Cerita Mesum Anakku Membuatku Terangsang

0
350

Cerita Mesum Anakku Membuatku Terangsang.

Cerita Mesum Anakku Membuatku Terangsang
Cerita Mesum Anakku Membuatku Terangsang

 

Warung Mesum – Ada satu orang taruna kuper yang garib sorotan semenjak ke-2 orang tuanya terlihat terpesona kala menonton ada sepasang kekasih lagi asyik lakukan benda yang dianggapnya ajaib pula menjijikan. di mana sang perempuan dgn kedudukan bersila mengangkang sambil tekuk ke-2 kakinya sembari bersandar di kursi panjang yang kaya di tempat petandang rumahnya. yang menciptakan jijik si muda tersimpul ialah menyaksikan apa yang dilakukan seseorang cowok yang kaya di depan perempuan itu bersama berjongkok di ubin sambil menjilati pepek si perempuan yang terlihat dipenuhi bulu dengan rakusnya. tetapi demi si akil balig kalo vagina itu amat jijik malahan beraroma pesing dikarenakan jelas-jelas pepek difungsikan guna buang air mungil namun mengapa si laki-laki terkandung malahan malah menikmati memek itu.

anggapan pikiran si mulai dewasa sekarang ini berubah ke muka si perempuan yang terlihat tampak seperti kepedesan namun matanya malah meninggal berjaga dan narasi menubuhkan desahan2 manja, ia ga khatam pikir mengapa si perempuan terkandung malah begitu.

“Sssstttthhh…aaaahhhh…”

nada desahan terdengar terang oleh si muda yang duduknya cuma bersela 5 meter saja permulaan sepasang kekasih yang pula jalankan factor yang dianggapnya asing. muda itu serta melihat ke-2 orang tercatat yang saat ini telah ganti kedudukan. waktu ini si laki laki yang telah bugil terlentang di atas kursi panjang dan si perempuan naik berjongkok di atas vagina si cowok yang telah di sunat. terlihat si taruna singkat terkejut demikian menonton farji si laki laki lantaran takaran pepek si laki-laki lebih mungil alamat farji yang ia punyai. pernah terpikir oleh si taruna, jika ia disunat kelak tentu takaran kemaluannya bakal mengecil seperti faraj yang dilihatnya ketika ini. kelihatan si perempuan meringis kesakitan disaat menduduki faraj si pria.

“Ssssthhh….iihhh….aahhhh….” desah di wanita.

“PLAK..PLAK..PLAK..” nada hantaman badan si perempuan kala menggenjot si cowok, suaranya demikian nyating terdengar yang menciptakan si taruna berulang berpikir mengapa� gak berenti saja jika merasa kesakitan” pikir si cukup umur yang menyaksikan tampang si wanita.

sesudah 15 menit setelah itu, terdengar si perempuan berteriak dan disusul teriakan si pria,

“Aaaahhhh…..yeeeess…aku ke luar maaasss….” sorak si wanita.
“Oooohhhhh…aahhhhh….aku tambah ke luar deekkk….” teriakan si pria.

semakin takjub saja si mulai dewasa mendengar teriakan perempuan itu dikarenakan dirinya merasa “Apanya yang ke luar dan ke luar di mana, bukannya asal tadi mereka ga kemana mana” pikirnya.

Terdengar nafas ngos-ngosan berasal sepasang kekasih terkandung sesudah jalankan apa yang si mulai dewasa itu tak kenal dan merasa sinting itu. lantaran telah merasa pegal menonton tindakan sepasang kekasih terselip hasilnya dirinya menetapkan guna berangkat meninggalkannya dan terjadi menuju tanur buat membawa minum. setelah minum beliau berlangsung menuju kamarnya. Di kamar beliau serta memikirkan keluhan yang baru saja dirinya lihat. bermacam macam ragam kesulitan hinggap di otaknya sampai tidak terasa beliau hingga tertidur.

tengah malam harinya ia dibangunkan bersama nada lembut yang membuatnya terjalin. tampak suak mamanya yang sila di ranjangnya.

“Bangun empati, anda tentu belum makan ya tadi tengah hari? bertanya mamanya.
“Hooooaammm…iya ma, tadi saya ketiduran menjadi lengah makan” jawab si muda yang pula beberapa mengantuk.
“Loh kog hingga ceroboh, emang tantemu tak menyuruhmu makan empati? bertanya mamanya kembali.
“Ga ma, tadi tepat saya pulang sekolah bibi pun asyik sama orang yang ga kukenal, bibi sampe teriak2 gitu, ya udah saya hanya minum aja dan pula masuk kamar” jawab sederhana si anak bersama apa yang beliau lihat tadi.

Mamanya nampak sangsi dengan mengerutkan dahinya mendengar balasan anaknya.

“emang tadi bibi teriaknya bagaimana, kembali tantemu sama siapa saja tadi, emangnya tantemu ngapain kog sampe teriak2 segala?” bertanya mamanya penasaran.

“Aaahhh…yeeess…gitu ma, saya ga tau sama siapa saja tadi habisnya saya ga kenal, tadi bibi sila di kursi panjang kakinya ditekuk kayak gini ma” kata si anak sambil menyugukan situs tantenya yang mengangkangkan kakinya tadi.

Mamanya tampak percaya mendengar dan menatap tasamuh anaknya yang dgn polosnya mendemonstrasikan kondisi sang dede kandungnya tertulis, paras si mama tampak sebentar takjub dgn perincian anaknya yang dia ketahui dan kagetnya itu kala menyaksikan anaknya melukiskan kondisi dimas kandungnya tertera, di juga rasa kagetnya si mama bersikap seolah menghentikan diri dan semula tanya untuk anaknya.

“Apa tadi tantemu sama laki2 yang ga pake pakaian empati? bertanya mamanya.
“Iya ma, tadi bibi sama temannya ga pake pakaian seluruhnya� jawab sang anak yang menciptakan mamanya kelihatan terguncang mendengarnya.

Dalam hati si mama demikian beram dan beram dapat adiknya yang lalai sudah lakukan aspek yang mestinya tak didapati siapapun sampai-sampai anakknya yang tidak lain keponakannya sendiri.

“Oh iya ma, tadi rekan bibi kog ga jijik sih menjilati faraj bibi, sebaliknya faraj itu lokasi kita pipis ya ma?” imbuh si anak menyatakan apa yang dilihatnya tadi.

semakin terguncang sang mama mendengar si anak menyatakan mengapa gak jijik si laki laki itu jika jilatin vagina tantenyya itu. Amarahnya telah bener meruncing sang mama mengerti hati adimas kandungnya yang amat amat sangat sembarangan laksanakan pertalian seks yang disaksikan anak kandungnya. mau bisa saja meredik kian jikalau butuh tangannya mau menggaplok iras adimas kandungnya namun dikala ini sang mama gak dapat berulah apa apa lantaran senja buat tengah malam tadi waktu beliau baru datang nyata-nyatanya dimas kandungnya pamit terhadap berangkat ke Bandung dikarenakan memang lah telah direncanakan bersumber jauh jauh hri pertanyaan keberangkatannya ke Bandung bagi mulai sejak bekerja disana.

benar teramat kecewa saya bersama adinda kandungku yg tatkala ini saya anggap dapat jadi abang pada anak tunggalku dikarenakan sesudah maut suamiku 5tahun musnah membuatku cemas dapat melindungi pula membina anakku yang tengah berumur 6 thn terhadap ketika itu, bukannya meneruskan sampel yg baik guna anakku namun malah menjempalit, buktinya tempo hari anakku melihat perihal yg semestinya tak anakku perhatikan di usianya yang kini baru 11 tahun namun telah menyaksikan pameran orang buncit, untung anakku belum tau dan tahu dapat apa yang dilakukan adikku itu tapi biarpun demikian terus saja dapat jadi sampel yang amat sangat tidak baik tambahan pula bersama posisi adikku yang kini tambah belum menikah tapi telah laksanakan benda yg semestinya tak bisa beliau lakukan.

Tapi ingin dengan cara apa pula seluruhnya telah terlancap berjalan dan akupun tidak sanggup bertindak tidak sedikit saat ini, namun awal tempo hari tengah malam anakku juga menerus menyoalkan menyangkut soal tempo hari, agak khawatir pada menjawab problem awal anakku sampai-sampai diwaktu anakku tanya kesulitan penisnya yang lebih akbar permulaan laki-laki yg bercinta bersama adikku, tambahan pula anakku membawa rangkuman solo apabila kelak dirinya disunat tentu penisnya dapat mengecil seperti laki laki musuh bermain adikku. ringkasan yang amat salah itu tidak mampu saya sanggah lantaran saya gelisah bagaimanakah caranya jelasin ke anakku apabila kelak penisnya akan semakin mengembang seiring bertambahnya umur.

Kecemasan inilah yang berasal lalu sampai waktu ini mengaduhkan pikiranku dapat anakku yang mempunyai penis di atas rata-rata, kian dikala umur 9 th saja penis anakku telah se besar penis ayah kandungnya lalu, gila benar invalid benar-benar runtunan penis anakku seolah melewati rangking fisiknya solo, kini saja tinggi anakku terus sebahuku tapi penisnya itu menghasilkan saya ngerasa ngeri tiap kali melihatnya. keugaharian anakku kadang membuatku merasa bergairah dikala saya di pagi hri membangkitkan anakku nyatanya penis besar nya senantiasa dalam kondisi kaku, pernah saya sebelum membangkitkan anakku sengaja saya meraba penisnya dibalik lancingan kolornya tidak dengan lancingan dalam itu, sebab anakku memang lah telah dari strata 4 sd beliau gak sempat gunakan lancingan dalam seandainya tidur lantaran ia tidak jarang sekali merasakan sakit guna penisnya bila tidur pake lancingan dalam, akupun membuktikan kesakitannya bagi penisnya seandainya tidur itu lebih baik gak usah pake lancingan dalam dan cuma pake kolor saja supaya dirinya nyaman ketika tidur.

tidak mampu kupungkiri jikalau selagi ini penis anakku telah jadi bahan khayalanku diwaktu masturbasi ketika gairah birahiku telah tidak dapat tambah saya hambat, benar-benar saya cuma perempuan prasaja yang merasakan perlu pelampiasan dapat kepentingan biologis yang sempat kurasakan lalu dgn suamiku, namun saat ini cuma mampu kulakukan masturbasi biar dapat meredakan sebentar hasrat birahiku, tapi seiring berjalannya dikala nyatanya saya makin merasakan perlu lebih alamat sekedar masturbasi pada meredam keributan keinginan birahiku yang semakin hri makin besar.

sempat saya cobalah bagi mencari laki2 supaya dapat membebaskan hasrat birahiku nyatanya senantiasa tidak sukses kala telah sejak mulai bakal bersetubuh saya malah terlukis penis anakku yang merasa cuma penis anakku saja yg dapat memberiku kepuasan selengkapnya, dikarenakan selagi setahun ini saya telah tidak sedikit menonton penis berbagai takaran mulai sejak laki2 yg saya ajak kencan nyatanya gak ada yang menyerupai kebengisan dan kebesaran seperti penis anakku. Apa sepertinya waktu ini saya telah terobsesi bakal penis anakku yang tiap-tiap pagi hri kulihat. seluruh perasaan itu buang jauh jauh sebab bagaimanapun itu factor yang amat sangat tabu mengingat ia itu pembawaan dagingku solo. makin saya coba menghalai-balaikan perasaan itu malah makin menggerogoti semua pikiranku dan puncaknya tentu saya masturbasi dgn menyaksikan segera penis anakku waktu dini hri kala anakku tertidur pulas.

hri itu sedang amat sangat pagi bagi melaksanakan kegiatan seperti natural sebab memang lah pula artifisial di luar sana dan semula teramat sepi belum ada kegiatan di jam 04 : 15 pagi ini. saya terjadi bermula tidurku dan terjadi ke kamar bersiram yang ada di dalam kamarku ini, sesudah mencuci muka supaya rasa kantukku sirna sekarang saya ke luar asal kamarku menuju kompor terhadap sekedar minum supaya rasa dahagaku sirna. asal perapian saya rampung kelar hunian isikan ketika sampai hingga jam di pagar tempat kelompok menunjukan jam 05 : 25, masih nunggu 35menit ke depan saya seperti lazim membangkitkan anakku namun lagi pikiranku terkira dapat penis anakku yang senantiasa keras di pagi hri dapat membuatku merangsang, dgn jalan tentu saya cepat ke kamar anakku dan alangkah gembiranya hatiku melihat penis idamanku waktu ini tengah vertikal menantang dibalik lancingan kolor yang bisa menempa tenda di kolornya.

Kudekati badan anakku yang pun terlentang dalam tidurnya, semua tubuhku seakan bergetar menyaksikan tonjolan yang kaya didepanku, tidak dengan siuman tanganku telah kumasukan ke dalam pakaian terusanku dan hinggap di luar lancingan dalamku yang sekarang telah terasa becek tip air vaginaku telah menyalurkan lancingan dalamku. Sejurus selanjutnya tangan kanan yang sedari tadi telah menyeka faraj becekku awal luar lancingan dalamku waktu ini cepat saya selipkan masuk lancingan dalamku, terasa sekali licin dan hangat dijariku dikala jari telunjuk dan jari tengahku menggesek ucapan vaginaku.

Desahku mulai sejak ke luar mulai sejak bibirku diwaktu jari jempolku ikut menyeka bidang dalam vaginaku dan menekan klitorisku, tangan kiri yang tadi cuma mengurut payudaraku waktu ini telah berubah menggenggam lembut penis anakku di luar lancingan kolor yang anakku kenakan. hasrat birahiku makin menirus dan tidak dengan siuman tangan kiriku menghela lancingan kolor anakku yang semula terlentang tertidur bersama sebentar barbar yang menciptakan anakku tercipta. kelihatan muka anakku yang demikian kaget menonton saya mama kandungnya yang melimpat kearahnya bersama rupa yang bersemu merah, sementara penis anaknya waktu ini telah terhampar terang di depannya. keinginan birahiku makin mengujung dan tidak dengan berbicara terhadap anakku cepat kulahap penis akbar dan kejang itu, nikmat sekali kiranya penis hangat anakku ini terasa di mulutku kala kulumat batang penis yang cuma sebagian saja yang dapat saya kulum walaupun telah saya paksakan terhadap sanggup mengunyah sepenuhnya.

“Iihhh..mama ingin ngapain, kog penis Ridho di makan sih ma” tutur anakku yang tidak kuhiraukan.

Desahan anakku juga terucap di narasi mungilnya, tangan kananku makin berkecamuk menusukan jari masih dan telunjuknya ke dalam liang pukas yang semakin becek ini hingga bener bener becek. Kuhentikan kulumanku guna penis anakku dan tidak dengan berbicara sedikitpun saya berdiri dan kulepas lancingan dalamku yang telah amat basah komisi larutan vaginaku, cepat saya naik ke area tidur di mana anakku sedang terlentang pasrah dgn senjatanya yang menunjuk ke udara keadaan kamar ini.

“Mama ingin ngapain ma?” bertanya anakku kala saya telah berdiri di ruangan tidur.

tidak dengan mesti menjawabnya dgn serta-merta saya lipat baju terusanku bidang bawahnya biar mampu kelihatan oleh anakku, autentik saja nyatanya anakku waktu ini menonton ke selangkanganku yang memajukan farji becek bersama jembut yang kucukur rapih mencetak piramid tertunggang ini.
tidak dengan basa basi saya capai penis anakku yang berdiri lurus itu dan tubuhku kuturunkan dan tangan kananku memimpin penis jumbo anakku supaya sesuai beruang cocok buat cakap vaginaku.

“Sssssttttttthhh….aaahhhh…sssttthhhh…” desahku waktu sirah penis jumbo anakku menyeruak menjelaskan paparan vaginaku.

dgn hati hati saya naikkan lg badanku dan segera kuturunkan semula, pula saya mendesah diwaktu sirah penis anakku saat ini telah lebih dalam tengah menembus vaginaku. Kuulangi bertambah nurunkan tubuhku di atas selangkangan anakku ini sampai buat dikala saya bener bener menghempaskan tubuhku sepenuhnya.

“Ooooohhhh…..aaarrgghhh…..” desah panjangku waktu penis anakku seutuhnya sudah membumi di vaginaku.

Penuh sepertinya vaginaku oleh penis anakku yang nomor wahid jumbo ini, walaupun sebentar perih seakan terasa rompang-ramping saja vaginaku dimasukan oleh penis akbar anakku namun rasa sakit ini tidak sanggup menghampirkan rasa nikmatnya badan ini.

“Aaahhh…mama kog kayak bibi sih…titiku barangkali enak amat ma” tutur anakku dgn polosnya.

sesudah kudiamkan beberapa waktu tubuhku, sekarang ini saya sejak mulai menggoyangkan bokongku ke depan dan ke buntut serasa nikmat tidak terlukiskan menyebar keseluruh badan ini dan berpusat di vaginaku.

“Ooooohhh….aaaahhhh…eehmmm….” desahanku yang bersautan dgn desahan anakku.

makin saya goyang makin becek saja vaginaku persen penis gede anakku yang bercokol di dalam vaginaku, sesudah beberapa menit berlangsung terasa penis agung anakku semakin mengejang dan membengkak, saya tau tentu sedikit pula anakku meraih puncaknya.
legal saja nyata-nyatanya anakku cepat berbicara yang garib jelas.

“Aaaahhh ma… Ridho ingin pipissss maaaa….” kata kata anakku yang tambah terus saya acuhkan.

“Aaahhhhh……Crooott….Crooott…Crooottt…”

Desahan anakku yang diiringi oleh hujatan sperma yang hangat di dalam vaginaku menghasilkan tubuhku bergetar saking nikmatnya dan vaginaku merespon bersama langsung.

“Aaaahhhh….nikmaaattt…..aahhhh….” desahan panjangku yang disambut dengan larutan vaginaku yang ikut ke luar sampai bocor ke luar bersumber sela sela vaginaku yang pula tersengsam penis jumbo anakku.

Lemas sekali badan ini sesudah menggapai sanding orgasme yang nyaris serempak dgn cacian air keruh putih milik anakku, sekarang dgn nafas yang semula ngos-ngosan saya serentak bangkit semenjak atas badan anakku, dikarenakan pun merasa usang tubuhku cuma mampu beberapa berdiri dan serta-merta tergeletak di samping badan anakku. Sementara anakku cuma terdiam bersama pikiran yang pula ragu hati bersama apa yang baru saja berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here