Cerita Mesum Anak SMP Menjadi Pelampiasan Nafsu Tante Niki

0
290

Cerita Mesum Anak SMP Menjadi Pelampiasan Nafsu Tante Niki

Cerita Mesum Anak SMP Menjadi Pelampiasan Nafsu Tante Niki
Cerita Mesum Anak SMP Menjadi Pelampiasan Nafsu Tante Niki

 

Warung Mesum – hri itu jam pulang sekolah terlihat satu orang anak sebut saja namanya Arul terjadi sedirian menuju rumahnya. tampak rupa Arul kelihatan cerah dikarenakan dirinya baru saja mengurus salinan serta semesternya. Di sedang perjalanan Arul menyaksikan ada sepasang laki itri serta adu ucapan, Arul cuma melalui saja sambil melihat ke-2 orang itu. sontak laki2 yang terjerumus adu sabda berangkat menyia-nyiakan istrinya bertolak dgn mobil, kelihatan si wanita meratap sesenggukan. setelah itu Arul jelang perempuan termasuk dan coba menenangkannya.

A: Arul
W: perempuan yang terbawa-bawa adu lisan dgn suaminya

A: tabah bu, telah jangan sampai menangis
W: basic laki2 ga tau diri (ucapnya sambil menangis)

Arul sepatutnya ga demikian tau apa yang berlangsung, Arul cuma karut sambil melihat perempuan itu. Arul dulu meneruskan sapu tangannya ke perempuan itu, cepat perempuan itu terkena dan mengelap air matanya.

W: terimakasih ya dek
A: Iya bu sama sama
W: anda baik betul-betul, ajaib anak sekarang ini ada yang baik seperti kamu

Arul serta sangsi ia terbengong menonton perempuan itu manangis sambil mengelap air matanya. Arul membisu dan bersila di sebelahnya. sesudah ebberapa menit perempuan itu mulai sejak slow dulu memeluk Arul.

W: terima kasih ya dek, udah nemenin
Arul semakin karut, bahkan anak SMP itu merasa ada barang gigih yang menempel di tubuhnya.

A: Yaudah ibu pulang aja disini panas
W: Iya .. oya panggil saja saya bibi Niki, anda Amau nemenin bibi pulang?
A: Tapi bibi, aku…
W: telah gapap kelak bibi antar olak kamu
A: ya udah kalo gitu tante

dulu bibi Niki mengajak taksi dan serta-merta naik dengan Arul menuju rumahnya. Arul lumayan kuatir tapi pun suka. lantaran besuk dirinya vakansi sekolah. Arul tempo-tempo melirik ke arah bibi Niki yang sila di sampingnya. perempuan itu memakai secorak berona hijau, rok panjang beragam hijau imitasi dan hijab bernuansa hijau jelas. nampak buah dadanya nampak menonjol menggairahkan.

W: Oya Nama anda siapa saja dek? bertanya( bibi Niki memecah keheningan)
A: Eh…anu…namaku Arul tante
W: anda tadi dengar adu bibir bibi sama laki bibi ya?
A: Iya tante..tapi hanya beberapa aja kog, Arul taunya tiba2 bibi udah nangis
W: laki bibi orangnya menyakiti sirah, egois. dirinya ngakunya senantiasa repot bersama pekerjaannya, ia ga ingin meluangkan sehari aja waktunya terhadap nemenin tante”
A: tabah ya tante
W: Tapi untungnya ketemu anda, menjadi bibi ga ketenangan entar bibi( niki melumas sirah Arul, anak warga 1 SMP itu tak demikian terpesona, dirinya tampak menyukai sekali)

seputar 15 menit perjalanan yang mereka tempuh menuju hunian bibi Niki. Selepas turun asal taksi mereka masuk ke hunian Lembaga yang kaya di kompleks satu buah sekolahan SMK.

A: hunian bibi di sekolahan ya?
W: Iya Rul, laki bibi pembimbing disini
A: bibi pula pembimbing? kog gunakan seragam?
W: Bukan Rul, bibi ini PNS, kantornya didekat alun2, anda tau kan?
A: Iya bibi Arul tau, lalu sempat kesana sama mama papa
W: Ayo Rul masuk dulu

Arul yang lagi memanfaatkan serupa dulu masuk ke dalam hunian dan bersila di kursi panjang. bibi Niki seterusnya masuk ke dalam, tidak berapa lama bibi Niki menemuni Arul sambil mengambil beberapa snack dan minuman.

W: Arul tentu lapar dan haus nih dikonsumsi jajanannya
A: Hehehe..makasih bibi (Arul cepat memamah beberapa snack dan minuman yang sudah disajikan)
W: Arul anda hri ini temenin bibi ya, kelak senja bibi antar pulang
A: Iya deh bibi, emang kita ingin ngapain tante
W: Ada deh, ya udah habisin lalu tuh jajanannya bibi ingin ke dalam sebentar.

Arul pun makan dan minum jajanan yang disediakan bibi Niki, sementara bibi Niki masuk ke dalam. Beberapa menit selanjutnya bibi Niki merangkul Arul.

W: Arul, tolong gapura depan ditutup ya, pula anda kesini ke kamar tante
Arul serta membebaskan apa yang diperintah bibi Niki. beliau menyembunyikan gerbang depan dulu berlangsung menuju kamar bibi Niki.

W: Sini Rul bibi ingin kasih anda hadiah
Arul berlangsung jelang bibi Niki yang beruang di atas kasur bersama rok yang terkuak hingga paha dan beberapa kancing pakaian seragamnya di buka maka tampak buah dada bibi Niki seperti ingin tumpah. menonton itu mata Arul melotot dan ia menelan ludah. TAnet Niki nampak tidak menggunakan BH diwaktu itu.

A: balasan apa tante?
tidak dengan menjawab kesulitan Arul tiba2 bibi Niki mencium lembut lisan Arul, tiba-tiba menyiapkan Arul kagum. tidak cuma itu lidah bibi Niki terus dimasukan lidahnya ke dalam firman Arul. Arul yang lagi sederhana merasa bingung dan tanya untuk bibi Niki,

A: Aduh bibi Arul diapain ini?
W: Ini namanya ciuman Arul belas kasih, emangnya anda ga sempat kenyal orang ciuman yah?
A: sempat sih bibi di Televisi tp hanya ciuman cerita aja
W: Kalo ini beda ini, ini version aslinya, kita terusin pun ya, anda bales jilatan bibi donk sayang

bibi Niki sedang memakan kalam Arul. sekarang ini Arul sedang mulai sejak mengganjar jilatan lidah bibi Niki. dirinya mengincau mutar lidahnya. Saking asyiknya berciuman tidak terasa ada objek yang meronta ke luar asal kembali lancingan secorak Arul.

A: Aduh bibi tititku sakit
seterusnya bibi Niki terhubung lancingan Arul dan membuahkan penis anak SMP itu sambil berkata,
W: Kalo di Televisi cuman ciuman perkataan kalo yang nyata tititmu kembali dapat dicium dan dijilat lho
A: Tapi tante…tititku kan…aaauuuhhh…

Arul mendongakkan kepalanya keatas, nyatanya penisnya telah dilahap sama bibi Niki. Penis anak SMP itu saat ini tambah asyik diemut dan dijilati sama bibi Niki.

A: Aduh bibi titiku geliii…uuuhhh…
W: Tapi enak kan Rul

tidak berapa lama Arul menyemprotkan spermanya le dalam sabda bibi Niki, “CROOOTTTT…CROOOTTT…CROOOTTT…” bibi Niki menelan seluruhnya air putih itu.
A: Kog ditelan bibi pipis Arul
W: Ini pipisnya beda, mencoba alot warnanya putih nih
A:Oiya ya bibi, lengket ya bibi (Arul mengkritik sirah menisnya yang serta dibasahi maninya sendiri)
W: Duh Rul bibi menjadi terangsang nih, tititmu panjang pula ya
A: emang mengapa tante?
W: Hehehe…gapapa, waktu ini waktunya kasih anda hadiah

bibi Niki selanjutnya berdiri di depan Arul sambil tersenyum. beliau sejak mulai terhubung kancing bajunya dulu mengumbar bajunya, tampaklah buah dada yang agung. seterusnya bibi Niki merentangkan rok panjangnya, ia tersenyum menonton Arul bengong dan melotot menyaksikan guna badan mulusnya. Tampaklah faraj bibi Niki yang mulus tidak dengan bulu. bibi Niki telah telanjang komplet melainkan jilbabnya yang berulang tertempel di kepalanya.

A: Jilbabnya ga dilepas tante
W: Enaknya dilepas ga Rul?
A: Ga udah aja bibi malah tampak lebih seksi
W: Ih anda kecil2 udah tau wanita seksi
A: badan bibi kog mulus sekali sih (sambil menonton buah dada dan pepek bibi Niki, berulang penis Arul lurus mengacung)

bibi niki berulang dulu meruntuhkan tubuhnya di atas kasur sambil membiayai jilbabnya
W: Arul sini
A: Iya bibi (Arul mendekat perlahan dengan penis yang menegang)
W: Ih nih titit telah berdiri pula, sini pengertian pegang ni ya bibi( Niki merengkuh tangan Arul dulu mengatupkan di buah dadanya).
ia menggurui tangan Arul membancuh dan memijit di buah dadanya.
W: Ayo Rul pijat lebih kencang lagi
Arul masih mulai sejak memijat buah dada bibi Niki tunggal. ia suka sekali dapat memijit buah dada yang ulet dan lembut itu.
A: tahan betul-betul bibi, Arul menjadi gemes
W: dapat aja anda, Jilatin terus bolah kog Rul, tuh puting bibi udah keras
A: Iya bibi (Arul cepat memilin puting milik bibi Niki, muka mengambil muka dan menghisapnya)
A: Kog ga ada susunya bibi, kalo lalu saat mungil punyai ibu ke luar susunya
W: Kan bibi ga hamil…udah kenyot kembali aja

Arul tambah menjilati dan menghisap puting bibi Niki dengan cara bergiliran. Arul serasa mau menelan barang alot itu, terlihat wajahnya gemar sekali.

W: Nenennya udah ya Rul, sekarang ini anda ke bawah
A: Bawah mana bibi, paha bibi maksudnya
W: Iya…tolong jilatin barang yang ada diantara paha bibi ya, jilatin sepuasmu

sesudah mewarisi ijin, Arul serta-merta mengawali aksinya, beliau menjilati nonok dan selakangan bibi Niki.
A: bibi ni kog ada lubang tengahnya
W: Iya jilatin borong ya

Arul bersama rakus menjilati isi memek bibi Niki. Lidahnya di ajaran ke dalam lubang nonok bibi Niki.
W: Oooohhh…nakal benarbenar lidahmu Rul….enak simpati hisap donk aaarrgghhh….(Tubuh bibi Niki menggeliat mengganjal nikmat lantaran perilaku anak SMP yang mengobok obok vaginanya)
W: Udah ya Rul, saat ini kamy masukin titit anda ke dalam lubang memek tante

Arul sedang lantas mengungkai jilatannya alamat kelentit bibi Niki. ia dulu merangkak keatas badan bibi Niki dekameter memposisikan penisnya kearah lubang puki bibi Niki. Arul agak kesusahan memasukan penisnya , senantiasa luput

A: bibi kog sulit sih masuknya
bibi Niki serentak menangani penis Arul tepatdi lubang vaginanya.
W: Nah waktu ini tuntunan perlahan tititmu
sekilas seterusnya penis Arul sudah dilahap rampung kelentit milik bibi Niki
A: enak benarbenar bibi tititku seperti dipijit pijit…aaahhh…
W: kini anda sodok2 nonok bibi ya sama tititmu

Arul perlahan sejak mulai menyodokan berhasil bersisurut penisnya, rasa-rasanya lantaran telah ga gadis menjadi gampang sekali Arul buat menyorong lubang pukas bibi Niki. Sodokan Arul lama kelamaan makin serentak diiringi bersama desahan bibi Niki yang makin tidak karuan. Arul tampak seperti laki-laki hebat yang tengah menghajar nonok bibi Niki tidak dengan henti. menyaksikan buah dada bibi Niki bergoyang goyang menciptakan Arul mau melahapnya terus. dulu Arul meraihnya dan selanjutnya mengenyot buah dada kanan bibi Niki, melainkan tangan kirinya mengusap-usap dgn norak buah dada kiri bibi Niki.

W: Oooohhh enak betul-betul Ruuulll….aaahhh yeeesss….
A: bibi Arul mau pipis larutan putih kayak tadi…aahhh…
W: Iya Rul semprotin aja di dalam farji tante…kita barengan pipis yaa…aaahhhh “CROOOTTT…CROOOTTT…CROOOTTT…”

Penis Arul merakit menyertakan air putih yg ke luar dgn deras di dalam tempik bibi Niki. dulu bujang SMP itu melepaskan penisnya bermula lubang farji bibi Niki, dirinya menyaksikan air putih itu hingga luber ke luar. kelihatan bibi Niki telentang lemas, beliau selanjutnya memeluk Arul yg tengah kelelahan.

W: Arul jauhari bangt ya bibi sampe lemas nih
A: puki bibi enak betul-betul ya, Arul seneng deh hri ini mampu nemenin bibi Niki
W: terimakasih ya Rul bibi puas banget

sesudah mencium ucapan dan mengutamakan Arul, bibi Niki mengurus jilbabnya dan seterusnya mereka tertidur sesaat. Sorenya, sesudah menyiangi diri dan memungut baju, Arul diantar dgn sepeda motor sama bibi Niki menuju rumahnya. sesudah hingga di hunian Arul, bibi Niki langsung meninggalkannya dgn propaganda tangan. seterusnya dirinya menyaksikan bibi Eka menjauh pergi.

hri itu ia merasa riang sekali tidak hanya telah menanggung salinan, dirinya lagi menerima imbalan sanggup menjilati dan meniduri badan bibi Niki yg kece dan mempesona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here