Mesum

“Oh, ya, Bu, boleh aku buatkan minum..?” tanya Wawan tiba-tiba.
“Lho, tidak usah Nak Wawan, kok repot-repot..,”
“Ah, nggak apa-apa, sekali-kali aku yang buatkan minuman untuk Ibu, masak Ibu dan Bik Sumi saja yang selamanya membuatkan minuman untuk saya.”
“Hm.., boleh terkecuali begitu, Ibu ingin minum teh saja,” kata Bu Mira sambil tersenyum.
“Baiklah Bu, terkecuali begitu menanti sebentar.” langsung Wawan bergegas ke dapur.

Tidak lama sesudah itu Wawan telah kembali sambil mempunyai nampan berisi dua teh dan sedikit makanan enteng di piring.
“Silahkan Bu, diminum, mumpung tetap hangat..!”
“Terima kasih, Nak Wawan.”
Akhirnya sehabis sekian lama terdiam lagi, muncul Bu Mira telah merasa mengantuk, tidak lama sesudah itu Bu Mira telah tertidur di kursi bersama kondisi memakai daster tidak tebal yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh dan payudaranya yang indah. Tersenyum Wawan melihatnya. Cerita Mesum

“Akhirnya aku berhasil, ternyata obat tidur yang kubeli di apotik siang tadi terlalu manjur, obat ini akan bekerja untuk sebagian selagi kemudian,” gumam Wawan penuh kemenangan.
“Beruntung sekali tadi Bu Mira sudi kubuatkan teh, supaya obat tidur itu bisa kucampur bersama teh yang diminum Bu Mira,” gumamnya sekali lagi.

Sejenak Wawan menyimak Bu Mira, tubuhnya yang pasrah dan siap dipermainkan oleh Laki-laki manapun. Timbul gejolak kelelakian Wawan yang normal tatkala melihat tubuh indah yang tergolek lemah itu. Diremas-remasnya bersama lembut payudara yang montok itu bergantian kanan kiri sambil tangan yang satunya bergerilya menyentuh paha hingga ke ujung paha. Terdengar desahan perlahan berasal dari mulut Bu Mira, spontan Wawan menarik kedua tangannya. Cerita Mesum

“Mengapa wajib gugup, Bu Mira telah terpengaruh obat tidur itu hingga sebagian selagi nanti,” gumam Wawan didalam hati.
Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, Wawan sesudah itu membopong tubuh Bu Mira memasuki kamar Wawan sendiri. Diletakkan bersama perlahan tubuh yang indah di atas area tidur, sementara sesudah itu Wawan telah mengunci kamar, selanjutnya mengeluarkan tali yang sesungguhnya sengaja dia simpan siang tadi di laci mejanya.

Tidak lama sesudah itu Wawan telah mengikat kedua tangan Bu Mira di atas area tidur. Melihat kondisi tubuh Bu Mira yang telentang itu, tidak sabar Wawan untuk melampiaskan hasratnya terhadap Bu Mira. Cerita Mesum

“Malam ini aku akan menikmati tubuhmu yang indah itu Bu Mira,” kata Wawan didalam hati.
Satu-persatu Wawan membebaskan apa saja yang dipakai oleh Bu Mira. Perlahan-lahan, merasa berasal dari daster, BH, sesudah itu celana dalam, hingga selanjutnya sehabis semua terlepas, Wawan menyingkirkannya ke lantai. Terlihat sekali saat ini Bu Mira telah didalam kondisi polos, telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Diamati oleh Wawan merasa berasal dari wajah yang cantik, payudara yang montok menyembul indah, perut yang ramping, dan paling akhir paha yang mulus dan putih bersama gundukan daging di pangkal paha yang tertutup oleh rimbunnya rambut.

Sesaat sesudah itu Wawan telah menciumi tubuh Bu Mira merasa berasal dari kaki, pelan-pelan naik ke paha, sesudah itu berlanjut ke perut dan paling akhir ciuman Wawan mendarat di payudara Bu Mira. Sesekali terdengar desahan kecil berasal dari mulut Bu Mira, tetapi Wawan tidak memperdulikannya. Diciumi dan diremas-remas kedua payudara yang indah itu bersama mulut dan kedua tangan Wawan. Puting merah jambu yang menonjol indah itu termasuk tidak terlepas berasal dari serangan-serangan Wawan. Dikulum-kulum kedua puting itu bersama mulutnya bersama perasaan dan gairah birahi yang telah memuncak. Setelah suka Wawan laksanakan itu semua, perlahan-lahan dia bangkit berasal dari area tidur. Cerita Mesum

Satu-persatu Wawan membebaskan baju yang menempel di badannya, selanjutnya kondisi Wawan telah tidak beda bersama kondisi Bu Mira, telanjang bulat, polos, tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Terlihat kemaluan Wawan yang telah mengencang hebat siap dihujamkan ke didalam vagina Bu Mira. Tersenyum Wawan melihat rudalnya yang panjang dan besar, bangga sekali dia mempunyai rudal bersama bentuk begitu.

Perlahan-lahan Wawan kembali naik ke area tidur bersama posisi telungkup menindih tubuh Bu Mira yang telanjang itu, sesudah itu dia memegang rudalnya dan pelan-pelan memasukkannya ke didalam vagina Bu Mira. Wawan merasakan vagina yang tetap rapat karena telah setahun tidak pernah tersentuh oleh laki-laki. Akhirnya sehabis sekian lama, rudal Wawan telah masuk semuanya ke didalam vagina Bu Mira.

Ketika Wawan menghunjamkan rudalnya ke didalam vagina Bu Mira hingga masuk semua, terdengar rintihan kecil Bu Mira, “Ah.., ah.., ah..!”
Tapi Wawan tidak menghiraukannya, dia selanjutnya menggerakkan kedua pantatnya maju munjur bersama teratur, pelan-pelan tetapi pasti.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar tiap tiap kali saat Wawan laksanakan aktivitasnya itu, diikuti bersama bunyi area tidur yang berderit-derit. Cerita Mesum

“Uh.., oh.., uh.., oh..,” sesekali Wawan mengeluh kecil, sambil tangannya konsisten meremas-remas kedua payudara Bu Mira yang montok itu.
Lama Wawan laksanakan aktivitasnya itu, dirasakannya betapa tetap kencangnya dan rapatnya vagina Bu Mira. Akhirnya Wawan merasakan tubuhnya mengejang hebat, merapatkan rudalnya makin lama didalam ke vagina Bu Mira.

“Ser.., ser.., ser..,” Wawan merasakan cairan yang muncul berasal dari ujung kemaluannya mengalir ke didalam vagina Bu Mira.
“Oh.. ah.. oh.. Bu Mira.., oh..!” terdengar keluhan panjang berasal dari mulut Wawan.
Setelah itu Wawan merasakan tubuhnya yang capek sekali, sesudah itu dia membaringkan tubuhnya di samping tubuh Bu Mira bersama posisi memeluk tubuh Bu Mira yang telah dinikmatinya itu. Cerita Mesum

Lama Wawan didalam posisi itu hingga terhadap selanjutnya dia dikejutkan oleh gerakan tubuh Bu Mira yang telah merasa siuman. Secara reflek, Wawan bangkit berasal dari area tidurnya menuju ke arah saklar lampu dan mematikannya. Tertegun Wawan berdiri di samping area tidur didalam kamar yang telah didalam kondisi gelap gulita itu. Sesaat sesudah itu terdengar nada Bu Mira.

“Oh, di mana aku, mengapa gelap sekali..?”
Sebentar sesudah itu kondisi menjadi hening.
“Dan, mengapa tanganku diikat, dan, oh.., tubuhku termasuk telanjang, kemana pakaianku, apa yang terjadi..?” terdengar nada Bu Mira pelan dan serak.

Suasana hening agak lama. Wawan tidak menyadari apa yang wajib dilakukannya. Dia diam saja.
Terdengar kembali nada Bu Mira mengeluh, “Oh.., tolonglah aku..! Apa yang berlangsung padaku, mengapa aku bisa didalam kondisi begini, siapa yang laksanakan ini terhadapku..?” keluh Bu Mira.
Akhirnya timbul kejantanan didalam diri Wawan, bagaimanapun sehabis apa yang dia laksanakan terhadap Bu Mira, Wawan wajib berterus terang mengatakannya semuanya. Cerita Mesum

“Ini saya..,” gumam Wawan lirih.
“Siapa, kamukah Yodi..? Mengapa kamu kembali kembali padaku..?” sahut Bu Mira agak keras.
“Bukan, ini aku Bu.., Wawan..,” Wawan berterus terang.

“Wawan..!” kaget Bu Mira mendengarnya.
“Apa yang kamu laksanakan terhadap Ibu, Wawan..? Bicaralah..! Mengapa Ibu kamu perlakukan layaknya ini..?” tanya Bu Mira kemudian.

Kemudian Wawan bercerita merasa berasal dari awal hingga akhir, bagaimana pada awalnya dia tertarik terhadap Bu Mira, hingga terhadap keheranannya bagaimana termasuk Bu Mira bisa hidup sendiri selama setahun tanpa ada laki-laki yang bisa memuaskan kemauan birahi Bu Mira. Juga tidak lupa Wawan menceritakan semua yang dia laksanakan terhadap Bu Mira selama Bu Mira tidak menyadari karena pengaruh obat tidur. Tertegun Bu Mira mendengar semua perkataan Wawan. Lama mereka terdiam, tetapi terdengar Bu Mira bicara lagi. Cerita Mesum

“Wawan.., Wawan.., Ibu sesungguhnya ingin laki-laki yang bisa memuaskan kemauan birahi Ibu, tetapi bukan begini caranya, mengapa kamu tidak berterus-terang terhadap Ibu sejak dulu, kalaupun kamu berterus terang meminta kepada Ibu, pasti Ibu akan memberikannya kepadamu, karena Ibu termasuk merasakan bagaimana tidak enaknya hidup sendiri tanpa laki-laki.”

“Terus terang aku malu Bu, aku malu terkecuali Ibu menolak saya.”
“Tapi setidaknya kan, berterus terang itu lebih sopan dan terhormat daripada wajib memperlakukan Ibu layaknya ini.”
“Saya menyadari Bu, aku salah, aku siap menerima sanksi apapun, aku siap diusir berasal dari tempat tinggal ini atau apa saja.” Cerita Mesum

“Oh, tidak Wawan, bagaimanapun kamu telah melakukannya semua terhadap Ibu. Sekarang Ibu tidak kembali terpengaruh oleh obat tidur itu lagi, Ibu ingin kamu melakukannya kembali terhadap Ibu apa yang kamu perbuat tadi, Ibu termasuk menginginkannya Wawan tidak hanya kamu saja.”
“Benar Bu..?” tanya Wawan kaget.
“Benar Wawan, saat ini nyalakanlah lampunya, biar Ibu bisa melihatmu seutuhnya,” pinta Bu Mira kemudian.

Tanpa pikir panjang lagi, Wawan langsung menyalakan lampu yang sejak tadi padam. Sekarang terlihatlah kedua tubuh mereka yang sama-sama polos, dan telanjang bulat bersama posisi Bu Mira terikat tangannya.

“Oh Wawan, tubuhmu begitu atletis. Kemarilah, nikmatilah tubuh Ibu, Ibu menginginkannya Wawan..! Ibu ingin kamu memuaskan kemauan birahi Ibu yang selama ini Ibu pendam, Ibu ingin malam ini Ibu terlalu terpuaskan.” Cerita Mesum

Perlahan Wawan mendekati Bu Mira, diperhatikan wajah yang tambah cantik itu karena sesungguhnya kondisi Bu Mira yang telah tersadar, beda bersama tadi saat Bu Mira tetap tidak sadarkan diri. Diusap-usapnya bersama lembut tubuh Bu Mira yang polos dan indah itu, merasa berasal dari paha, perut, hingga payudara. Terdengar nada Bu Mira menggelinjang keenakan.

“Terus.., Wawan.., ah.. terus..!” muncul tubuh Bu Mira bergerak-gerak bersama lembut mengikuti sentuhan tangan Wawan.
“Tapi, Wawan, Ibu tidak ingin didalam kondisi begini, Ibu ingin kamu membebaskan tali pengikat tangan Ibu, biar Ibu bisa menyentuh tubuhmu juga..!” pinta Ibu Mira memelas.
“Baiklah Bu.”

Sedetik sesudah itu Wawan telah membebaskan ikatan tali di tangan Bu Mira. Setelah itu Wawan duduk di tepi area tidur sambil kedua tangannya konsisten mengusap-usap dan meremas-remas perut dan payudara Bu Mira. Cerita Mesum

“Nah, begini kan enak..,” kata Bu Mira.
Sesaat sesudah itu tukar tangan Bu Mira yang meremas-remas dan menarik maju mundur kemaluan Wawan, tidak lama sesudah itu kemaluan Wawan yang diremas-remas oleh Bu Mira merasa mengencang dan mengeras lagi. Benar-benar hebat si Wawan ini, di mana tadi kemaluannya telah terpakai saat ini mengeras lagi. Benar-benar hyper dia.

“Oh.., Wawan, kemaluanmu begitu keras dan kencang, begitu panjang dan besar, ingin Ibu memasukkannya ke didalam vagina Ibu.” kata Bu Mira lirih sambil konsisten mempermainkan kemaluan Wawan yang telah membesar itu.
Diperlakukan sedemikian rupa, Wawan hanya bisa mendesah-desah mencegah keenakan.
“Bu Mira, oh Bu Mira, konsisten Bu Mira..!” pinta Wawan memelas.
Semakin hebat permainan seks yang mereka laksanakan berdua, makin lama hot, terdengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan kecil yang muncul berasal dari mulut mereka berdua.

“Oh Wawan, naiklah ke atas area tidur, naiklah ke atas tubuhku, luapkan hasratmu, puaskan diriku, berikanlah kenikmatanmu terhadap Ibu..! Ibu telah tak tahan lagi, ibu telah tak sabar lagi..” desis Bu Mira memelas dan memohon. Cerita Mesum

Sesaat sesudah itu Wawan telah naik ke atas area tidur, langsung menindih tubuh Bu Mira yang telanjang itu, sambil konsisten menciumi dan meremas-remas payudara Bu Mira yang indah itu.

“Oh, ah, oh, ah.., Wawan oh..!” tidak ada kata yang lain yang bisa diucapkan Bu Mira yang tidak cuman merintih dan mendesah-desah, begitu termasuk bersama Wawan yang hanya bisa mendesis dan mendesah, sambil menggosok-gosokkan kemaluannya di atas permukaan vagina Bu Mira. Reflek Bu Mira memeluk erat-erat tubuh Wawan sambil sesekali mengusap-usap punggung Wawan.

Sampai suatu ketika, tangan Bu Mira memegang kemaluan Wawan dan memasukkannya ke didalam vaginanya. Pelan dan pasti Wawan merasa memasukkan kemaluannya ke didalam vagina Bu Mira, sambil kedua kakinya bergerak menggeser kedua kaki Bu Mira supaya merenggang dan tidak merapat, selanjutnya menjepit kedua kaki Bu Mira bersama kedua kakinya untuk konsisten telentang. Akhirnya sehabis sekian lama berusaha, karena sesungguhnya tadi Wawan telah memasukkan kemaluannya ke didalam vagina Bu Mira, saat ini agak enteng Wawan menembusnya, Wawan telah berhasil memasukkan semua batang kemaluannya ke didalam vagina Bu Mira. Cerita Mesum

Kemudian bersama reflek Wawan menggerakkan kedua pantatnya maju mundur teru-menerus sambil menghujamkan kemaluannya ke didalam vagina Bu Mira.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar saat Wawan laksanakan aktivitasnya itu.
Terlihat tubuh Bu Mira bergerak menggelinjang keenakan sambil konsisten menggoyang-goyangkan pantatnya mengikuti irama gerakan pantat Wawan.

“Ah.., ah.., oh.. Wawan.., jangan lepaskan, teruskan, teruskan, jangan berhenti Wawan, oh.., oh..!” terdengar rintihan dan desahan nafas Bu Mira yang keenakan.
Lama Wawan laksanakan aktivitasnya itu, menarik dan memasukkan kemaluannya berkelanjutan ke didalam vagina Bu Mira. Sambil mulutnya konsisten menciumi dan mengulum kedua puting payudara Bu Mira. Cerita Mesum

“Oh.., ah.. Bu Mira, oh.., kamu sesungguhnya cantik Bu Mira, akan kulakukan apa saja untuk bisa memuaskan kemauan birahimu, ih.., oh..!” desis Wawan keenakan.
“Oh.., Wawan.., bahagiakanlah Ibu malam ini dan seterusnya, oh Wawan.., Ibu telah tak tahan lagi, oh.., ah..!”
Semakin cepat gerakan Wawan menarik dan memasukkan kemaluannya ke didalam vagina Bu Mira, makin lama hebat pula goyangan pantat Bu Mira mengikuti irama permainan Wawan, sambil tubuhnya konsisten menggelinjang bergerak-gerak tidak beraturan.

Semakin panas permainan seks mereka berdua, hingga selanjutnya Bu Mira merintih, “Oh.., ah.., Wawan.., Ibu telah tak tahan lagi, Ibu telah tak kuat lagi, Ibu sudi keluar, oh Wawan.., kamu sesungguhnya perkasa..!”
“Keluarkan Bu..! Keluarkanlah..! Puaskan diri Ibu..! Puaskan kemauan Ibu hingga ke puncaknya..!” desis Wawan menimpali.
“Mari kita keluarkan bersama-sama Bu Mira..! Oh, aku termasuk telah tak tahan lagi,” desis Wawan kemudian. Cerita Mesum

Setelah bicara begitu, Wawan menaikkan genjotannya terhadap Bu Mira, berkelanjutan tanpa henti, makin lama cepat, makin lama panas, muncul sekali kedua tubuh yang basah oleh keringat dan telanjang itu menyatu begitu cocok bersama posisi tubuh Wawan menindih tubuh Bu Mira.

Sampai selanjutnya Wawan merasakan tubuhnya mengejang hebat, begitu pula bersama tubuh Bu Mira. Keduanya saling merapatkan tubuhnya tiap-tiap lebih dalam, seakan-akan tidak ada yang memisahkannya.

“Ser.., ser.., ser..!” merasa muncul cairan kenikmatan muncul berasal dari ujung kemaluan Wawan mengalir ke didalam vagina Bu Mira, begitu nikmat seakan-akan layaknya terbang ke langit ke tujuh, begitu pula bersama tubuh Bu Mira seakan-akan melayang-layang tanpa henti di hawa menikmati kepuasan yang diberikan oleh Wawan.
Sampai selanjutnya mereka berdua berhenti karena merasa kelelahan yang terlalu terlalu sehabis bercinta begitu hebat. Cerita Mesum

Sejenak kemudian, tetap bersama posisi yang saling menindih, terpancar senyum kepuasan berasal dari mulut Bu Mira.
“Wawan, menerima kasih atas apa yang telah kau memberikan terhadap Ibu..,” kata Bu Mira sambil tangannya mengelus-elus rambut Wawan.
“Sama-sama Bu, aku termasuk suka karena telah membawa dampak Ibu berhasil memuaskan kemauan birahi Ibu,” sahut Wawan bersama posisi menyandarkan kepalanya di atas dada Bu Mira.
Suasana yang begitu mesra.

“Selama disini, merasa malam ini dan seterusnya, Ibu ingin kamu selamanya memberi kepuasan birahi Ibu..!” pinta Ibu Mira.
“Saya berjanji Bu, aku akan selamanya mengimbuhkan yang paling baik bagi Ibu..,” kata Wawan kemudian.
“Ah, kamu bisa saja Wan,” tersungging senyum di bibir Bu Mira.
“Tapi, ngomong-ngomong bagaimana bersama Ida dan Bik Sumi..?” tanya Wawan.
“Lho, kita kan bisa melacak selagi yang tepat. Disaat Ida berangkat sekolah termasuk bisa, dan Bik Sumi di dapur. Di selagi keduanya tidur pun kita bisa melakukannya. Pokoknya tiap tiap selagi dan tiap tiap waktu..!” jawab Bu Mira manja sambil tangannya mengusap-usap punggung Wawan. Cerita Mesum

Sejenak Wawan melihat wajah Bu Mira, sementara sesudah itu keduanya sama-sama tertawa kecil. Akhirnya apa yang mereka pendam berdua terlampiaskan sudah. Sambil bersama kondisi yang tetap telanjang dan posisi saling merangkul mesra, mereka selanjutnya tertidur kelelahan. Cerita Mesum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here