Cerita Mesum Bermain Di Tangga

0
120

Cerita Mesum Bermain Di Tangga

Cerita Mesum Bermain Di Tangga
Cerita Mesum Bermain Di Tangga

Warung Mesum Perkenalkan namaku Rudy. saya jamak dipanggil Rudy saya bekerja di satu buah bank di negeri Sudirman. saya telah bekerja di bank ini selagi nyaris 2 th. ada project yg menyeret-nyeret ana dengan. sebentar narasi aku jadi demikian dalam dan amat akrab. hamba tidak jarang berkirim wasiat sedikit dan bersenda gurau dikala jam makan tengah hari. saya mengagumi kecantikannya dan kemandiriannya yang merupakan seseorang perempuan. dirinya tidak jarang membeber kepadaku bahwa dirinya mau mempunyai bentuk satu orang lelaki yg bisa membuatnya merasa dipimpin dan nyaman. Perasaan tertera ia dapatkan di dalam diriku. sekelebat saya terdiam dan perhatian matanya menyebutkan seakan-akan saya cowok idamannya. saya terus menyukainya.

Project yg beta laksanakan mempunyai deadline 2 bln. ana tidak jarang lewat waktu dgn hingga pagi di biro. dirinya dan aku ialah dua orang yg demikian “workacoholic”. saya senang desain kerjanya dan kecantikannya yg luar alami. Kulitnya yg putih mulus dgn kakinya yg jenjang dibalik rok hitam pendek yg jamak dipakainya ke biro menghasilkan darahku berdesir kencang. wangi-wangian tubuhnya yg demikian mengusik ditambah bersama buah dadanya yg menyembul di tukas kemejanya menciptakan saya mau lakukan interaksi intim bersamanya. hingga sebuah tengah malam saya tak mampu mengakses pintu gerbang menuju kantorku di ubin 30 lantaran ID kartu ku kapiran di dalam lokasi. kala itu lebih kurang jam11 tengah malam. Lift telah mogok beroperasi, maka saya terpaksa memakai eskalator gawat menuju ke lantainya. saya menelponnya buat membukakan gerbang kantornya biar saya sanggup terhubung folder-ku berasal komputernya. nyata-nyatanya sesudah saya naik 5 ubin, saya mendapatinya pula berdiri menatapku sambil terbahak mungil di eskalator genting itu. beliau berkata,
anda� tentu telah lanjut usia ya Rudy musim lalai sama ID kartu tunggal .. Hahaha …” meskipun beta tau bahwa beta seumuran, saya membalasnya dgn berkata,

jangan-jangan� nih saya telah lanjut usia. Tapi pinggang ke bawah lagi jejaka … ” seterusnya bersama tanggannya pergi di pinggang dan gayanya yg manja dirinya berkata,
“Ah musim sih … saya ga yakin. kala itu terus gairahku bangkit dan mengupayakan guna membuktikannya.
dulu saya mulai sejak memelawa pinggangya dan berbisik di telinganya,
bakal� saya buktikan kepadamu belas kasih. dulu saya memanifestasikan rambutnya dan mencium daun telinganya.
dulu saya mencium lehernya dan sedang ke arah bibirnya. saya tengah menyandarkan beliau di pagar. dulu abdi tukar berciuman bersama lidah hamba tukar berpagutan. dulu dirinya saya terhubung kancing kemejanya perlahan-lahan. saya menyaksikan dua gundukan di ulang kemejanya.

dgn bra merah yg bercorak bunga dan singkat transparan saya sanggup menyaksikan pentil payudaranya di tukas corak bunga yg ada. dirinya terus mulai sejak menarik
kemejaku ke atas. saya mengakses kemejanya dan totally saya menyaksikan bra merah dgn buah dada yg demikian menggairahkan. Kulit putihnya yg mulus membuatku merasa makin bernafsu dibuatnya. setelah itu saya serta terhubung kemejaku sambil menciuminya di wilayah leher dan berciuman cerita sambil memperagakan lidah awak. dulu saya mengakses rangkaian branya dan membuatnya topless tidak dengan seuntai benangpun menutup
buah dadanya yg mulus. sepanjang masa saya mendengar tangis darinya ..
“Ahhhh Ehhhh” beliau juga sejak mulai menerkam ikat pinggangku dan kubantu terhadap melepaskannya dan terhubung pertalian celanaku dan membuat resleting celanaku.
saya mencoba merabah buah dadanya yg demikian menggairahkan dan sembari menyugukan pentilnya yg demikian kencang. selanjutnya saya terhubung perhubungan roknya yg ada di buntut dan menyediakan resletingnya. saya mengakses roknya dan meraih dia menggunakan lancingan dalam hitam bersama potret transparan. saya sanggup menonton jembutnya di kembali lancingan dalam itu. dulu aku
membuahkan lancingan dalamnya dan membuatnya bugil di hadapanku. seterusnya sambil meliuk-liuk dan turun ke bawah dia menerkam kontolku yg mengejang menikam. beliau berkata,
“Rudy, let me suck your dick”. Dan saya bicara,

“Yes baby, please suck my dick”. dulu tidak dengan perintah ia tengah menubuhkan lancingan dalamku dan menonton kontol yg demikian akbar dan panjang
di depan mukanya. tidak dengan resah beliau segera muka mengambil muka dan menghisap sirah kontolku, sambil berbalik dan saya bersandar di pagar, dirinya menghisap kontolku dalam situs jongkok. saya cuma sanggup mendesah keenakan

“Ahhh baby … Yeah baby … Ahhh” Akupun menikmati tiap-tiap kuluman yg dia memberi untuk kontolku.
beliau merampas kepalanya ke depan dan ke buntut guna meraih seluruh kontolku di dalam mulutnya. Sambil mengarih kontolku, beliau menghisap pun kontolku. Dan saya cuma mampu keenakan dan berkata
“Oh baby …. ya baby”
sesudah beberapa disaat beliau menghisap kontolku, dirinya berkata,
anda� belum ngecrot pula Rudysl” dan saya berkata
“Belom honey ..” saya masih mengangkatnya ke atas dan membalikkan tubuhnya maka ke-2 buah dadanya menempel ke dinding.

Sambil mengganjal ke-2 tangannya di tembok ala polisi amerika menciduk penjahat. saya sedang cekam kontolku dan memasukkannya ke lubang keperawanannya. Sambil menerkam ke-2 tangannya di penahan saya tengah memompa penisku ke dalam vaginanya. Sambil membisikkan beberapa kata-kata bernoda ke telinganya menciptakan beliau makin bergairah. dirinya cuma dapat mendesah menikmati tiap-tiap hujaman penisku
“Ehhh …. Ehhh …. Ahhh …..Ahhhh …. Ehhh” setelah itu saya membalikkan tubuhnya dan memanjatkan ke-2 kakinya ke pingganggku sambil menyusulkan penisku ke vaginanya. ke-2 tangannya mencetuskan bidang buntut leherku sambil sporadis menjambak rambutku. saya serta menghujami vaginanya dgn penisku namun bersama kegiatan yg makin langsung. dia kembali menggelinjang keenakan sambil cucuran keringatnya menetes berasal dahinya. bersama buah dadanya yg berbisnis tiap-tiap kali saya mendesakkan penisku ke vaginanya membuatku makin bernafsu bagi menghujamnya bersama penisku.

sesudah beberapa kala saya meruntuhkan punggungnya di atas onggokan baju awak yg tergeletak di bawah, selanjutnya saya mengibarkan ke-2 kakinya ke bahuku dan saya menyusulkan penisku perlahan ke lubang vaginanya. dia pula menggelinjang keenakan. Sambil memejamkan matanya dirinya mendesah dan berkata,
” Aaaahhhhh faster Rudy …. aaaahhhhhhh …. aaaahhhhh” saya lagi memperpendek gerakanku dan membuatnya makin menggelinjang.

setelah itu saya mengakses ke-2 kakinya maka saya mampu melumat bibirnya, meremas-remas buah dadanya, sambil menggerakkan penisku ke luar masuk vaginanya. ia demikian merasakan kenikmatan yg saya berikan.

seterusnya saya membantunya berdiri dan sambil melimpat dan cekam pegangan di ondak mepet, saya sedang sejak mulai lagi menyusulkan penisku ke vaginanya. Sambil memijat ke-2 buah dadanya dan sebarang masa menampilkan putingnya yg menegang saya menggerakkan penisku di dalam vaginanya. dirinya merasa memang kenikmatan yg ada.

“Uuhhh … aahhhh …. uuuhhhhhh … ahhhh” desahnya kala penisku berjerih payah berkembang mundur.
hingga hasilnya saya merasakan air panas ke luar semenjak vaginanya. Dan tak selang beberapa lama saya semula mulai sejak mengecrotkan spermaku di dalam vaginanya. sesudah itu saya silih berpelukan dan berciuman mesra.

Untungya tengah malam itu biro demikian sepi dan cuma beta berdua di ondak gawat. Sejak waktu itu awak tidak jarang lakukan pertalian sex hingga project awak berhenti tambah beta terus lakukan interaksi sex dengannya di bermacam macam ruangan, seperti di hotel, di villa disaat ana bervakansi berdua, dan beraneka ragam ruangan yang lain. abdi teramat menikmati adventure sex yg hamba jalankan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here