Cerita Mesum Desahan Nikmat Helen

0
300

Cerita Mesum Desahan Nikmat Helen

Cerita Mesum Desahan Nikmat Helen
Cerita Mesum Desahan Nikmat Helen

Warung Mesum Sendiri di café sambil meminum miras, kepalaku jadi singkat pusing. saya menonton sesosok perempuan yg bernama Helen, ia benar-benar memiliki body yg sel bersama takaran toket yg montok nyaris setelapak tanganku, seandainya dirinya berulang terjadi bokongnya itu menghasilkan bernafsu, kulit putihnya di tunjukkan kala beliau menggunakan rok mini sambil berjalan.

saya menjadi melamun seandainya saya menjahili dan mengelus-elus ke-2 toket montoknya dan membuatkan rok mininya setelah itu kusodokan batang kontolku ke dalam memeknya aaahhh alangkah nikmatnya.

“Hy…Bagas” sapanya mengagetkanku memecat lamunanku.

“Bengong aja serta melamun apa anda� tanyanya.

“Hy berulang Helen… nggak bayangin apa-apa kog…kog dapat bertepatan ya kita ketemu disini…” jawabku mencari alasan.

seandainya� saya sih emang tidak jarang nongkrong disini…kamu sendirian aja? bisa gabung nggak?”

Sebelum pernah saya menjawab, Helen sudah merampas bangku dan sila di sampingku.

beta berduapun ngobrol kesani kemari, tidak kusangka nyata-nyatanya Helen sahih tengah minumnya. diskusi hamba diwarnai oleh pesanan baru yg senantiasa datang edit gelas cocktailnya yg sejak mulai titik terendah. Sementara konsentrasiku buat minum sudah luluh lantak dihancurkan bersama rekreasi sepasang bahu jelita diimbangi bersama leher panjang di atas bagian dada putih milik Helen. Pikiran kotorku kembali serta-merta menghampiriku. Helen tengah malam ini benar-benar lebih satuan semenjak kebanyakan ditutupi gaun sackdressnya yg beragam merah berkobar. Dalam hatiku berkata,

angan-angan� apa saya semalam…ooohhh…”

Dan tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 3 pagi. bermula kiat berbicara Helen dan rupa wajahnya nampak sekali jika Helen telah mabuk berat. tak ada factor lain yg sanggup kulakukan tidak cuma memengaruhi ujung mobilnya dan mendesak kepada mengantarnya hingga di hunian. Helen nurut saja dan dgn pasrah masuk ke dalam mobil di kursi penumpang depan.

Kekemudikan mobilnya dan seterusnya Helen bicara padaku,

“Bagas, saya nggak sanggup pulang dalam kondisi mabuk seperti ini…pulang ke rumahmu aja yaahh…aku numpang tidur di rumahmu bolehkan?”

Dalam hatiku berbicara terus, “Terima kasih Tuhanku!”

Setibanya di apartemenku, kubimbing ia ke kamar tidurku, Helen serta-merta bersila di area tidur. Kulepaskan sepasang sepatunyam alangkah mulus dan seksinya kaki Helen. Ada seseorang perempuan elegan dan peranggu, idamanku, fantasy seksualku, sila di ruang tidurku dan saya malah cemas mesti bagaimana. saat saya lagi aktif tunggal bersama pikiranku, tiba-tiba,

“Bagaasss…sini dooonk…” ujar Helen manja.leH

tidak dengan berpikir dua kali saya mendekat seperti anak buah dipanggil majikan dan berkata,

“Iya Helen…ada yg butuh saya bantu atau anda ingin minum air putih?” tanyaku.

saya� ingin anda sayaaangg…” jawab Helen. tidak hak kutahan degup jantungku yg makin menderu-deru. saya cepat mendekatinya. Dan belum pernah kuberpikir lebih lanjut, kulihat jari-jari kecil Helen sudah kaya di ikat pinggangku.

saya� mau anda Gaass…”

Sekali semula Helen mengakses bibirnya yg basah dan ranum memerah,

“Mala mini saya hanya mau anda belas kasih� Helen menambahkan desahannya.

“Tapi.. Helen..” belum pernah kuhabis bersuara, sontak jari-jari kecil tadi bersama perlahan terhubung ikat pinggangku dan bersama pertolongan tangan yg cantik berbulu halus tadi merengkuh turun lancingan jeansku dgn enteng tidak dengan pemberontakan dariku.

saya� senantiasa berpikir macam mana mungkin saja bercinta dgn orang ganteng sepertimu Bagas…”ucapnya pun sambil merampas turun CDku.

“Wooww…gede terus punyamu…”

dgn kemayu Helen melihat kontolku yg telah sejak mulai menegang. Helen dulu mendekatkan durja cantiknya ke batang kontolku dan sambil mengedip-ngedipkan bulu matanya yg panjang dan lentik. Helen mulai sejak mengecupnya. Bibirnya yg merah ranum mulai sejak mengusut sirah kontolku yg juga mengeras.

saya� belum sempat disodok dgn kontol se gede gini.. hihi,” godanya kemayu dan kali ini menyembulkan lidahnya ke batang kontolku mulai sejak bawah hingga ke atas menjahili sirah kontolku lagi.

“Sssthhhh…aaahhh…” desahku…tak terkira sungguh terangsangnya saya oleh apa yg dilakukan Helen padaku. Helen menyusulkan separuh batang kontolku kedalam mulutnya yg kecil, dan kepalanya sejak mulai bertenggang naik turun dengan cara perlahan.

“Oooohhh Heleeennn….aahhh…” desahku mengganjal nikmat. Helen pendek merampas ke luar kontolku bersumber mulutnya dan berkata,

“Enaaakkk sayaaang…?”

dulu serta melumat dan menghisap kontolku, kali ini dgn ritme yg lebih cepat.

“Aaarghhh….”. Kali ini saya tak bisa tambah menyangga pusaran (angin) birahiku yg meluap-luap di dalam diriku.

seterusnya kutarik turun gaun sackdress yg dipakainya maka kelihatan punggung putih mulus berbulu halus sebentar buntu oleh rambutnya yg panjang dan hitam lebat. nyata-nyatanya Helen tak memanfaatkan BH. seterusnya kuteruskan pun menghela turun hingga tampak CDnya putih slim berenda yg melingkarkan belakang putihnya.

dulu kujulurkan tanganku yg panjang cobalah memperoleh lubang memeknya. Dan tersentuh olehku gundukan daging yg ditumbuhi bulu halus yg sudah basah oleh larutan lender feminin petunjuk jadi buat dientot.

“Helen simpati, memekmu telah basah sekali” kataku sembari mengusap-usap bibri memeknya. Helen hanya menganggukan kepalanya dan bersama hisapan yg lebih langsung dan liar.

Ku menggerak-gerakkan jari-jariku di sektor apa saja berasal liang memeknya yg sanggup kuraih, hingga ke itilnya juga.

“Ehhhmmmm….” Kali ini terasa reaksi awal Helen dikarenakan dirinya mengerang menyengat sambil mengganjar dgn memperpendek hisapan dan lumatannya ke batang kontolku.

“Aaahhh….yeesss…” saya tak ingin angkat tangan dan mengganjar bersama menggetarkan dengan cara langsung sekali jariku di atas itilnya.

“Aaahhhh…..” tidak tahan Helen sedang menghela mulutnya semenjak kontolku, dirinya mendesah jauhari dan menggenggam batang kontolku bagi dikocoknya.

Berdua saya mengerang, menangis, menikmati sentuhan jalan berlawanan hingga hasilnya Helen mendekatkan mukanya kepadaku. dirinya sejak mulai menciumi dan melumat bibirku dgn bibirnya yg merah basah. Kubalas ciumannya sambil kupeluk dan kuelus punggung mulus dan rambutnya yg menggerbang di buntut. Sambil berciuman, Helen membabarkan ke-2 kaki jenjangnya yg mulus naik keatas ku.

“Ayo Bagas keterangan kini saya telah nggak tahan kembali� Pintanya dgn penuh hasrat yg mengudak. bersama penuh keinginan kutarik turun CDnya dan kupegang batang kontolku bersama tangan kanan, sementara tangan kiriku mengakses selangkangan Helen.

Perlahan kumasukan batang kontolku ke dalam memeknya yg telah amat basah. Dan, “Bleeesss…”

“Aaahhhh…..sssthhh…” desahnya sambil mendongakkan wajahnya keatas dan memejamkan matanya.

“Oooohhh Helen enak sekali belas kasih� rintihku sambil kuangkat badan Helen singkat dan kulepas masih maka naik turun di atas badanku.

“Ooohhh yesss…”erangan Helen makin menyusuk, bersama durja mimik singkat meringis sambil berbicara lagi,

“Ayo sayaaaang, genjot yg menduri lagiiii…aaaahhh….”

tak enteng bagiku terhadap berupaya serta-merta memompa Helen naik turun di dalam jepitan kewanitaannya yg pengap dan hangat seolah mau menyedot dan menyengkak seluruhnya batang kontolku.

tidak dengan henti-hentinya Helen menangis, mengerang dan menggeram mesra seiring kunaikkannya kecekatan tubuhnya yg sejak mulai basah berkeringat naik turun di atasku sambil kubenamkan serta lebih dalam kontolku ke dalam lubang memeknya yg makin hangat terasa meremas-remas dan memijat-mijat kontolku.

“Enak sayaaang…sssthh…ahhh…” tanyaku disela-sela tangis abdi berdua. Nafas beta menguber tidak beraturan.

“Ayo simpati genjot terussss…aaahhhh…” rintih Helen makin berjiwa dan mulai sejak menggerak-gerakan pinggulnya bersama kegiatan erotis ke kiri dan ke kanan yg menciptakan lubang memeknya makin sumpek, panas, dan menyedot jadi kontolku ke luar masuk makin serentak dan keras.

“Arrgghhh…aaahhh…oohhh….”jerit Helen yg menyongsong genjotan andal awal kontolku yg menghujam lubang memeknya tidak dengan henti. Helen memejamkan ke-2 matanya sambil meringis dan mengigit cerita bawahnya. Terasa seluruhnya tubuhnya menggelinjang, bergetar mampu mendapatkan penghabisan klimaks berulangkali.

Genggaman mulai sejak jari-jemarinya yg kecil sebentar menggaruk dan menggengam memasak di ke-2 lenganku diikuti bersama semua tubuhnya mengeras bersama seketika. Seketika itu larutan hangat mengayau batang kontolku yg pula memompa menindik di dalam lubang memeknya. akhir orgasme, Helen sudah mencapainya. seluruhnya tubuhnya yg putih mulus sudah basah kuyup oleh keringatnya, tak utang rambutnya yg sedang ikut basah.

tidak lama selanjutnya akupun memilih (jurusan) terhadap terminasi orgasmeku. seluruhnya spermaku kusemprotkan di dalam lubang memeknya.

badan kejang hamba dulu menyusut, genggaman Helen melemas dan tubuhnya berkurang sakit-sakitan di atas tubuhkuyang pun basah kuyub oleh keringat.

“Kamu benar-benar hebat Bagas, sebelumnya belum pernah aku merasa sepuas ini…” ucap Helen sambil mencium dadaku.

Dominoqq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here