Cerita Mesum Bercinta Dengan Teman Baikku

0
219

Cerita Mesum Bercinta Dengan Teman Baikku

Cerita Mesum Bercinta Dengan Teman Baikku
Cerita Mesum Bercinta Dengan Teman Baikku

Warung Mesum Perkenalkan namaku Redoumurku 23 thn. saya memiliki tinggi badan badanku kurus tapi berotot dgn bodi arab, indo dan cina.

berita ini taat pengalamanku pribadi yg baru saja kualami.Yaitu bercinta bersama ibu temanku namanya bibi Diah.Tande Diah ini adalah ibu kandung dri sahabat baiku yg bernama Eno.Aku kenal bersama Eno awal saya sekolah di Bandung.Rumah Eno terhitung gede yg cuma ditinggali oleh Eno sendiri.Disitu yaitu basecampku selagi menimba ilmu di Bandung.

senja itu saya singgah ke hunian Eno bagi melampiaskan lelah, dikarenakan ingin olak ke kost kira kira enggan sekali.

Eno(E), saya (A) :

A : “No, saya bawa minuman nih kita mabuk yuk”

E : “Gak lalu deh, mamaku baru aja dating bersumber Jakarta, mendingan anda menyimpan saja minumanmu”

A : “Oh gitu ya, oke apabila gitu tidak masukin lalu ke mobil ni minuman”

saya lantas terburu-buru menuju parkiran mobilku guna menaruh botl minuman yg kubawa.

Baru saja ingin pula masuk sontak ada nada yg menyinggahkan langkahku, diwaktu kulihat nyata-nyatanya mamanya Eno.Mataku terbelalak saat menonton tampang dan badan bibi Diah yg berulang nampak bujang. dirinya dulu tanya padaku,

anda� siapa saja, temannya Eno?” bertanya mama Eno.

“Iya bibi, perkenalkan nama aku Redo aku rekan kuliah Eno” kataku sambil menyodirkan tanganku kepada bersalaman.

bibi� Diah” ucapnya sambil ganjar salamanku.Lalu bibi Diah mengundang aku masuk mengunjungi Eno.

sesudah lagi ke kostan entah kenapa pikiranku semula melamun iras elegan dan badan divisi bibi Diah.Tubuh yg ramping dgn kaki panjang dan mempunyai toket montok, begitulah barangkali motif bibi Diah.Tapi saya coba menepis bayangn itu sebab dirinya ibu bersumber temanku.

sebentar narasi, saya tidak jarang ke hunian Eno guna sekedar bermalas-malasan, walau mamanya ada di hunian itu tidak menghalagiku bagi konsisten main-main ke hunian Eno. Lagian bibi Diah sinting di hunian, entah itu dirinya membeli-beli atau berziarah ke rekan-rekannya. apabila pulang tentu larut malam.

tengah hari itu saya dan Eno menegrjakan kerja kuliah di hunian Eno.Kami berdua menggarap dengan cara bergiliran, bila saya yg menggarap Eno istirahat demikian malahan. bertepatan yg mengadakan perdana yakni Eno menjadi saya bias tidur sekilas hingga giliranku mengadakan pekerjaan tiba.

“Bangun Do, giliranmu nih, tugasku udah beres� sorak Eno. saya yg tidur selanjutnya terbentuk dan cobalah bangkit guna lakukan kewajibanku.

“Iya iya pelan-pelan mengapa gak ngenakin orang tidur aja, mana laper pula saya huft” Kataku menggerutu.

“Ya udah makan lalu aja sana, tuh tadi mama pulang beli makanan ditaruh di meja makan.Aku ingin tidur lalu mengantuk amat saya� kata Eno sambil memeluk guling dan tidak berapa lama matanya telah terpejam.

okelah� saya makan lalu ya, anda ingin dibawakan gak bila saya tukas pula ke kamar?” tanyaku terhadap Eno.

Tapi Eno tidak menjawabnya gejala dirinya telah tertidur lelap.Perutku yg telah lapar membuatku segera menuju meja makan.Kulihat di meja telah sedia 3 piring, bisa saja saja bagi saya, Eno dan bibi Diah. Baru saja saya bersila, sontak terdengar nada bibi Diah berteriak bersumber kamar

“Eno makannya bareng sama mama ya” menurutnya sambil berjalan menuju meja makan. lantaran yg di meja makan hanya ada saya bibi Diah serta tanya padaku,

anda� Redo, Eno mana?” tanyanya agak kaget.

“Eno tidur bibi jelasnya capek bubar ngerjain pekerjaan kuliah”

“Oya udah, anda makan nemenin bibi ya, supaya si Eno tidur kasian beliau� jelasnya sambil menghela kursi yg ada di depanku.Tante Diah mengutip daster tidak tebal beragam putih yg menunjukkan kemontokan toketnya, dan seketika itu pula kontolku cepat vertikal mengajung yg membuatku agak risih.

saat makan abdi berdua tidak tidak sedikit bertutur, cuma ada beberapa perkara mulai sejak bibi yg tanya menyangkut kuliah Eno.Tapi mataku tidak henti-hentinya melihat toket bibi Diah, mau sekali barangkali saya menjilati puting bibi Diah.Setelah rampung makan, bibi Diah mengurus meja makan, dirinya menyuruhku kepada terus sila ditempat guna mencicipi pudding bikinannya. saya merasa gemar sekalikarena bias menyaksikan toket bibi Diah lebih lama.

“Redo, bibi minta tolong donk” menurutnya, yg menyadarkanku permulaan lamunan.Lantas saya menghampirinya kaya di dapur.

“Iya bibi ada apa?” jawabku.

“Tolong Do, nih tanga bibi terhalang sesuai ambil cincin bibi yg terbis ke dalem susukan air” tuturnya sambil berusah membuka tangannya yg mengenai di dalam batang air air. Kucoba pada menyentak tangan bibi nama belum berhasil.

“Agak kenceng donk Do nariknya supaya bias ke luar tangan tante”

apabila� mulai sejak samping benar-benar gak dapat kenceng bibi, tapi jikalau saya nariknya permulaan buntut bibi dapat kenceng, gimana?”

“Ya udah tersila darimana aja yg utama tangan bibi dapat amnesti� kata bibi agak sebentar menyolot lantaran tangannya belum sanggup ke luar juga.

saya lantas ambil letak berdiri di buntut bibi Diah, waaah ujung dicinta ulam lagi tergelincir kataku dalam hati.

saya� tarik nih ya bibi� kataku member aba-aba. bibi Diah cuma mengangguk. Kurapatkan tubuhku di buntut badan bibi Diah, ke-2 tanganku cekam tangannya yg masuk ke dalam sungai air kelar buat menariknya. Dan nyatanya kontolku yg menempel guna belakang beralih jadi tegang.

selesai� bibi …1…2…3” ke-2 tanganku merampas kencang tangannya dan kakiku yg satu bertekan terhadap tembok yg ada di belakangku. Dan lantas “Gubraak” hasilnya tangannya tercapai ke luar semenjak dalam selokan air, badan saya terjatuh dgn lokasi badan bibi Diah menindihku.

“Aduuuh, mungkin saja sakit betul-betul Do..” jelasnya sambil cobalah berdiri dan meraba-raba tanganya. sebaliknya saya tambah terbaring di lantai.

terima kasih� benarbenar ya Do, absolusi menjadi merepotkanmu, hingga gugur segala” jelasnya manja.

dulu saya berdiri dan langsung memayungi celanaku yg basah dikarenakan basahnya sesuai bagi kontolku yg semula tegang.

“Gakpapa kog bibi, seneng bias bantu bibi� kataku berbasa-basi. Kulihat mata bibi Diah sejak mulai menyaksikan kearah celanaku yg basah, tapi dulu berkhianat lagi.

amnesti� bibi, Redo permisi lalu ya ingin tukar lancingan lalu dikarenakan kelak ingin ngerjain pekerjaan lagi”

“Ya udah sana masuk ke kamar Eno, supaya kelak kubawakan pudding ke sana sekaligus kasih ke Eno berulang pudingnya…sekali tambah matur suwun ya Do…”

sesudah ganti lancingan saya langsung menyambung menjalankan kerja kuliahku tambah. Tapi pikiranku kembali melamun permasalahan tadi disaat kontolku yg semula kejang menempel di belakang bibi Diah. tidak berapa lama bibi Diah yg pula memungut daster tidak tebal masuk ke kamar Eno dan mengambil pudding untukku dan terus kepada Eno. Kumencoba bagi membangkitkan Eno sedangkan tidak terlaksana. Tidurnya memang lah teramat lelap. tahu Eno tidak ingin bangun bibi Diah tidak lantas bertolak, beliau malah sila di karpet samping kasur, dirinya aktif main handphone dan mengajakku ngobrol ngalor ngidul yg sedang sila di karpet yg berulang membuat kerja kuliah. Dan sontak bibi Diah terbahak geli sambil bicara pelan padaku,

“Ih Redo, kontolmu berdiri ya?hahahaa…”

saya yg mendengar itu tiba-tiba saja menjadi terkejut, nyatanya bibi Diah melihat kontolku yg lagi berdiri.

“Aduh bibi ampunan, ni burung memang lah gak mampu nahan jikalau lihat perempuan canti dan unsur seperti bibi ini” kataku pelan bersama suara bercanda.

“Ah, anda mampu aja deh Do” jawabnya sambil mencubit pahaku.

“Iya bener bibi, bibi benar-benar jelita dan satuan� balasku semula dgn suara merayu.

anda� ini temannya sedang tidur malah mengaduhkan mamanya,,,xixixixi” jelasnya sambil berdiri dan terjadi menuju toilet kamar Eno.

Seperti menerima lampu hijau, saya merasa birahiku tidak mampu terbendung pun. mau sekali saya merasakan kehangatan badan asal mamanya temanku tunggal. langsung kususul bibi Diah ke kamar bersiram yg pintunya tidak ditutup. Kulihat bibi Diah berulang berdiri di depan kaca. tidak dengan menuntut lama-lama segera saja kudekap ia bermula buntut, tangan kananku memijit toketnya yg juwita yg sejak bermula tadi mau kucicipi.

dikarenakan telah terlampaui keinginan, saya telah tidak peduli bersama kamar bersiram yg tidak buntet dan ada satu orang rekan baikku yg pun tertidur. bibi Diah tidak meninggalkan pemberontakan apapun beliau menikmati tiap-tiap rabaanku.

“Sssthhh…aahhh…awas lho jikalau Eno bangun…” desahnya sambil tubuhnyamenggelinjang di depan kaca dan menggesek-gesekan bokongnya dgn kontolku yg telah mengejang sempurna.

Tanganku kembali memilin-milin putingnya awal buntut, bibi Diah memang lah teramat bernafsu, dirinya terus-terusan mendesah mengganjal nikmat. sontak terdengar nada Eno yg tebangun permulaan tidurnya,

“Woii Do, berisk sangat sih lho goda tidurku aja, tangkapan ke luar saya ingin kencing nih”

“Iya liwa sedikit saya baru ingin bersiram� jawabku sambil menjalankan shower.

Kulepaskan daster bibi Diah beserta BH dan Cdnya sekaligus, bibi Diah cuma membisu pasrah. Kujilati putingnya bersama kejam, bibi Diah menggeliat sambil tangannya mengusap-usap kontolku yg lagi terbungkus lancingan boxer. saya merasa seperti disetrum diwaktu tangannya memecal kontolku dgn kerasnya. Kubalikan badan bibi mengarah ke tembok kamar madi, dulu dgn serentak kulepas lancingan boxerku dan CDku, tidak dengan menagih suruhan pun saya serentak mendorong faraj bibi Diah permulaan buntut. Kugenjot memeknya bersama kerasnya bibi Diah menjerit pelan,

“Auuhh…terus Redo…”. Kuraba toketnya yg mengantung juwita yg ikut bergoyang lantaran sodokan kontolku di memeknya. Kontolku serasa dijepit oleh farji bibi Diah. Selang beberapa menit Eno memartil gapura kamar bersiram yg telah kututup dikala kudengar nada Eno dikala bangun tadi.

“Redo, tangkapan donk saya telah kebelet nih” jelasnya sambil menggetok gerbang kamar mandi.

“Iya bentar baru gunakan sikat nih” kataku sambil tambah menggenjot kemaluan bibi Diah. Eno tidak tahu jikalau saya lagi menikmati tipe doggy style dengan mamanya.

“Ya udah saya ke kamar bersiram lain saja” jawab Eno sebanyak kesal. Akupun menambahkan lagi menyorong farji bibi Diah bersama liarnya. tidak berapa lama badan bibi Diah mengeras gejala dirinya ingin keluar,

“Ayo Do dorong lebih segera sedang bibi mau…aaaahhhhhh….enak sayank….”

Selang beberapa menit akupun sudah menggabai klimaksku. Kusemprotkan seluruhnya spermaku ke dalam puki bibi Diah.

ana berdua lantas bersiram bareng. tuntas bersiram saya ke luar kamar bersiram duluan dan tentukan jika Eno belum masih ke kamar. sesudah kupastikan aman bibi Diah ke luar dan serta-merta terus ke kamarnya tunggal. memang pengalaman yg tidak bias kulupakan segenerasi hidupku, ngentot mama temanku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here