Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

0
31

Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Cerita Mesum - Dengan Bibi Kandung
Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung – Waktu SMA ku dulu saya memilih wanita yang menghendaki saya pacarai, hal tersebut mengawaliku untuk beragam cerita di sini dan ini kisah seks sedarahku bermula, pas SMA saya jarang mendekati jadi sebaliknya cewek yang mendekatiku padahal saya tidak ganteng ganteng juga tetapi terkecuali soal bidang olahraga saya terlihat atletis dan kekar seperti olahraga basket, lari dll

Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab saya tidak senang mereka. Untuk kasus pelajaran saya terbilang normal, tidak benar-benar pintar, tetapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal tetap banyak yang lebih pintar dari aku, barangkali gara-gara saya mahir di dalam bidang olahraga dan di dalam pelajaran saya tidak benar-benar bodoh saja akhirnya saya dikatakan demikian.
Ketika kelulusan, saya pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini saya numpang di tempat tinggal bibiku. Namanya Nova. Aku kebanyakan memanggilnya mbak Nova, rutinitas dari kecil mungkin. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Ia tinggal sendirian bersama ke-2 anaknya, semenjak suaminya meninggal kala saya tetap SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa tempat tinggal makan yang memadai laris, bersama bekal itu ia dapat menghidupi ke-2 anaknya yang tetap duduk di SD.
Ketika datang pertama kali di Malang, saya sudah dijemput memakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan bersama memakai kereta memadai melelahkan. Pertamanya saya tak menyadari terkecuali itu adalah mbak Nova. Sebab ia kelihatan muda.
Aku baru menyadari kala saya menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Lalu kita bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya tetap 32 tetapi dia benar-benar cantik. Rambutnya tetap panjang terurai, wajahnya benar-benar halus, ia tetap seperti gadis. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Dan di di dalam mobil itu saya benar-benar berdebar-debar.
“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.
“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. “Tapi mbak Nova tetap cantik ya?”
Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”.
Selama tinggal di rumahnya mbak Nova. Aku sedikit demi sedikit coba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang dapat saya ketahui dari mbak Nova. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat bersama anak-anaknya. Aku kerap mengajari mereka pelajaran sekolah. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Tak mulai sudah satu semester lebih saya tinggal di tempat tinggal ini. Dan mbak Nova sepertinya adalah cuma satu wanita yang menjalankan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi saya tak percaya apakah ia cinta juga kepadaku.

Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Nova tengah nonton televisi. Aku menyaksikan ke-2 anaknya sudah tidur. Aku terlihat dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Nova asyik lihat tv. Saat itu tengah ada sinetron. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.
“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.
Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, saya tidak menyaksikan tv tetapi menyaksikan mbak Nova. Ia tak menyadarinya. Lama kita terdiam.
“Kamu banyak diam ya”, katanya.
“Eh..oh, iya”, kataku kaget.
“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.
“Ah, enggak, pengen nemeni mbak Nova aja”, jawabku.
“Ah kamu, ada-ada aja”
“Serius mbak”
“Makasih”
“Restorannya gimana mbak? Sukses?”
“Lumayanlah, sekarang dapat waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan seluruhnya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana”, katanya. “Gimana kuliahmu? Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

“Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.
Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. “Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”.
“Makasih, nggak usah ah”
“Nggak ayah koq mbak, hanya dipijit aja, emangnya mau yang lain?”
Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja”
Aku memijiti pundaknya, punggungnya, bersama pijatan yang halus, sesekali saya meraba ke bahunya. Ia kenakan tshirt ketat. Sehingga saya dapat menyaksikan lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Nova besar juga. Tercium bau harum parfumnya.
“Kamu sudah miliki pacar Wan?”, bertanya mbak Nova.
“Nggak miliki mbak”
“Koq dapat nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?”
“Saya aja yang nggak tertarik ama mereka”
“Lha koq aneh? Denger dari mama anda katanya anda itu kerap dikirimi surat cinta”
“Iya, pas SMA. Kalau sekarang saya mendapatkan cinta tetapi sulit mengatakannya”
“Masa’?”
“Iya mbak, orangnya cantik, tetapi sudah janda”, saya coba memancing.
“Siapa?”
“Mbak Nova”.
Ia ketawa, “Ada-ada saja anda ini”.
“Aku nyata-nyata mbak, nggak bohong, dulu mbak menyadari saya bohong?”,
Ia diam.
“Semenjak saya berjumpa mbak Nova, jantungku berdetak kencang. Aku tak menyadari apa itu. Sebab saya tidak dulu jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula saya menaruh perasaanku, dan mulai nyaman kala berada di samping mbak Nova. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Aku tak menyadari apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin lama sesak. Sesak sampai saya tak dapat berpikir ulang mbak, rasanya sakit sekali kala saya kudu membohongi diri terkecuali saya cinta ama mbak”, kataku.
“Wan, saya ini bibimu”, katanya.
“Aku tahu, tetapi perasaanku tak dulu berbohong mbak, saya mau jujur terkecuali saya cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang.

Lama kita terdiam. Mungkin pertalian yang kita rasa sekarang mulai canggung. Mbak Nova coba membiarkan pelukanku.
“Maaf wan, mbak kudu berpikir”, kata mbak Nova beranjak. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv tetap menyala. Cukup lama saya ada di ruangan tengah, sampai tengah malam kira-kira. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayup-sayup saya terdengar suara isak tangis di kamar mbak Nova. Aku pun coba menguping. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

“Apa yang kudu saya lakukan?….Apa…”
Aku menunduk, barangkali mbak Nova kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu saya bermimpi basah bersama mbak Nova. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya saya dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Paginya, mbak Nova selesai mempersiapkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. Aku baru terlihat dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan.
Mbak Nova kelihatan coba untuk menghindari pandanganku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku dapat habiskan pas seharian di rumah. Setelah tukar baju saya terlihat kamar. Tampak mbak Nova melihat-lihat mengisi kulkas.
“Waduh, wan, dapat minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.
“Apa mbak?”
“Mbak mau belanja, dapat bantu mbak belanja? Sepertinya mengisi kulkas sudah mau habis”,katanya.
“OK”

“Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, saya maafin anda tetapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya. Aku mengangguk.
Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Nova sekolah. Lalu kita pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan saya menggandeng tangan mbak Nova. Kami serupa sepasang suami istri, mbak Nova rasanya nggak menampik kala tangannya saya gandeng. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Mungkin gara-gara barang bawaannya banyak. Di mobil pun kita diam. Setelah belanja banyak itu kita tak mengucapkan sepatah kata pun. Namun tiap-tiap kali saya bilang ke mbak Nova bahwa perasaanku serius.
Hari-hari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Nova bahwa saya cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku membelikan sebuah gaun. Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini benar-benar mahal, nyaris dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa nanti saya minta ortu terkecuali ulang perlu bikin kuliah. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Saat itu anak-anak mbak Nova tengah sekolah. Mbak Nova merenung di sofa. Aku lantas datang kepadanya. Dan menambahkan sebuah kotak hadiah.

“Apa ini?”, tanyanya.
“Kado, mbak Novakan ulang tahun hari ini”,
Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca ia coba mencegah air matanya. Ia membuka kadonya dan mengambil alih isinya. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.
“Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya.
“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak”

“Sebentar ya”, katanya. Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya.
Tak kudu lama, ia sudah terlihat bersama kenakan baju itu. Ia benar-benar cantik.
“Bagaimana wan?”, tanyanya.
“Cantik mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol.
Ia tiba-tiba berlari dan memelukku. Erat sekali, sampai saya dapat merasakan dadanya. “Terima kasih”
“Aku cinta anda mbak”, kataku. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Mbak Nova menatapku. “Aku tahu”
Aku memajukan bibirku, dan di dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan bersama bibirnya. Inilah first kiss kita. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku bermain di di dalam mulutnya, kita berpanggutan lama sekali. Mbak Nova mengangkat paha kirinya ke pinggangku, saya menahannya bersama tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, saya lantas mengikutinya.“Aku juga cinta anda wan, dan saya bingung”, katanya.
“Aku juga bingung mbak”

Kami berciuman lagi. Mbak Nova mengupayakan membiarkan bajuku, dan tanpa sadar, saya sudah hanya bercelana di dalam saja. Penisku yang menegang menyembul terlihat dari CD. Aku mengakses resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, pas itulah saya mendapati dua buah bukit yang ranum.
Dadanya benar-benar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku lantas menurunkan terus sampai ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Nova ke kamar tukar baju sambil membiarkan CD-nya.
“Nggak kudu heran Wan, mbak juga menghendaki ini koq, barangkali inilah pas yang tepat”, katanya.
Aku lantas benar-benar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tetapi saya suka. Aku cinta mbak Nova. Mbak Nova meremas rambutku, menjambakku. Ia menggelinjang. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Kuciumi pahanya, betisnya, lantas ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita.
“Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Nova memiawik.
“Kenapa mbak?” kataku.
Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, kelihatan ia menikmatinya. “Aku terlihat wan”

Ia bangkit lantas menurunkan CD-ku. Aku duduk di sofa sambil menyimak apa yang dilakukannya.
“Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum.
Ia memegang penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh…aku baru saja merasakan penisku dipijat wanita. Tangan mbak Nova yang lembut, hangat lantas mengocok penisku. Penisku makin lama lama makin lama panjang dan besar. Mbak Nova menjulurkan lidahnya. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lantas ia masukkan ujung penisku ke di dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi bersama ludahnya. Ohh…sensasinya luar biasa.
“Kalau mau keluar, terlihat aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Nova.
“Nggak mbak, saya menghendaki terlihat di situ aja?”, kataku sambil memegang liang kewanitaannya.
Ia mengerti, lantas saya didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

Agak seret, barangkali gara-gara memang ia tak dulu bercinta tak sekedar bersama suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Ia bergantung bersama sofa, lantas ia gerakkan atas bawah.
“Ohh….wan…enak wan…”, katanya.
“Ohhh…mbak…Mbak Nova…ahhh…”, kataku.

Dadanya naik turun. Montok sekali, saya pun meremas-remas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kita dan suara dua daging beradu. Plok…plok..plok..cplok..!! “Waan…mbak terlihat lagi…AAAHHHH”
Mbak Nova ambruk di atasku. Dadanya menyentuh dadanku, saya memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali. Perlu sedikit pas untuk ia dapat bangkit. Lalu ia berbaring di sofa. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

“Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke di dalam rahimku. Mbak mau miliki anak darimu wan”, katanya.
Aku tak menyia-nyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin lama keenakan. Aku menindih mbak Nova, kupeluk ia, dan saya terus menggoyang pinggulku. Rasanya sudah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH….

“Oh wan…wan…mbak terlihat lagi”, mbak Nova mencengkram punggungku. Dan saya menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Nova mencengkramku erat sekali, saya keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Nova.
Siang hari saya terbangun oleh suara HP. Mbak Nova tetap di pelukanku. Mbak Nova dan saya terbangun. Kami tertawa menyaksikan perihal lucu ini. Waktu jamnya menjemput anak-anak mbak Nova sepertinya.
Mbak Nova menyentuh penisku. “Ini luar biasa, mbak Nova sampe terlihat berkali-kali, Wan, anda mau jadi suami mbak?” Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

“eh?”, saya kaget.
“Sebenarnya, saya dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau anda mau, saya mau jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya.

Aku lantas memeluknya, “aku bersedia mbak”.
Setelah itu entah berapa kali saya mengulanginya bersama mbak Nova, saya mulai coba beragam gaya. Mbak Nova sedikit rakus setelah ia mendapatkan partner sex baru. Ia senang sekali mengoral punyaku, barangkali gara-gara punyaku benar-benar tangguh untuk liang kewanitaannya. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

hehehe…tapi itulah cintaku, saya cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan saya miliki dua anak darinya. Sampai kini pun ia tetap seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik. Cerita Mesum – Dengan Bibi Kandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here