Cerita Hot Ngentot Istri Pak RT yang lagi di tinggal Kantor

0
259

Cerita Hot Ngentot Istri Pak RT yang lagi di tinggal Kantor

Cerita Hot Ngentot Istri Pak RT yang lagi di tinggal Kantor – Warung mesum www.warungmesum.me › Cerita Ngentot Dengan Istri Pak RT – Cerita Tante Dewasa warungmesum.me Cerita Selingkuh Dengan Istri Pak RT.

Sebelum saya mulai bercerita mengenai pengalamanku pertama kali terkait seks bersama seorang wanita, tersedia baiknya saya ceritakan latar belakangku terutama dahulu.

Aku adalah anak tunggal di keluargaku. Namaku Doni. Umurku saat itu 17 tahun. Aku siswa sebuah SMU Swasta dikotaku. Bapakku adalah seorang pengusaha menengah yang memadai sibuk, dia sering pergi nampak kota umtuk saat yang tidak tentu. Ibuku termasuk sering turut bersamanya. Aku tinggal dilingkungan Perumahan kelas menengah. Di sebelah rumahku adalah tempat tinggal Pak RT, orang yang memadai berpengaruh disana. Umurnya kurang lebih 60 tahun. namun masih kelihatan gagah. Pak RT mempunyai dua orang istri. Yang pertama namanya Tante Is, wanita keturunan arab, kulitnya hitam manis, bodinya langsing. Meskipun usianya telah 40-an, Tante Is masih kelihatan cantik, dia sangat pandai merawat diri.

Dengan Tante Is, Pak RT mempunyai dua orang putri yang cantik-cantik, yang sulung namanya Erni namun adiknya namanya Ana, usia keduanya hampir sebaya denganku. Istri keduanya namanya Tante Linda, orang Bandung, kulitnya putih bersih. Wajahnya serupa bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai, montok, padat berisi. Mungkin gara-gara dia sering fitness, lebih-lebih Tante Linda bahagia kenakan pakaian sexy yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya. Membuat laki-laki yang memandangnya terangsang dan ngeres. Tante Linda orangnya supel dan pandai bergaul, sering dia ngobrol-ngobrol bersama anak muda seusiaku, termasuk aku.

Kejadian ini bermula saat orang tuaku pergi seminggu nampak kota untuk kepentingan bisnisnya. Aku ditinggal sendirian dirumah. Sedangkan pembantuku dipecat ibuku tiga hari sebelumnya gara-gara ketahuan mengambil duwit ibuku. saya yang sendirian mulai kesepian. Aku duduk diruang tamu sambil berkhayal. Untuk menghilangkan kesepianku, kuputar VCD porno yang baru saya pinjam berasal dari temanku. Filmnya mengenai seorang cewek bule yang tengah disetubuhi dua orang negro. Satu orang negro tengah dikulum kontolnya, namun yang satunya kembali tengah ngentot cewek bule itu berasal dari belakang bersama posisi nungging. Sekitar 20 menit mereka berubah posisi, satu orang negro tengah rebahan diranjang sambil memasukkan kontolnya kelubang anus cewek bule itu, yang telentang diatasnya. Sedangkan negro yang satunya kembali tengah menggenjot vagina cewek itu. Desahan dan erangan mereka membuatku terangsang. Kuraba-raba celana pendekku (aku telah tidak manfaatkan celana dalam), kontolku mengeras. Semakin lama kuraba makin keras. Kukocok-kocok naik turun. Birahiku memuncak dambakan disalurkan, namun saya tidak memahami perlu kemana menyalurkannya.

“Lagi ngapain Don?” nada seorang wanita mengejutkanku.

Ternyata Tante Linda telah berdiri disamping pintu. Dia kenakan pakaian sangat sexy, bersama kaos ketat dan rok super mini. Dia menyaksikan karah celanaku. Saking terkejutnya saya lupa meningkatkan celanaku, supaya dia bersama bebas sanggup menyaksikan kontolku yang tengah tegang penuh, mengacung-acung

“Maaf.. maaf.. Tante” sahutku terbata-bata.

“Akh, nggak apa-apa kok, kamu khan telah gede”.

“Wah, kontolmu gede banget, telah pernah dimasukkin kevaginanya cewek belum?” tanyanya cuek.

“Be.. belum pernah Tante” sahutku.

“Mau nggak dimasukin ke punya Tante?, Tante pengen nih ngerasain kontolmu” katanya meminta.

Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan mendekat kearahku. Duduk disampingku.

“Tapi saya belum pernah Tante” jawabku.

“Tante ajarin, rela khan?” katanya sedikit memaksa.

Tanpa menanti jawabanku, dia meningkatkan kedua kakinya kepangkuanku. Tangannya meraba-raba kontolku, saya gemetar. Baru kali ini kontolku dipegang seorang wanita. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku, diciumnya bibirku. Lidahku diisapnya. Aku membalas isapannya. Lidahku dan lidahnya tumpang, tindih saling isap. sesekali isapannya diarahkan keleherku. ditariknya tanganku, diletakannya dikedua buah dadanya yang telah mengeras. Kuremas-remas buah dadanya, dia menggelinjang keenakan. Kutarik kaos ketatnya, saya terperangah, dia tidak memakai BH, buah dadanya padat dan kenyal. Kulepaskan isapan lidahnya, kuisap buah dadanya, dia melenguh, sambil tangannya terus mengocok-ngocok kontolku.

Beberapa menit berlalu, dia berdiri, selanjutnya membebaskan rok mininya. Maka terpampanglah panorama yang luar biasa. Aku sanggup menyaksikan bersama memahami vaginanya yang merah merekah, sangat indah. dicukur rapi dan bersih. Kemudian dia berlutut dilantai, dihadapanku. Wajahnya didekatkan keselangkanganku. Ditariknya celana pendekku. Bibirnya mendekati kepala kontolku, dan mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya.

“Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tante, enakk.. sekali” saya mengerang saat dia mulai mengulum kontolku.

Hampir semua batang kontolku masuk kemulutnya yang sexy. Kontolku nampak masuk dimulutnya. Nikmat sekali. Tak ketinggalan, buah pelirkupun diseruputnya. Puas mengulum kontolku, kemudian Tante Linda berdiri dihadapanku. Vaginanya berada pas diwajahku. Dia menarik kepalaku, mendekatkannya terhadap vaginanya. Aku memahami maksudnya, minta dijilati vaginanya. Kujulurkan lidahku. Aku mulai bersama menjilati pangkal pahanya, terus mendekati bibir vaginanya.

“Aow.. oohh.. nikmat.. sayang, teruss.. terus” dia mendesah-desah saat saya memasukkan lidahku ke lubang vaginanya.

Kusedot-sedot, kugigit-gigit kelentitnya. Dijepitnya kepalaku. Hampir semua isikan vaginanya kujilati, vaginanya basah.

“Akkhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, kami mulai aja” ajaknya.

Dia turunkan tubuhnya perlahan-lahan kepangkuanku. Dipegangnya kontolku, diarahkannya pas kelubang vaginanya. Dia mulai memasukkan kontolku sedikit demi sedikit. Semakin lama makin dalam. Sudah setengah batang kontolku masuk. Sampai disini dia berhenti sejenak mengatur posisi. Kakinya berlutut disofa. Aku tak rela ketinggal, kuambil kesempatan. Kusodokkan kontolku. Dia menjerit saat kontolku amblas dilubang vaginanya. Dia mulai menaikturunkan pantatnya dipangkuanku. Kontolku serasa dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit.

“Gimana sayang enak khan?” tanyanya.

“Enakk sekali Tante, vagina Tante sempit sekali” jawabku.

“Sudah lama sekali Tante tidak merasakannya sayang”.

“Pak RT tak pernah memberiku kepuasan” dia menggerutu.

“Emangnya Pak RT impoten Tante?” tanyaku.

“Iya, iya sayang” jawabnya singkat.

Judi Bola

Kupeluk pinggangnya erat-erat. Bibirku menghisap-hisap buah dadanya. Kubantu gerakkannya bersama menyodok-nyodokan pantatku keatas. Dia mengerang-erang merasakan nikmat. Matanya merem melek. Semakin lama makin cepat dia menggerak-gerakkan pantatnya, sesekali pantatnya diputar-putar. Aku merasakan nikmat yang ga ada tara. Kontolku serasa dipelintir vaginanya. Sudah kurang lebih 30 menit kami berpacu dalam kenikmatan. Nafasnya dan nafasku saling memburu. Peluh kami bercucuran.

“Akh.. oohh.. saya tidak kuat sayang, akuu.. mauu.. keluarr” dia menjerit-jerit.

Kurasakan vaginanya berkedut-kedut.

“Akuu.. termasuk Tante” sahutku ngos-ngosan.

“Keluarin didalem aja sayang, saya dambakan punya anak darimu” pintanya memelas.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak di lubang vaginanya.

“Kamu bahagia khan sayang?” tanyanya.

“Puas sekali Tante” sahutku pendek.

Kami beristirahat sejenak. Kemudian kekamar mandi untuk bersihkan badan. Siraman air mengakibatkan badanku fresh kembali.

“Aku pengen kembali sayang, kamu rela khan?” tanyanya meminta.

Aku tidak menjawabnya. Kubopong tubuhnya, kubawa kekamarku dan kurebahkan diranjangku. saya merangkak diatas tubuhnya bersama posisi ssungsang. Selangkanganku berada diatas wajahnya, namun wajahku pas diatas vaginanya. Aku mulai menjilati dinding vaginanya. Dia menggerinjal-gerinjal dan menjepit kepalaku. Seluruh dinding vaginanya kujilati. Kucari-cari tititnya. Kusedot-sedot bersama lidahku. Sesekali kugigit. Dia meringis.

Dengan jari-jariku kutusuk-tusuk lubang anusnya. Sesekali kujilati lubang anusnya. Tante Linda tak rela ketinggalan. Dia menjilati kontolku, berasal dari kepala hingga pangkal kontolku tak luput berasal dari jilatannya. Sstt! Aku mendesah saat dia mengulum kontolku. Dia sangat lihai memainkan lidahnya. Kontolku yang tadi mengecil, sedikit demi sedikit mengeras dalam mulutnya. luar biasa kenikmatan yang kudapatkan. Tante Linda sesungguhnya sangat profesional. Seluruh batang kontolku dijilatinya.

“Oohh.. saya tidak tahan sayang, kami mulai aja” pintanya.

Kuturunkan tubuhku berasal dari tubuhnya. Aku berdiri dipinggir ranjang. Kutarik tubuhnya kepinggir, hingga kedua kakinya menjuntai. Aku mendekatkan kontolku kelubang vaginanya. Sedikit demi sedikit kontolku masuk kelubang vaginanya. Sstt! Dia mendesis. Sudah semua batang kontolku amblas ditelan lubang vaginanya yang basah dan memerah. Kugoyang-goyangkan pantatku. Tante Linda membantuku bersama menggoyang-goyangkan tubuhnya. saya merasakan sensasi yang luar biasa. 10 menit berlalu, kuganti posisi. Kutarik kontolku. Kakinya kunaikkan keduanya. Aku memasukkannya lagi. Dan mulai menggenjotnya.

“Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. sayang” dia mengerang.

Vaginanya berkedut-kedut. Vaginanya menjepit kontolku.

“Akhh.. saya keluarr.. sayang” dia melenguh.

kurasakan vaginanya basah oleh cairan. Tante Linda telah menggapai orgasme namun saya belum apa-apa. Kubalikkan tubuhnya. Kuminta dia menungging. dia menuruti aja perintahku. Kudekatkan kontolku yang masih tegang ke lubang anusnya.

“Kamu rela apain anusku sayang” tanyanya saat kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.

“Jangan, jangan di lubang itu sayang, sakit” teriaknya.

Aku tidak mempedulikannya. Kumasukkan kepala kontolku kelubang anusnya. Mulanya agak ada problem namun kelanjutannya masuk juga. Kutekan pelan-pelan hingga semua batang kontolku amblas. Aku mulai menjalankan pantatku maju mundur. Kutuk-tusuk lubang anusnya.

“Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar” pujinya saat dia telah mulai merasakan nikmatnya disodomi.

Sekitar 30 menit kontolku nampak masuk dilubang anusnya. Kurasakan kontolku berkedut-kedut.

“Akkhh.. saya rela keluarr.. Tante” saya berteriak histeris.

Crott! Crott! Crott! Kutumpahkan spermaku lubang anusnya. Kudiamkan lebih dari satu saat. Lalu kutarik kontolku. Kuarahkan ke wajahnya. Kuminta dia menjilati spermaku. Dengan lahapnya Tante Linda menjilati sisa-sisa spermaku, hingga bersih dijilatinya. Tanpa rasa jijik sedikitpun.

“Kamu hebat sayang, saya bahagia sekali” pujinya.

“Kamu rela khan memberiku kepuasan seperti ini lagi?” pintanya.

Aku mengangguk aja. Menyetujui permintaannya.

“Kalo kamu pengin lagi, berkunjung aja ke kamarku”.

“Masuknya lewat jendela ya! Kalo lampu kamarku mati, berarti Pak RT nggak di rumah”.

“Ketok kaca jendela tiga kali, bakal kubukakan untukmu, OK” dia menerangkannya untukku.

Kurebahkan tubuhku disampingnya. Kami tertidur sesudah menggapai puncak kenikmatan yang luar biasa. Malam itu Tante Linda menginap dikamarku. Sampai pagi kami merengkuh kenikmatan.

Demikianlah Cerita yang dapat admin berikan kepada para agan-agan pembaca setia, semoga cerita yang admin berikan dapat agan-agan cerna dan dapat dijadikan sebagai bahan penghilang bosan, jika ada kesalahan dalam berkata admin mohon maaf ya 🙂

| Cerita Sex | Cerita Dewasa | Cerita Seks | Cerita Mesum | Cerita Hot | Kisah Nyata xxx | BERITA 18+ | CERITA 18+ | DOKTER 18+ | GAYA SEX 18+ | MAJALAH 18+ | MODEL 18+ | VIDEO 18+ | Cerita Tante | Berita Sex | Video 18+ |