Cerita Mesum Dengan Bibi Kandung Nova

0
249

Cerita Mesum Dengan Bibi Kandung Nova

Cerita Mesum Dengan Bibi Kandung Nova
Cerita Mesum Dengan Bibi Kandung Nova

Warung Mesum Diwaktu SMA ku lalu saya pilih perempuan yg mau saya pacarai, elemen termasuk mengawaliku terhadap bermacam macam narasi disini dan ini pengumuman sex sedarahku semenjak, waktu SMA saya kurang jelang malah padahal putri yg mendekatiku walaupun saya tak kasep tampan berulang tapi kalau problem sektor sport saya kelihatan atletis dan kekar seperti sport basket, lari dll

Dan tidak sedikit arahan cinta istri yg tak kubalas. karena saya tak gemar mereka. buat perkara pelajaran saya terhitung biasa, tak terlampaui berbudi, tapi kawan-kawan memanggilku kutu buku, lagi pula sedang tidak sedikit yg lebih berpengetahuan permulaan saya, barangkali lantaran saya dapat diandalkan dalam bagian sport dan dalam pelajaran saya tak terlampaui bahlul saja hasilnya saya dikatakan demikian.
diwaktu kelulusan, saya tambah masuk kuliah di salah satu akademi tinggi di Malang. Di sini saya numpang di hunian bibiku. Namanya Nova. saya rata rata memanggilnya mbak Nova, etika mulai sejak mungil mungkin.

dirinya tengah sendirian dengan ke-2 anaknya, bersumber suaminya wafat kala saya juga SMP dia mengatur bisnis solo di kota ini. yakni berwujud hunian makan yg cukup laris, bersama aset itu dirinya dapat menghidupi ke-2 anaknya yg tengah sila di SD.
disaat datang perdana kali di Malang, saya telah dijemput gunakan mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dgn memanfaatkan kereta lumayan melelahkan. Pertamanya saya tidak tahu jikalau itu yakni mbak Nova. dikarenakan beliau nampak muda.
saya baru siuman diwaktu saya menelpon hp-nya dan beliau mengangkatnya. dulu beta bertegur sapa. hri itu semula jantungku berdebar. Usianya berulang 32 tapi ia teramat elegan. Rambutnya kembali panjang tergerai, wajahnya amat halus, dirinya berulang seperti gadis.

Dan di dalam mobil itu saya memang berdebar-debar.
“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.
“Iyalah mbak, di kereta bersila berulang permulaan pagi”, jawabku. “Tapi mbak Nova kembali elegan ya?”
dirinya ketawa, “Ada-ada saja kamu”.
tatkala sedang di rumahnya mbak Nova. saya singkat kepada sebentar cobalah akrab dan mengenalnya. tidak sedikit sekali hal-hal yg mampu saya ketahui berasal mbak Nova. permulaan kesukaannya, permulaan pengalaman hidupnya. saya masih menjadi pada dgn anak-anaknya. saya tidak jarang mengajari mereka pelajaran sekolah.

tidak terasa telah satu semester lebih saya tengah di hunian ini. Dan mbak Nova kayaknya yaitu perorangan perempuan yg menggerakkan hatiku. saya memang rebah cinta padanya. Tapi saya tidak percaya apakah beliau cinta semula kepadaku.

lebihlebih dirinya merupakan bibiku tunggal. tengah malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Nova kembali nonton televisi. saya lihat ke-2 anaknya telah tidur. saya ke luar mulai sejak kamar dan ke ruangan depan. nampak mbak Nova asyik menyaksikan Televisi. diwaktu itu pula ada sinetron.

“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.
kembali� belum mengantuk mbak”, jawabku.
saya sila di sebelahnya. Entah mengapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. saya bersandar di kursi panjang, saya tak menyaksikan Televisi tapi menonton mbak Nova. dirinya tidak menyadarinya. Lama saya terdiam.
anda� tidak sedikit membisu ya”, katanya.
“Eh..oh, iya”, kataku kaget.
ingin� ngobrolin objek? tanyanya.
“Ah, bukan, kepingin nemeni mbak Nova aja”, jawabku.
“Ah anda, ada-ada aja”
yakin� mbak”
“Makasih”
“Restorannya macam mana mbak? Sukses?”
“Lumayanlah, saat ini dapat waralaba. tidak sedikit karyawannya, rencana kerjaan seumumnya tidak serahin ke general managernya. Mbak semasa-masa saja ke sana”, tuturnya. macam mana� kuliahmu?

“Ya, begitulah mbak, tidak tersendat saja”, jawabku.
saya memberangsangkan diri cekam pundaknya guna meremas. aku� pijetin ya mbak, kelihatannya mbak capek”.
matur suwun� nggak usah ah”
“Nggak papa koq mbak, hanya dipijit aja, emangnya ingin yg lain?”
dia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja”
saya memijiti pundaknya, punggungnya, dgn pijatan yg halus, tempo-tempo saya meraba ke bahunya. dia memanfaatkan tshirt ketat. maka saya mampu menonton lekukan badan dan masih tali bh-nya. Dadanya mbak Nova akbar sedang. Tercium bau harum parfumnya.
anda� telah punyai si sayang Wan?”, bertanya mbak Nova.
“Nggak miliki mbak”
“Koq sanggup nggak punyai, emang nggak ada yg terpukau ama kamu?”
aku� aja yg nggak persahabatan ama mereka”
“Lha koq cenanga? Denger asal mama anda menurutnya anda itu tidak jarang dikirimi kabar cinta”
“Iya, saat SMA. bila saat ini saya mewarisi cinta tapi susah mengatakannya”
“Masa’?”
“Iya mbak, orangnya jelita, tapi telah janda”, saya cobalah memancing.
“Siapa?”
“Mbak Nova”.
dia ketawa, “Ada-ada saja anda ini”.
saya� bersungguh-sungguh mbak, nggak bohong, sempat mbak tahu saya bohong?”,
dia diam.
dari� saya berjumpa mbak Nova, jantungku berdetak kencang. saya tidak tahu apa itu. dikarenakan saya tak sempat terjelebak cinta diawal mulanya. awal itu terus saya menaruh perasaanku, dan merasa nyaman diwaktu beruang di samping mbak Nova

saya tidak tahu apakah itu cinta tapi, bahkan hri dadaku semakin sempit. pengap sampai saya tidak mampu berpikir kembali mbak, sepertinya sakit sekali disaat saya mesti mengelirukan diri bila saya cinta ama mbak”, kataku.
“Wan, saya ini bibimu”, katanya.
saya� tahu, tapi perasaanku tidak sempat berbohong mbak, saya ingin setimbal apabila saya cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya bermula belakang.

Lama hamba terdiam. jangan-jangan jalinan yg saya rasa kini sejak mulai asing. Mbak Nova coba membayankan pelukanku.
absolusi� wan, mbak butuh berpikir”, kata mbak Nova berjalan. saya terus ditinggal sendirian di tempat itu, Televisi terus tunu. pass lama saya ada di lokasi masih, sampai semula tengah malam kira-kira. saya kembali membekukan Televisi dan menuju kamarku. Sayup-sayup saya terdengar nada isak tangisan di kamar mbak Nova. saya kembali cobalah menguping.

“Apa yg mesti saya lakukan?….Apa…”
saya menyeluduk, tampaknya mbak Nova heran sesudah pengakuanku tadi. saya sedang masuk kamarku dan tertidur. tengah malam itu saya bermimpi basah dgn mbak Nova. saya bermimpi bercinta dengannya, dan paginya saya dapati lancingan dalamku basah. Wah, utopia yg indah.

Paginya, mbak Nova rampung menimbulkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. saya baru ke luar bermula kamar bersiram. menonton mereka mulai sejak kejauhan.
Mbak Nova nampak coba terhadap menghindari pandanganku. awak memang lah asing pagi itu. hri ini nggak ada kuliah. saya dapat habiskan disaat seharian di hunian. sesudah mengganti pakaian saya ke luar kamar. kelihatan mbak Nova melihat-lihat isi kulkas.
“Waduh, wan, sanggup minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.
“Apa mbak?”
“Mbak ingin biaya, dapat bantu mbak biaya? nampaknya isi lemari pendingin udah ingin habis”,katanya.
“OK”

pada� yg tadi tengah malam, tolong jangan sampai diungkit-ungkit tambah, saya maafin anda tapi jangan sampai dibicarakan di depan anak-anak”, menurutnya. saya mengangguk.
hamba naik mobil memandatkan anak-anak mbak Nova sekolah. dulu beta bertolak biaya. cukup tidak sedikit belanjaan hamba. Dan saya mengajak tangan mbak Nova. ana serupa sepasang laki betina, mbak Nova mungkin nggak mendeportasi diwaktu tangannya saya gandeng.

gaya-gayanya sebab barang bawaannya tidak sedikit. Di mobil juga awak berdiam diri. sesudah ongkos tidak sedikit itu beta tidak mempresentasikan sepatah kata serta. Namun tiap-tiap kali saya bilang ke mbak Nova bahwa perasaanku serius.
Hari-hari berlalu. saya tengah bilang ke mbak Nova bahwa saya cinta beliau. Dan hri ini yakni hri ulang tahunnya. saya membelikan suatu gaun. saya memang lah menyembunyikannya. Gaun ini amat mahal, nyaris dua bln duit sakuku khatam. Terpaksa kelak saya minta orangtua seandainya pun perlu guna kuliah.

kala itu anak-anak mbak Nova pun sekolah. Mbak Nova merenung di kursi panjang. saya dulu datang kepadanya. Dan mewariskan suatu dos hadiah.

“Apa ini?”, tanyanya.
hadiah� mbak Novakan ulang th hri ini”,
beliau terbahak. nampak senyumnya kirana hri itu. Matanya berkaca-kaca dia cobalah menyangga air matanya. beliau buka kadonya dan membawa isinya. saya memberinya suatu gaun berupa hitam yg mewan.
cendayam� sekali, berapa harganya?”, tanyanya.
“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. “Ini kulakukan yang merupakan pemeriksaan ulang cintaku kepada mbak”

singkat� ya”, tuturnya. dirinya buru-buru masuk kamar sambil mengambil gaunnya.
tidak butuh lama, beliau telah ke luar dgn menggunakan pakaian itu. beliau memang cantik.
gimana� wan?”, tanyanya.
menawan� mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol.
dia sontak berlari dan memelukku. Erat sekali, hingga saya mampu merasakan dadanya. “Terima kasih”
saya� cinta anda mbak”, kataku.

Mbak Nova menatapku. saya� tahu”
saya mengetengahkan bibirku, dan dalam sesaat bibirku telah bertemu bersama bibirnya. Inilah first kiss kita. saya menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku main di dalam mulutnya, ana berpanggutan lama sekali. Mbak Nova mengerek paha kirinya ke pinggangku, saya menahannya bersama tangan kananku. beliau terbis ke kursi panjang, saya dulu mengikutinya.“Aku pula cinta anda wan, dan saya sangsi� katanya.
saya� tambah risau mbak”

ana berciuman pun. Mbak Nova berupaya menuruti bajuku, dan tidak dengan siuman, saya telah cuma bercelana dalam saja. Penisku yg mengejang menyembul ke luar alamat CD. saya mengakses resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, kala itulah saya mendapatkan dua buah bukit yg ranum.
Dadanya memang gede. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. saya dulu menciptakan pun sampai ke bawah. Ha? Nggak ada CD? menjadi tadi mbak Nova ke kamar merubah pakaian sambil membebaskan CD-nya.
“Nggak butuh terkejut Wan, mbak tengah mau ini koq, bisa saja inilah diwaktu yg cocok� katanya.
saya dulu memang lah menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. saya baru awal kali melakukannya. mungkin ganjil, tapi saya gemar. saya cinta mbak Nova. Mbak Nova mengelus-elus rambutku, menjambakku. dirinya menggelinjang.

Kuciumi pahanya, betisnya, dulu ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. dia terangsang sekali. Jempol kaki ialah bidang paling sensitif buat wanita.
tak� wan, jangan….AAAHH”, mbak Nova memiawik.
mengapa� mbak?” kataku.
Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. beliau memejamkan mata, nampak dia menikmatinya. saya� ke luar wan”

dia bangkit dulu menyusun CD-ku. saya sila di kursi panjang sambil memandangi apa yg dilakukannya.
“Gantian waktu ini� tuturnya sambil tersenyum.
beliau mencekam penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh…aku baru saja merasakan penisku dipijat perempuan. Tangan mbak Nova yg lembut, hangat dulu mengarau penisku. Penisku semakin lama semakin panjang dan agung. Mbak Nova mengulurkan lidahnya.

dirinya jilati bidang pangkalnya, ujungnya, dulu beliau masukkan pucuk penisku ke dalam mulutnya. beliau hisap, dia basahi dgn ludahnya. Ohh…sensasinya luar biasa.
seandainya� ingin ke luar, ke luar aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Nova.
“Nggak mbak, saya mau ke luar di engkau aja?”, kataku sambil cekam liang kewanitaannya.
beliau mengetahui, dulu saya didorongnya. saya berbaring, dan beliau ada di atasku. Pahanya terhubung, dan beliau arahkan penisku masuk ke liang itu.

Agak seret, kalau-kalau dikarenakan memang lah beliau tidak sempat bercinta tidak cuma bersama suaminya. Masuk, singkat buat sebentar dan bless….Masuk seluruhnya. dia bertekan dgn kursi panjang, dulu dia gerakkan atas bawah.
“Ohh….wan…enak wan…”, katanya.
“Ohhh…mbak…Mbak Nova…ahhh…”, kataku.

Dadanya naik turun. Montok sekali, saya lagi meremas-remas dadanya. Lama sekali tempat ini dipenuhi nada desahan hamba dan nada dua daging berkompetisi. Plok…plok..plok..cplok..!! “Waan…mbak ke luar lagi…AAAHHHH”
Mbak Nova ambruk di atasku. Dadanya mengganggu dadanku, saya memeluknya erat. Vaginanya memang lah menjepitku kencang sekali. butuh singkat saat kepada dirinya mampu bangkit. dulu dia berbaring di kursi panjang

“Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punyai anak darimu wan”, katanya.
saya tidak menyia-nyiakannya. saya semula memasukkannya. Kudorong sukses menarik diri, kedudukan prasaja ini membuatku semakin keenakan. saya menindih mbak Nova, kupeluk dia, dan saya tengah menggoyang pinggulku. bisa saja udah hingga di sanding. saya ingin meledak. AAHHHH….

“Oh wan…wan…mbak ke luar semula� mbak Nova mencengkram punggungku. Dan saya menembakkan spermaku ke rahimnya, tidak sedikit sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Nova mencengkramku erat sekali, saya keenakkan. beta kelelahan dan tertidur di atas kursi panjang, saya memeluk mbak Nova.
tengah hari hri saya tercipta oleh nada telepon selular. Mbak Nova juga di pelukanku. Mbak Nova dan saya terbimbing. abdi terbahak menyaksikan ihwal lucu ini. kala jamnya menyulut anak-anak mbak Nova sepertinya.
Mbak Nova menjahili penisku. “Ini luar reguler, mbak Nova sampe ke luar berkali-kali, Wan, anda ingin menjadi laki mbak?”

“eh?”, saya kaget.
seharusnya� saya dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. apabila anda ingin, saya rela menjadi istrimu, bermula kau tambah mencintai anak-anakku, dan melangsungkan mereka kembali sbg anakmu”, katanya.

saya dulu memeluknya, saya� mau mbak”.
sesudah itu entah berapa kali saya mengulanginya bersama mbak Nova, saya sejak mulai coba bermacam macam versi. Mbak Nova singkat rakus sesudah dirinya mewarisi partner seks baru. dirinya senang sekali mengoral punyaku, rupa-rupanya lantaran punyaku terlampaui terjamin buat liang kewanitaannya.#AGEN CASINO ONLINE
hehehe…tapi itulah cintaku, saya cinta ia dan beliau cinta kepadaku. aku hasilnya pandangan hidup sukacita, dan saya miliki dua anak darinya. hingga saat ini masih beliau terus seperti lalu, tak beralih, terus kece.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here