Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

0
402

Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Cerita Mesum - Dengan Cewek Pujaan Hati
Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati – Bermula kala untuk kesekian kalinya dia aku ajak main ke rumah. Awalnya layaknya kebanyakan kami sebatas cium-ciuman saja. Cium pipi, cium bibir, perihal biasa kami lakukan. Entah setan apa yang lewat di benak kami.

Tangan kami terasa berani meraba-raba anggota lain, sebenarnya tidak pantas dijalankan oleh dua insan yang belum menikah. Ketika tangan aku meraba payudaranya (kami masih mengenakan pakaian lengkap), dia sama sekali tidak menolak. Ini mengakibatkan aku sedikit lebih berani untuk meremas payudaranya sedikit lebih keras. Ternyata dia menikmatinya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Saya coba untuk melakukannya lebih jauh lagi. Kali ini tangan aku perlahan-lahan aku arahkan kebagian selangkangannya. Dia masih tidak menolak. Saat itu dia kenakan celana panjang dari kain yang tipis, menjadi aku dapat merasakan lembutnya bibir kemaluannya.

Tanpa aku memahami tangannya juga telah mengelus-elus selangkangan saya. Mungkin gara-gara asumsi aku sangat tegang, sampai-sampai aku kurang memperhatikannya. Kurang masuk akal memang. Tapi itulah yang terjadi. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Kepasrahannya semakin melambungkan kekurangajaran saya. Tangan aku terasa menyelinap ke balik pakaiannya. Saya ulang meremas-remas payudaranya. Kali ini langsung menyentuh permukaan kulitnya. Saya lakukan sambil mencium lehernya bersama dengan lembut. Suara desahan lembut terasa terdengar dari bibirnya, kala aku menyelipkan tangan aku ke balik celana dalamnya. Ada sedikit rasa ragu kala meraba bibir kemaluannya secara langsung.

Saya kumpulkan segenap keberanian aku yang tersisa. Jari sedang saya, aku tekan sedikit demi sedikit dan perlahan ke belahan kemaluannya. Saat itulah dia tersentak dan menghindar tangan saya. Dia menatap mata saya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

“Jangan dimasukkan ya Mas”, katanya.

Saya hanya tersenyum dan mengangguk. Serta merta dia mencium bibir saya. Sementara jari aku masih mengelus-elus bibir kemaluannya. Lendir yang membasahi dinding vagina perawan nya, terasa merembes hingga ke bibir kemaluannya.

Saya coba untuk memintanya untuk menyentuh dan memegang kemaluan saya. Ternyata dia tidak menolak. Terlihat paham di raut mukanya, dia sedikit gugup kala mengakses rensleting celana saya. Dan seakan malu melihat wajah aku kala dia terasa menggenggam kemaluan saya. Untuk kurangi ketegangannya aku mencium bibirnya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Selama lebih dari 1/2 jam kami hanya berani lakukan itu-itu saja. Kemudian aku beranikan diri untuk mengajakknya menanggalkan seluruh pakaian. Dia terlihat ragu, dan hanya menunduk. Mungkin dia menghendaki menolak namun risau mengakibatkan aku kecewa.

“Kamu bener berani tanggung jawab”, katanya lagi.

Saya terdiam sejenak dan sesudah itu mengangguk. Padahal dalam hati, aku bertanya-tanya, benarkah aku dapat bertanggungjawab ? Dia menanyakannya sekali lagi. Dan aku mengiyakannya untuk kedua kalinya. Diapun terasa melepaskan kancing bajunya. Ketika aku membantunya, dia menolak. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

“Biar aku sendiri saja. Kamu lepas busana kamu.”, sahutnya.

Saya menurut saja. Dan tak lama kemudian, tak tersedia selembar benang pun terhadap tubuh kami. Telanjang bulat, meskipun dia masih menutupi payudaranya bersama dengan tangan dan menyilangkan pahanya untuk menutupi kemaluannya. Saya memeluknya sambil berupaya turunkan tangannya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Dia menurut, kala aku ulang meremas payudaranya bersama dengan lembut. Kali ini tanpa diminta dia sudi memegang kemaluan aku sambil mengelus-elusnya. Entah gara-gara terangsang atau gara-gara aku menyatakan sudi bertanggungjwab tadi, dia menuntun tangan aku untuk mengelus selangkangannya.

Agar dia tidak terasa malu, aku konsisten mencumbunya. Dia menikmatinya sambil menghimpit jari aku ke bibir kemaluannya, yang aku rasakan semakin basah oleh lendir. Dia sesudah itu merebahkan tubuhnya. Dan aku pun merebahkan tubuh aku di atas tubuhnya. Kami ulang bercumbu. Kali ini sedikit lebih liar. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Suara desahan terdengar lebih nyaring daripada sebelumnya, kala aku mencubit clitorisnya. Ketika aku telah tidak tahan lagi, aku coba “minta ijin” padanya untuk berbuat lebih jauh. Dia mengangguk sambil sedikit meregangkan belahan pahanya.

Setelah “mendapatkan ijin”, aku coba memasukkan kemaluan aku ke liang vagina perawan nya. Tapi sulitnya luar biasa. Berkali-kali aku coba, namun belahan itu seakan-akan direkatkan oleh lem yang kuat. Ujung kemaluan aku hingga sakit rasanya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Dan dia pun meringis kesakitan, sambil sesekali memekik kecil, “Aduh. aduh”. Saya sedikit tidak tega juga. Saya hentikan sejenak bisnis aku itu, sambil ulang mengelus bibir kemaluannya, supaya sakitnya sedikit berkurang.

“Masih sakit ?”, tanya saya.
“Udah nggak begitu sakit.”, jawabnya.

Saya mencobanya lagi. Kali ini aku minta dia mengakses bibir vagina perawan nya lebih lebar. Alamak, masih susah juga. Padahal kata teman-teman aku yang telah sering terjalin sex, terkecuali telah basah pasti gampang. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Kenyataannya ujung kemaluan aku hingga sakit gara-gara aku paksa masuk. Saya nyaris putus asa. Kemaluan aku terasa lemas ulang gara-gara aku menjadi kurang konsentrasi. Tiba-tiba aku teringat bahwa aku pernah baca di majalah, tersedia type selaput dara yang sangat elastis dan relatif lebih tebal daripada yang normal.

Kepercayaan diri aku terasa timbul lagi. Saya “mengusulkan” padanya, memanfaatkan jari saja dulu. Maksud aku supaya agak lebar lubangnya. Dia setuju saja. Walaupun aku paham selaput dara itu justru bakal robek gara-gara jari saya, bukan gara-gara kemaluan saya, cara itu tetap aku lakukan. Dari terhadap kami (terutama dia) kesakitan, lebih baik begini. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Mulanya aku hanya memanfaatkan jari kelingking. Dia hanya mendesah sambil menggigit bibirnya. Kemudian aku lakukan bersama dengan jari tengah, sambil menggerakkannya naik turun. Dia masih hanya mendesah.

Kemudian aku masukkan jari sedang dan telunjuk ke liang vagina perawan nya. Dia menjerit halus sambil menghindar tangan aku supaya tidak masuk lebih dalam. Setelah dia melepaskan tangannya baru aku lanjutkan ulang bersama dengan sangat perlahan. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Setelah yakin telah cukup, …

…saya coba ulang memasukkan kemaluan aku ke liang vagina perawan nya. Saya menyibakkan bibir vagina perawan nya kala dia mengarahkan kemaluan saya. Memang sedikit lebih gampang sekarang. Tapi tetap saja dia merintih kesakitan. Saya pun masih merasakan sakit. Kemaluan aku layaknya diperas bersama dengan sangat keras.

Setiap kali merasakan sakit (dan bisa saja perih), dia menghindar “laju” masuknya kemaluan saya. Saya pun hanya berani melakukannya bersama dengan sangat sangat perlahan. Hati aku sangat sangat tidak tega melihatnya merintih kesakitan. Tapi terhadap pada akhirnya kemaluan aku dapat masuk seluruhnya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Saat pertama kali sukses masuk, aku belum berani menariknya kembali. Kami hanya berciuman saja, supaya rasa sakit itu reda dahulu. Setelah itu baru aku berani menjalankan pinggul aku maju mundur, namun masih sangat pelan. Sementara tangannya nampak memegang erat ujung bantal, sambil terpejam dan mengigit bibirnya.

Setelah sebagian lama, kami bergeser posisi. Kali ini aku berada di bawah, kala dia duduk di atas saya. Dia aku minta menggerakan pinggulnya naik turun. Dia hanya sebagian kali melakukannya. Dan berkata, “Aku nggak bisa”, sambil berguling ke samping saya. Saya memeluknya dan mengelus rambutnya dan juga mencium keningnya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Kemudian ulang merapatkan tubuh aku ke atas tubuhnya. Saya memasukkan ulang kemaluan aku ke liang vagina perawan nya. Kali ini gampang sekali. Di dorong sedikit langsung dapat masuk. Dan dia pun tidak ulang merintih kesakitan. Hanya mendesah halus.

Saya ulang menjalankan pinggul aku maju mundur. Saya coba lebih cepat. Rasanya licin sekali. Saya merasakan satu diantara kemaluan kami sangat basah oleh lendir bercampur keringat. Saya konsisten melakukannya sambil mencium bibirnya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Kali ini dia lebih erotis. Dia sangat senang menghisap-hisap lidah saya, yang sengaja aku julurkan ke dalam mulutnya. Sementara tangannya tak henti-hentinya mengelus punggung dan pantat saya. Sesekali aku jilati puting susunya bersama dengan lidah saya. Namun dia lebih senang terkecuali aku menghisap putingnya itu. Sebenarnya kala itu aku kurang berkonsentrasi.

Pikiran aku masih terbagi. Saya masih berpikir supaya tidak mengakibatkan dia kesakitan. Mungkin gara-gara itu aku dapat bertahan agak lama. Kalau tidak bisa saja aku telah mengalami ejakulasi. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Setelah lumayan lama, tiba-tiba dia menyentakkan pinggulnya ke atas sambil menghimpit pantat saya. Saya tidak paham apakah kala itu dia mengalami orgasme atau tidak. Tapi yang paham dia menghindar posisi itu lumayan lama. Setelah itu dia bilang bahwa dia capek.

Saya pun mengerti, dan meskipun belum mengalami ejakulasi, aku mengeluarkan kemaluan aku dari liang vagina perawan nya, dan tidur terlentang di sampingnya. Sekilas aku lihat, di bibir kemaluannya tersedia lendir putih yang kala aku pegang terasa kental dan lengket, namun tidak kesat layaknya halnya sperma. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Sepertinya dia paham terkecuali aku belum senang (yah namanya juga kurang konsentrasi). Dia duduk di sebelah aku sambil sesudah itu menggenggam kemaluan saya. Perlahan-lahan dia menggerakan tangannya naik turun.

Saya sangat menikmati perlakuannya ini. Payudaranya ulang aku elus-elus. Sesekali aku permainkan putingnya denga jari. Kali ini aku tidak dapat bertahan lama. Ketika gerakan tangannya semakin cepat, aku merasakan geli yang luar biasa di ujung kemaluan saya. Dan aku pun pada akhirnya mengalami ejakulasi. Dia menampung sperma aku bersama dengan telapak tangannya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Kemudian membersihkan sisanya bersama dengan tissue. Setelah membersihkan tangan dan juga kamaluannya, dia ulang ke kamar dan mencium saya. Dia sesudah itu merebahkan kepalanya di dada saya. Sementara aku mengelus-elus rambutnya.

Saat membenahi kamar sebelum saat mengantarnya pulang, pandangan aku tertuju terhadap bekas tissue yang sebagian juga digunakan untuk membersihkan sisa lendir kemaluannya. Terlihat bercak-bercak merah tanda perawan terhadap sebagian lembar tissue. Tapi tidak banyak. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Saya memandangnya dan bertanya, “Masih berdarah nggak ?”
Dia menggeleng, dan menjawab, “Sudah nggak lagi, tadi telah aku cuci.”

Setelah itu aku mengantar dia pulang. Kalau tidak salah kala itu telah kurang lebih jam sembilan malam. Saat perjalanan ulang pulang, aku berpikir. Dia telah mengorbankan miliknya yang paling berharga kepada saya. Dia berkorban gara-gara dia yakin terhadap saya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

Belum pernah dalam hidup saya, tersedia orang yang sebegitu percayanya terhadap saya. Bahkan jauh melebihi kepercayaan orang tua saya, yang lebih sering mengimbuhkan duit belaka daripada sebuah kepercayaan yang tulus. Kepercayaan yang diberikannya adalah perlindungan yang tak ternilai harganya. Cerita Mesum – Dengan Cewek Pujaan Hati

wsd4d.com

Togel Online | Dominoqq Togel HK | Bandarq | Togel SGP | Sabung Ayam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here