Cerita Mesum Akhir Yang Indah Dari Sebuah Permainan Sex

0
387

Cerita Mesum Akhir Yang Indah Dari Sebuah Permainan Sex

Cerita Mesum Akhir Yang Indah Dari Sebuah Permainan Sex
Cerita Mesum Akhir Yang Indah Dari Sebuah Permainan Sex

Warung Mesum buat hri pekan saya dan temanku janjian dapat ke salon terhadap cacah rambut. aku janjian ketemu di salon itu jam 10:00 wib. Seperti halnya salon-salon reguler, keadaan salon ini alami tak ada yg luar reguler permulaan perkara ruangnya berulang kegiatannya. buat perdana kali saya masuk, saya cepat menuju ke ruang meja reception, di sana saya menyampaikan hajat bagi potong rambut. satu orang perempuan jelita yg bersila di olak meja reception mengatakkan biar saya menuntut sedikit lantaran lagi aktif seluruh. Sambil meminta, mataku melihat-lihat seputar siapa-siapa tahu ada temanku, tapi tak tampak ada temanku di jarak seluruh orang tersimpul. kalau-kalau beliau belum datang, pikirku.

Kuakui, nyaris seluruhnya perempuan yg bekerja di salon ini cantik-cantik dan putih dgn perawakan badan yg proporsional dan amat setel. Mereka berusia lebih kurang 20-30 thn. saya menjadi teringat dgn kalam temanku, Susi, bahwa mereka sanggup diajak kencan. Namun saya solo tengah ragu dikarenakan salon ini memang lah seperti salon kepada umumnya.

nyaris 15menit saya menagih hasilnya saya dipanggil oleh reception bahwa saya telah bisa potong rambut sambil menunjuk ke salah satu ruang yg nihil. saya juga cepat menuju ke arah yg beliau tunjuk. Beberapa detik selanjutnya satu orang perempuan belia nan elegan mendekatiku sambil cekam rambutku.

ingin� potong cara apa mas?” jelasnya sambil melihatku melalui cermin bersama konsisten cekam rambutku yg telah agak panjang.

“Dirapiin aja ya mbak” jawabku singkat.

Seperti halnya di lokasi cukur rambut untuk biasanya, saya masih dikasih punca untuk seluruhnya tubuhku bagi menghindari potongan-potongan rambut. Dimenit-menit abdi tak silih berkata kira kira demikian asing dan dingin. saya cuma membisu saja dan ia repot sejak mulai mencacah rambutku. teramat tak enak rasa-rasanya dan saya serta cobalah guna menebus suasana.

“Hmmm…mbak telah lama pekerjaan disini?” tanyaku

“Gak tambah sih mas, rupa-rupanya telah mapir setahun, ini masnya baru sekali ya potong disini?” jawabnya sambil konsisten mencencang rambut.

“Iya mbak, tempo hari bertepatan saya melalui sini dan lihat nyatanya ada salon dan terus rambutku udah agak panjang ya udah saya cobalah potong disini. Ni masih saya janjian sama temenku tapi ia belum datang” jawabku.

“Oouuww…” jawabnya singkat.

“Woiii…”terdengar nada temanku sambil menepuk pundak.

“Ah anda baru datang, kemana aja?” tanyaku.

“Sory, tadi kena macet…biasa hri pekan jalanan rame…aku jawaban lalu ya” jawabnya sambil berlalu.

sesudah ngobrol balasan kemari hasilnya ana dalam, akhirnya saya tahu namanya Yuli. Usianya 23 th. beliau original Makassar. Di Jakarta ia kost di wilayah pada dgn temannya bekerja. Dan kahirnya beta terus sepakat bagi ketemuan di luar guna hri senin. dikarenakan buat tertib salon bila hri senin salonnya tutup.

sesudah saya rampung, saya memberinya petunjuk sekedarnya dan saya menyoalkan apakah dirinya ingin saya ajak makan. dirinya masih mengiyakan ajakanku. dirinya menyuratkan kepada seutas secubit kertas mungil nomer HPnya. Sambil meminta Susi, saya melanjutkan ngobrol bersama Yuli, saya pernah dikenalkan oleh beberapa temannya yg bernama Meli, Nisa dan Peni. Ketiganya cantik-cantik tapi Yuli tak berserah diri menawan dgn mereka baik itu wajahnya maupun tubuhnya. Meli, punya rambut agak panjang dan untuk beberapa sektor rambutnya dicat kuning. Nisa, orangnya agak pendek, toketnya segede punyai Yuli namun lantaran bodi tubuhnya yg agak pendek maka toketnya nampak montok, menciptakan ngiler seluruhnya pria pada menikmatinya. padahal Peni, tampak amat sangat membiayai tubuhnya, beliau demikian mempesona, lingkar pinggangnya yg amat ideal dgn tinggi badannya, pantatnya dan toketnya teramat proporsional.

hri seninnya, saya dan Yuli ketemu di ruangan yg sudah disepakati. sesudah makan tengah hari, awak berdua bertolak nonton ke film. memang jelita sekali ini orang, batinku mengagumi keanggunan Yuli yg saat itu mengutip kaos ketat bermotif pink dan dipadu dgn lancingan jeans ketat tengah sandal yg tebal. abdi pasti menyertakan alur narasi bioskop itu, sampai hasilnya seluruhnya penonton dikagetkan oleh satu buah adegan. Yuli terlihat terpesona. Entah ada setan berasal mana, dengan cara reflek saya menerkam tangan kanannya. Lama sekali saya menerkam tangannya bersama sporadis meremasnya dan beliau berdiam diri saja.

sebentar narasi, sesudah rampung nonton, saya menggantikan ia pulang ke kostnya, di masih jalan Yuli mengajakku kepada berjalan-jalan lalu. Kuturuti permintaanya, kuputuskan guna naik tol dan putar-putar kota Jakarta. Sambil menikmati musik, abdi tukar bertahan diri, sampai hasilnya Yuli berkata,

“Ferdi, saya ingin berucap objek sama anda, memang lah sih ini mampu dibilang ini terlampaui cepat…tapi ini kukatakan lurus bermula dalam hatiku bahwa saya simpati kamu…”

Bak disambar petir mendengar kalam Yuli barusaja dan dengan cara reflek saya cepat mengunjungi ke kiri menyaksikan tampang Yuli, mungkin ia tentu bersama apa yg barusaja beliau katakan. beliau menatapku tajam.

saya� yakin Yu?” tanyaku sambil juga fokus ke jalan.

“Nggak tahu mengapa saya merasa bahwa anda nggak seperti pria yg sempat saya kenal pada awal mulanya, anda tuh baik, ramah dan penuh sinaran. saya ingin sesudah kita pulang kelak kita serta konsisten dapat bersambung, saya gak ingin kehilangan anda� jawabnya panjang lebar.

saya� sesungguhnya semula gemar sama anda Yul…tapi anda gak terlalu berat kan seandainya kita gak pacaran lalu? tegasku.

“Ya macam mana semula, bila itu ingin anda ya saya nurut aja, dapat gak saya menciummu?” tanyanya.

agaknya jantungku mogok berdetak dikala Yuli berbicara demikian.Saat saya menjenguk ke kiri menyaksikan wajahnya yg integral dgn bola mata yg beragam coklat, dirinya pula menatapku mencocok dan benar-benar percaya sekali.

dapat� kog…” jawabku sembari tersenyum.

dirinya selanjutnya angkat kaki semenjak ruang duduknya dan membawa lokasi bagi mencium pipi kiriku. dirinya menciuman pipi kiriku sambil memeluk dan etah disengaja tau tak toketnya menempel di lenganku. Hmmm empuk sekali, mantab betul-betul toketnya. saya seketika menjadi terangsang dan dengan cara automatic batang penisku pula serta-merta cekang. dgn pelan sekali, Yuli berbisik, “I LOVE YOU,” dan beliau sedang mencium pipiku dan terus menekan toketnya guna tangan kiriku. Konsentrasiku menggerbang, kelihatannya saya memang telah terangsang bersama perlakuan Yuli dan beberapa kendaraan yg melaluiku menonton ke arahku menembus kaca filmku yg cuma 50%.

anda� pengin ga Fer???” tanyanya pelan.

Belum pernah saya menjawab tangan kirinya sejak mulai membelai-belai badanku dan mengarah ke bawah, saya telah memang terangsang. Dan sekali terus Yuli berbisik padaku,

“Ferdi empati saya tau anda telah sejak mulai terangsang, bisa gak kuelus penismu?”

saya hanya menjawab dgn anggukan. dulu dibukalah lancingan panjangku dgn tangan kirinya, dirinya agak kesusahan guna diwaktu mau terhubung ikat pinggangku dikarenakan beliau cuma memakai satu tangan. saya bantu ia mengakses ikat pinggang sesudah itu saya semula cekam kemudi mobil. ia mulai sejak mengelus-elsu penisku yg telah amat mengejang bersumber luar CD. tak lama seterusnya ditelusupkan tapak kirinya ke dalam dan digenggamlah kemaluanku.

“Aaahhh…” desahku pelan. Yuli makin satria bersama menciumi bibirku awal sebelah kiri dulu turun ke bawah. ia cium dan menjilati leherku dan ia pernah mogok di sektor dadaku, sepertinya dia menikmati bebauan parfum yg kupakai. Ciumannya makin turun ke bawah. Yuli coba kepada udak batang penisku.

sekarang ciumannya berubah di sirah penisku. ke-2 tanganku tidak kusadari telah mencengkeram kemudi mobil. tiap-tiap jilatannya kurasakan bak kenikmatan yg tidak sempat khatam, demikian nikmat, demikian perlahan. tiap-tiap kali kutundukkan wajahku menyaksikan apa yg dilakukannya tiap-tiap kali itu tengah kulihat Yuli pula konsisten menjilati penisku bersama penuh hasrat. beliau mulai sejak terhubung bibirnya, dgn berhati-hati dirinya menyusulkan sirah penisku ke dalam mulutnya tidak dengan tersentuh sedikitpun oleh giginya. Kurasakan sirah penisku mengusili lidahnya. Kurasakan kehangatan yg luar lumrah nikmatnya menggenangi sekujur tubuhku. Kunikmati tiap-tiap jilatan dan hisapan yg dilakukan Yuli padaku.

saya cobalah meraba punggungnya dgn tangan kiriku, kuelus dgn lembut dulu mengarah ke bawah. Kuremas toketnya sebelah kanan berasal luar pakaian. selanjutnya kubuka satu persatu kancing rompinya, Sambil konsisten mengulum, tangan kanannya berikhtiar mengusili tanganku, dia tarik pakaian ketatnya alamat selipan lancingan panjangnya. Dipegangnya tanganku dan diarahkannya ke dalam. Di ulang pakaian ketatnya, kuremas toketnya yg sedang terbungkus BH. Kuremas satu persatu toketnya sambil mendesah menikmati kuluman bagi penisku.

“ooohh….” Desahku menimati kuluman Yuli yg semakin jahat sambil kuturunkan BH-nya yg mendindingi tpketnya sebelah kanan, saya memperoleh putingnya yg telah mengejang. Kupilin bersama lembut.

“Sssthh…aaahhh…” desahnya diwaktu membiarkan kuluman. muka mengambil muka, menghisap, naik turun. demikian selanjutnya berkali lipat. saya tidak bisa tambah menyaksikan ke bawah. Tubuhku makin lama makin berbelok ke buntut, kepalaku telah terdongak ke atas. Kupejamkan mataku. Yuli demikian luar lazim melakukannya. tidak sedangkan kurasakan penisku menggoda giginya. cangga, belum sempat saya dihisap seperti ini, pikirku. Pikiranku telah melayang-layang jauh entah ke mana.

“Ohh Yuli, anda demikian luar biasa…nikmat sekali empati� bisikku sambil kuelus rambutnya. Yuli cuma tersenyum ayu dan bertapak manja.

jikalau� anda udah gak tahan pingin crot, keluarin aja Fer gak usah ditahan” kata Yuli, rupanya ia mengetahui bila saya serta berusaha buat menyangga ejakulasiku.

“Aaahhh…ehhhmmm…” desahku mengganjal ngilu.Bukan tanggung nikmat yg kurasakan, tubuhnya berusaha tak karuan, seiring dgn kegiatan kepalanya yg naik turun, ke-2 tangannya tidak henti-henti meraba dadaku, terkadang beliau memilin ke-2 puting susuku dgn jarinya.

makin lama gerakannya semakin langsung. saya telah berupaya semaksimal pada menyangga ejakulasi. Kualihkan perhatianku ke arah bawah. Kubuka kancing celananya. Agak lama kucoba mengakses dan hasilnya terungkai terus. Pelan-pelan kuselipkan tangan kiriku di ulang CDnya. dulu Yuli meminda posisinya. Tadinya dirinya yg cuma bersangga guna satu segi pantatnya saja, saat ini beliau renggangkan ke-2 kakinya. bersama gampang saya mampu mengecam memeknya.

Kumainkan klitorisnya, sering-sering kumasukkan jari telunjukku ke dalam lubang memeknya. saya jelajahi seluru sektor di dalam tempik Yuli sembari menikmati tiap-tiap kuluman Yuli. mungkin telah beberapa tetes spermaku ke luar. saya memang lah dibuat mabuk kepayang olehnya.

terhadap disaat jariku masuk ke dalam lubang memeknya Yuli kelihatan melengkuh dan mendesah pelan. makin lama makin serta-merta saya menyorong memeknya dgn ke-2 jariku. Entah telah berapa orang yg menyaksikan gerakan awak terpenting beberapa supir atau kenek truk yg ana lewati, namun saya tak peduli. Kenikmatan yg kurasakan dikala itu memang lah membiusku maka saya telah memperkecil segala benda. legal dashyat kenikmatan yg kurasakan. Beberapa kali tubuhku bergetar namun dirinya terus buat sikapnya. suka-suka dia masukkan seluruh batang penisku di dalam mulutnya dan beliau mainkan bersama lidahnya di dalam.

“Aaargghh…Yuliii..terus sayaaang…enak sekaliii…”desahku sambil membayankan tangan kiriku alamat lubang memeknya. Kupegang kepalanya menurunkan kegiatan naik turun.

“Yuliii…aku telah gak kuaaat…..” kataku agak lirih mengganjal ejakulasi. Namun Yuli terus kalem dan gerakkannyapun semakin serta-merta dan beberapa kali dirinya buka matanya namun terus mengulum dan terdengar suara-suara mulai sejak dalam mulutnya. “Croooottt..ccrooott..crooottt…”

“Ooooohhh…aaahhhh…” desahku menikam diiringi dgn keluarnya sperma permulaan dalam batang penisku di dalam mulutnya. kondisi mobil aku kala itu singkat tersentak oleh pijakan kaki kananku. saya menikmati tiap-tiap sperma yg ke luar mulai sejak dalam penisku sampai hasilnya tamam. Yuli semula konsisten menjilati penisku dgn lidahnya.

Lidahnya memoles seluruhnya bidang sirah penisku. Arrgghh…nikmat sekali bisa saja. sesudah menyiangi semua spermaku dgn lidahnya, Yuli lantas bangkit. kala kulihat wajahnya, terlihat ada beberapa spermaku menempel di sebelah kanan bibirnya dan pipi kirinya. saya merakit percakapan situs dudukku, perlahan-lahan. Sambil konsisten digenggamnya batang penisku yg telah lemas, Yuli berjalan ke atas melumat bibirku yg lagi terasa spermaku. Sekian detik saya bercumbu dan selanjutnya Yuli sila ke situs pula dan mengusut bajunya serta saya kembali menata pakaianku sekedarnya. saya kenakan lancingan panjangku namun tak kumasukkan kemejaku. Dan ana lantas meneruskan perjalanan kami.

Beberapa hri sesudah keluhan itu, saya main-main ke kost Yuli dan untuk diwaktu itu berulang saya berlaku menjadi sepasang kekasih. pertama bln Mei dulu Yuli berulang awal Makassar sewaktu 2 pekan. Sekembalinya bersumber Mkasaar Yuli berulang tidak pula tugas di salon tercatat. Yuli terkabul bekerja disebuah perusahan swasta juga sebagai marketing. tidak lama pacaran saya lantas melamar Yuli juga sebagai istriku, saya hidaup seatap di negara Jakarta.

hamba berdua pandangan hidup senang, menikmati tiap-tiap hri yg beta lalui dengan. saya resmi tak peduli bersama asal-usulnya tugas Yuli, lantaran saya telah dibikin miring bersama permainan sex yg awak melaksanakan tiap-tiap hri.

Bandarq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here